Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH AGAMA ISLAM

MENITI HIDUP DENGAN KEMULIAAN


Guru : Hj. Sitti Salma Alwi

Kelompok :
Kelas .....
Nama Anggota :
IZUL ZULFIKAR ISMAIL
MUH.AYUB SULAIMAN
NABILA SIDRATIL
RAHMA MOI
SITI SAKINAH NUR AFIFAH
YEYEN
.

SM...............
TAHUN AJARAN .........

Kata Pengantar
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-
Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah
dengan tepat pada waktunya yang berjudul “MENITI HIDUP DENGAN MULIA” dengan
tujuan utama pembuatan yakni untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pendidikan Agama
Islam di sekolah kami. Makalah ini berisikan tentang informasi CARA MENJALANI HIDUP
DENGAN MULIA . Diharapkan Makalah ini dapat menjadi motivasi bagi semua pembaca
agar menjadi insan yang lebih bermanfaat.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Kami juga berterimakasih kepada Yth. IbuHj. Sitti Salma AlwI
Selaku guru Pendidikan Agama Islam di sekolah kami yang telah memberikan motivasi
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini .
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa
meridhai segala usaha kita. Aamiin.

Baubau , 29 JULI 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN1
A. Latar Belakang Masalah ................................................... 1
B. Tujuan ............................................................................... 1
C. Rumusan Masalah ........................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Akhlak Mulia .................................................. 2
B. Memahami Makna Pengendalian Diri, Prasangka Baik,
dan Husnuzzan 2
C. Aspek-aspek yang mempengaruhi pembentukan
Akhlak ...................................................................................... 3
D. Metode Pembinaan Akhlak ............................................... 4
E. Manfaat Akhlak Mulia ...................................................... 4
BAB III PENUTUP 5
A. Kesimpulan ....................................................................... 5
B. Saran ................................................................................ 5
DAFTAR PUSTAKA 6
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-
Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah dengan
tepat pada waktunya yang berjudul “MENITI HIDUP DENGAN MULIA” dengan tujuan utama
pembuatan yakni untuk memenuhi tugas mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah kami.
Makalah ini berisikan tentang informasi CARA MENJALANI HIDUP DENGAN MULIA . Diharapkan
Makalah ini dapat menjadi motivasi bagi semua pembaca agar menjadi insan yang lebih bermanfaat.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran
dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Kami juga berterimakasih kepada Yth. Ibu Ulfah Rina Wahyuni S.Ag, M.Pd.I selaku pembimbing serta
guru Pendidikan Agama Islam di sekolah kami yang telah memberikan motivasi sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini .
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala
usaha kita. Amin.

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Salah satu misi Kerasulan Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak
yang mulia dan sejarah mencatat bahwa faktor pendukung keberhasilan dakwah Beliau itu
antara lain karena dukungan akhlaknya yang prima, hingga hal ini dinyatakan oleh Allah
didalam Al-Qur’an.
Kepada umat manusia, khususnya yang beriman kepada Allah diharuskan agar
keluhuran akhlak dan budi Rasulullah SAW dapat dijadikan contoh dalam khidupan sehari-
hari. Mereka yang mematuhi perintah ini dijamin keselamatan hidupnya baik didunia maupun
akhirat. Oleh sebab itu pemakalah mengangkat tema yang berkenaan tentang aspek-aspek
yang mempengaruhi pembentukan akhlak mulia.
B. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan agar para siswa dapat lebih memahami criteria
akhlak mulia dan faktor apa saja yang bisa mempengaruhi pembentukan akhlak mulia,
dengan harapan agar kedepannya para siswa bisa memiliki akhlaqul karimah.
C. Rumusan Masalah
1. Pengertian Akhlak Mulia
2. Faktor faktor penunjang akhlal mulia
3. Contoh contoh akhlak mulia
4. Cara menerapkan akhlak mulia
5. Manfaat akhlak mulia

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Akhlak Mulia
Menurut Al-Ghazali, akhlah mulia atau terpuji adalah “Menghilangkan semua adat
kebiasaan yang tercela yang sudah digariskan dalam agama Islam serta menjauhkan diri dari
perbuatan tercela tersebut, kemudian membiasakan adat kebiasaan yang baik, melakukannya
dan mencintainya ”1[1]. Menurut Quraish Shihab akhlak mulia adalah akhlak yang
menggunakan ketentuan Allah sebagai tolak ukur dan tolak ukur kelakuan baik mestilah
merujuk kepada ketentuan Allah.
Ada beberapa hal yang mendorong sesorang untuk berbuat baik, diantaranya :
1. Karena bujukan atau ancaman dari manusia lain
2. Mengharap pujian atau karena takut mendapat cela
3. Karena kebaikan dirinya (dorongan hati nurani)
4. Mengharapkan pahala dan surga
5. Takut kepada azab Allah
6. Mengharap keridhoan Allah semata
B. Memahami Makna Pengendalian Diri, Prasangka Baik, dan Husnuzzan
1. Pengendalian Diri (Mujāhadah an-Nafs)
Pengendalian diri atau kontrol diri (Mujāhadah an-Nafs) adalah menahan diri dari segala perilaku yang
dapat merugikan diri sendiri dan juga orang lain, seperti sifat serakah atau tamak. Dalam literatur Islam,
pengendalian diri dikenal dengan istilah aś-śaum, atau puasa. Puasa adalah salah satu sarana
mengendalikan diri. Menerapkannya seperti bersabar dengan tidak membalas terhadap ejekan atau
cemoohan teman yang tidak suka terhadap kamu.
2. Prasangka Baik (Husnuzzan)
Prasangka baik atau husnuzzan berasal dari kata Arab yaitu husnu yang artinya baik, dan zan yang
artinya prasangka. Jadi prasangka baik atau positive thinking dalam terminologi Islam dikenal dengan
istilah husnuzzan. Secara istilah husnuzzan adalah sikap orang yang selalu berpikir positif terhadap apa
yang telah diperbuat oleh orang lain. Menerapkannya seperti mengerjakan tugas-tugas yang diberikan
kepada kita dengan penuh tanggung jawab
3. Persaudaraan (ukhuwwah)
Persaudaraan (ukhuwwah) dalam Islam dimaksudkan bukan sebatashubungan kekerabatan karena faktor
keturunan, tetapi yang dimaksud dengan persaudaraan dalam Islam adalah persaudaraan yang diikat oleh
tali aqidah (sesama muslim) dan persaudaraan karena fungsi kemanusiaan(sesama manusia makhluk
Allah Swt). Menerapkannya seperti Bergaul dengan orang lain dengan tidak memandang suku, bahasa,
budaya, dan agama yang dianutnya
C. Aspek-aspek yang mempengaruhi Pembentukan Akhlak

