Anda di halaman 1dari 2

PELAYANAN FARMASI TENTANG PEMBERIAN

OBAT HIGH ALERT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Rumah Sakit
Khusus Ibu dan Anak 29/POKJA-
Annisa Payakumbuh SKP/SPO/VIII/2017 1/2

Ditetapkan
Standar Prosedur
DIREKTUR RSKIA ANNISA
Operasional (SPO)
Tanggal Terbit PAYAKUMBUH,
01 Agustus 2017

dr. Rahmat Syawqi


Pengertian Suatu prosedur tata cara pemberian obat-obatan dengan kewaspadaan
tinggi (High Alert Medications) sehingga meminimalkan bahaya
terhadap penggunaan obat high alert..
Tujuan 1. Menyusun suatu standar proses penanganan obat untuk high
alert medications
2. Memantau dan memperbaiki proses penanganan dan pemberian
obat high alert demi keamanan pasien
Kebijakan Peraturan Direktur RSKIA Annisa No.
22/PERDIR/ANNISA/VIII/2017 tentang Panduan Peningkatan
Keamanan Obat Yang Perlu Di Waspadai
Prosedur ELEKTROLIT PEKAT
1. Yang dimaksud elektrolit pekat adalah Kalium Klorida ≥ 2
mEq/ml, Natrium Klorida > 0.9%, Calcium Gluconas, Natrium
Bicarbonat, dan Magnesium Sulfat ≥ 50%.
2. Elektrolit pekat hanya tersedia di Instalasi Farmasi, Instalasi
Gawat Darurat, Kamar Operasi, dan Instalasi perawatan Intesif
(ICU dan HCU).
3. Setiap elektrolit pekat harus diberikan identifikasi (label)
berwarna khusus (merah) sesuai dengan label obat yang perlu
diwaspadai
4. Elektrolit pekat disimpan dalam lemari khusus yang terkunci,
terpisah dari obat high alert lainnya. Kunci lemari dipegang oleh
Perawat PJ Ruangan, dan dioperkan setiap shift.
5. Apabila diperlukan di ruang rawat yang tidak menyimpan
elektrolit pekat, maka ruangan tersebut membuat permintaan ke
Instalasi Farmasi.
6. Dua orang tenaga medis yang bertugas harus memeriksa secara
terpisah apakah sudah benar pasien, dosis, perhitungan dosis,
rute pemberian, label, kecepatan infus pump, jalur selang
intravena, dan jalur masuk infus pada kulit, saat pertama kali
elektrolit pekat dimasukkan, setiap perubahan dosis,
penggantian kolf/kantung, dan saat operan.
PELAYANAN FARMASI TENTANG PEMBERIAN
OBAT HIGH ALERT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Rumah Sakit
Khusus Ibu dan Anak 29/POKJA-
Annisa Payakumbuh SKP/SPO/VIII/2017

OBAT RESIKO TINGGI LAINNYA


Dua orang tenga medis yang bertugas harus memeriksa secara
terpisah apakah sudah benar pasien, dosis, perhitungan dosis, rute
pemberian, label, kecepatan infusion pump, jalur selang intravena,
dan jalur masuk infus pada kulit, saat pertama kali obat dimasukkan,
setiap perubahan dosis, penggantian spuit/syringe, dan sat operan.
Unit Terkait Instalasi Farmasi dan Keperawatan