Anda di halaman 1dari 5

#1 Ya'juj dan Ma'juj

Gog dan Magog biasa disebut "Gog u-Magog" dalam bahasa Ibrani dan "Yajuj dan Majuj"
dalam bahasa Arab, adalah istilah yang muncul dalam Taurat atau lebih tepatnya kita sebut
saja perjanjian lama, mana ada Taurat masih Asli jika Injil saja sudah diobrak abrik. Meskipun
kadangkala Yajuj majuj bergelar individu, kadangkala disebut kaum, dan kadang pula merujuk
wilayah geografis, Namun referensi dalam Al Qur'an dan hadits jelas menunjukkan bahwa
mereka adalah orang-orang yang jumlahnya banyak yang akan muncul menjelang penghujung
akhir zaman. Sebaiknya kita menyebut saja Yajuj dan majuj karena alquran satu-satunya
pembawa kabar yang benar. Baik berupa Nama atau penyifatannya. Jika anda menyebut Gog
dan Magog maka sama saja anda membawa otak anda mundur ke belakang ribuan tahun
sebelum masehi. Sementara Alquran datang dengan Ajaran Islamnya membawa umat
manusia untuk maju, dari jahiliah menjadi beradab dan terbelakang menjadi moderen.

Menurut hadits, Yajuj majuj adalah dari Bani Adam A.S sama seperti manusia pada umumnya,
dan mereka semakin banyak jumlahnya. Ibnu Katsir mengatakan dalam catatan-catannya
mengatakan mereka berasal dari keturunan Nabi Nuh A.S, Hal ini dianalisa dari periwayatan Al-
Qur'an;

“Maka Kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan Kami jadikan
Peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia”. (Al-ankaabut 15) “dan Kami jadikan anak
cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan” (ash-shaaffat 77).

Tafsirannya dari ayat-ayat ini, orang-orang yang selamat dari banjir hanyalah kerabat dan
handai taulan Nabi Nuh A.S dan tidak ada orang lain. Dengan demikian, yaju dan majuj
berasal dari keturunan yang sama. Hadis yang disampaikan dalam Imam Musnad Ahmad dan
Sunan Abu Dawud menyatakan bahwa ada tiga putra yang lahir dari Nabi Nuh: Sem, Ham dan
Yafet. Sem adalah ayah orang Arab; Ham adalah ayah dari orang Sudan; dan Yafet adalah
ayah orang Turk. Menurut deskripsi yang diceritakan oleh alhadits, yajuj majuj milik ras Turk
Mongol, memiliki mata kecil, hidung kecil dan wajah lebar. Wajah mereka terlihat seperti perisai
yang dipalu (wajah mereka disamakan dengan perisai karena lebar dan bundar).

Menurut Al-Quran, mereka akan dibebaskan sesaat sebelum datangnya Hari Penghakiman
sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah SWT: “ hingga apabila dibukakan (tembok)
Ya'juj dan Ma'juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (Al-anbiya
96)

“ dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), Maka tiba-tiba terbelalaklah
mata orang-orang yang kafir. (mereka berkata): "Aduhai, celakalah Kami, Sesungguhnya Kami
adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan Kami adalah orang-orang yang zalim". (Al-anbiya
97)

Imam Al-Bukhari menukilkan dalam Sarh Sahihnya sebagai berikut: Seorang Laki-laki
mengatakan kepada Nabi (S.A.W) bahwa ia telah melihat bendungan Yajuj dan Majuj Nabi
(S.A.W) bertanya: "Bagaimana engkau menemukannya?" Pria itu berkata: "Saya menemukan
itu seperti Al-Burd Al-Muhabbar (pakaian bergaris)." Nabi (S.A.W) berkata: "Engkau telah
melihatnya." bab Qishshatu Ya’-juj wa Ma’-juj

Dalam tafsir Ibnu Jarir, diriwayatkan dari Qatadah bahwa ketika Lelaki itu memberi tahu Nabi
(S.A.W) bahwa ia telah melihat bendungan Yajuj dan Majuj dan diminta untuk
menggambarkannya, ia berkata: '(tebing) Itu tampak seperti kain bergaris-garis , dengan garis-
garis merah dan hitam. 'Nabi (S.A.W) berkata: “Kamu telah melihatnya.”
Dikatakan bahwa Khalifah Al-Wathiq, mengirim beberapa utusan membawa pesan beberapa
Gubernurnya dari daerah berbeda untuk meminta mereka agar melakukan perjalanan dari satu
negeri ke negeri lain sampai mereka bisa mendapati bendungan itu dan mendeskripsikan
realitasnya seperti apa. Ketika mereka kembali kepada Khalifah, mereka menggambarkannya
kepada Khalifah, mereka mengatakan bahwa ia memiliki pintu besar dengan banyak kunci. Ia (
bendung Timah dan besi) itu sangat tinggi dan sisa-sisa bahan bangunan dan alat-alatnya
disimpan di sebuah menara di sebuah perbatasan yang ada disana. serta ada penjaga yang
mengawasinya. Mereka menambahkan bahwa lokasinya berada di sisi timur lautan bumi. Juga
dikatakan bahwa tanah mereka sangat luas dan mereka hidup bertani dan berburu dan
jumlahnya tidak terhitung.

