Anda di halaman 1dari 2

Fluida : Suatu zat yang mengalami perubahan bentuk secara kontinyu apabila terkena

tegangan geser (shear stress) betapapun kecilnya

Fluida (fluid)/Zat Alir:


(1) Zat yang dapat mengalir
(2) Zat yang menyesuaikan diri dengan
tempatnya dan tidak mampu menahan
pengaruh gaya geser.

Termasuk Fluida:
(1) Zat Cair (liquid) : mempunyaipermukaanbebas, dan massanya
akanmengisiruangansesuaidenganvolumeny, sertatidaktermampatkan.
(2) Zat Gas (gases) : Tidakmempunyaipermukaanbebas, dan
massanyaselaluberkembangmengisi seluruhvolume ruangan, serta dapat
dimampatkan.

Untuk memahami konsep kontinyum, perhatikan beda antara struktur molekul material padat,
cair dan gas; pada Gambar 1.2 di bawah ini. Dalam material padat, atom diikat secara ketat oleh
gaya intermolekular. Dalam zat cair gaya intermolekular menjaga kedekatan antar molekul; tapi gaya
intermolekular tersebut tidak merata dan seketat pada material padat. Adanya gangguan gaya yang
kecil saja memungkinkan satu atau beberapa atom terlepas dari yang lainnya. Anggapan fluida
sebagai material kontinyum mengabaikan perubahan molekuler tersebut. Fluida dianggap material
kontinyu dengan ikatan yang merata seperti halnya material padat; dan dengan demikian properti
fluida seperti tekanan, kecepatan, dan temperatur didefinisikan pada semua bagian dengan
mengabaikan perbedaan struktur molekular antar bagian tersebut.

Sifat fisik fluida

1. viskositas : Viskositas merupakan pengukuran dari ketahanan fluida yang diubah baik
dengan tekanan maupun tegangan. Pada masalah sehari-hari (dan hanya untuk fluida),
viskositas adalah "Ketebalan" atau "pergesekan internal". Oleh karena itu, air yang "tipis",
memiliki viskositas lebih rendah, sedangkan madu yang "tebal", memiliki viskositas yang
lebih tinggi. Sederhananya, semakin rendah viskositas suatu fluida, semakin besar juga
pergerakan dari fluida tersebut..[1]

Viskositas menjelaskan ketahanan internal fluida untuk mengalir dan mungkin dapat dipikirkan
sebagai pengukuran dari pergeseran fluida. Sebagai contoh, viskositas yang tinggi dari magma akan
menciptakan statovolcano yang tinggi dan curam, karena tidak dapat mengalir terlalu jauh sebelum
mendingin, sedangkan viskositas yang lebih rendah dari lava akan menciptakan volcano yang rendah
dan lebar. Seluruh fluida (kecuali superfluida) memiliki ketahanan dari tekanan dan oleh karena itu
disebut kental, tetapi fluida yang tidak memiliki ketahanan tekanan dan tegangan disebut fluide
ideal. Fluida mempunyai dua sifat fisik yaitu viskositas dan densitas. Dimana viskositas
adalah sifat fluida yang diberikannya tahanan terhadap tegangan geser oleh fluida
tersebut. Besar kecilnya viskositas fluida tergantung pada suhu fluida tersebut. Untuk
fluida cair, makin tinggi suhunya, maka viskositasnya makin kecil, sedang untuk fluida
gas, makin tinggi suhunya, maka viskositasnya makin besar.
2. Densitas atau kerapatan suatu fluida didefinisikan sebagai massa per satuan volume [4]. Studi
dari bahan yang mengalir disebut Rheologi, yang termasuk viskositas dan konsep yang berkaitan.

Sifat Dasar Fluida


 Kompresibilitas/Modulus Total Elastisitas.
Kompresibilitas adalah kemampuan fluida untuk mengecil volumenya apabila mendapat
tekanan.
K = E = dp’/-(dυ/υ)
dp’ = perubahan tekanan (Pa)
dυ= perubahan volume (m3)
υ= volume awal (m3)
Fluida dengan kompresibilitas tinggi disebut fluida kompresibel (compressible
fluid), termasuk kategori ini adalah fluida gas. Fluida dengan kompresibilitas rendah
disebut fluida inkompresibel (incompressible fluid), termasuk kategori ini adalah fluida
cair.
 Kekentalan /Viskositas (Viscosity)
Kekentalan adalah besarnya daya tahan fluida terhadap gaya geser. Kekentalan
terutama diakibatkan oleh saling pengaruh antara molekul-molekul fluida. Kekentalan
digolongkan dalam 2 jenis, yaitu:
1. Kekentalan Dinamik/Absolut
2. Kekentalan Kinematik