Anda di halaman 1dari 11

Nama : Intan Sulistiyorini

NIM : 165040200111034
Kelas : A
Fakultas : Pertanian

1. a. Apa yang dimaksud dengan erosi ? Jelaskan !

Erosi merupakan proses perataan kulit bumi melalui proses penghancuran,


pengangkutan dan pengendapan yang disebabkan oleh air, angin, dan gravitasi.
Dimana pada proses penghancuran ialah penghancuran tanah dari agregat tanah
menjadi partikel-partikel tanah kemudian terjadi pengangkutan partikel tanah oleh
limpasan hujan atau run off dan tanah-tanah tererosi akan terendapkan pada
cekungan-cekungan atau pada daerah-daerah bagian bawah

b. Bagaimana mekanisme erosi oleh air hujan terjadi ? Jelaskan !


mekanisme erosi oleh air hujan terdiri dari 3 tahapan yaitu :
1. Tahap Pengelupasan / Penghancuran : Proses awal erosi diawali dengan proses
pengelupasan oleh air hujan, ketika butiran air hujan mengenai permukaan tanah
maka partikel tanah akan terlepas atau agregat tanah menjadi partikel-partikel
tanah dan terlempar ke udara.
2. Tahap Penangkutan :Proses setelah terjadinya pengelupasan oleh air hujan yang
menghasilkan partikel tanah adalah proses pengangkutan. Dimana ketika partikel
tanah terlempar ke udara maka partikel tersebut akan kembali jatuh ke bumi
akibat gravitasi bumi..Percikan air hujan yang tadi akan menimbulkan
pembentukan lapisan tanah yang keras pada lapisan tanah di bagian permukaan.
Dimana pada kondisi intensitas hujan yang tinggi dapat menimbulkan genangan
air di permukaan tanah yang kemudian akan menjadi aliran air di permukaan
tanah dan aliran inilah yang digunakan untuk mengangkut partikel-partikel yang
terlepas.
3. Tahap Pengendapan : Proses sedimentasi berlangsung ketika energi aliran di
permukaan mulai menurun dan tidak mampu lagi untuk mengangkut partikel
tanah yang terlepas. Proses sedimentasi tersebut terjadi di lereng yang
bergelombang seperti bagian lereng yang cekung dan dapat menampung endapan
partikel yang hanyut oleh aliran air. Ketika hujan turun lagi maka endapan
sementara tadi akan terangkut kembali menuju dataran yang lebih rendah. Proses
pengendapan terakhir ini terjadi di kaki bukit yang relatif datar, daerah sungai dan
waduk. Jika pengendapan terjadi di daerah sungai, maka partikel tanah dan unsur
hara yang terlarut dalam aliran permukaan akan mengalir dan akan menyebabkan
pendangkalan.
c. Bagaimana dampak erosi dilahan pertanian baik In Situ maupun Ex Situ Jelaskan
!
Dampak erosi di lahan pertanian sangat merugikan karena terangkutnya unsur
hara, bahan organik tanah, Organisme dalam tanah mati menyebabkan tanah tidak
subur seperti semula sehingga menurunkan hasil produktivitas. Dimana dampak erosi
dilahan pertanian dibagi menjadi 2 yaitu :
1. Dampak in situ merupakan dampak yang terjadi pada kejadian erosi.
Dampak ini dibagi menjadi dua yaitu dampak langsung dan tidak
langsung. Dampak langsung yang terdiri dari kehilangan lapisan tanah
yang baik akar tanaman, kehilangan unsur hara, kerusakan struktur tanah,
peningkatan penggunaaan energi untuk produksi, kemerosotan
produktivitas, dan dampak tidak langsung terdiri dari berkurangnya
alternatif penggunaan tanah, timbulnya dorongan untuk membuka lahan
baru, timbulnya keperluan akan perbaikan lahan dan bangunan yang rusak.
2. Dampak Ex Situ merupakan dampak yang terjadi diluar kejadian erosi.
Dampak ini dibagi menjadi dua yaitu dampak langsung dan tidak
langsung. Dampak langsung yang terdiri dari pelumpuran dan
pendangkalan (waduk, sungai, saluran air), tertimbunnya lahan pertanian (
jalan), menghilangnya mata air dan memburuknya kualitas air, kerusakan
ekosistem perairan, dan dampak tidak langsung terdiri dari kerugian oleh
memendeknya umur waduk, meningkatnya frekuensi terjadinya banjir

2. a. Bagaimana Hujan menyebabkan Erosi ? Jelaskan !

