Anda di halaman 1dari 14

Peningkatan Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus

Sancia Nathania Legenie Banuang


102014169
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl.Arjuna Utara No.16 Jakarta Barat

Email : sancia.2014fk169@civitas.ukrida

Abstrak

Salah satu sumber energi utama yang diperlukan oleh manusia ialah karbohidrat. Di
dalam tubuh, ATP didapatkan dengan melalui sederetan reaksi-reaksi biokimia. Hidrat arang atau
karbohidrat dapat menghasilkan ATP dengan melalui proses pembakaran atau oksidasi yang
tentunya menggunakan oksigen. Karbohidrat dapat terbagi menjadi 2 jenis besar, yaitu
karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Metabolisme karbohidrat (glukosa) glikolisis,
Oksidasi Piruvat, Siklus Asam Sitrat, Glikogenolisis dan Glikogenesis, glukoneogenesis.
Hormon mempengaruhi terjadinya metabolisme karbohidrat.

Kata kunci: Karbohidrat, ATP, glukosa

Abstract

One of the primary energy source that is required by humans is carbohydrates. In the
body, ATP obtained through a series of biochemical reactions. Carbohydrate or carbohydrate
can produce ATP through combustion or oxidation process that would use oxygen.
Carbohydrates can be divided into two major types, namely simple carbohydrates and complex
carbohydrates. Carbohydrate metabolism (glucose) glycolysis, pyruvate oxidation, Citric Acid
Cycle, Glycogenolysis and glycogenesis, gluconeogenesis. Hormones affect the metabolism of
carbohydrates.

Keywords: Carbohydrates, ATP, glucose

1 |BLOK 11
Pendahuluan
Sistem endokrin merupakan sistem regulasi maupun sistem homestatis tubuh untuk
mempertahankan kelangsungan hidup sel. sistem endokrin berfungsi untuk mengeluarkan atau
mensekresikan hormon yang aktif atau di sekresikan ke sel target sesuai dengan rangsangan yang
di terima maupun perubahan tubuh yang mengaktifkannya. Sistem endokrin ini tidak memiliki
saluran dan reseptor atau sel targetnya tersebar di seluruh tubuh. Sistem endokrin yang terlibat
dalam tubuh antara lain hipofisis serebri, kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal,
pancreas.
Sebagai salah satu kelenjar endokrin, pancreas memiliki peranan yang cukup besar
terhadap pengaturan sistem hormonal tubuh. Selain sebagai endokrin, pancreas juga berfungsi
sebagai kelenjar eksokrin. Beberapa fungsi pancreas adalah mengatur kadar gula darah dalam
darah melalui pengeluaran glukagon, yang menambah kadar gula darah dengan mempercepat
tingkat pelepasan dari hati. Pengurangan kadar gula darah dengan mengeluarkan insulin yang
mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh terutama otot. Ketika fungsi pancreas
tidak bekerja dengan sempurna, baik karena pola makan yang buruk maupun kelainan genetic,
makan keseimbangan kadar gula darah pun ikut terganggu.

Pembahasan

Struktur Makroskopik Pankreas

Pancreas merupakan organ yang memanjang dan terletak pada epigastrium dan kuadran kiri atas.
Strukturnya lunak, berlobulus, dan terletak pada dinding posterior abdomen di belakang
peritoneum sehingga termasuk organ retroperitonial kecuali bagian kecil caudanya yang terletak
dalam ligamentum lienorenalis.1

a. Bagian pankreas
Pankreas dapat dibagi dalam:1

a. Caput Pancreatis berbentuk seperti cakram dan terletak di dalam bagian cekung
duodenum. Sebagian caput meluas ke kiri di belakang arteria san vena
mesenterica superior serta dinamakan Processus Uncinatus.

2 |BLOK 11
b. Collum Pancreatis merupakan bagian pancreas yang mengecil dan
menghubungkan caput dan corpus pancreatis. Collum pancreatis terletak di depan
pangkal vena portae hepatis dan tempat dipercabangkannya arteria mesenterica
superior dari aorta.

c. Corpus Pancreatis berjalan ke atas dan kiri, menyilang garis tengah. Pada
potongan melintang sedikit berbentuk segitiga.

d. Cauda Pancreatis berjalan ke depan menuju ligamentum lienorenalis dan


mengadakan hubungan dengan hilum lienale.