RIWAYAT AKHIR YA'JUJ MA'JUJ

Ahmad dalam Musnad-nya bahwa Nabi (SAW) berkata: "Sesungguhnya, Yajuj dan Majuj
menggali dinding bendungan setiap hari, sampai mereka bisa melihat sinar matahari (melalui
celahnya), dan pemimpin mereka akan berkata: ' Kembalilah dan kalian akan
menyelesaikannya besok. ”Pada hari berikutnya, mereka merasa sekuat sebelumnya. Sampai
ketika waktu yang telah ditetapkan Allah ingin mengirim mereka melawan umat manusia,
mereka menggali sampai mereka bisa melihat sinar matahari (melalui celah tadi) dan pemimpin
mereka mengatakan: 'Kembalilah dan kamu akan menyelesaikannya besok, “jika Allah
menghendaki” (mereka mengucap InsyaAllah!. keesokan harinya, mereka menemukannya
seperti meninggalkan hari sebelumnya dan mereka menggali melalui lubang itu samapai
terlepas untuk melawan umat manusia. Mereka akan minum (setiap tetes air yang mereka
lewati). Orang-orang akan menggunakan benteng. Dan Yajuj w Majuj akan melemparkan
panah mereka ke arah langit. Ketika panah mereka kembali kepada mereka dengan apa yang
tampak seperti darah, mereka akan berkata: 'Kami telah mengalahkan orang-orang di bumi dan
mereka yang di langit .' Kemudian, Allah akan mengirim parasit (Ulat) membinasakan mereka
melalui leher mereka yang akan membunuh Mereka secara masal. Rasulullah (S.A.W.)
berkata: “Demi Dia yang di Dalam Tangannya, jiwa Muhammad bersandar, Makhluk hidup di
bumi akan menjadi gemuk dan bersyukur karena makan daging mereka dan (minum darah
mereka). ”( diteruskan oleh Imam Ahmad berdasar riwayat Hasan bin Musa dari Sufyan dari
Qatadah dan oleh At-Tirmidzi dari Abu Awanah dari Qatadah.).

===oOo===
#2 Ya'juj dan Ma'juj

Hal Ikhwal Mukim ya’juj ma’juj

Selain sifat, tempat dan pekerjaan ya’juj ma’juj yang sudah kita bahas bab.I, di bab ini akan
kami terangkan beberapa hal ikhwal lainnya, termasuk bagaimana cara mereka berupaya
melubangi tanggul (bendungan) pemisah ya’juj ma’juj, dari gambaran ini dapat kita
menyimpulkan bahwa tidak ada lagi cara bagi mereka untuk sampai ke sebahagian bumi yang
lain melainkan dengan cara melubangi tembok tembaga dan timah itu, seperti penuturan tim
ekspedisi utusan khalifah Wathiq bahwa dua buah gunung yang mengapit bendungan itu
bukanlah gunung dan bukit sembarangan, bukit itu sangat tinggi dan mustahil untuk didaki,
sekiranya bukit itu bisa didaki tentulah tim ekspedisi tidak akan menyia-nyiakan perjalan
jauhnya untuk menelusuri pemukiman ya’juj ma’juj.