Curah hujan tinggi dalam suatu waktu mungkin tidak menyebabkan erosi jika
intensitasnya rendah. Demikian pula bila hujan dengan intensitas tinggi tetapi terjadi
dalam waktu singkat. Hujan akan menimbulkan erosi jika intensitasnya cukup tinggi
dan jatuhnya dalam waktu yang relatif lama, dimana semakin tinggi jumlah hujan dan
intensitas hujan maka erosi yang terjadi semakin besar karena energi untuk
menghancurkan tanah besar. Ukuran butir hujan juga sangat berperan dalam
menentukan erosi karena berpengaruh terhadapa energi kinetik, dimana energi kinetik
merupakan penyebab utama dalam menghancurkan agregat-agregat tanah. Ketika
ukuran butiran hujan semakin besar maka energi kinetik yang terjadi besar dan erosi
akan besar pula. Besarnya energi kinetik hujan tergantung pada jumlah hujan,
intensitas dan kecepatan jatuhnya hujan. Kecepatan jatuhnya butir-butir hujan itu
sendiri ditentukan ukuran butir-butir hujan dan angin.

b. Bagaimana keberadaan vegetasi dapat mempengaruhi Erosi ? Beri uraian agar


persoalan menjadi jelas !
pengaruh vegetasi terhadap erosi adalah :

1. Ketika ada vegetasi maka daun dapat menghalangi air hujan agar tidak jatuh
langsung di permukaan tanah sehingga kekuatan atau energi untuk
menghancurkan tanah dapat dikurangi. Dimana makin rapat vegetasi maka makin
efektif pula untuk mencegah terjadinya erosi.
2. Pada akar tanaman dapat memperbaiki ruang pori sehingga air masuk kedalam
tanah dan dapat mengurangi terjadinya limpasan permukaan.
3. Pada seresah daun yang jatuh dipermukaan tanah menyebabkan permukaannya
kasar sehingga dapat mengurangi energi untuk terjadinya penghancuran tanah,
kemudian seresah dirombak oleh mikroba dan mengalami penguraian lalu
menjadi bahan organik tanah yang dapat diserap oleh tanaman sehingga dapat
memperbaiki kualitas tanah dan infiltasi dalam tanah berjalan dengan optimal.

4. Kerapatan pohon akan mempengaruhi hambatan terhadap air hujan dalam luas
yang lebih besar, sehingga populasi tanaman yang jarang akan menimbulkan erosi
yang lebih besar. Populasi yang jarang ini terutama disebabkan oleh penebangan
yang liar, pembakaran dan pengusahaan tanah garapan lainnya.
5. perakaran tanaman dan bahan organik dalam tanah dapat meningkatkan porositas
tanah sehingga memungkinkan lebih banyak air meresap ke dalam tanah

c. Bagaimana panjang dan kemiringan lereng mempengaruhi Erosi ? Jelaskan


sesuai pemahaman anda !Bagaimana mengatasi panjang dan kemiringan lereng
agar erosi bisa menurun !
Kemiringan lereng mempengaruhi kecepatan dan volume limpasan
permukaan. Makin curam suatu lereng maka kecepatan aliran permukaan semakin
besar, dengan demikian maka semakin singkat pula kesempatan air untuk
melakukan infiltrasi sehingga volume aliran permukaan besar.

Panjang lereng mempengaruhi besarnya limpasan permukaan, semakin panjang


suatu lereng maka semakin besar limpasannya. Apabila volume besar maka besarnya
kemampuan untuk menimbulkan erosi juga semakin besar.