Struktur Mikroskopik Pankreas

Pankreas merupakan organ panjang dan besar, terletak pada bagian cekung (konkaf) duodenum
dan meluas ke belakang peritoneum dan dinding posterior perut, menuju ke arah kiri mencapai
hilus limpa. Pankreas merupakan kelenjar eksokrin dan endokrin. Kedua fungsi tersebut
dilakukan oleh sel-sel berbeda. Dalam keadaan segar berwarna merah pucat atau putih dengan
simpai yang tak jelas, tetapi diliputi pleh jaringan ikat yang tipis dan membentuk septa ke dalam
yang membagi kelenjar dan lubulus yang nyata. Jaringan ikatyang halus mengelilingi masing-
masing asinus.2

1. Bagian Eksokrin

Pankreas dapat digolongkan sebagai kelenjar besar, berlobulus, tubuloasinosa kompleks.


ASINUS

Asinus berbentuk tubular, dikelilingi lamina basal dan terdiri atas 5-8 sel berbentuk
piramid yang tersusun mengelilingi lumen sempit. Tidak terdapat sel mioepitel. Di antara
asini, terdapat jaringan ikat halus mengandung pembuluh darah, pembuluh limf, saraf dan
saluran keluar. Sebuah asinus pancreas terdiri dari sel-sel zimogen (penghasil protein).
Ductus ekskretorius meluas ke dalam setiap asinus dan tampak sebagai sel sentroasinar
yang terpulas pucat di dalam lumennya. Produksi sekresi asini dikeluarkan melalui ductus
interkalaris (intralobular) yang kemudian berlanjut sebagai ductus interlobular. 2

3 |BLOK 11
2. Bagian Endokrin

Bagian endokrin pancreas, yaitu PULAU LANGERHANS, tersebar di seluruh pancreas


dan tampak sebagai massa bundar, tidak teratur, terdiri atas sel pucat dengan banyak
pembuluh darah. Pulau ini dipisahkan oleh jaringan retikular tipis dari jaringan eksokrin
di sekitarnya dengan sedikit serat-serat retikulin di dalam pulau.
Dengan cara pulasan khusus dapat dibedakan menjadi:2

a. Sel A = penghasil glukagon

 Terletak di tepi pulau.

 Mengandung gelembung sekretoris dengan ukuran 250nm.

 Batas inti kadang tidak teratur

b. Sel B = penghasil insulin

 Terletak di bagian lebih dalam atau lebih di pusat pulau.

 Mengandung kristaloid romboid atau poligonal di tengah

 Mitokondria kecil bundar dan banyak

c. Sel D = penghasil somatostatin

 Terletak di bagian mana saja dari pulau, umumnya berdekatan dengan

d. sel A.

4 |BLOK 11
 Mengandung gelembung sekretoris ukuran 300-350 nm dengan
granula homogen.

e. Sel C

 Terlihat pucat, umumnya tidak bergranula dan terletak di tengah di


antara

f. sel B.

 Fungsinya tidak diketahui.

Hormone yang mempengaruhi kadar gula darah

Hormon Insulin

Insulin ialah hormon yang dihasilkan oleh sel β pankreas, dimana sel ini menempati urutan
paling banyak dari segi jumlah dibandingkan dengan sel-sel lainnya di dalam pulau
Langerhans.Insulin ini memiliki efek penting terhadap metabolisme karbohidrat, lemak dan
protein.Insulin memainkan peranan yang besar dalam penyimpanan zat yang mempunyai
kelebihan energi. Misalnya, apabila terjadi kelebihan karbohidrat maka insulin akan
menyebabkan karbohidrat untuk disimpan di dalam otot dan hati sebagai glikogen, juga dalam
keadaan kelebihan lemak, insulin akan bertugas menyimpan lemak ini di dalam jaringan adiposa,
dalam keadaan kelebihan asam amino maka insulin akan memacu ambilan asam amino oleh sel
dan menurunkan pemecahan protein di dalam sel. 3
Insulin yang merupakan protein kecil ini terutama memiliki tugas untuk memelihara homeostasis
glukosa darah. Rangsang utama dari sekresi insulin ialah kadar gula darah yang tinggi. Insulin
memiliki beberapa efek terkait dengan metabolisme karbohidrat, yaitu:3

