Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala
puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-
Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Model
Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD)”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh
banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada: teman-teman seperjuangan di kelas PPKn Reguler Pagi. Dari sanalah semua
kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada
langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada
yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalahi ini
dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kelompok merupakan konsep yang penting dalam kehidupan manusia, karena sepanjang hidupnya
manusia tidak akan terlepas dari kelompoknya. Kelompok dalam konteks pembelajaran dapat di artikan
sebagai kumpulan dua orang individu atau lebih yang berinteraksi secara tatap muka, dan setiap individu
menyadari bahwa rasa memiliki, dan merasa salaing ketergantungan secara positif yang digunakan untuk
mencapai tujuan bersama.

Dari konsep di atas maka jelas, dalam proses pembelajaran kelompok setiap anggota kelompok akan
bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama pula.

Dilihat dari landasan psikologi belajar, pembelajaran kelompok banyak dipengaruhi oleh psikologi belajar,
pembelajaran kelompok banyak dipengaruhi oleh psikologi belajar kognitif holistic yang menekankan
bahwa belajar pada dasarnya adalah proses berfikir. Namun demikian, psikologi humanistic juga
mendasari strategi pembelajaran ini. Dalam pembelajaran kelompok pengembangan kemampuan
kognitif harus diimbangi dengan pengembangan pribadi secara utuh melalui kemampuan hubungan
interpersonal. Teori medan, misalnya yang bersumber dari aliran psikologi kognitif atau psikologi Gestalt,
menjelaskan bahwa keseluruhan lebih memberi makna daripada bagian-bagian yang terpisah. Setiap
tingkah laku, menurut teori medan bersumber dari adanya ketegangan (tension) dan ketegangan itu
muncul karena adanya kebutuhan (need). Mana kala kebutuhan itu tidak dapat terpenuhi, maka
selamanya individu akan berada dalam situasi tegang. Untuk itulah setiap induvidu akan berusaha
memenuhi setiap kebutuhannya. Pemenuhan kebutuhan setiap individu akan membuatkan interaksi
dengan individu lain. Inilah yang menjadikan terbentuknya kelompok.

Menurut teori psikodinamika, kelompok bukan hanya sekedar kumpulan individu melainkakan
merupakan satu kesatuan yang memiliki ciri dinamika dan emosi tersendiri. Misalkan, kelompok
terbentuk karena adanya ketergantungan masing-masing individu, mereka merasa tidak berdaya
sehingga mereka membutuhkan perlindungan, mereka membutuhkan bantuan orang lain. Dalam situasi
yang demikian, maka pimpinan kelompok bisa mengarahkan perilaku dan interaksi antara anggota
kelompok.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa pengertian STAD menurut pendapat para ahli?

2. Apa saja prinsip-prinsip pembelajaran STAD?

3. Apa saja ciri-ciri pembelajaran STAD?

4. Apa saja komponen dalam pembelajaran STAD dan bagaimana langkah-langkahnya?

5. Apa saja kelebihan dan kelemahan metode pembelajaran STAD?

C. MANFAAT

1. Dapat mengetahui apa pengertian STAD menurut pendapat para ahli?

2. Dapat mengetahui apa saja prinsip-prinsip pembelajaran STAD?

3. Dapat mengetahui apa saja ciri-ciri pembelajaran STAD?

4. Dapat mengetahui apa saja komponen dalam pembelajaran STAD dan bagaimana langkah-
langkahnya?

5. Dapat mengetahui apa saja kelebihan dan kelemahan metode pembelajaran STAD?

Baca Juga : Makalah Sistem Operasi


BAB I

PEMBAHASAN

A. Pengertian Student Team Achievement Division (STAD)

Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) yang dikembangkan oleh
Robert Slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin (dalam Slavin, 1995) merupakan
pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan pembelajaran kooperatif yang cocok
digunakan oleh guru yang baru mulai menggunakan pembelajaran kooperatif.