Upaya ya’juj ma’juj melubangi Tembok


Seperti pada hadits Ibnu majjah diriwayatkan Abu Hurairah R.A yang telah kita bahas pada
bab.1 bahwa ya’juj ma’juj setiap harinya melubangi tembok itu sampai berlubang kecil namun
setiap kali sekembalinya mereka esoknya maka didapati tembok itu telah rapat kembali seperti
sedia kala dan begitulah terus-menerus sampai mereka melihat sedikit sinar matahari dari
lubang itu, hingga apabila telah datang keputusan Allah maka salah seorang pemimpin mereka
berkata “kembalilah, kalian akan meneruskan lubangnya besok, Insya Allah”
Kata “insya Allah” inilah yang diinterpretasikan oleh beberapa ulama, apabila kata itu telah jatuh
dari salah seorang pemimpin mereka maka pertanda tibalah janji Allah bahwa mereka akan
terlepas, seperti dalam lanjutan hadits “Maka mereka pun kembali kepada lubang itu, ternyata
kali ini keadaannya seperti yang telah mereka tinggalkan (masih tetap berlubang), maka
mereka makin bersemangat melubangi hingga mereka dapat menjebolnya.
Mereka menghabiskan setiap air yang mereka lewati sementara orang-orang (terutama muslim)
berlindung dibalik benteng masing-masing. Satu hal yang tidak tidak pernah saya dapati dalam
kitab manapun penjelasan mengapa ya’juj ma’juj harus minum air sampai habis? Apakah efek
dukhan, efek kekeringan yang begitu lama tapi jika di tanah mereka tidak ada air minum itu
yang tidak mungkin, karena sumber kehidupan hanyalah air.
Ka’ab al-ahbar berkata “sesungguhnya ya’juj ma’juj melubangi tanggul dengan moncong-
moncong mereka, sehingga manakala mereka hampir keluar, mereka berkata “kita kembali
besok” namun besoknya tanggul itu telah kembali menutup sedia kala.
Jika saatnya janji itu kelak telah tiba maka terucaplah pada mulut sebagian mereka “kita
kembali besok, insya Allah kita selesaikan lubang ini”
Ka’ab Al –Ahbar adalah seorang Tabiin, ia baru memeluk Islam di masa khalifah Umar bin
Khattab, Hijrahnya Ka’ab kepada Islam disbabkan oleh lembaran taurat Asli yang peninggalan
ayahnya di dalam peti besi terkunci. Yang telah diwasiatkan jangan pernah dibuka selama-
lamanya, rasa penasaran Akhbar yang memuncak membuatnya tak tahan lagi dan
membongkar kunci peti kecil itu, dan didapatinya risalah-risalaah akan datangnya Rasul
terakhir yaitu Muhammad. Ka’ab orang yang pandai dan cerdas, sehingga diembani Umar R.A
jabatan tenaga pengajar, ia termasuk periwayat banyak hadits namun ia lain dari kebanyakan
sahabat periwayat, ia belajar langsung kepada Aisyah, Hapsah dan Ummu salamah maka
darinya banyak terdapat hadits-hadits rahasia peristiwa akhir zaman, almahdi dan sebagainya,
abu hurairah pun belajar beberapa hadits darinya, namun riwayat dari ka’ab banyak tidak diakui
oleh kelompok wahabi hanya karena asal agamanya yahudi, satu alasan yang kerdil tak dapat
diterima secara akal. Bukankah salah seorang istri nabi juga dari yahudi, ka’ab mending dari
Yahudi, kebanyakan sahabat utama dari musyrikin penyembah berhala dan penyembah api
sebagian dari yahudi. Mana yang lebih kenal ka’ab, Umar atau kelompok wahabi?
Dalam lanjutan riwayat hadits lain “kemudian Allah menuangkan kepada mereka binatang-
binatang melata, yang disebut “naghaf”, binatang itu menyerang tengkuk-tengkuk mereka
(ya’juj ma’juj) maka merekapun terbunuh oleh “Naghaf” sehingga bumi menjadi busuk oleh bau
busuk mereka, kemudian Allah mengirim burung-burung kepada mereka, burung-burung itu
mengangkut bangkai-bangkai mereka ke laut, lalu Allah menurunkan hujan selama 40 hari.
Maka bumi menumbuhkan tanaman-tanamannya sehingga sebutir delima benar-benar
mengenyakan satu sakan”
Ka’ab ditanya, “apa sakan itu?”
Dia menjawab, “satu keluarga”
Kata ka’ab pula’ “Kemudian terdengar pula oleh mereka satu teriakan.......”
Ibnu Majjah dari Abu said al khudri R.A, bahwa rasulullah s.a.w bersabda dalam hadits
panjangnya berikut ini :
“ya’juj ma’juj berhasil membuka tanggul maka mereka pun keluarlah sebagaimana yang
difirmankan dalam Al-quran
{“dan mereka turun dengan cepat dari segenap penjuru yang tinggi” (AL-anbiya.96)}
Mereka merambah ke seluruh permukaan bumi sementara kaum muslimin menyingkir dari
mereka. Yang tersisa hanyalah kaum muslimn yang di kota-kota dan benteng-benteng bersama
hewan ternak mereka. Akhirnya ya’juj ma’juj itu melewati sungai, mereka meminumnya tanpa
tersisa sedikitpun, maka lewatlah kelompok yang terakhir dari mereka dan salah seorang dari
mereka berkata “sungguh ditempat ini dulu ada airnya”
mereka mengalahkan siapa saja penduduk bumi yang mereka dapati, maka salah seorang dari
ya’juj ma’juj berkata “mereka itu penduduk bumi teelah kita habisi mereka semua, kita harus
serang penduduk langit”
demikianlah, sehingga seorang dari mereka melempar tombaknya ke langit dan kembali lagi
berlumur darah, maka mereka berkata “kita benar-benar telah mebunuh penduduk langit”
tatkala mereka dalam keadaan demikian tiba-tiba Allah mengirim pada mereka binatang sejenis
ulat belalang,, binatang-binatang itu menyerang leher mereka maka matilah mereka seperti
belalang, (tumpukan bangkai belalang,red) sebagian menindih sebagian yang lain. Dan
keesokan harinya kaum muslimin tidak mendengar apa-apa lagi dari mereka oleh karena itu
mereka katakan “adakah seorang yang mau menjual (berkorban) jiwanya untuk melihat apa
yang mereka lakukan?”
salah seorang kaum muslimn turun, meskipun dia yakin ya’juj ma’juj akan membunhnya, tapi
ternyata dia dapati mereka telah mati semua maka dia berseru kepada teman-temannya
“ketahuilah, bergembiralah sesungguhnya musuh kalian telah binasa”
maka orang-orang pun keluar dan kembali melepas binatang-binatang ternaknya, dan ternyata
tidak ada tempat penggembalaan kecuali penuh dengan daging ya’juj ma’juj, sehingga ternak
mereka menjadi gemuk-gemuk seperti mereka mendapati makanan dari tumbuh-tumbuhan”
(Hadits yang sangat panjang di atas : dishahihkan oleh Ibnu majjah dalam kitab sunannya)
Setau saya hewan ternak herbivora, makannya daun dan rumput, namun di babak keemasan
Khilafatun Al-minhaj annubuwah banyak sunnatulah berubah, seperti sabda nabi “anak-anak
bermain dengan ular dan singa, sehingga seorang anak memasukan kepalanya dalam mulut
singa dengan aman. Dalam riwayat lain “singa srigala dan domba makan rumput bersama-
sama”. Dalam hadits lain “sesungguhnya penduduk langit (malaikat) dan penduduk bumi
menyukai masa itu”

