Anda di halaman 1dari 13

A.

Membuat Judul
Langkah pertama yang harus kamu lakukan yaitu membuat judul.

Untuk membuat judul, kamu harus sudah memiliki topik.


maka tentukanlah topik skripsi mu.

1. Menentukan Topik Penelitian

Topik penelitian merupakan lingkup penelitian yang ingin kamu teliti.

Pemilihan topik akan membantu penulis fokus untuk menemukan permasalahan yang akan di
angkat pada proposal.
Beberapa topik penelitian dalam bidang pendidikan yang dapat kamu pilih dianataranya:

 proses belajar di kelas


 profesionalisme guru
 lingkungan sekolah
 perilaku siswa
 bahan ajar
 media pembelajaran
 hasil belajar
 manajemen kelas
 dll (silahkan cari yang lain)

Kamu bisa saja memilih topik "proses belajar di kelas" atau "perilaku siswa". itu terserah kamu.

2. Menemukan Masalah pada Topik yang kamu pilih

Penulis diminta untuk menemukan masalah pada topik yang dipilihnya.

Masalah adalah kondisi yang tidak sesuai dengan harapan.

Misalnya harapannya siswa mendapatkan nilai 80, tapi hasil dari test nilai siswa 50.
Maka itu adalah masalah.
Untuk menemukan masalah penulis dapat melakukan :

 Pengamatan/Observasi
 Wawancara

Pengamatan . . .

Penulis menuju sekolah kemudian memohon ijin kepada pihak sekolah untuk melakukan
pengamatan perilaku siswa dalam belajar.

Dengan datang ke sekolah, penulis ingin mengetahui bagaimana siswa belajar

apakah semangat atau tidak

apakah memiliki motivasi tinggi atau tidak

apakah aktif bertanya atau tidak

peneliti dapat mengamati siswa secara langsung.

untuk membantu peneliti dalam melakukan pengamatan, maka peneliti dapat menggunakan
lembar pengamatan.

contoh lembar pengamatan

Wawancara. . .

Jika topik penelitian dari penulis adalah proses hasil belajar siswa (misal)

maka penulis harus melakukan wawancara dengan orang yang memiliki akses untuk
memberitahukan hasil belajar dari siswa.

Bisa jadi guru mata pelajaran, guru kelas atau kepala sekolah.
. . . atur janji kepada mereka, dan sampaikan bahwa peneliti ingin melakukan wawancara tentang
hasil belajar siswa di sekolah mereka.

Saat melakukan wawancara peneliti harus sudah menyiapkan instrumen wawancara.


Instrumen wawancara ini dibuat untuk memperoleh data yang diinginkan oleh peneliti

misalnya . . .
- data nilai rata-rata siswa kelas 5a di sekolah X
- data nilai tertinggi siswa kelas 5a pada mata pelajaran Y
- data waktu belajar siswa di rumah
dan data lainnya.

. . . yang pasti data-data yang dicari pada tahap ini adalah data yang dapat menunjukan adanya
masalah dalam lingkup topik tersebut atau tidak.

contoh instrumen wawancara

Peneliti juga dapat menemukan masalah melalui kedua cara secara sekaligus.

Melalui wawancara dan pengamatan langsung.


Ditambah dengan dokumen-dokumen seperti foto, hasil belajar siswa (nilai siswa), RPP guru,
dll.

3. Melakukan Studi Pustaka untuk menemukan solusi dari masalah

Masalah yang telah di temukan selanjutnya dicarikan solusi.

Misal : Hasil belajar siswa rendah

Maka peneliti mencari solusi dari masalah tersebut.

Solusi yang diberikan oleh peneliti harus berdasarkan teori-teori yang sudah ada.
Artinya peneliti harus memberikan dugaan secara ilmiah melalui studi pustaka.

Peneliti harus melakukan studi pustaka dengan mencari buku, jurnal, hasil penelitian, untuk
memberikan dugaan sementara (solusi) yang nantinya akan dibuktikan melalui penelitian.

Perbedaan solusi yang berlandaskan kajian teori yang relevan dengan solusi yang coba-coba.

Ilustrasi :

Topik yang ditentukan peneliti adalah hasil belajar siswa


Setelah dilakukan pengamatan proses pembelajaran di kelas dan wawancara dengan guru kelas
IV SD Y, ditemukan masalah bahwa hasil belajar siswa rendah.