5 |BLOK 11
a. Insulin mempermudah transpor glukosa ke dalam sebagian besar sel, terutama
otot yang akan menggunakan glukosa lebih banyak sebagai sumber energi
ketika ada rangsangan insulin.
b. Insulin akan meningkatkan aktivitas enzim glikogen sintase yang bertanggung
jawab untuk kerja glikogenesis, untuk membentuk polimer dari glukosa.
c. Insulin akan menghambat aktivitas enzim fosforilase yang merupakan enzim
regulator dari reaksi glikogenolisis.
d. Insulin juga ikut meningkatkan aktivitas enzim glukokinase, sehingga glukosa
yang masuk ke dalam hati dari darah akan diperbanyak untuk selanjutnya
ditahan sementara di dalam hati.
e. Insulin menghambat proses glukoneogenesis dengan cara menurunkan
aktivitas enzim penggiat proses ini.
Selain memiliki efek terhadap karbohidrat, insulin juga memiliki efek terhadap metabolisme
lemak, yaitu:3
a. Insulin menghambat lipase-sensitif hormon, sehingga pelepasan asam lemak
dari jaringan adiposa ke dalam darah akan dihambat.
b. Insulin meningkatkan pemasukan glukosa ke dalam jaringan lemak dengan
rekrutmen GLUT 4 agar glukosa ini dapat dibentuk menjadi asam lemak dan
gliserol.
Efek insulin terhadap metabolisme protein, yaitu:
a. Insulin mendorong transpor aktif asam-asam amino dari darah ke dalam
jaringan otot dan jaringan lainnya, yang berimbas pada penurunana kadar
asam amino darah dan menyediakan asam amino untuk pembentukan protein
di sel.
b. Insulin menghambat pemecahan protein.
Insulin akan meningkatkan translasi RNA messenger pada ribosom untuk membentuk protein
baru dan juga meningkatkan kedepatan transkripsi rangkaian genetik DNA yang terpilih di dalam
inti sel, yang terutama berguna untuk meningkatkan kesatuan enzim yang berpengaruh pada
penyimpanan lemak, karbohidrat dan protein.3

Faktor yang mempengaruhi

6 |BLOK 11
Ada banyak hal yang dapat merangsang peningkatan sekresi insulin, contohnya : Peningkatan

kadar gula darah,peningkatan kadar asam amino darah, rangsang hormon utama GIT/khusunya

GIP [Gastric Inhibitory Peptide]. Disamping itu, didapatkan juga beberapa faktor yang

berpotensi mengakibatkan seseorang mengalami 3P. 4 Faktor-faktor tersebut dikenal dengan

faktor risiko DM, diantaranya:4

 DM tipe 1 atau yang dulu dikenal dengan nama Insulin Dependent Diabetes Mellitus

(IDDM), terjadi karena kerusakan sel b pankreas (reaksi autoimun). Bila kerusakan sel

beta telah mencapai 80--90% maka gejala DM mulai muncul. Perusakan sel beta ini lebih

cepat terjadi pada anak-anak daripada dewasa.4

 Sebagian besar penderita DM tipe 1 mempunyai antibodi yang menunjukkan adanya

proses autoimun, dan sebagian kecil tidak terjadi proses autoimun. Kondisi ini

digolongkan sebagai type 1 idiopathic. Sebagian besar (75%) kasus terjadi sebelum usia