Cara mengatasi panjang dan kemiringan lereng agar erosi bisa menurun dapat
dilakukan dengan beberapa cara yaitu :

1. Membuat Terasering

Pembuatan teras seperti tangga pada lahan yang miring maka ketika turun hujan air
tidak langsung hanyut begitu saja sehingga peluang terjadinya pengikisan tanah dapat
di tekan seminimal mungkin.Dengan membuat sistem lahan yang berteras seperti ini
akan membuat tanah semakin stabil begitu juga sangat baik untuk tanaman yang
tumbuh di atas tanah tersebut

2. Membuat Countur Farming

“Countur farming” adalah sebuah sistem penanaman yang mengikuti garis kontur
suatu tanah sehingga akar-akar tanaman akan semakin solid dan sanggup menahan
tanah ketika terjadi hujan lebat.

6. Mengoptimalkan Drainase

Tujuan dari metode ini adalah mengalirkan air yang tidak tertahan oleh vegetasi ke
saluran buatan. Saluran ini kemudian mengarahkan air ke tempat yang lebih rendah
tanpa risiko merusak tanah atau erosi.

5. Penanaman pohon bertajuk tinggi

Dengan menanami pohon pada lahan maka erosi bisa ditekan karena pohon
memilki tajuk yang dapat mengurangi laju air hujan jatuh ke permukaan tanah dan air
hujan akan mengalir melalui cabang dan batang pohon sehingga tidak langsung ke
permukaan tanah dalam proses penghancuran agregat tanah.

3. a. Tanah secara teori mempengaruhi besar dan kecilnya erosi ? Karakter tanah
yang mana yang dapat mempengaruhi erosi ? Jelaskan ! Bagaimana anda dapat
menentukan besar dan kecilnya tanah untuk tererosi ? Beri uraian secara singkat
!

Karakter tanah yang mempengaruhi erosi adalah:


1. Tekstur
Tekstur adalah proporsi kelompok ukuran butir-butir tanah. Tanah
berbutir jasar, seperti: pasir, pasir berkerikil mempunyai permeabilitas dan
kapasitas infiltrasi tinggi. Tanah pasir halus juga mempunyai kapasitas
infiltrasi cukup tinggi, tetapi jika terjadi aliran permukaan, butir-butir halus
akan mudah terangkut. Tanah-tanah yang mengandung lempung dalam jumlah
tinggi dapat tersuspensi oleh butiran hujan yang menimpanya, dan pori-pori
tanah permukaan akan tersumbat oleh butir-butir halus lempung tersebut. Hal
ini menyebabkan terjadinya aliran permukaan dan erosi yang lebih intensif.
Tetapi, bila tanah tersebut padat dan tidak mudah terdispersi, infiltrasi masih
besar, sehingga aliran permukaan dan erosi tidak besar.
2. Struktur tanah
Struktur tanah adalah susunan butir-butir tanah. Tanah granuler yang tidak
padat atau longgar akan mengalirkan air lebih besar dari pada pasir yang
padat.
3. Bahan Organik
Bahan organik yang terdiri dari daun-daunan, ranting dan sebagainya yang
belum hancur dan menutup permukaan tanah, merupakan pelindung tanah
yang baik terhadap erosi, karena menghambat kerusakan susunan tanah oleh
hantaman air hujan.Bahan organik ini menghambat laju aliran air
permukaan.Bahan organik yang telah mengalami pelapukan, mempunyai
kemampuan menyerap dan menahan air yang tinggi.Pengaruh bahan organik
pada aliran permukaan, terutama, memperlambat kecepatan aliran permukaan
dan meningkatkan infiltrasi.
4. Kedalaman tanah
Terkait dengan kepekaan terhadap erosi, tanah-tanah yang dalam (tebal) dan
mudah meloloskan air merupakan tanah yang kurang peka terhadap
erosi.Sebaliknya, tanah yang mudah meloloskan air dan dangkal (tipis)
merupakan tanah yang peka terhadap erosi.Ketebalan tanah sampai mencapai
lapisan kedap air.Menentukan banyaknya air yang dapat diserap oleh tanah,
dengan demikian mempengaruhi besarnya aliran permukaan.
5. Sifat lapisan bawah
Sifat lapisan bawah yang mempengaruhi erosi tanag adalah permeabilistas
tanah yang berada dibagian bawah tersebut.Tanah yang lapisan bawahnya
berupa tanah granuler, biasanya kurang peka terhadap erosi dibandingkan
dengan tanah yang lapisan di bawahnya berperamilitas rendah.
6. Kesuburan tanah
Perbaikan kesuburan tanah memperbaiki pertumbuhan tanaman. Jika
pertumbuhan tanaman baik, maka tanaman akan memperbaiki penutup tanah
pula, dan lebih banyak sisa tanaman yang kembali lagi ke tanah setelah panen.
Umumnya, jumlah bahan organik dari sistem akar-akaran sebanding dengan
pertumbuhan bagian tanaman yang berada di atas permukaan tanah.

b. Secara teori penghijauan dapat menurunkan erosi. Jelaskan pendapat anda !