Student Team Achievement Divisions (STAD) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling
sederhana. Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan empat orang yang merupakan
campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin dan suku. Guru menyajikan pelajaran kemudian
siswa bekerja dalam tim untuk memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran
tersebut. Akhirnya seluruh siswa dikenai kuis tentang materi itu dengan catatan, saat kuis mereka tidak
boleh saling membantu.

Model Pembelajaran Koperatif tipe STAD merupakan pendekatan Cooperative Learning yang
menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu
dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.

Guru yang menggunakan STAD mengajukan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu
mengunakan presentasi Verbal atau teks.

• Pengertian STAD menurut para ahli :

Menurut wina (2008:242) menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran
menggunakan sistem pengelompokkan atau tim kecil,yaitu antara 4-5 orang yang mempunyai latar
belakang kemampuan akademik, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda (heterogen).

Johnson, menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam
pembelajaran yang memungkinkan siswa bekerja sama.
Slavin ( dalam Wina,2008:242) mengemukakan dua alasan bahwa : pembelajaran kooperatif merupakan
bentuk pembelajaran yang dapat memperbaiki pembelajaran selama ini. Pertama, beberapa penelitian
membuktikan bahwa penggunaan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
sekaligus dapat meningkatkan kemampuan hubungan sosial, menumbuhkan sikap menerima kekurangan
diri dan orang lain, serta dapat meningkatkan harga diri. kedua, pembelajaran kooperatif dapat
merealisasikan kebutuhan siswa dalam belajar, berfikir, memecahkan masalah dan mengintegrasikan
pengetahuan dengan keterampilan.

B. Prinsip Pembelajaran Kooperatif

Adapun prinsip prinsip pembelajaran kooperatif, antara lain :

Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam
kelompoknya.

Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan
yang sama.

Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota
kelompoknya.

Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi.

Setiap anggota kelompok (siswa) berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar
bersama selama proses belajarnya.

Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang
ditangani dalam kelompok kooperatif.

C. Ciri Pembelajaran Kooperatif

Menurut Nur dalam Chotimah (2007), ciri-ciri pembelajaran kooperatif sebagai :

Siswa dalam kelompok secara kooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yang
akan dicapai.
Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, baik tingkat kemampuan
tinggi, sedang dan rendah. Jika mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda
serta memperhatikan kesetaraan gender.

Penghargaan menekankan pada kelompok dari pada masing-masing individu.

D. Komponen dan Langkah-Langkah dalam Medote Pembelajaran STAD

Menurut Slavin, STAD terdiri atas lima komponen utama yaitu presentasi kelas, kerja kelompok (tim),
kuis, skor kemajuan individual, rekognisi (penghargaan) kelompok.

Presentasi kelas (Class presentation). Dalam STAD materi pelajaran mula-mula disampaikan dalam
presentasi kelas. Metode yang digunakan biasanya dengan pembelajaran langsung atau diskusi kelas
yang dipandu guru. Selama presentasi kelas siswa harus benar-benar memperhatikan karena dapat
membantu mereka dalam mengerjakan kuis individu yang juga akan menentukan nilai kelompok.

Kerja kelompok (Teams Works). Setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa yang heterogen laki-laki dan
perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan berbeda. Fungsi utama dari kelompok
adalah menyiapkan anggota kelompok agar mereka dapat mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru
menjelaskan materi, setiap anggota kelompok mempelajari dan mendiskusikan LKS, membandingkan
jawaban dengan teman kelompok dan saling membantu antar anggota jika ada yang mengalami
kesulitan. Setiap saat guru mengingatkan dan menekankan pada setiap kelompok agar setiap anggota
melakukan yang terbaik untuk kelompoknya dan pada kelompok sendiri agar melakukan yang terbaik
untuk membantu anggotanya.

Kuis (quizzes). Setelah guru memberikan presentasi, siswa diberi kuis individu. Siswa tidak diperbolehkan
membantu sama lain selama kuis berlangsung. Setiap siswa bertanggung jawab untuk mempelajari dan
memahami materi yang telah disampaikan.