30 tahun, tetapi usia tidak termasuk kriteria untuk klasifikasi.4

 DM tipe 2 merupakan 90% dari kasus DM yang dulu dikenal sebagai non insulin
dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Pada diabetes ini terjadi penurunan kemampuan
insulin bekerja di jaringan perifer (insulin resistance) dan disfungsi sel beta. Akibatnya,
pankreas tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mengkompensasi insulin
resistance. Kedua hal ini menyebabkan terjadinya defisiensi insulin relatif. 2,3 Gejala
minimal dan kegemukan sering berhubungan dengan kondisi ini, yang umumnya terjadi
pada usia > 40 tahun. Kadar insulin bisa normal, rendah, maupun tinggi, sehingga
penderita tidak tergantung pada pemberian insulin.4

Hormon Glukagon
Hormon ini ialah jenis hormon yang disekresikan oleh sel α pada pulau Langerhans.Hormon ini
ada dasarnya memiliki fungsi yang berlawanan dengan hormon insuli. Hormon ini dirangsang

7 |BLOK 11
terutama oleh karena penurunan kadar gula darah. Tempat utama kerja glukagon ialah di
hati.Bersama-sama dengan insulin, kedua hormon ini mengatur keseimbangan glukosa
darah.Glukagon itu sendiri merupakan suatu polipeptida yang besar. Berikut ini ialah efek
glukagon terhadap metabolisme karbohidrat, yaitu:
a. Glukagon merangsang proses glikogenolisis dengan cara mengaktifkan
adenilat siklase untuk membentuk siklik AMP sebagai second messenger.
Peningkatan glukagon dalam darah akan menimbulkan proses glikogenolisis
yang intensif.
b. Glukagon akan menyebabkan peningkatan glukoneogenesis dengan
meningkatkan kecepatan ambilan asam amino oleh hati sehingga kadar asam
amino hati cukup banyak untuk masuk ke dalam proses glukoneogenesis.

Efek glukagon terhadap metabolisme karbohidrat yaitu, antara lain:


a. Glukagon mengaktifkan lipase sel lemak, sehingga meningkatkan persediaan
asam lemak yang dapat digunakan sebagai sumber energi tubuh. Glukagon
juga ikut menghambat penyimpanan trigliserida dalam hati, yang ikut
membantu menambah kadar asam lemak sebagai sumber energi.
b. Glukagon merangsang ketogenesis yang berfungsi untuk menghasilkan benda-
benda keton sebagai sumber energi alternatif.
Efek glukagon terhadap metabolisme protein, yaitu:
a. Glukagon menghambat sintesis protein di hati, serta mendorong penguraian
protein di hati, untuk menaikkan kadar asam amino darah walalupun tidak
dalam efek yang besar.5

Hormon Kortisol
Hormon kortisol merupakan hormon glukokortikoid utama. Hormon ini berperan merangsang
glukoneogenesis dengan kuat yaitu dengan mengacu pada perubahan asam amino, menjadi
karbohidrat di dalam hati. Dan juga merangsang penguraian protein di jaringan,terutama di otot
dan dialirkan ke darah agar siap untuk dijadikan bahan glukoneogenesis juga. Hormon ini
menghambat penyerapan dan penggunaan glukosa oleh banyak jaringan, kecuali otak,
dikarenakan otak menggunakan bahan bakar hanya dari glukosa, dan membutuhkan pasokan

8 |BLOK 11
glukosa yang konstan. Peningkatan glukosa darah yang terus-menerus ini akan menyebabkan
suatu keadaan yang disebut sebagai diabetes adrenal.
Kortisol merangsang penguraian protein di banyak jaringan, terutama otot. Dengan menguraikan
sebagian protein otot menjadi asam amino konstituennya, kortisol meningkatkankonsentrasi
asam amino darah. Asam amino yang dimobilisasi ini siap digunakan untuk glukoneogenesis
atau dipakai di tempat lain yang memerlukannya, misalnya untuk memperbaiki jaringan yang
rusak atau sintesis struktur sel yang baru. Kortisol juga ikutmeningkatkan lipolisis, yaitu proses
penguraian simpanan lemak di jaringan adipose. Asam-asam lemak bebas yang merupakan hasil
pemecahan ini dapat dijadikan sebagai bahan bakar pengganti bagi jaringan yang menggunakan
glukosa, agar glukosa bisa dihemat untuk diotak. Sekresi kortisol diatur langsung oleh ACTH
yang berasal dari hipofisis anterior, untuk kemudian terjadi mekanisme umpan balik negatif yang
berfungsi agar sekresi kortisol relatif konstan.5

Hormon tiroid

Fungsi hormone tiroid yaitu efek pada metabolisme lemak:5

 Meningkatkan metabolisme lemak

 Mempercepat proses oksidasi asam lemak bebas oleh sel.