Nilai rata-rata siswa kelas IV tersebut di bawah KKM yaitu 55.

Setelah dilakukan studi pustaka peneliti mengetahui bahwa:

Berdasarkan pandangan teori belajar kontruktivisme dijelaskan bahwa belajar adalah proses
peserta didik secara aktif menemukan pengetahuannya sendiri. Pengetahuan ditemukan sendiri
oleh peserta didik secara aktif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa proses belajar yang memberikan kesempatan siswa secara
aktif menemukan pengetahuannya sendiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Model pembelajaran inquiri adalah salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan
kepada siswa untuk menggali pengetahuannya sendiri secara aktif.

Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil pembelajaran dengan model pembelajaran inquiri lebih
tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.

Contoh Abstrak Skripsi yang menunjukan model pembelajaran inquiri hasil belajarnya lebih
tinggi
dari pada model pembelajaran konvensional
Dari studi pustaka maka dapat dibuatkan dugaan sementara yaitu solusi untuk mengatasi masalah
hasil belajar siswa yang masih dibawah KKM yaitu menerapkan model pembelajaran inquiri
yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif menemukan
pengetahuannya sendiri.

4. Menentukan Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian akan mempengaruhi metode penelitian yang peneliti gunakan.

Tujuan penelitian digunakan untuk menunjukan indikasi kearah mana penelitian dilakukan.
Data-data apa saja yang akan dicari atau digali.
Oleh sebab itu perlu dibuat terlebih dahulu tujuan penelitian.

Tujuan penelitian secara umum ada 3 macam

1. Penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru.


2. Penelitian yang bertujuan untuk membuktikan teori atau pengetahuan yang sudah ada.
3. Penelitian yang bertujuan untuk mengembangan pengetahuan yang telah ada.

5. Menentukan Metode Penelitian

Metode itu cara.

. . . metode penelitian yaitu cara yang digunakan untuk meneliti suatu topik tertentu.

untuk menentukan metode penelitian harus disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Jika tujuan penelitiannya yaitu untuk menemukan pengetahuan baru maka metode penelitian
yang dapat digunakan adalah metode penelitian kualitatif.

Jika tujuan penelitian yaitu untuk membuktikan teori atau pengetahuan yang telah ada maka
metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif.

Jika tujuan penelitian yaitu untuk mengembangan suatu pengetahuan atau produk tertentu, maka
metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D)

. . . Sementara ada 1 jenis metode penelitian lagi (jika kamu mahasiswa fakultas pendidikan)
yaitu PTK atau Penelitian Tindakan Kelas.

PTK juga salah satu jenis penelitian yang tujuannya yaitu untuk memperbaiki proses
pembelajaran dan permasalahannya.

6. Membuat Judul Penelitian

. . . yang sering salah yaitu mahasiswa banyak membuat judul terlebih dahulu tanpa melewati
tahap-tahap di atas.

itu sebabnya banyak mahasiswa yang judulnya mendapatkan penolakan dari dosen pembimbing.
Selain alasan non teknis lainnya.

baca : cara membuat judul penelitian kuantitatif yang baik dan benar (contoh judul penelitian
kuantitatif)
komponen yang harus ada dalam judul yaitu :

 variabel penelitian
 objek yang diteliti
 keterangan

Berdasarkan ilustrasi di atas (poin 3)

Tujuan Penelitian : Membuktikan pengaruh model pembelajaran inquiri untuk meningkatkan


hasil belajar siswa.

Metode Penelitian : Metode Kuantitatif

Variabel Penelitian :

1. Variabel independen : Model pembelajaran inquiri


2. Variabel dependen : Hasil belajar siswa

Judul : Pengaruh model pembelajaran inquiri terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD N
Sendangmulyo Tahun 2017/2018

Lihat Contoh Berikut

Download Tamlate : KLIK

B. Membuat Proposal
. . . sistematika penulisan proposal yang digunakan setiap kampus berbeda-beda.

ini adalah salah satu sistematika yang umum digunakan dari beberapa kampus.
jika terdapat hal-hal yang berbeda, silahkan direvisi sendiri.

Komponen proposal diantaranya yaitu

COVER
LEMBAR PENGESAHAN
A. Latar Belakang
B. Identitifikasi Masalah
C. Pembatasan Masalah
D. Rumusan Masalah
F. Tujuan Penelitian
G. Manfaat Penelitian
H. Kajian Teori
I. Metodologi Penelitian
Daftar Pustaka
Berikut ini Penjelasannya

1. Cover
Cover proposal berisikan logo, judul penelitian, nama cover (proposal skripsi), identitas penulis,
identitas lembaga dan tahun.

