Anda di halaman 1dari 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Diare adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami buang air besar
dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi
lebih dari tiga kali dalam satu hari. Diare akut masih merupakan penyebab utama
morbiditas dan mortalitas anak di dunia terutama dinegara berkembang.
Kasus diare diseluruh dunia mencapai 1,7 milliar kasus diare setiap tahun, dan
membunuh sekitar 760 ribu anak usia dibawah 5 tahun. Jumlah ini mencapai 18 %
dari seluruh kematian pada anak usia dibawah 5 tahun dan ini berarti bahwa lebih dari
5000 anak meninggal setiap hari akibat diare. Hasil Riset Kesehatan Daerah
(RISKESDAS) tahun 2013 dan berdasar-kan profil kesehatan Indonesia dari
Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi nasional diare klinis pada anak-
anak adalah 7,0 %. Di Provinsi Lampung, jumlah kasus diare yang ditangani
ditemukan dan ditangain sebanyak 98.449 kasus.1
Bila terjadi kehilangan cairan dalam jumlah banyak secara terus menerus
seperti pada diare maka keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh tidak dapat
dipertahankan. Secara normal, tubuh bisa mempertahan-kan diri dari ketidak
seimbangan cairan dan elektolit. Namun, ada kalanya tubuh tidak bisa mengatasinya.
Ketika tubuh mengala-mi kehilangan cairan dalam jumlah yang banyak secara terus
menerus seperti pada diare maka tubuh sudah tidak bisa mempertahankan
keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Sebagian besar proses metabolisme
memerlukan dan dipengaruhi oleh elektrolit. Konsentrasi elektrolit yang tidak normal
dapat menyebabkan gangguan pada homestatis tubuh.2
Penelitian di Bali pada tahun 2004 mendapatkan 3% pasien yang menderita
diare akut dehidrasi berat, 58% mengalami asidosis metabolik, ensefalopati 47%,
hipernatremi 42%, hiponatremi 18%, dan hipokalemi 15%.15