Anda di halaman 1dari 3

PERMINTAAN PEMERIKSAAN,

PENERIMAAN SPESIMEN,
PENGAMBILAN DAN PENYIMPANAN
SPESIMEN
No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :1/4
Priyadi Yusra Wijaya
UPTD PUSKESMAS
,SKM.M.Kes
TARAMAN
NIP.19720609 199203 1004

1. Pengertian 1. Perlakuan terhadap spesimen yang akan dilakukaan pemeriksaan dengan cara
yang benar untuk menunjang analisis sehingga pemeriksaan teliti
2. Proses kegiatan dan langkah – langkah penanganan spesimen
2. Tujuan 1. Spesimen memenuhi syarat untuk dilakukan analisis
2. Menghindari tertukarnya sampel yang satu dengan yang lainnya
3. Kebijakan 1. Setiap petugas yang mengetahui dan melaksanakan cara pengambilan,
pengiriman dan pengelolahan spesimen dengan benar
2. Spesimen yang sudah diambil harus segera diperiksa, karena stabilitas spesimen
dapat berubah
3. Surat Keputusan Kepala Puskesmas Nomor Tahun 2016 tentang permintaan
pemeriksaan, penerimaan spesimen, pengambilandan penyimpanan spesimen
4. Refrensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 37 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan
Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 Tentang Cara
Penyelenggaraan Laboratorium Klinik Yang Baik
5. Alat dan Bahan -
6. Prosedur 1. Permintaan Pemeriksaan Pelayanan Laboratorium
 Pasien datang ke Puskesmas, keluarga pasien mendaftar di bagian
pendaftaran (loket) sesuai dengan kebutuhan / unit pelayanan yang dituju.
 Dokter /paramedis melakukan pemeriksaan kepada pasien. Apabila pasien
memerlukan pemeriksaan laboratorium, dokter/paramedis menjelaskan
kepada pasien bahwa diperlukan pemeriksaan laboratorium.
 Bila pasien setuju dilakukan pemeriksaan laboratorium, maka paramedis
menelepon ke instalasi laboratorium untuk pemberitahuan bahwa ada
pasien yang membutuhkan pemeriksaan.
 Dokter membuat surat pengantar untuk pasien yang memerlukan
pemeriksaan laboratorium.
 Pasien datang ke labaratorium dengan membawat surat pengantar
pemeriksaan dari dokter, kemudian melakukan pengambilan spesimen
 Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan terhadap spesimen.
 Apabila hasil pemeriksaan laboratorium sudah selesai, petugas
laboratorium mengantarkan hasil pemeriksaan ke unit pelayanan.
2. Penerimaan Spesimen
 Petugas laboratorium memeriksa kesesuaian antara spesimen yang
diterima dengan formulir permintaan pemeriksaan, spesimen yang tidak
memenuhi syarat hendaknya ditolak
 Petugas laboratorium harus menggunakan APD
 Petugas laboratorium menganggap semua spesimen infeksius
3. Pengambilan Spesimen
 Pengambilan darah Vena
 Petugas lab melakukan desinfeksi daerah vena mediana cubiti dengan kapas
alkohol 70 %
 Petugas lab membiarkan menjadi kering kembali
 Petugas lab memasang ikatan pembendung diatas fossa cubiti
 Petugas lab meminta pasien untuk mengepal dan membuka tanganya beberapa
kali agar vena jelas terlihat
 Petugas lab menusuk diatas vena dengan jarum dengan tangan kanan sampai
menembus lumen vena
 Petugas lab melepaskan ikatan pembendung
 Petugas lab mengambil spesimen darah sesuai yang dibutuhkan
 Petugas lab menaruh kapas diatas jarum
 Petugas lab mencabut jarum perlahan-lahan
 Petugas lab meminta pasien untuk menekan bekas tusukan dengan kapas
kering
 Petugas lab mengalirkan darah dari syringe kedalam tabung yang telah diisi anti
beku darah (EDTA) lewat dinding tabung agar eritrosit tidak pecah
 Petugas lab membuang spuit yang habis dipakai ke safety box
 Petugas lab membuang bungkus spuit ke tempat biasa
 Pengambilan darah kapiler
 Petugas lab menyiapkan autoclik yang telah diisi blood lancet yang baru
 Petugas lab membersihkan ujung jari atau anak daun telinga dengan kapas
alkohol 70%
 Petugas lab membiarkan menjadi kering kembali
 Petugas lab memegang bagian yang akan ditusuk supaya tidak bergerak
 Petugas lab menekan sedikit agar rasa nyeri berkurang
 Petugas lab menusuk dengan cepat memakai autoclik pada jari tengah dengan
arah tegak lurus
 Petugas lab apabila memakai anak daun telinga tusukan dilakukan dipinggir
bukan disisinya. Tusukan harus cukup dalam
 Petugas lab membuang tetesan darah pertama keluar dengan memakai kapas
kering,tetesan darah berikutnya dipakai untuk pemeriksaan.
 Petugas lab menekan bekas tusukan dengan kapas kering
 Petugas lab melepaskan blood lancet dari autoclik
 Petugas lab membuang blood lancet ke safety Box
 Pengambilan Sampel Urine
 Petugas lab melabeli tempat urin
 Petugas lab memberikan tempat urin kepada pasien
 Petugas lab memberikan penjelasan pada pasien
 Petugas lab meninta pada pasien untuk mengambil urin yang pancar tengah (urin
keluar pertama dibuang yang tengah tengah ditampung dan yang terakhir
dibuang )
 Petugas lab mempersilahkan pasien ke kamar mandi
 Petugas lab menerima sampel urin
 Pengambilan sampel feses
 Petugas lab memberi label identitas pasien ketempat feses
 Petugas lab memberikan tempat feces kepada pasien
 Petugas lab memberikan penjelasan kepada Pasien untuk buang air kecil
terlebih dahulu karena feses tidak boleh tercampur urin
 Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk buang air besar langsung
kedalam pot feses (kira 2,5 gr)
 Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk menututp pot dengan rapat
 Petugas lab menerima sampel feses
 Pengambilan Sampel sputum
 Petugas lab memberikan label identitas pasien ke pot sputum
 Petugas lab memberikan penjelasan pada pasien bagaiman cara membatukan
sputum yang baik
 Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk kumur-kumur lebih dahulu,
tarik nafas 2 - 3 kali, tahan beberapa detik, kemudian batukan kuat-kuat
 Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk menaruh pot sputum dekat
bibir dan masukan sputum kedalamnya
 Petugas lab memberikan gambaran bahwa sputum yang baik adalah yang kental
dan jumlahnya cukup 2-3 ml
 Petugas lab menginstruksikan kepada pasien untuk menutup wadah sputum
dengan rapat
 Petugas lab menerima sampel dahak.
4.Penyimpanan Spesimen
 Petugas laboratorium menyimpan beberapa spesimen yang tidak langsung
diperiksa dengan memperhatikan jens pemeriksaan yang akan diperiksa
 Petugas laboratorium menyimpan spesimen dengan beberapa macam, antara
lain:
 Disimpan pada suhu kamar
 Disimpan dalam lemari es dengan suhu 0 0C – 8 0C
 Dapat diberikan bahan pengawet
 Penyimpanan spesimen darah dalam bentuk serum
7. Diagram Alir -

8. Unit Terkait SOP Laboratorium


BPU, KIA, BPG, GIZI
9. Rekaman Historis Perubahan

No Yang Dirubah Isi Perubahan Tanggal mulai diberlakukan