Anda di halaman 1dari 12

Stress di Perberat oleh Kerja

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Arjuna Utara No. 6, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

Tiffany Cindy Claudia Anatasia Paliama | 102012197 | F6

cindytiffanycla@yahoo.com

Pendahuluan

Stres akibat kerja adalah suatu penyakit kronis yang disebabkan oleh kondisi-kondisi
ditempat pekerjaan yang berdampak negatif pada kinerja seseorang atau pada kesehatan fisik
dan juga jiwanya.Atau dapat dikatakan,stres akibat kerja timbul dikarenakan adanya
ketidakseimbangan antara hasil kerja yang diharapkan dengan kemampuan untuk
mewujudkannya atau mencapainya.

Banyak penyebab yang menjadikan seorang pekerja mengalami stres pada tempat
kerjanya,seperti kejenuhan dalam pekerjaan,beban kerja yang terlalu berlebihan,waktu kerja
yang tidak sesuai,jam istirahat kerja,dan hubungan antar individu dalam pekerjaan
tersebut.Untuk mendiagnosis seseorang dengan stres akibat kerja diperlukan anamnesis yang
benar serta pemeriksaan psikiatri untuk menyingkirkan stres akibat pengaruh hal lain.

Demikian juga dibutuhkan tujuh langkah menentukan diagnosis okupasi dikarenakan


kasus ini merupakan salah satu penyakit akibat kerja. Dalam makalah ini,juga akan dibahas
bagaimana penatalaksanaan dan pencegahan terhadap stres akibat pekerjaan.

1
Isi

Stress kerja merupakan bentuk stres yang diakibatkan oleh suatu pekerjaan yaitu
kondisi yang timbul akibat interaksi antara manusia dan pekerjaannya ditandai oleh
perubahan dalam diri organisasi tersebut yang menyebabkan penyimpangan dari fungsinya
yang normal.Atau dapat dikatakan stres kerja adalah respon fisik atau emosi yang berbahaya
dan terjadi ketika persyaratan dalam pekerjaan tidak seimbang dengan kemampuan,sumber
daya atau kebutuhan dari pekerja. Dari kedua pendapat inilah,dapat dikatakan bahwa
pekerjaan merupakan salah satu penyebab terjadinya stres.1

Dalam mendiagnosis kasus ini,terapat beberapa langkah kerja yang dapat dilakukan.

Anamnesis

Anamnesis merupakan salah satu hal penting dalam menentukan diagnosis suatu
penyakit,terutama dalam kasus psikiatri atau kejiwaan.Dalam kasus ini,terdapat beberapa hal
yang dapat kita tanyakan pada pasien : 1

1.Identitas pasien

2.Riwayat perkembangan pasien

3.Pendidikan

4.Riwayat penyakit dalam keluarga

5.Riwayat pekerjaan

6.Riwayat penyakit

Diagnosis dan Pemeriksaan Psikiatri

Diagnosis ditegakkan berdasarkan pengelompokkan gejala klinik yang teramati, diagnosis


diskriptif (dengan mengabaikan berbagai latar belakang teori yang menjelaskan mengapa
gejala tersebut muncul.

1. Diagnosis multiaksial mempunyai 5 aksis :

Aksis I : Diagnosis Klinik

2
Merupakan gejala-gejala klinik yang terbukti dalam pemeriksaan dikelompokkan ke dalam
kriteria diagnosis.Contoh : gangguan depresi (gejala utama adalah rasa sedih), gangguan
psikotik (gejala utamanya kehilangan kemampuan menilai realitas), gangguan cemas
(gejala utamanya adalah cemas).1

Aksis II : Ciri/gangguan Kepribadian& Retardasi Mental


Merupakan ciri atau gangguan kepribadian yaitu pola perilaku yang menetap (kebiasaan,sifat)
yang tampak dalam persepsi tentang diri dan lingkungan (yang akan ditampilkan dalam pola
interaksi dengan orang lain).

Aksis III : Penyakit Fisik


Penyakit atau kondisi fisik, khususnya yang perlu diperhatikan pada tatalaksana atau menjadi
penyebab munculnya gangguan yang dituliskan di aksis I.