kapan ya’juj ma’juj keluar dari Tanggul

Ibnu majjah dan Abubakar bin syaibah mengeluarkan pula sebuah hadits, menurutnya ini vesi
dari jalur Abdullah bin Mas’ud R.A, dia berkata :
“pada malam Isra mi’raj rasulullah s.a.w bertemu Ibrahim, Musa dan Isa alaihisslam.. mereka
berdiskusi tentang tentang kiamat, mereka memulai dari Ibrahim. Mereka bertanya kepadanya,
tetapi dia tidak punya Ilmu tentang itu, maka mereka bertanya kepada Musa tetapi dia juga
tidak punya Ilmu tentang itu, maka mereka mengembalikan pembicaraan kepada Isa, dia
berkata “aku diberitahu tentangnya kecuali tentang kapan terjadinya, adapun saat terjadi kiamat
maka tidak ada yang tahu kecuali Allah”
Selanjutnya mereka menyebut tentang Dajjal, Isa A.S berkata “maka turunlah aku
kepadanyalalu membunuhnya, dan orang-orang pun kembali ke negeri mereka masing-masing,
namun mereka kemudian dihadang ya’juj ma’juj.
ya’juj ma’juj itu tidak melewati air apapun kecuali meminumnya, tidak melewati benda apapun
kecuali menghancurkannya, oleh karena itu orang-orang menjerit kepada Allah, maka aku
berdoa kepada Allah agar mematikan mereka dan allah mengabulkan, sehingga bumi menjadi
busuk karena bau bangkai mereka.
Oleh karenanya orangpun menjerit lagi kepada Allah maka aku berdoa kepada Allah dan Allah
pun mengirim hujan, mengangkut mereka, dan melemparkan mereka ke laut.
Sesudah itu barulah gunung dihancurkan dan bumi dibentangkan seperti kulit yang disamak.
Aku dibeitahu apabila semua itu telah terjadi maka datangnya kiamat tiggaallah seperti wanita
hamil yang tidak diketahui keluarganya kapan waktunya dia akan melahirkan”
Ibnu abi syaibah berkata “ malam atau siang” (melahirkannya)
Kita lanjut nanit bab 3. Sifat-sifat ya’juj ma’juj, perbandingan ukuran bumi mereka dan bumi kita,
jumlah mereka, bagaiman pola kehidupan mereka, tempat mereka tersembunyi. Dan barbagai
hal lain termasuk membantah beberapa pendapat sebagian orang yang mengatakan ya’juj
ma’juj telah keluar dengan dalil hadits yang dipotong “aku (rasululullah melihat tembok mereka
telah terbukan seperti ini (lingkaran jari)”.

===oOo===