Anda di halaman 1dari 31

MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG

ASRAMA MAHASISWA UNIVERSITAS GADJAH


MADA (UGM) DI SENDOWO, SLEMAN,
YOGYAKARTA DENGAN MENGGUNAKAN
HEXAGONAL CASTELLATED BEAM

MAHASISWA
ERNA WIDYASTUTI

DOSEN PEMBIMBING
Ir. HEPPY KRISTIJANTO, MS.
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
- Baja mempunyai sifat mempunyai kekuatan yang
tinggi, relatif ringan, elastis, kemudahan pemasangan
di lapangan
- Struktur gedung asrama mahasiswa UGM akan
diubah menjadi baja dengan tinggi 20 lantai
- Karena bangunan tinggi maka menggunakan bresing
- Baja yang digunakan adalah jenis Castellated beam
karena dianggap menguntungkan daripada baja solid
Permasalahan
a. Permasalahan utama: Bagaimana merencanakan gedung Asrama
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada di Sendowo, Sleman,
Yogyakarta menggunakan baja Hexagonal Castellated Beam.
b. Rincian permasalahan:
1) Bagaimana menentukan preliminary design?
2) Bagaimana merencanakan struktur sekunder yang meliputi balok
anak, pelat, tangga, dan balok penggantung lift?
3) Bagaimana menghitung pembebanan struktur?
4) Bagaimana melakukan analisa struktur menggunakan program bantu
ETABS V 9.7.0?
5) Bagaimana merencanakan struktur primer yaitu balok,kolom dan
bresing?
6) Bagaimana merencanakan sambungan?
7) Bagaimana merencanakan pondasi?
8) Bagaimana menggambar hasil perhitungan struktur tersebut dengan
program bantu AutoCAD?
Tujuan
 Menjawab permasalahan
Batasan Permasalahan
1. Tidak menghitung biaya konstruksi gedung.
2. Tidak membahas metode pelaksanaan.
3. Perencanaan struktur mengacu pada SNI 03 – 1729 –
2002.
4. Pembebanan dihitung berdasarkan PPIUG 1983.
5. Beban gempa dihitung berdasarkan SNI 03-1726-2002.
6. Program bantu yang digunakan adalah ETABS V 9.7.0
dan AutoCAD.
7. Perencanaan dilakukan pada gedung 20 lantai dengan
bresing, pada zona gempa 3, menggunakan Hexagonal
Castellated Beam nonkomposit.
Castellated Beam

Gambar 1. Proses pembuatan Castellated Beam


METODOLOGI

Gambar 2. Metodologi Pengerjaan Tugas Akhir


DATA GEDUNG
Data bangunan eksisting:
• Nama Gedung : Asrama Mahasiswa UGM Yogyakarta
• Lokasi : Sendowo, Sleman, Yogyakarta
• Fungsi : Asrama Mahasiswa
• Jumlah lantai : 7 lantai
• Tinggi gedung : 28 meter
• Zone gempa :3
• Struktur Utama : Beton
• Sistem struktur : Sistem ganda (SRPMB dan dinding geser)
Data modifikasi bangunan:
• Nama Gedung : Asrama Mahasiswa UGM Yogyakarta
• Lokasi : Sendowo, Sleman, Yogyakarta
• Fungsi : Asrama Mahasiswa
• Jumlah lantai : 20 lantai
• Tinggi gedung : 80 meter
• Zone gempa :3
• Struktur Utama : Castellated Beam Non Komposit
• Sistem Struktur : Sistem ganda ( SRPMB dan SRBKB)
Pemodelan Struktur Gedung

Gambar 3. Pemodelan struktur gedung Asrama Mahasiswa UGM


Kontrol Pemodelan
1. Kontrol Dual Sistem (SNI 1729 Ps 15.11.2.3)
Keterangan Gempa arah X Gempa arah Y

Gaya yang diterima bresing 150991,72 kg 86046,55 kg


Gaya yang diterima rangka + bresing 266609,37 kg 233561,65kg
Persentase bresing 56,63 % 36,84 %