GH (Growth Hormon:5
Hormon ini berasal dari hipofisis pars anterior. Hormon ini berfungsi :
 Memacu pertumbuhan terutama pada peristiwa osifikasi, pada cakraepifise.
 Mengatur metabolisme lipid dan karbohidrat.

Hormon Adrenalin/Epinefrin5
Hormon ini berada di kelenjar adrenal/suprarenalis bagian medula.
 Hormon ini secara umum berfungsi :
a. Memicu reaksi terhadap tekanan dan kecepatan gerak tubuh.
b. memicu reaksi terhadap efek lingkungan, seperti suara yang tinggi, intensitas
cahaya dll.
 Secara khusus hormon ini berfungsi :
a. Memacu aktivitas cor/jantung.
b. Menaikkan tekanan darah.
c. Mengerutkan otot polos pada arteri.
d. Mengendurkan otot polos bronchiolus

9 |BLOK 11
e. Mempercepat glikolisis.
 Hiposekresi :
Bila terjadi kekurangan penghassilan hormon adrenalin/epinefrin akan menyebabkan
penyakit Adison.

Biosintesis benda keton


Ketone bodies (senyawa keton dalam tubuh) adalah hasil oksidasi asam lemak yang tidak
sempurna. Ketidakseimbangan hormonal terutama produksi insulin yang tidak cukup untuk
mengimbangi aktivitas glukagon di dalam tubuh memungkinkan kondisi metabolisme yang
cenderung mengarah ke produksi yang relatif banyak ketone bodies yang disebut ketosis.
Pengertian lain Ketogenesis adalah pembentukan keton dari proses glukoneogenesis yang
berlangsung dalam hepar. Keton merupakan senyawaan asam bilamana diproduksi berlebihan
menyebabkan KETOASIDOSIS atau KETOSIS. Kelainan ini banyak ditemukan pada penderita
DM.6

Irama Sirkadian

Irama sirkadian(Circadian rhythm) merupakan suatu proses biologis ritmis yang


menyebabkan perubahan fisik, mental dan perilaku sesuai dengan siklus selama 24 jam.
Circadian berasal dari bahasa Latin circa berarti sekitar dan dian berarti satu hari atau 24 jam.
Hampir semua organisme, baik manusia,hewan,tumbuhan,cyanoacteria dan fungi mengalami
proses irama sirkadian ini. Perubahan gelap terang yang mempengaruhi irama sirkadian berasal
dari rotasi bumi pada garis axis biasa disebut dengan photo entrainment. Irama ini merupakan
suatu proses endogen yang berkaitan dengan proses osilasi yang berfungsi untuk sinkronisasi
proses biologis yang berkaitan dengan perubahan lingkungan. Karena adanya pengaruh dari
lingkungan, irama sirkadian tidak tepat berlangsung selama 24 jam. Periode dimana suatu
organisme berada dibawah kontrol genetik yang akan bertahan selama beberapa lama karena
tidak adanya pengaruh dari lingkungan.7

Irama sirkadian berfungsi mengatur berbagai irama tubuh antara lain irama bangun-tidur,
temperatur tubuh,tekanan darah, dan pola sekresi hormon. Pada manusia,irama sirkadian
dikontrol oleh suau pacemaker yag terletak bagian ventral anterior dari hypothalamaus,yaitu
Suprachiasmatic Nucle. SCN juga mengontrol irama sirkadian pada bagian otak yang lain,seperti
koteks serebral dan kelenjar pineal,serta pada liver,ginjal dan jantung. 5Irama sirkadian sangat

