Anda di halaman 1dari 19

KONSEP DASAR PEMELIHARAAN ALAT-ALAT

PERAWATAN DAN KEDOKTERAN

OLEH :

NAMA : MADE ARIANI

NIM : 15C11480

KLS : B

PRODI : ILMU KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BALI ( STIKES BALI)

TAHUN AJARAN 2016-2017


PEMELIHARAAN PERALATAN DARI LOGAM

Pengertian :

Melaksanakan pemeliharaan peralatan perawatan dan kedokteran dengan cara


membersihkan , mendisinfeksi atau mensterilkan serta menyimpannya. Alat-alat yang terbuat
dari logam misalnya besi, tembaga maupun aluminium sering terjadi karatan. Untuk
menghindari terjadinya hal demikian maka alat-alat tersebut harus disimpan pada tempat
yang mempunyai temperatur tinggi (-+ 37oC) dan lingkungan yang kering kalau perlu
memakai bahan silikon sebagain penyerap uap air .
Sebelum disimpan alat tersebut harus bebas dari kotoran debu maupun air yang
melekat, kemudian diolesi dengan minyak oli,minyak rem atau parafin cair.
Bagian – bagian pemeliharaan alat –alat perawatan dan kedokteran

1. Peralatan dari bahan baku logam


2. Peralatan dari bahan baku gelas
3. Peralatan dari bahan baku karet/plastik
4. Pemeliharaan sarung tangan ( handscone)

 Contoh – contoh alat kesehatan logam


1. Nald vooder / Needle Holder / Nald Heacting
Gunanya adalah untuk memegang jarum jahit ( nald hecting) dan sebagai penyimpul
benang.
2. Gunting
a.Gunting Diseksi ( disecting scissor)

Gunting ini ada dua jenis yaitu, lurus dan bengkok. Ujungnya biasanya runcing.
Terdapat dua type yang sering digunakan yaitu type Moyo dan type Metzenbaum. Kegunaan
gunting ini adalah untuk membuka jaringan, membebaskan tumor kecil dari jaringan
sekitarnya, untuk esksplorasi dan merapikan luka.

b. Gunting Benang
ada dua macam gunting benang yaitu bengkok dan lurus, kegunaanya
adalah memotong benang operasi , merapikan luka.
c. Gunting Pembalut Perban

Kegunaannya adalah untuk menggunting plester dan pembalut.


3. Pisau Bedah

Terdiri atas dua bagian yaitu gagang dan mata pisau (mess/bistouri/blade). Pada pisau
bedah model lama, mata pisau dan gagang bersatu, sehingga bila mata pisau tumpul harus
diasah kembali. Pada model baru, mata pisau dapat diganti. Biasanya mata pisau hanya untuk
sekali pakai.

Pisau bedah terdiri dari dua bagian yaitu gagang dan mata pisau
(mess/bistouri/blade). Kegunaanya adalah untuk menyayat berbagai organ atau bagian
tubuh manusia. Mata pisau disesuaikan dengan bagian tubuh yang akan disayat.

4. Klem ( clamp)

a. klem Arteri Pean

Ada dua jenis yang lurus dan bengkok. Kegunaanya adalah untuk hemostatis untuk
jaringan tipis dan lunak.
b. Klem Kocher

Ada dua jenis bengkok dan lurus. Sifatnya mempunyai gigi pada ujungnya seperti
pinset sirugis. Kegunaannya adalah untuk menjepit jaringan. terutama agar jaringan
tidak meleset dari klem, dan hal ini dimungkinkan dengan adanya gigi pada ujung
klem

c. Klem Allis

Penggunaan klem ini adalah untuk menjepit jaringan yang halus dan menjepit tumor.

d. Klem Babcock

Penggunaanya adalah menjepit dock atau kain operasi.

e. Klem Mosquito

Klem Mosquito Mirip dengan klem arteri pean, tetapi ukuranya lebih kecil.
Penggunaannya dalah untuk hemostasis terutama untuk jaringan tipis dan lunak.
f. Towel clamp (Doek klem) Penggunaanya adalah untuk menjepit doek/kain operasi

5. Retrakter ( Wound Hook)

Retraktor langenbeck, US Army Double Ended Retraktor dan Retraktor Volkman


penggunaannya adalah untuk menguakan luka.
 Retraktor langenbec Penggunaannya adalah menguakkan luka.