Perhatikan contoh berikut:

2. Lembar Pengesahan

dalam lembar pengesahan terdapat nama lembar (proposal), judul penelitian, identitas peneliti,
tanggal dan tahun disahkan, dan tanda tangan pembimbing.

Fungsi dari lembar pengasahan adalah menunjukan bahwa proposal tersebut telah disahkan.
kalau sudah di sahkan, maka peneliti baru bisa melanjutkan untuk melakukan penelitian.

contoh lembar pengesahan

3. Latar Belakang

Membuat latar belakang tidaklah sulit.

Apalagi jika sudah melakukan langkah-langkah menemukan judul di atas.


ada dua hal penting dalam latar belakang, yaitu:

masalah dan solusi.

baca : Langkah-langkah dan contoh membuat latar belakang proposal dan skripsi

Komponen yang harus ada dalam latar belakang adalah

a. masalah
untuk mendeskripsikan terjadinya masalah dalam latar belakang, peneliti dapat menuliskan
terjadinya ketimpangan antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi yang diinginkan.

untuk menunjukan adanya ketimpangan, maka penulis harus menjelasakan kondisi yang
diharapkan, kondisi nyata (real) yang ada di lapangan, dan menyimpulkan dalam bentuk
masalah.
misal :

1) kondisi yang diharapkan:


Dalam UU RI No. 20 Th 2003, pasal 3 sudah dengan jelas disebutkan bahwa tujuan pendidikan
nasional yaitu mengembangkan potensi peserta didik. Oleh sebab itu pendidikan harus
diselenggarakan dengan baik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Tercapainya tujuan
pendidikan salah satunya dapat terjadi jika proses pembelajaran dalam sekolah berjalan dengan
baik. Proses pembelajaran dikatakan baik jika peserta didik mampu mencapai indikator
ketercapaian materi pembelajaran. Lebih lanjut siswa harus mampu untuk mencapai berbagai
indikator pembelajaran dalam berbagai mata pelajaran. Sehingga peserta didik mempunyai bekal
ilmu pengetahuan yang cukup.

2) kondisi yang terjadi


Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 20 januari 2016 diketahui bahwa hasil
belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SD Negeri Wonosari kelas IV masih rendah. Data hasil
ulangan harian siswa kelas IV di SD Negeri Wonosari menunjukkan bahwa dari 30 siswa,
terdapat 8 siswa yang memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) dan 22 siswa lainnya
mendapatkan nilai kurang dari KKM. Nilai KKM dari mata pelajaran IPA adalah 70..
Tabel 1. Hasil ulangan harian siswa kelas IV SD Negri Wonosari
Keterangan Jumlah Siswa Persentase (%)
Nilai diatas KKM 8 26,7%
Nilai dibawah KKM 22 73,3%

3) Masalah
Kondisi diatas menggambarkan bahwa harapan akan adanya proses pembelajaran yang baik
tidak tercapai. Diatandai dengan belum tercapaianya indikator pembelajaran yang dapat dilihat
dari nilai hasil ulangan siswa. Harapan yang tidak sesuai dengan kondisi yang terdapat di
Sekolah selanjutnya disebut dengan masalah. Masalah adalah kesenjangan antara harapan dan
kondisi yang ada. Sehingga masalah yang timbul akibat proses pembelajaran yang kurang baik
harus segera diperbaiki. Untuk memperbaiki masalah tersebut maka dibutuhkan solusi yang
kongkrit.

b. Solusi
. . . solusi apa yang dapat mengatasi masalah yang ditemukan di atas.
itulah yang harus peneliti cari.

solusi tersebut berupa dugaan sementara, yang nanti akan dibuktikan dengan cara pengumpulan
data
dan analisis ilmiah.

dalam membuat dugaan sementara, peneliti harus melakukan kajian pustaka.


seperti pada proses Pembuatan Judul bagian 3 yaitu Melakukan Studi Pustaka untuk menemukan
solusi dari masalah.

peneliti dapat ke perpustakaan


melihat buku, jurnal, makalah, atau hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang sudah di
ungkapkan.