10 |BLOK 11
dipengaruhi oleh lingkungan,khususnya rangsangan cahaya. Cahaya yang diterima oleh retina
mata akan dieruskan menuju suatu sistem osilasi pada SCN pada hipothalamus melalui suatu
jalur saraf yaitu Retiohypothalamic Tract (RH). Serabut eferen dari SCN akanmemicu sinyal
saraf dan humoral yang akan menyelaraskan berbagai irama sirkadian penting. Contoh pengaruh
cahaya terhadap irama sirkadian ditunjukan pada produksi melatonin . Pada kondisi caharya
gelap, produksi melatonin akan meningkat. Oleh karena itu akan banyak terjadi konversi dari
serotonin menjadi melatonin. Jumalah serotonin berfungsi untuk menekan tidur akan berkurang.
Oleh karena itu dalam kondisi chaya gelap akan terjadi peningkatan.7

Hubungan Stress dan Mekanisme Endokrin

Respon terhadap stress yang berjalan kronik melibatkan Hypothalamic-Pituitary-Adrenal


Axis (HPA Axis) dan symphatetic-adrenal-medullary axis (SAM Axis) dengan hasil akhir
produksi hormon glukokortikoid dan katekolamin yang berjalan kronis. Reseptor glukokortikoid
diekspresikan oleh bermacam-macam sel imun yang akan mengikat kortisol bekerjasama dengan
fungsi NF-kB yang mengatur produksi sitokin sel-sel imun. Reseptor adrenergik mengikat
epinefrin dan norepinefrin dan mengaktifkan respon cAMP yang akan menginduksi transkripsi
gen-gen yang mengkode bermacam-macam sitokin. Perubahan ekspresi gen diperantarai
hormon-hormon glukokortikoid sedangkan katekolamin dapat mengacaukan pengaturan fungsi
imun. Sekarang terdapat banyak bukti baik dari penelitian hewan maupun manusia bahwa
kekacauan sistem imun yang diakibatkan stress cukup berpengaruh terhadap kesehatan.8

Hipothalamus menerima dan memonitor informasi lingkungan dan mengkoordinasikan


respon melalui saraf dan hormon. Bagian emosi di otak juga memberikan informasinya ke
hipothalamus. Melalui integrasi ini otak mengendalikan sekresi hormon dari glandula hypofise
dan jaringan lain seperti glandula adrenal. Misalnya corticotropin releasing hormone (CRH)
disekresikan oleh nukleus paraventrikular hipothalamus ke aliran darah porta hipofise dan
akhirnya merangsang ekspresi adrenocorticotrophic hormone (ACTH) di glandula hipofise
anterior. ACTH akan masuk dalam sirkulasi untuk mencapai glandula adrenal yang akhirnya
akan menghasilkan hormon glukokortikoid (GC= Glucocrticoid). Glukokortikoid akan
mempengaruhi fungsi kardiovaskuler dan ginjal, metabolisme dan bersama-sama dengan sistem
saraf mengatur respon kita terhadap lingkungan. Sebagai salah satu “core stress response”,

11 |BLOK 11
produksi hormon GC dari korteks adrenal akan merangsang metabolisme glukosa untuk
menyediakan energi yang dibutuhkan dalam melarikan diri atau melawan tantangan yang terjadi
tiba-tiba. Akan tetapi bila aktivasi ini berjalan kronis justru akan menyebabkan efek yang buruk
pada kesehatan dan memperberat penyakit yang sudah ada.8

Pengaruh Stress terhahap kebutuhan tubuh

Otak tak dapat membedakan antara stress mental dan stress fisik. Stress emosi atau
psikologi jangka panjang, kecemasan dan ketakutan menghasilkan respon fisik yang sama dari
kelenjar adrenal sebagai bahaya fisik. Karena sistem imun ditekan, orang akan mejadi mudah
sakit dalam keadaan stress. Misalnya orang influenza yang disebabkan oleh virus yang hidup
didalam sel saraf bibirnya biasanya akan stress secara fisik karena infeksi tersebut, seperti
merasa masuk angin. Stress emosi dapat juga menyebabkan masuk angin sebab sistem imun
ditekan dalam situasi seperti ini. Tanpa stress, sistem imun dapat mengelola virus ini dan gejala
masuk angin tidak terjadi.8