Aksis IV : Stresor Psikososial


Merupakan stressor psikososial yaitu semua peristiwa yang mencetuskan gangguan yang
dituliskan di aksis I.Contoh : hubungan antar individu (bercerai, ditinggal meninggal).1

Aksis V : Fungsi Penyesuaian


Fungsi penyesuaian yang dinilai dari :
- fungsi social (hubungan social dengan keluarga dan masyarakat)
- fungsi peran (yang dinilai mutu dan produktivitas peran yang disandang subyek)
- pemanfaatan waktu luang
- fungsi perawatan diri 1

Pemeriksaan Psikiatri

Garis besar status mental


a. Deskripsi umum : kesadaran,sikap, penampilan, perilaku yang dapat diobservasi
b. Mood dan afek
c. Pembicaraan
d. Persepsi
e. Isi pikir dan proses pikir 2

3
f. Sensorium dan kognisi : kesadaran, orientasi, daya ingat, konsentrasi, perhatian, daya pikir
abstrak

g. Daya nilai sosial

h.Tanggapan tentang diri dan lingkungan 2

Pemeriksaan Penunjang

a.Pemeriksaan hati

b.Pemeriksaan ginjal

c.Pemeriksaan gula darah dan pemeriksaan kolesterol.Pada saat keadaan stres, kadar glukosa
dan kolesterol dalam darah akan meningkat karena pelepasan adrenalin.2

Dalam skenario atau kasus ini,penulis akan menggunakan 7 Langkah dalam menegakkan
diagnosis Penyakit Diperberat Kerja,yaitu :

1. Diagnosis klinis : Insomnia dan Stres

Gejala klinis stres akibat kerja adalah sebagai berikut :3

- Gejala Fisiologis berupa otot tegang, jantung berdebar, perut mual dan keringat
dingin.
- Gejala Psikologis dapat berupa mudah marah, emosi meledak-ledak, mudah panik.
- Gejala Psikosomatik bisa dalam bentuk gangguan otot dan tulang / muskuloskeletal
(nyeri otot, kram), gangguan sistem pernafasan (asma, spasme bronchitis), gangguan
pembuluh darah jantung / kardiovaskuler (migraine, hipertensi, stroke), gangguan
kulit (eksim, psoriasis, dermatitis kronis, jerawat), kelenjar endokrin (hipertiroid,
diabetes, infertilitas), gangguan sistem saraf (neurostenia), gangguan mata (glaukoma)
gangguan pencernaan / gastrointestinal (gastritis/ radang lambung, peptic ulcer/ tukak
lambung, diare) dan gangguan genitourinarial ( dismenorhea, gangguan haid).
- Perilaku 3
2. Menentukan pajanan ditempat kerja. Untuk hal ini,perlu diketahui beberapa sumber
atau hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami stres dan insomnia,yaitu :
A. Penyebab stres kerja dari organisasi meliputi :3

4
- Kurangnya otonomi dan kreativitas : Pekerja kurang memiliki otonomi
untuk memutuskan suatu situasi dalam pekerjaan sehingga tidak bisa
menggunakan ide-idenya yang kreatif dalam pelaksanaan tugas.
- Harapan,tenggat waktu dan kuota yang tidak logis : Harapan yang terlalu
tinggi,waktu yang terlalu pendek dalam menyelesaikan tugas dan target
yang hendak dicapai tidak realistik.
- Relokasi pekerjaan: Rotasi atau pemindahan kerja ke unit yang lain kadang
dipersepsikan sebagai suatu hukuman bagi yang bersangkutan.Adaptasi
dengan tempat kerja yang baru juga dapat merupakan sumber stres akibat
relokasi ini.
- Kurangnya pelatihan : Pelatihan diperlukan untuk menunjang pekerja
dalam melaksanakan tugas sesuai dengan area kerjanya
- Karier yang melelahkan : Pekerjaan yang melelahkan berkaitan dengan
tidak seimbangnya antara banyaknya tugas dengan jumlah tenaga yang
ada,sehingga karyawan atau pekerja kurang mendapatkan waktu untuk
istirahat.
- Hubungan dengan atasan yang buruk : Hubungan yang kurang baik dengan
atasan dapat berbentuk perbedaan pandangan,perilaku yang tidak
adil,atasan yang kurang menghargai kemampuan karyawan atau karyawan
yang tidak membantu karyawan ketika mengalami kesulitan dalam
pekerjaan.
- Tuntutan perkembangan teknologi : Teknologi diperlukan untuk
membantu pekerjaan manusia,namun ketika manusia tidak dapat
menggunakannya,hal tersebut dapat merupakan stressor bagi karyawan
tersebut.
- Bertambahnya tanggungjawab tanpa diserta penambahan gaji : Idealnya
bertambahnya tanggung jawab harus disertai dengan imbalan atau
penghargaan,namun ketika tanggung jawab bertambah tanpa diserta
imbalan atau penghargaan yang sesuai,maka hal itu akan menjadi masalah
yang dapat memicu stres dan ketidakpuasan pada karyawan.
- Pekerja yang dikorbankan karena penurunan laba : Kerugian pada
organisasi tempat kerja yang dibebankan pada pekerja,sehingga pekerja
harus kehilangan sebagian penghasilannya merupakan sumber stres kerja.
B. Sedangkan penyebab stres kerja dari individu,antara lain : 3