Dengan menanami kembali lahan gundul maka potensi erosi bisa ditekan
seminimal mungkin. Langkah reboisasi ini harus bersinergi dengan pelarangan
menebang pepohonan sembarangan utamanya di daerah yang rawan erosi . Hal ini
tentu akan lebih terasa di daerah yang miring. Akar- akar pohon yang mencegkeram
tanah dengan kuat bisa melindungi tanah dari pengikisan dan untuk menyangga
partikel tanah sehingga akan mengurangi erosi pada permukaan tanah terutama yang
disebabkan karena aliran air hujan.

c. Secara teori keberadaan teras di lahan pertanian bisa menurunkan erosi. Jelaskan
pendapat anda !

Penerapan pola teras di lahan pertanian dapat menurunkan terjadinya erosi


karena pembuatan terasering bermanfaat untuk meningkatkan peresapan air ke dalam
tanah, memperbanyak resapan air hujan ke dalam tanah, mengurangi run off atau
kecepatan aliran air di permukaan tanah, dan mengurangi jumlah aliran permukaan
sehingga memperkecil resiko pengikisan oleh air, ketika pengikisan oleh air terjadi
dengan rendah maka akan mengurangi terjadinya erosi pada lahan tersebut.

Teras berfungsi mengurangi panjang lereng dan menahan air, sehingga


mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, dan memungkinkan penyerapan
air oleh tanah. Dengan demikian erosi berkurang. Manfaat teras adalah mengurangi
kecepatan aliran permukaan sehingga daya kikis terhadap tanah dan erosi diperkecil,
memperbesar peresapan air ke dalam tanah dan menampung dan mengendalikan
kecepatan dan arah aliran permukaan menuju ke tempat yang lebih rendah secara
aman.

4. a. Ada hubungan antara infiltrasi dengan besarnya limpasan permukaan dan


erosi. Buat gambar hubungan antara infiltrasi, limpasan permukaan dan erosi dalam
satu salib sumbu. Beri penjelasan gambar anda !

Pada saat hujan turun, tetesan pertama air hujan ditangkap oleh daun dan tajuk
vegetasi. Ini biasanya disebut sebagai simpanan intersepsi. Kalau hujan berlangsung
terus, air hujan yang mencapai permukaan tanah akan meresap ke dalam tanah
(infiltrasi) sampai mencapai suatu taraf dimana intensitas hujan melebihi kapasitas
infiltrasi tanah. Setelah itu, celah-celah dan cekungan di permukaan tanah, parit-parit,
dan cekungan lainnya (simpanan permukaan) semua dipenuhi air, dan setelah itu
barulah terjadi runoff.

Kapasitas infiltrasi tanah tergantung pada tekstur dan struktur tanah, dan
dipengaruhi pula oleh kondisi lengas tanah sebelum hujan. Kapasitas awal (tanah
yang kering) biasanya tinggi, tetapi kalau hujan turun terus, kapasitas ini menurun
hingga mencapai nilai keseimbangan yang disebut sebagai laju infiltrasi akhir.

Proses runoff akan berlangsung terus selama intensitas hujan lebih besar dari
kapasitas infiltrasi aktual, tetapi runoff segera berhenti pada saat intensitas hujan
menurun hingga kurang dari laju infiltrasi aktual.

b. Infiltrasi itu secara teori dipengaruhi oleh apa ? dan secara tori limpasan
permukaan itu juga dipengaruhi oleh apa ? Jelaskan upaya memperbaiki kemampuan
tanah terhadap infiltrasi maupun limpasan permukaan ? Jelaskan pendapat anda
Faktor yang mempengaruhi infiltrasi yaitu: lapisan tanah, tipe tanah, kadar air
tanah, penutupan tanah / pemulsaan, mikroorganisme, pengolahan tanah, penggunaan
lahan, tutupan lahan, kadar lengas tanah.

