Anda di halaman 1dari 1

RESUME

Karna kesempurnaan itu tidak pernah ada dunia, dan sesungguhnya kesempurnaan itu
adalah milik tuhan. Begitu juga dengan anak-anak yang berada di desa karanganom ini mereka
tidaklah sempurna, difabilitas dan pentakit genetic lainnya merupakan penghambat mereka tetapi
bukan mereka tidak menyukainya, ini bukanlah kehendak mereka, mereka tidak bisa memilih,
tuhanlah yang memberikan. Banyak hal sebenarnya pelajaran yang dapat saya ambil dalam
kunjungan ini, so much tears and joy that I have when I was there, it was so meaningfull.
Mereka bukan sekedar yang kita pikirkan mereka adalah hal luar biasa yang sengaja tuhan
ciptakan, dengan bertemu mereka saya tersadar bahwa tuhan menciptakan mereka untuk menjadi
yang special, hanya saya sifat manusia kadang-kadang memprihatinkan mereka menganggap
sebagian orang yang berkebutuhan khusus bagaiakan sampah masyarakat, bagaiakan kertas yang
terbuang. Padahal semua agama mengajarkan kebajikan pada sesama? Lalu kenapa ? kita semua
sama hanya saja bagaiamana kalian melihat itu yang berbeda.

Sembari teman-teman bergabung dengan anak-anak berkebutuhan khusus disana saya


hanya berdiri termenung, satu hal yang saya pikiran saat itu adalah KESEDIHAN. Betapa
senangnya mereka ketika bertemu kita orang-orang yang dapat menerima mereka, senyum
bahagia mereka bagaikan bunga edelweis yang mekar di pegunungan, saya tidak pernah
merasakan perasaan sedih sekaligus bahagia seperti ini. Lalu saya melihat orang tua mereka,
mereka begitu bahagia melihat anaknya tersenyum gembira, lalu air mata ini perlahan turun,
pikiran ini melayang begitu banyak pertanyaan. Bagaiamana anda orang tua setegar ini
menghadap hidup? Bagaimana motivasi anda sehingga sangat kuat merawat anak yang
berkebutuhan khusus? Satu hal baru yang saya pelajari Kasih orang tua tidak terhingga.

Mereka bergitu berbeda tetapi mereka baik, lalu kenapa ada orang yang masih tidak
berakal menjelek-jelekan mereka di luar sana? Saya mengutuk siapapun manusia tak berotak itu,
yang mereka inginkan hanyalah diterima dimasyarakat, hanya itu apakah begitu susahnya kita
manusia yang diberikan tuhan akal untuk melakukah hal itu? Lalu apa yang harus kita lakukan?
Mengayomi sesama manusia, menghargai setiap manusia walaupun terendah sekalipun,

“ We have flown the air like birds and swum the sea like fishes, but have yet to learn the simple
act of walking the earth like brothers “ [ Martin Luther King JR ]