Anda di halaman 1dari 1

1. Sarana yg dapat digunakan dalam pengendalian intern aktif yaitu tanda tangan kounter.

Apa itu tanda tangan


kounter dan berikan contohnya?
Tanda tangan kaunter (countersigning);
Pembubuhan lebih dari satu tanda tangan dianggap lebih aman, khususnya bagi pihak ketiga atau pihak di luar
perusahaan atau lembaga yang bersangkutan. Anggapanny adalah penanda tangan lainnya mengawasi rekannya.
Tanda Tangan Pengesahan adalah countersign yaitu tanda tangan yang dibubuhkan di samping tanda tangan
lain yang sudah ada pada suatu dokumen agar dokumen itu memenuhi syarat dan sah; selain itu, juga berfungsi
sebagal alat kontrol ganda.

2. Cara apa saja yang dapat dilakukan dalam pencegahan fraud?


Jawaban :
 Membangun struktur pengendalian yang baik : di dalam pengendalian intern mencakup 5 komponen yg terkait
yaitu lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, standar pengendalian, informasi dan komunikasi, dan
pemantauan
 Mengefektifkan aktivitas pengendalian : review kinerja, pengolahan informasi, pengendalian fisik, dan
pemisahan tugas
 Meningkatkan kultur organisasi : dapat dilakukan dgn cara mengimplementasikan prinsip2 Good Corporate
Governance(GCG) yaitu keadilan, transparansi, akuntabilitas, tanggung jwb, moralitas, kehandalan dan
komitmen.
 Mengefektifkan fungsi internal audit

3. Dalam perusahaan biasanya terdapat audit internal, nah apa peran audit internal ini dalam mencegah fraud?
Jawaban :
Peran internal audit menjadi sangat bervariasi, dan tergantung kepada, kebutuhan organisasi, struktur internal
audit dan kompetensi yang tersedia. Peran internal audit antara lain mencakup:
 Mendukung pimpinan untuk membangun proses dan program anti-fraud yang dapat dipantau dan dimonitor
secara teratur dan berkala.
 Memfasilitasi penilaian risiko fraud pada instansi, unit pelaksana, dan tingkatan operasional.
 Menghubungkan dan mendokumentasikan aktivitas pengendalian anti-fraud untuk mengidentifikasi risiko
fraud.
 Mengevaluasi dan menguji desain dan efektivitas operasi program pengendalian dan anti-fraud.
 Melaksanakan fraud auditing/audit investigative
 Melaksanakan penugasan investigasi untuk membuktikan dugaan fraud atau penyalahgunaan lainnya.
 Melaporkan kepada pimpinan instansi mengenai efektivitas instansi dalam mencegah, mendeteksi,
menginvestigasi dan memperbaiki dampak fraud yang terjadi.
Selain itu Peran audit internal adalah sebagai pengawas terhadap tindak kecurangan. Audit internal
bertanggung jawab untuk membantu manajemen mencegah fraud dengan melakukan pengujian dan evaluasi
keandalan dan efektivitas dari pengendalian seiring dengan potensi resiko terjadinya kecurangan dalam
berbagai segmen.
Kemampuan mendeteksi fraud adalah sebuah kecakapan atau keahlian yang dimiliki auditor untuk
menemukan indikasi mengenai fraud.

4. Yang manakah lebih penting, pengendalian intern aktif atau pasif? Haruskah keduanya digunakan, atau boleh
hanya salah satunya saja? (DILA)
Jawaban :
Yang berperan penting dalam pengendalian internal dalam mencegah fraud yaitu pengendalian intern aktif,
krn pengendalian intern aktif yang langsung berhadapan dengan fraud2 yang akan terjadi, atau bisa dibilang
pengendalian yang berkontribusi nyata dalam pencegahan fraud. Sedangkan pengendalian intern pastif hanya
sebagai pengendalian pendukung setelah dilakukannya pengendalian intern aktif . Menurut kami, sebaiknya kedua
pengendalian ini dilakukan karena pengendalian intern aktif itu rawan untuk ditembus oleh pelaku fraud
sedangkan pengendalian intern pasif tdak rawan untuk ditembuh oleh pelaku fraud sehingga jika pengendalian
intern aktif ini tidak berhasil atau tetap dapat ditembus oleh pelaku fraud maka ada pengedalian intern pasif
dibelakangnya yang dapat mendukung sebagai bukti-bukti terjadinya fraud sehingga pelaku fraud tdk dapat
mengelak atas fraud yang dilakukannya.
Sebagai contoh: kartu atm memeliki pin sebagai pengendalian intern aktifnya , tapi tetap di dukung oleh
adanya CCTV di mesin2 atm untuk dijadikan bukti jika ada fraud dalam bentuk pembobolan mesin atm.