2
1. Insting (Naluri)
Insting merupakan seperangkat tabiat yang dibawa manusia sejak lahir. Para psikolog
menjelaskan bahwa insting berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya
tingkah laku.
2. Adat atau Kebiasaan
Adat atau kebiasaan adalah setiap tindakan dan perbuatan seseorang yang dilakukan
secara berulang-ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan. Perbuatan yang
telah menjadi adat kebiasaan tidak cukup hanya diulang-ulang saja tetapi harus disertai
kesukaan dan kecenderungan hati terhadapnya.
3. Wirotsah (Keturunan)
Secar istilah Wirotsah adalah berpindahnya sifat-sifat tertentu dari pokok (orang tua)
kepada cabang (anak keturunan)2[2]. Wirotsah juga dapat dikatakan sebagai factor
pembawaan dari dalam yang berbentuk kecenderungan, bakat, akal dan lain-lain. Sifat-sifat
asasi anak merupakan pantulan dari sifat-sifat asasi orang tuanya.
4. Lingkungan
Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pembentukan akhlak seseorang, baik itu
lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat. Jika lingkungan tempat tinggal ia tinggal
bersikap baik maka anak pun akan cendrung bersikap baik. Sebaliknya jika lingkungannya
buruk maka anak akan cenderung bersikap buruk.
5. Al-Qiyam
Al-Qiyam adalah nilai-nilai Islam yang telah dipelajari selama seseorang hidup.
Aspek ini sangat mempengaruhi terbentuknya akhlak mulia dalam diri seseorang. Pedoman
akhlak mulia atau akhlak Islami adalah Al-Quran dan Hadits. Melalui pemahaman tentang
nilai-nilai ke Islaman yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits, seseorang bisa
mengamalkan nilai-nilai tersebut. Sehingga tanpa disadari nilai-nilai tersebut menyatu dalam
kepribadiannya dan terbentuklah akhlak mulia.
D. Metode Pembinaan Akhlak
Islam sangat memperhatikan pembinaan Akhlak, sehingga didalam Islam pembinaan
jiwa harus didahulukan dari pada pembinaan fisik, karena dari jiwa yang baik akan lahir
perbuatan-perbuatan yang baik, yang akan mempermudah menghasilkan kebaikan dan

3
kebahagiaan pada seluruh kehidupan manusia, lahir dan batin3[3]. Hasil analisis Muhammad
Al-Ghazali menyatakan bahwa dalam rukun Islam terkandung konsep pembinaan akhlak.
1. Mengucapkan dua kalimah syahadat.
2. Mengerjakan sholat lima waktu
3. Membayar Zakat.
4. Puasa.
5. Ibadah Haji.
Adapun pembinaan akhlak lainnya adalah dengan cara :
a. Pembiasaan yang dilakukan sejak kecil dan berlangsung kontinyu
b. Dengan cara paksaan yang lama kelamaan tidak lagi terasa dipaksa.
c. Melalui keteladanan
d. Dengan cara menuntut ilmu
E. Manfaat Akhlak Mulia
1. Memperkuat dan menyempurnakan agama
2. Mempermudah perhitungan amal di akhirat
3. Menghilangkan kesulitan
4. Selamat hidup di dunia dan akherat

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Akhlak mulia adalah sifat atau tingkah laku seseorang yang sesuai dengan nilai-nilai
ajaran Islam yang terdapat pada kitab Al-Qur’an dan Sunah Rasul. Aspek-aspek yang
mempengaruhi terbentuknya akhlak seseorang adalah :
1. Insting – Naluri
2. Lingkungan
3. Keturunan
4. Adat kebiasaan
5. Al-Qiyam

4
B. Saran
Jika dalam makalah kelompok empat ini terdapat berbagai kesalahan, kekurangan dan
kekeliruan. Pemakalah meminta maaf kepada para pembaca, selain itu para pemakalah
menanti kritik dan saran dari para pembaca, agar makalah selanjutnya bisa lebih baik.

5
DAFTAR PUSTAKA
Asmaran As. 1994. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta : Raja Grafindo. cet. ke-2

Mustafa, Ahmad. 1997. Akhlak Tasawuf. Bandung : Pustaka Setia. cet .ke-2

Nata, Abudin. 2003. Akhlak Tasawuf. Jakarta : Raja Grafindo Persada. cet. ke-5

Zahruddin AR dan Hasanuddin Sinaga. 2004. Pengantar Studi Akhlak. Raja Grafind
Persada
6

Ref

https://tafsirq.com/20-ta-ha/ayat-8

http://pendidikanislam95.blogspot.com/2017/02/aku-selalu-dekat-dengan-allah-swt.html

http://www.referensimuslim.com/2011/03/asmaul-husna-beserta-dalil-al-quran-dan.html