2. Kontrol Partisipasi Massa (SNI 1726 ps 7.2.1)


Menurut SNI 1726 ps 7.2.1, bahwa perhitungan respon dinamik struktur harus
sedemikian rupa sehingga partisipasi massa dalam menghasilkan respon total
harus sekurang-kurangnya 90%.
3. Kontrol Waktu Getar Struktur ( SNI 1726 ps 6.2.2 )
T≤ζn
Untuk wilyah gempa 3 maka nilai ζ = 0,18 dan n = 20
Dari hasil analisa ETABS 9.7.0 didapat waktu getar T = 3,53 detik
T = 3,53 detik ≤ T1= (0,18 x 20) = 3,6 detik .... OK
4. Kontrol Nilai Akhir Respon Spektrum 5. Kontrol Kinerja Struktur Gedung
(SNI 1726 ps 7. 1.3) ( SNI 1726 ps 8)
Vstatis = CI/R . Wt 1) Kinerja Batas Layan (SNI 1726 ps 8.1)
C = 0,33/T = 0,33/3,53 = 0,093 S < 0,03/R x tinggi tingkat atau 30 mm,
I = 1 ( asrama/ penghunian) pilih yang nilainya kecil. (SNI 03–1726–
R = 4,2 (Dual System SRPMB –SRBKB) 2002 Ps. 8.1.2)
Wt = 8633445,13 kg 2) Kinerja batas ultimit (SNI 1726 ps 8.2)
Vstatis = 0,093x1/4,2 x 8633445,13 M =  S dan tidak boleh lebih dari 0,02
=191169,14 kg kali tinggi tingkat (SNI 03–1726–2002
80% Vstatis = 0,8 x 191169,14 = 152935,31 kg Ps. 8.2.2)
Kontrol
Vx dinamis > 80% Vstatis
266609,4 kg > 152935,31 kg ....... OK
Vy dinamis > 80% Vstatis
233561,7 kg > 152935,31 kg ....... OK
Perhitungan Castellated Beam
Perhitungan balok induk melintang
Dari kombinasi beban 1,2D – Ey + 0,5 L didapatkan Vu= 10533,408 kg Mu =15584,829 kgm
Profil asal = WF 350x175x7x11 akan diubah menjadi CB 437,5x175x7x11.
Data profil WF 350x175x7x11 Data profil CB 437,5x175x7x11

Gambar 4. Penampang Castellated Beam


Perhitungan Kolom lantai 1
Perhitungan bresing
Direncanakan menggunakan profil WF 200x200x10x16 dengan data profil sebagai berikut
Kesimpulan
• Pelat tebal 9cm dengan tulangan Ø 8-200
• Balok anak atap WF 250x125x5x8
• Balok anak lantai WF 300x150x5,5x8
• Balok tangga WF 200x100x4,5x7
• Balok lift WF 400x200x8x13
• Balok induk atap memanjang CB 375x150x6,5x9
• Balok induk atap melintang CB 310x125x5x8
• Balok induk lantai memanjang CB 500x200x8x13
• Balok induk lantai melintang CB 437,5x175x7x11
• Kolom lantai 1-5 KC 800x300x14x26
• Kolom lantai 6 – 10 KC 600x300x12x20
• Kolom lantai 11 – 15 KC 600x200x7x11
• Kolom lantai 16 – 20 KC 450x200x9x14
• Bresing melintang WF 200x200x10x16
• Bresing memanjang WF 200x200x10x16
• Pondasi tiang pancang mutu Adiameter 0,5 m kedalaman 16 m
• Dimensi poer eksterior 4x3,5 m dan interior 4x4 m dengan tulangan tarik D22-100
dan tulangan tekan D16-100
GAMBAR - GAMBAR

Denah bangunan
Denah struktur
Potongan melintang dan memanjang
Sambungan balok anak – balok induk
Sambungan balok – kolom
Sambungan Kolom - Kolom
Sambungan Kolom - Bresing
Sambungan Balok - Bresing
Sambungan Kolom- Base Plate
Pondasi interior