Contoh penulisan solusi dalam latar belakang

Berdasarkan pada masalah tersebut maka peneliti menawarkan solusi yaitu menerapkan metode
pembelajaran STAD (Student Team Achievement Divions) berbantu quartet card pada proses
pembelajaran di kelas. Metode pembelajaran STAD adalah metode pembelajaran yang
memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlajar secara berkelompok. Selanjutnya siswa
akan berkompetisi secara berkelompok dengan setiap siswa mendapatkan kuis secara individu.
Nilai yang didapatkan siswa secara individu selanjutnya diakumulasikan bersama nilai individu
dari anggota kelompoknya. Metode STAD ini merupakan metode pembelajaran yang
dikembangkan oleh Salvin. “Siswa dikelompokan secara beragam berdasaarkan kemampuan,
gender, ras, dan etnis” (Huda. 2014: 116). (Pendapat Ahli)

Menurut Huda (2014: 65) metode STAD ialah usaha pemecahan masalah yang dilakukan melalui
kerja kooperatif umumnya juga memberikan kecendrungan dan hasil yang lebih baik dari pada
melalui kerja indivdualistik. Pendepat tersebut menjelaskan bahwa melalui pembelajaran
berkelompok akan memudahkan siswa memecahkan masalah. Hal tersebut karena dengan
bersama-sama siswa dapat bertukar ide untuk memecahkan masalah dengan cepat dan baik.
Sementara Sadker dan Sadker (1997) dalam Huda (2014: 66) pembelajaran kooperatif juga
memberikan manfaat-manfaat besar diantaranya: 1) siswa akan memperoleh hasil pembelajaran
yang tinggi, 2) siswa akan memiliki sikap harga diri yang lebih tinggi dan motivasi yang lebih
besar untuk belajar, 3) siswa menjadi lebih peduli dengan teman-temannya, dan diantara mereka
akan terbangun rasa ketergantungan yang positif, 4) meningkatkan rasa penerimaan siswa
terhadap teman-teman yang berasal dari latar belakang ras dan etnik yang erbeda-beda.

# kalimat dengn warna biru merupakan kajian teori (pendpaat para ahli) tentang metode STAD

Quartet card adalah salah satu bentuk dari media pembelajaran. Media pembelajaran menjadi
salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah diatas.
Penggunaan media dalam proses belajar juga dijelaskan oleh Hamalik (1986) dalam Arsyad
(2013: 19) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan
kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

Penjelasan diatas menjelaskan bahwa media mampu untuk membangkitkan keinginan dan minat
serta motivasi dan menrangsang siswa dalam belajar. Maka dengan begitu utnuk mengatasi
masalah dalam proses pembelajaran, penggunaan media ini dapat membantu menyelesaikan
masalah tersebut. Menurut Arsyad (2013: 3) “media dalam proses belajar mengajar cendrung
diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis atau electronis untuk menangkap, memproses dan
menyusun kembali informasi visual atau verbal”. Pengertian dari Arsyad menekankan media
adalah alat yang digunakan untuk menyusun kembali informasi visual atau verbal yang
memudahkan siswa menerima pesan. Media menjadi alat bantu yang digunakan untuk
menyampaikan informasi. Mempermudah peserta didik dalam menyerap informasi yang
disampaikan oleh guru.
# kalimat dengn warna biru merupakan kajian teori (pendpaat para ahli) tentang Media
Pembelajaran

setelah peneliti menjelaskan masalah dan solusi dalam latar belakangnya yang di dukung oleh
landasan yuridis
landasan teoritis
landasan empirik

maka peneliti dapat menyimpulkan maksud dari latar belakang tersebut di akhir paragraf.
seperti berikut :

Berdasarkan uraian pembahasan di atas maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul
“Penerapan STAD Berbantu Quartet Card Dalam Mata Pelajaran IPA Materi Energi Dan
Perubahan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari”

Untuk Lebih Jelas Tentang Latar Belakang Silahkan Perhatikan COntoh Latar Belakang Berikut
ini.

4. Identifikasi Masalah

mengidentifikasi masalah artinya menemukan masalah

dari latar belakang yang sudah dijelaskan. Peneliti kembali menuliskan apa saja masalah yang
terdapat pada topik penelitiannya.

Seperti berikut ini.