Faktor yang mempengaruhi limpasan permukaan adalah Tipe Tanah, Vegetasi,


Kemiringan, intensitas hujan, lama hujan dan distribusi hujan.

Upaya untuk memperbaiki kemampuan tanah terhadap infiltrasi dan limpasan


permukaan adalah penanaman vegetasi karena vegetasi dan lapisan serasah
melindungi permukaan tanah dari pukulan langsung tetesan air hujan yang dapat
menghancurkan agregat tanah, sehingga terjadi pemadatan tanah. Hancuran partikel
tanah dapat menyebabkan penyumbatan pori tanah makro sehingga menghambat
infiltrasi air tanah, akibatnya limpasan permukaan akan meningkat. Peran lapisan
serasah dalam melindungi permukaan tanah sangat dipengaruhi oleh ketahanannya
terhadap pelapukan. Serasah berkualitas tinggi (mengandung hara, terutama N tinggi)
akan mudah melapuk sehingga fungsi penutup permukaan tanah tidak bertahan lama.

5. Apa yang dimaksud dengan a. Erosi dapat diperbolehkan ?; b. Green water ? ;


c. Erodibilitas tanah ? ; e. Erosivitas hujan ? ; f. Konservasi Tanah dan Air ? ; g.
Degradasi tanah ? h. Lahan kritis ?. I. Lahan kering ?. j. Klas kemampuan lahan ?
a. Erosi dapat diperbolehkan adalah laju erosi yang dinyatakan dalam mm/tahun
atau ton/ha/tahun yang masih dapat dibiarkan atau ditoleransikan agar
terpelihara suatu kedalaman tanah yang cukup bagi pertumbuhan tanaman
untuk tercapainya produktivitas yang tinggi secara lestari.
b. Green water adalah sebagai bagian dari air hujan yang terinfiltrasi sampai
zone perakaran yang digunakan untuk produksi biomasa, atau setara dengan
evapotranspirasi dan dievaporasikan oleh lahan kering tanpa irigasi, ladang
pengembalaan dan lahan hutan

c. Erodibilitas tanah adalah kemampuan tanah mudah atau tidaknya untuk


dihancurkan oleh butiran-butiran hujan atau aliran permukaan.
d. Erosivitas hujan adalah kemampuan hujan menimbulkan erosi.
e. Konservasi Tanah dan Air adalah konservasi tanah adalah penempatan setiap
bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah
tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat-syarat yang diperlukan
agar tidak terjadi kerusakan tanah.onservasi air adalah upaya penyimpanan air
secara maksimal pada musim penghujan dan pemanfaatannya secara efisien
pada musim kemarau. Konservasi tanah dan konservasi air selalu berjalan
beriringan dimana saat melakukan tindakan konservasi tanah juga dilakukan
tindakan konservasi air.
f. Degradasi tanah adalah adalah suatu proses yang menjelaskan fenomena
penurunan kapasitas tanah yang berarti berarti penurunan kualitas tanah,
dalam arti menghilangnya satu atau lebih fungsi tanah pada saat sekarang atau
saat yang akan datang, dalam mendukungkehidupan manusia yang
dipengaruhi aktifitas manusia
g. Lahan kritis adalah Lahan kritis merupakan suatu lahan yang kondisi tanahnya
telah mengalami atau dalam proses kerusakan fisik, kimia atau biologi yang
akhirnya membahayakan fungsi hidrologi, orologi, produksi pertanian,
pemukiman dan kehidupan social ekonomi di sekitar daerah pengaruhnya
h. Lahan kering adalah lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian
denganmenggunakan air secara terbatas dan biasanya hanya mengharapkan
dari curah hujan
i. Kelas kemampuan lahan adalah pengelompokan potensi lahan untuk
penggunaan berbagai sistem pertanian secara umum tanpa menjelaskan
peruntukan untuk jenis tanaman tertentu maupun tindakan-tindakan
pengelolaannya