 US army double ended retractor Penggunaannya untuk menguakkan luka.

 Retraktor volkman. Penggunaannya adalah untuk menguakkan luka. Pemakaian


retractor disesuaikan dengan lebar luka. Ada yang mempunyai dua gigi, 3 gigi, dan 4
gigi. 2 gigi untuk luka kecil, 4 gigi untuk luka besar. Terdapat pula retractor bergigi
tumpul.

6. Pinset

 Pinset Sirgis

Penggunaannya adalah untuk menjepit jaringan pada waktu diseksi dan penjahitan
luka, memberi tanda pada kulit sebelum memulai insisi.
 Pinset Anatomis

Penggunaannya adalah untuk menjepit kassa sewaktu menekan luka, menjepit


jaringan yang tipis dan lunak.

 Pinset Splinter

Penggunaannya adalah untuk mengadaptasi tepi-tepi luka ( mencegah overlapping).

7. Deschamps Aneurysm Needle

Penggunaannya adalah untuk mengikat pembuluh darah besar.


8. Wound Curet

Penggunaannya dalah untuk mengeruk luka kotor, mengeruk ulkus kronis.

9. Sonde ( Probe)

Penggunaannya adalah untuk penuntun pisau saat melakukan eksplorasi, dan


mengetahui kedalam luka.

10. Korentang

Penggunaannya adalah untuk mengambil instrumen steril, mengambil kassa, jas


operasi, doek, dan laken steril.
11. Jarum Jahit

Penggunaanya adalah untuk menjahit luka yang dan menjahit organ yang rusak
lainnya. Untuk menjahit kulit digunakan yang berpenampang segitiga agar lebih
mudah mengiris kulit (scharpe nald). Sedangkan untuk menjahit otot dipakai yang
berpenampang bulat ( rounde nald ).

Penggunaannya adalah untuk menjahit luka dan menjahit oragn rusak lainnya.
Penyediaan disesuaikan kebutuhan

12. Bak Instrumen

Sebagai tempat alat- alat yang akan digunakan untuk menolong persalinan, operasi
bedah mayor dll.

13. Reflek Hamer

Sebagai untuk memeriksa kemampuan refleksi dari bagian tertentu tubuh kita ,
misalnya lutut.

14. currete

Sebagai untuk membersihkan rahim pada pasien abortus / keguguran.


 Cara mensterilkan alat-alat medis logam

1. Nald Vooder / Needle Holder / Nald Heacting yang sudah di gunakan harus
dibilas air (sebaiknya dibawah air mengalir) untuk menghilangkan kotoran
yang melekat.

2. kemudian direndam didalam larutan desinfektan sekurang-kurangnya dua jam.


Khusus peralatan yang telah dipergunakan pada pasien berpenyakit menular,
harus direndam sekurang-kurangnya 24 jam.

3. Peralatan disabuni satuper satu, kemudian dibilas. Selanjutnya disterilkan


dengan cara merebus didalam sterilisator yang telah diisi air secukupnya,
dimasak sampai mendidih. Setelah air mendidih sekurang-kurangnya 15 menit
baru diangkat.

4. Peralatan yang telah disterilkan, diangkat atau dipindahkan dengan korentang


steril ketempat penyiumpanan yang steril.

5. Setelah selesai, peralatan dibersihkan, di\bereskan dan dikembalikan ketempat


semula.
Perhatian :
Khusus peralatan logam yang tajam (misalnya pisau, gunting, jarum dll) harus
dibungkus dulu dengan kain kasa, kemudian barulah dimasukkan kedalam
sterilisator, setelah air mendidih dan ditungguantara tiga sampai lima menit
baru diangkat.

Cara pemeliharaannya :

1. Harus di simpan ditempat yang memiliki suhu tinggi ±37ºC

2. Lingkungan yang kering bila perlu menggunakan bahan berbahan silikon


sebagai penyerap uap air.

3. Harus bebas dari kotoran, debu maupun air yang melekat, kemudian diolesi
dengan oli , minyak rem atau parafin cair.
PEMELIHARAAN PERALATAN DARI KARET

 Contoh – contoh alat kesehatan karet

1. warm water zak ( beld) Hot Water Botle (ing). Botol panas /Buli-buli panas.

Bentuk : berupa kantung dari karet dengan tutup di ujungnya , diisi air panas .