5
- Pertentangan antara karier dan tanggung jawab keluarga : Masalah karier
dan keluarga ini biasanya terjadi pada pekerja wanita,dimana satu sisi
bertanggung jawab atas tugasnya sebagai seorang pekerja,disisi lain
bertanggung jawab mengurusi keluarga sehingga terkadang muncul dilema
anatara karier dan keluarga.
- Ketidakpastian ekonomi : Penghasilan ekonomi yang tidak mencukupi
kebutuhan merupakan stressor pekerja.
- Kurangnya penghargaan dan pengakuan kerja : Terjadi pada pekerja yang
merasa tidak dihargai oleh atasan.
- Kejenuhan,ketidakpuasan kerja,kebosanan : Biasanya pada pekerja yang
terlalu lama ditempatkan pada satu bagian.
- Perawatan anak yang tidak adekuat : Perawatan anak merupakan masalah
besar bagi wanita pekerja yang telah memiliki anak,sehingga tidak jarang
banyak wanita pekerja yang memutuskan berhenti bekerja untuk merawat
anaknya.
- Konflik dengan rekan kerja : Hal ini menyebabkan suasana kerja menjadi
tidak nyaman.Konflik ini biasanya disebabkan oleh kesalahpahaman dan
perbedaan argumen dalam kerja.
C. Penyebab stres dari lingkungan 3
- Buruknya kondisi lingkungan kerja,meliputi
pencahayaan,kebisingan,ventilasi,dan suhu.
- Diskriminasi ras : Lingkungan yang membedakan kesukuan atau ras
akan mengakibatkan rasa bermusuhan dikalangan karyawan.
- Pelecehan seksual baik oleh rekan kerja maupun atasan.
- Kekerasan ditempat kerja yang menyebabkan ketidaknyamanan dan
stres bagi karyawan atau pekerja.
- Kemacetan saat berangkat dan pulang kerja juga merupakan stressor
bagi pekerja atau karyawan.3
D. Sumber stres kerja juga dapat kita bedakan menjadi 6 macam,yaitu :4
- Lingkungan kerja,dimana lingkungan kerja yang buruk akan
menimbulkan stres yang berdampak bagi kesehatan dan produktivitas
pekerjanya.
- Overload atau beban kerja berlebih : Beban kerja ini dibedakan
menjadi dua macam,yaitu beban kerja kuantitatif,jika target kerja

6
melebihi kemampuan karyawan sehingga akan mengakibatkan pekerja
mudah lelah,kecapean,kurang istirahat,dan menjadi tegang. Sedangkan
beban kerja kualitatif jika pekerjaan itu mempunyai tingkat kesulitan
yang tinggi,sehingga diperlukan pemikiran yang ekstra untuk dapat
menyelesaikannya.
- Deprivasional stres,yaitu jika pekerjaan dirasakan tidak menarik atau
dirasakan kurang menantang,sehingga mengakibatkan kebosanan bagi
pekerjanya.
- Pekerjaan yang menpunyai resiko tinggi atau dapat membahayakan
keselamatan pekerjanya.
- Waktu kerja
- Proses kerja,jam istirahat,dan lama kerja.4
3. Menentukan adanya hubungan pajanan dengan diagnosis klinis

Dalam kasus atau skenario ini,seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke klinik dengan
keluhan mual dan pusing yang didapatinya sejak 1 bulan yang lalu,semenjak bekerja di
gedung E sebagai karyawati administrasi yang merupakan lulusan sastra inggris dan sudah
bekerja semenjak 1 bulan yang lalu

Dari keterangan diatas,didapati bahwa pasien mengalami stres dikarenakan beban kerja
berlebih yang diberikan kepadanya. Pasien bekerja di mulai dari jam 8 pagi sampe jam 5 sore
dan pasien harus bekerja lebih keras karena ketidaksamaan antara bagian administrasi dengan
lulusan pasien yang merupakan sastra Inggris.

4. Besarnya pajanan

- Beban kerja melebihi kapasitasnya

- Jam istirahat kurang

5. Tidak terdapat peranan faktor individu


6. Tidak terdapat peranan faktor lain diluar pekerjaan.

7
Mekanisme respon tubuh terhadap stres 5

Secara fisiologi, situasi stres mengaktivasi hipotalamus yang selanjutnya


mengendalikan dua sistem neuroendokrin, yaitu sistem simpatis dan sistem korteks adrenal.
Sistem saraf simpatik berespons terhadap impuls saraf dari hipotalamus yaitu dengan
mengaktivasi berbagai organ dan otot polos yang berada di bawah pengendaliannya, sebagai
contohnya, ia meningkatkan kecepatan denyut jantung dan mendilatasi pupil.

Sistem saraf simpatis juga memberi sinyal ke medula adrenal untuk melepaskan
epinefrin dan norepinefrin ke aliran darah. Sistem korteks adrenal diaktivasi jika hipotalamus
mensekresikan CRF, suatu zat kimia yang bekerja pada kelenjar hipofisis yang terletak tepat
di bawah hipotalamus. Kelenjar hipofisis selanjutnya mensekresikan hormon ACTH, yang
dibawa melalui aliran darah ke korteks adrenal.