Peningkatan Nilai Individu (Individual Improvement Score ). Peningkatan Nilai Individu dilakukan untuk
memberikan tujuan prestasi yang ingin dicapai jika siswa dapat berusaha keras dan hasil prestasi yang
lebih baik dari yang telah diperoleh sebelumnya. Setiap siswa dapat menyumbangkan nilai maksimum
pada kelompoknya dan setiap siswa mempunyai skor dasar yang diperoleh dari rata-rata tes atau kuis
sebelumnya. Selanjutnya siswa menyumbangkan nilai untuk kelompok berdasarkan peningkatan nilai
individu yang diperoleh.

Penghargaan kelompok (Team Recognation). Kelompok mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain
jika rata-rata skor kelompok melebihi kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk
menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka.
Menurut Maidiyah (1998: 7-13) langkah-langkah pembelajaran kooperatif metode STAD adalah sebagai
berikut:

Persiapan STAD

Materi. Materi pembelajaran kooperatif metode STAD dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran
secara kelompok. Sebelum menyajikan materi pembelajaran, dibuat lembar kegiatan (lembar diskusi)
yang akan dipelajari kelompok kooperatif dan lembar jawaban dari lembar kegiatan tersebut.

Menetapkan siswa dalam kelompok. Kelompok siswa merupakan bentuk kelompok yang heterogen.
Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan
rendah. Bila memungkinkan harus diperhitungkan juga latar belakang, ras dan sukunya. Guru tidak boleh
membiarkan siswa memilih kelompoknya sendiri karena akan cenderung memilih teman yang disenangi
saja.

Menentukan Skor Awal. Skor awal siswa dapat diambil melaluiPre Test yang dilakukan guru sebelum
pembelajaran kooperatif metode STAD dimulai atau dari skor tes paling akhir yang dimiliki oleh siswa.
Selain itu, skor awal dapat diambil dari nilai rapor siswa pada semester sebelumnya.

Kerja Sama. Kerja sama kelompok Sebelum memulai pembelajaran kooperatif, sebaiknya diawali dengan
latihan-latihan kerja sama kelompok. Hal ini merupakan kesempatan bagi setiap kelompok untuk
melakukan hal-hal yang menyenangkan dan saling mengenal antar anggota kelompok.

Jadwal Aktivitas. STAD terdiri atas lima kegiatan pengajaran yang teratur, yaitu penyampaian materi
pelajaran oleh guru, kerja kelompok, tes penghargaan kelompok dan laporan berkala kelas.

2. Mengajar

Setiap pembelajaran dalam STAD dimulai dengan presentasi kelas, yang meliputi pendahuluan,
pengembangan, petunjuk praktis, aktivitas kelompok, dan kuis. Dalam presentasi kelas, hal-hal yang
perlu diperhatikan adalah:

1) Pendahuluan

Guru menjelaskan kepada siswa apa yang akan dipelajari dan mengapa hal itu penting untuk
memunculkan rasa ingin tahu siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberi teka-teki,
memunculkan masalah-masalah yang berhubungan dengan materi dalam kehidupan sehari-hari, dan
sebagainya.
Guru dapat menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menentukan konsep atau untuk
menimbulkan rasa senang pada pembelajaran.

2) Pengembangan

Guru menentukan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari pembelajaran.

Guru menekankan bahwa yang diinginkan adalah agar siswa mempelajari dan memahami makna, bukan
hafalan.

Guru memeriksa pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan.

Guru menjelaskan mengapa jawabannya benar atau salah.

Guru melanjutkan materi jika siswanya memahami pokok masalahnya.

3) Praktek terkendali

Guru menyuruh siswa mengajarkan soal-soal atau jawaban pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh
guru.

Guru memanggil siswa secara acak untuk menjawab pertanyaan atau menyelesaikan soal-soal yang
diajukan oleh guru. Hal ini akan menyebabkan siswa mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan
atau soal-soal yang diajukan.

Guru tidak perlu memberikan soal atau pertanyaan yang lama penyelesaiannya pada kegiatan ini.
Sebaliknya siswa mengerjakan satu atau dua soal, dan kemudian guru memberikan umpan balik.