Fungsi : untuk mengompres panas

Warm water Zak (Beld), Hot water Botle (Ing). Botol panas / buli-buli panas.

2. ice bag

Bentuk : berupa kantung dari karet dengan tutup di tengahnya , diisi pecahan es batu

Fungsi : untuk kompres dingin.

3. Bors Pomp

Fungsi : untuk membantu memompa air susu keluar dari payudara wanita yang
sedang menyusui.
4. Urinal

Fungsi : untuk menampung urine pada pasien yang tidak boleh / bisa kw WC.

Jenisnya ada 2, yaitu :

 Urinal male : untuk pasien laki-laki

 Urinal female : untuk pasien wanita

5. Catheter

Fungsi : untuk mengeluarkan ? pengambilan urine bagi pasien yang tidak mampu
kencing secara normal

Jenisnya :

 Nelaton Catheter : terbuat dari latex / karet


 Metal Catheter : terbuat dari stainlestill

 Baloon catheter / foley catheter : terbuat dari lates / karet dilengkapi dengan
balon dengan cara menyuntikan aqua pada ventilnya bila telah masuk agar
catheter tidak copot.

Cara Sterilisasi yaitu :

 Alat direndam di dalam larutan desinfektan salama 2 jam.

 Kemudian diberi sabun dan dibilas dengan air yang bersih.

 Menyikat dalam larutan air abun. Untuk bahan karet tidak perlu disikat hanya
dibersihkan dengan larutan disenfektan.

 Setelah alat bersih kemudian masukkan alat ke dalam sterilisator selama 5 – 10


menit.

 Kemudian angkat dengan korentang steril dengan cara menjepit ujung alat dan
masukkan alat ke dalam bak steril ( disimpan dalam keadaan kering)

Cara pemeliharaan yaitu :

a. Karet mudah meleleh atau lengket apabila disimpan terlalu lama.

b. Sebelum melakukan penyimpanan mula-mula bersihkan kotoran


dengan cara mencuci dengan sabun.
c. Kemudian dikeringkan dengan menjemur dibawah sinar matahari dan
hembusan udara hangat,

d. Setelah itu taburi tal pada seluruhan permukaan karet.

Pemeliharaan peralatan dari kaca

1. Gelas Beaker

Gelas beaker atau yang biasa disebut juga dengan gelas piala adalah suatu alat yang
berbentuk silinder dengan alas yang datar. Fungsi dari alat ini hanya sebatas digunakan
untuk menampung , bukan digunakan untuk pengukur sehingga tidaklah mengherankan
skala yang ada di dalam alat ini sangatlah lebar. Beaker bisa kita temukan dengan berbagai
macam ukuran dari 25 ml sampai dengan 3 liter. Sebagai besar alat ini bisanya terbuat dari
bahan borosilikat ata plastik. Dengan bahan borosikilat atau plastik , maka gelas ini hanya
bisa digunakan untuk bahan kimia yang bersifat korosif yang terbuat dari PTPE. Untuk
mencegah kontaminasi atau hilangnya cairan dapat digunakan dengan arloji sebagai
penutup.

2. Buret

Alat ini berbentuk seperti silindris memanjang dengan sekala pada sisi luarnya dan
terdapat kran pada sisi bawah, alat ini irancang memiliki ketelitian tinggi untuk keperluan
kuantitatif analisis. Buret ini biasanya digunakan untuk titrasi yang membutuhkan presisi
tinggi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukur volume suatu
larutan.
3. Erlenmeyer

Erlenmeyer adalah salah satu alat-alat laboratorium yang berfungsi untuk


menganalisis kuantitatif secara volumentri ( titrasi) , dalam proses titrasi itu sendiri alat ini

digunakan untuk menampung larutan yang akan ditrasi. Tak hanya itu alat ini juga
bermanfaat dalam mikrobiologi , yaitu digunakan untuk pembiakan mikroba.

4. Gelas Ukur

Gelas ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur volume larutan dari 10
hingga 2000 ml. Alat ini memiliki bentuk seperti pipa dengan bagian bawah agak sedikit
lebar yang berguna sebagai kaki atau penyangga. Gelas ini pada umumnya terbuat dari
bahan elastis ( polipropilen) atau plastik.