Identifikasi Masalah (Misal)
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

 Peserta didik yang kurang antusias dalam proses pembelajaran. Siswa kurang tertarik
dengan proses pembelajaran di dalam kelas. Sehingga mereka lebih tertarik dengan hal-
hal lain seperti berbicara dengan teman lainnya. Bermain sendiri dengan benda-benda
disekitarnya.
 Proses pembelajaran yang dilakukan guru monoton. Dalam pembelajaran guru cendrung
lebih sering menggunakan metode ceramah. Pembelajaran cendrung bersifat satu arah
sehingga siswa tidak antusias dan mudah bosan.
 Guru tidak menggunakan media pembelajaran pada saat mengajarkan materi energi dan
perubahan.

5. Pembatasan Masalah
Peneliti membuat pembatasan masalah untuk membatasi faktor mana saja yang termasuk dalam
lingkung penelitian dan hal apa saja yang tidak masuk dalam lingkup penelitian.

. . . dengan pembatasan masalah fokus dari masalah yang diteliti semakin jelas.

Pembatasan masalah harus diambil dari identifikasi masalah, tidak boleh muncul tiba-tiba dan
tidak sesuai dengan identifikasi masalah.

Contoh Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, penelitian ini dibatasi pada penerapan STAD
berbantu quartet card terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA Materi Energi Dan
Perubahan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari.

6. Rumusan Masalah
rumusan masalah dibuat berdasarkan masalah yang ada dalam penelitian.
jika peneliti sudah membuat pembatasan masalah, maka rumusan masalah dibuat berdasarkan
pembatasan masalah.

rumusan masalah berbentuk kalimat pertanyaan.


Kalimat pertanyaan pada rumusan masalah adalah kalimat yang membutuhkan jawaban, dimana
jawaban tersebut dapat diperoleh dari pengumpulan data pada penelitian yang akan di lakukan.

Baca : Cara membuat rumusan masalah pada proposal dan skripsi.

Contoh Rumusan Masalah :


Bagaimana pengaruh penerapan STAD berbantu quartet card terhadap hasil belajar mata
pelajaran IPA Materi Energi Dan Perubahan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari?
(Penelitian Kuantitatif)

7. Tujuan
Tujuan di buat berdasarkan rumusan masalah.

Lihat rumusan masalah di atas.

Maka tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pengaruh penerapan STAD berbantu quartet
card terhadap hasil belajar mata pelajaran IPA Materi Energi Dan Perubahan Pada Siswa Kelas
IV SD Negeri Wonosari.

Tujuan dalam penelitian berguna untuk menunjukan atau mengarahkan kemana penelitian akan
di laksanakan.

8. Manfaat
Ada dua jenis manfaat dalam penelitian
yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.
Manfaat teoritis yaitu manfaat yang berlatar pada tujuan penelitian verivikatif, untuk mengecek
teori yang sudah ada. Apakah teori tersebut memperkuat teori yang telah ada atau
menggugurkannya.

Sementara manfaat praktis yaitu manfaat yang dirasakan secara langsung (praktiknya) oleh
pihak-pihak terkait.

Contoh :

Manfaat Teoritis
Secara teoritis jika penelitian ini dilaksanakan, maka hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
bahan informasi ilmiah untuk menambah wawasan dan pengetahuan guru dalam menggunakan
metode pembelajaran saat pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.

Manfaat Praktis
Bagi Guru

 Bagi guru, penelitian ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih model
pembelajaran yang akan diaplikasikan pada proses pembelajaran.
 Bagi guru, penelitian ini digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan hasil belajar
siswa pada mata pelajaran IPA pokok bahasan energi dan perubahan.
 Bagi guru, penelitian ini digunakan sebagai bahan masukan dalam mendayagunakan
model pembelajaran STAD dengan berbantuan kuartet card sebagai upaya untuk
membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa secara optimal.

Bagi Siswa

 Bagi siswa, penelitian ini dapat digunakan untuk menghadirkan bentuk pembelajaran
yang lebih menarik dan bermakana.
 Bagi siswa, penelitian ini dapat membantu dan memudahkan mereka dalam memahami
materi pada mata pelajaran IPA pokok bahasan energi dan perubahan.

Bagi Sekolah

 Guna meningkatkan kualitas pendidikan dan pandangan sekolah dimata masyarakat


sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akreditasi baik, sehingga masyarakat
meyakini bahwa sekolah tersebut merupakan lembaga pendidikan yang tepat untuk
meningkatkan dan mengembangkan pendidikan di lingkungannya.

9. Kajian Teori
Segera di lanjutkan . . .