Diabetes Mellitus
Gejala Diabetes Mellitus adalah khas keadaaan pasca- absropsi yang berlebihan. Diabetes
Mellitus adalah penyakit endokrin yang paling sering ditemukan. Gejala-gejala akut Diabetes
Mellitus disebabkan oleh kurang adekuatnya kerja insulin. Karena insulin adaalh satu-satunya
hormon yang mampu menurunkan kadar glukosa darah maka salah satu gambaran menonjol
pada Diabetes Mellitus adalah peningkatan kadar glukosa darah, atau hiperglikemia. Diabetes
secara harfiah artinya mengalirkan, yang menunjukkan pengeluaran urin dalam jumlah besar
pada penyakit ini.9
Pengeluaran urin berlebihan dijumpai pada Diabetes Mellitus (manis) dan Diabetes
Insipidus (tidak terasa). Urin pasien dengan Diabetes Mellitus terasa manis karena banyaknya
glukosa yang manik kedalam urin, sementara urin pasien Diabetes Insipidus tidak mengandung
gula sehingga tidak terasa.9
Diabetes Mellitus memiliki dua varian utama, berdasarkan kemampuan pankreas
mengeluarkan insulin. Diabetes type 1, yang ditandai oleh sekresi insulin dan Diabetes type 2,
yang ditandai oleh sekresi insulin yang normal, atau bahkan meningkat tetapi sensitivitas sel
sasaran terhadap insulin berkurang.9

Kesimpulan

12 |BLOK 11
Meningkatnya kadar gula darah seseorang menyebabkan terjadi gangguan metabolisme tubuh ,
sehingga dapat menimbulkan penyakit akibat ketidak seimbangan asupan maknan ataupun
kelainan pada organ orang tersebut, salah satunya adalah diabetes. Diabetes melitus terjadi akibat
malfungsi dari insulin, pada kondisi ini, walau jumlah glukosa berlebih, penggunaanya di dalam
organ-organ tubuh atau jaringan sangat rendah. Hormone isulin sendiri bekerja dalam
menurunkan kadar glukosa. Selain itu faktor external seperti sirkadian, stress, pola makan dan
pengaruh dari instesitas aktifitas fisik, jika aktifitas fisik yang dilakukan tidak sesuai dengan
asupan gizi yang dikomsumsi menyebabkan gangguan metabolisme di dalam tubuh.

Daftar Pustaka

1. Snell, Richard. 2006. Anatomi Klinik untuk Mahasiswa Kedokteran. Jakarta : EGC
2. Eroschenko VP. Atlas histologi di fiore dengan korelasi fungsional. Edisi ke-9. Jakarta:
EGC; 2003.
3. Sherwood L. Fisiologi manusia dari sel ke sistem. Ed ke-6. Jakarta: EGC; 2011.

4. Dods R.F, Diabetes Mellitus, In Clinical Chemistry: Theory, Analysis, Correlation, Eds,
Kaplan L.A, Pesce A.J, 3rd Edition, Mosby Inc, USA, 1996:613-640
5. Guyton AC, Hall JE. Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed ke-11. Jakarta: EGC; 2007.
6. https://www.scribd.com/doc/179580676/Pembentukan-Badan-Keton diunduh pada 25
oktober 2016
7. Di unduh dari : www.Tinjauanpustaka.perpustaakan universitas erlangga. 25 Oktober
2016.
8. Kadir A.2008.Perubahan Hormon Terhhadap Stress.Fakultas Kedokteran Universitas
Wijaya Kusuma Surabaya.

9. Faktor yang berhubungan dengan penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 di Di Desa Sekip
Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Tahun 2010 .
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29762/4/Chapter%20II.pdf diunduh pada
Oktober 2016

13 |BLOK 11
14 |BLOK 11