3. Kegiatan Kelompok

1) Pada hari pertama kegiatan kelompok STAD, guru sebaiknya menjelaskan apa yang dimaksud bekerja
dalam kelompok, yaitu:

Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman dalam kelompoknya telah
mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru.

Tidak seorang pun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai pelajaran.
Mintalah bantuan kepada teman satu kelompok apabila seorang anggota kelompok mengalami kesulitan
dalam memahami materi sebelum meminta bantuan kepada guru.

Dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan.

2) Guru dapat mendorong siswa dengan menambahkan peraturan- peraturan lain sesuai kesepakatan
bersama. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan guru adalah:

Guru meminta siswa berkelompok dengan teman sekelompoknya.

Guru memberikan lembar kegiatan (lembar diskusi) beserta lembar jawabannya.

Guru menyarankan siswa agar bekerja secara berpasangan atau dengan seluruh anggota kelompok
tergantung pada tujuan yang dipelajarinya. Jika mereka mengerjakan soal-soal maka setiap siswa harus
mengerjakan sendiri dan selanjutnya mencocokkan jawabannya dengan teman sekelompoknya. Jika ada
seorang teman yang belum memahami, teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan.

Tekankanlah bahwa lembar kegiatan (lembar diskusi) untuk diisi dan dipelajari. Dengan demikian setiap
siswa mempunyai lembar jawaban untuk diperiksa oleh teman sekelompoknya.

3) Guru melakukan pengawasan kepada setiap kelompok selama siswa bekerja dalam kelompok. Sesekali
guru mendekati kelompok untuk mendengarkan bagaimana anggota kelompok berdiskusi.

E. Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

Kelebihan dan Kelemahan Model Pembelajaran Kooperatif Metode STAD Setiap model pembelajaran
mempunyai kelebihan dan kekurangan, begitu juga dengan cooperative learning.

Menurut Slavin, cooperative learning mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

Kelebihan:

Dapat mengembangkan prestasi siswa, baik hasil tes yang dibuat guru maupun tes baku.

Rasa percaya diri siswa meningkat, siswa merasa lebih terkontrol untuk keberhasilan akademisnya.
Strategi kooperatif memberikan perkembangkan yang berkesan pada hubungan interpersonal di antara
anggota kelompok yang berbeda etnis.

Keuntungan jangka panjang yang dapat dipetik dari pembelajaran kooperatif menurut Nurhadi (2004:
115-116) adalah sebagai berikut :

Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial.

Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, keterampilan, informasi, perilaku sosial, dan
pandangan-pandangan.

Memudahkan siswa melakukan penyesuaian.

Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen.

Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri dan egois.

Membangun persahabatan yang dapat berkelanjutan hingga masa dewasa.

Berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat
diajarkan dapat dipraktekkan.

Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia.

Meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif.

Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik.

Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamin, normal
ataucacat, etnis, kelas sosial, agama, dan orientasi tugas.

Sedangkan keuntungan model pembelajaran kooperatif metode STAD untuk jangka pendek menurut
Soewarso (1998:22) sebagai berikut :

Model pembelajaran kooperatif membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran yang sedang dibahas.

Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah, karena
dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya.

Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat, belajar mendengarkan pendapat
orang lain, dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama.

Pembelajaran kooperatif menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa
dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya.
Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil
yang lebih tinggi.

Siswa yang lambat berpikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan.

Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar
bekerja sama

Menurut Slavin dalam Hartati (1997 : 21) cooperative learning mempunyai kekurangan sebagai berikut:

Apabila guru terlena tidak mengingatkan siswa agar selalu menggunakan keterampilan-keterampilan
kooperatif dalam kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet.

Apabila jumlah kelompok tidak diperhatikan, yaitu kurang dari empat, misalnya tiga, maka seorang
anggota akan cenderung menarik diri dan kurang aktif saat berdiskusi dan apabila kelompok lebih dari
lima maka kemungkinan ada yang tidak mendapatkan tugas sehingga hanya membonceng dalam
penyelesaian tugas.

Apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik yang timbul secara konstruktif, maka kerja
kelompok akan kurang efektif.

Anda mungkin juga menyukai