Dimana, ia menstimulasi pelepasan sekelompok hormon, termasuk kortisol, yang


meregulasi kadar gula darah. ACTH juga memberi sinyal ke kelenjar endokrin lain untuk
melepaskan sekitar 30 hormon. Efek kombinasi berbagai hormon stres yang dibawa melalui
aliran darah ditambah aktivitas neural cabang simpatik dari sistem saraf otonomik berperan
dalam respons fight or flight.

Stres yang bersifat konstan dan terus menerus mempengaruhi kerja kelenjar adrenal
dan tiroid dalam memproduksi hormon. Adrenalin, tiroksin, dan kortisol sebagai hormon
utama stres akan naik jumlahnya dan berpengaruh secara signifikan pada sistem homeostasis.

Adrenalin yang bekerja secara sinergis dengan sistem saraf simpatis berpengaruh
terhadap kenaikan denyut jantung, dan tekanan darah. Tiroksin selain meningkatkan Basal
Metabolism Rate (BMR), juga menaikkan denyut jantung dan frekuensi nafas.5

8
1.1 Gambar mekanisme respon tubuh terhadap stres

Penatalaksanaan

1.Psikoterapi

2.Psikofarmaka hanya saat diperlukan.

3.Pemberian istirahat kerja atau pemindahan tempat kerja ke bagian lain yang dapat
membantu penyembuhan penyakitnya.

4.Terapi sosial

5.Pengaturan shift work yang baik,cuti,kerja,berlibur,dan agama

6.Merujuk ke spesialis psikiatri bila diperlukan 6

Pencegahan 7

Untuk perorangan :

a) Melihat hidup sebagai suatu realita dengan bijak

9
b) Olah raga ringan yang teratur dan terukur
c) Cari kesempatan untuk bersantai
d) Kendalikan berat badan dengan gizi yang seimbang
e) Rekreasi/hobby yang sehat
f) Hindari ketergantungan terhadap NARKOBA, kopi dan rokok

Untuk kelompok :

a) Rekreasi atau olahraga bersama


b) Rotasi kerja atau pengaturan kerja
c) Pemberian pelatihan basic mentality
d) Menyesuaikan beban kerja fisik maupun mental dengan kapasitas dan kemampuan
masing-masing.
e) Menyesuaikan jam kerja dengan tuntutan tugas maupun tanggung jawab di luar
pekerjaan
f) Memberi kesempatan pengembangan karir atau promosi menurut kemampuan dan
keahlian tertentu
g) Mengupayakan lingkungan sosial yang sehat di tempat kerja
h) Mengadakan rotasi tugas untuk pengembangan tigas dan peningkatan karir
i) Melakukan penilaian risiko stress
j) Menciptakan lingkungan kerja yang nyaman
k) Melakukan meditasi dan relaksasi
l) Meningkatkan iman dan takwa 7

Prognosis

Baik,apabila pencegahan maupun penatalaksanaan dapat dilakukan dengan baik.7

10
Kesimpulan

Seorang perempuan berusia 30 tahun dengan keluhan mual dan pusing, yang mulai
dirasakan sejak 1 bulan yang lalu bekerja di suatu perusahaan dimana bekerja sebagai
karyawati administrasi. Pasien mengalami salah satu jenis penyakit akibat kerja dengan
diagnosis klinis stres diperberat kerja.

Diagnosis ini dapat diketahui dari anamnesis dan pemeriksaan psikiatri serta
melakukan 7 langkah diagnosis okupasi untuk menghubungkan sumber pajanan dengan
diagnosis klinis pasien tersebut dan memastika bahwa pasien tersebut mengalami salah satu
jenis penyakit akibat kerja.

11
Daftar Pustaka

1. Kamal K.Penerapan Kesehatan Kerja Praktis bagi Dokter dan Manajemen


Perusahaan.Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2011.h.71-3
2. Direktorat Bina Kerja dan Gangguan Kesehatan Akibat Faktor Psikososial di Tempat
Kerja.Jakarta: Kementerian Kesehatan RI;2011.h.11-2.
3. Harrianto R. Buku Ajar Kesehatan Kerja.Jakarta: EGC;2013.h.272-8.
4. Arden JB. Bekerja Tanpa Stress – Cara Mengatasi Berbagai Tekanan Hari
Kerja.Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer;2006.h.14.
5. Smith A. The scale of perceived occupational stress.Jakarta:EGC;2007.h.18.
6. J.Jeyaratnam.Buku ajar praktik kedokteran kerja.Jakarta:EGC;2009.h.355
7. National Safety Council. Manajemen stres. Jakarta:EGC;2006.h.8-9.

12