5. labu Ukur
Labu ukur atau yang biasa disebut dengan ( volumetric Flask) adalah alat yang
berfungsi untuk keperluan pengencern larutan sampai dengan volume tertentu. Alat ini
sangatlah cocok digunakan untuk mengukur sesuatu dengan keakuratan yang tinggi karena
di bagian leher terdapat lingkaran graduasi , volume, toleransi, suhu kalibrasi dan kelas gelas.

cara Sterilisasi yaitu :

a. Peralatan yang sudah digunakan dibilas dengan air ( sebaiknya dibawah air
mengalir) untuk menghilangkan kotoran yang melekat, kemudian direndam di
dalam larutan disenfektan sekurang –kurangnya 2 jam. Khusus peralatan yang
telah dipergunakan pada pasien berpenyakit menular, harus direndam
sekurang-kurangnya dalam waktu 24 jam .

b. Peralatan disabuni satu per satu , kemudian dibilas.

c. Selanjutnya disterilkan dengan cara membungkus alat dengan kain kasa


kemudian dimasukkan kedalam sterilisator yang telah diisi air secukupnya ,
dimasak sampai mendidih. Setelah air mendidih sampai 15 menit baru
diangkat.

Cara pemeliharaan , yaitu :

 Penyimpanan pada ruangan yang suhunya berkisar 27oc-37oc dan beri


tambahan lampau 25 watt.

 Ruangan tempat penyimpanan diberi silikon sebagai zat higroskopis.

 Gunakan alkohol , aceton,kapas, sikat halus dan pompa angina untuk


membersihkan debu dari permukaan kaca. Usahakan pada waktu
membersihkan lensa jangan sampai merusak lapisan lensa.

 Pada waktu memanaskan tabung reaksi hendaknya ditempatkan diatas kasa


atau boleh melakukan pemanasan asal bahan baku dari pyrex.

 Gelas yang direbus hendaknya jangan langsung dimasukan kedalam air yang
sedang mendidih melainkan gelas dimasukkan ke dalam air dingin kemudian
dipanaskan secara perlahan-lahan. Sebaiknya untuk pendinginan mendadak
tidak diperkenankan.
 Membersihkan kotoran dari kaca sebaiknya segera setelah dipakai dapat
menggunakan air bersigh, detergen ( menghilangkan efek lemak dan tidak
membawa efek lemak), larutan ( kalsium dichromat 10 gram , asam belerang
25 ml, aquades 75ml).

PEMELIHARAAN SARUNG TANGAN ( HANDSCONE)

1. GLOVES / HANDSCONE

Fungsi : untuk melindungi tangan dari pengaruh lingkungan sekeliling

Cara mensterilkannya :

 Sarung tangan direndam degan disinfektan selama 2 jam ( bekas nanah direndam
hingga 3 jam )

 Sarung tangan dibersihkan bagian luar dan dalamnya dengan larutan sabun.

 Kemudian dibilas dengan air bersih mengalir dan gantungkan di rak sampai kering.

 Setelah kering, sarung tangan diperiksa apakah bocor atau tidak , dengan cara
memasukkan udara kedalamnya , lalu dicelupkan kedalam air . bila cocok dipisahkan.

 Sarung tangan dikeringkan digantungkan secara terbalik atau langsung dikeringkan


luar dan dalamnya dengan handuk atau lap kering.

 Beri bedak tipis secara merata bagian luar dan dalamnya.

 Sarung tangan diatur atau digulung sepasang-sepasang atau dipisahkan misalnya satu
kelompok bagian kiri dan kanan .

 Sarung tangan kemudian dimasukkan kedalam tromol atau stoples yang telah berisi
tablet formalin untuk disterilkan selama waktu 24 jam kemudian stoples ditutup
dengan air agar uap formalin tidak keluar.

 Masukan kedalam kantung dan di sterilkan dalam sterilisator.


 Setelah selesai, peralatan dibersihkan dan dikembalikan ketempat semula.

Cara pemeliharaanya yaitu :

a. Karet mudah meleleh atau lengket apabila disimpan terlalu lama.

b. Sebelum melakukan penyimpanan mula-mula bersihkan kotoran dengan cara


mencuci dengan sabun.

c. Kemudian dikeringkan dengan menjemur dibawah sinar matahari dan


hembusan udara hangat,

d. Setelah itu taburi tal pada seluruhan permukaan karet.