Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR

LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebelelum mengetahui batuan lebih dalam kita harus tahu dulu apa itu geologi,
geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi, proses pembentukannya,
komposisinya, struktur dan sifat-sifat fisiknya itu sendiri. Dalam geologi akan terbagi
lagi dalam beberapa ilmu salah satunya kristalografi dan mineralogi. Mineralogi
sendiri akan membahas tentang mineral yang dengan sedikit kekecualian, dimana
proses dalam keadaan padat.
Di kalangan orang biasa, mineral mempunyai arti yang berlainan.Sering di
artikan sebagai bahan yang bukan organik atau zat-zat anorganik dalam obat misalkan
untuk bedakan vitamin dan mineral.
Seperti yang kita ketahui Mineral sangat penting di sekitar kita, kita harus lebih
dulu mengetahui sebelum lebih lanjut atas penerapan terhadap disiplin ilmu yang
berhubungan. Sebetulnya mineral merupakan satu partikel-partikel yang terkecil yang
diskrit menyusun batuan.sedangkan batuan dan monomineral menyusun kerak bumi
sampai pada inti bumi.
Mineralogi berarti berasal dari unsur kimia dan terbentuk secara anorganik
baik itu kimiawi, membahas mineral dimana merupakan benda padat homogen yang
ada di alam dengan komposisi kimia tertentu,mempunyai atom, ion, molekul yang
teratur dan terbentuk secara alamiah alam.
Pengetahuan tentang mineral merupakan syarat mutlak untuk dapat
mempelajari bagian yang padat mengenai bumi ini yang berarti dari batuan. Bagian
luar yang padat dari bumi ini disebut litosfer yang berarti suatu selaput yang terdiri
dari batuan. Tidak kurang dari 2000 jenis mineral yang kita ketahui sekarang.
Beberapa dari benda yang lain merupakan benda padat yang sederhana. Contohnya
adalah mineral intan yang hanya terdiri dari suatu jenis unsure saja yaitu karbon. Setiap
mineral mempunyai susunan suatu unsure-unsur yang tetap dengan perbandingan
tertntu. Studi yang mempelajari segala yang mempelajari tentang mineral disebut
mineralogy. Mineral merupakan suatu benda alam yang sangat berharga ekonomis
yang tinggi jika mineral tersebut mengandung unsur unsur tertentu seperti emas.

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

1.2 Maksud dan Tujuan Praktikum

1.2.1 Maksud
1. Mempelajari berbagai macam mineral yang ada dibumi
2. Mendeskripskan berbagai macam mineral atau mengidentifikasi berbagai
macam mineral yang ada di bumi, dari yang ada disekitar kita hingga yang jauh
didasar bumi. Dalam mengennal mineral kita dapat mengetahui sifat – sifat
fisik mineral.
3. Menentukan berbagai macam sifat fisik mineral.
1.2.2 Tujuan
1. Dapat menjelaskan definisi mineral
2. Dapat membedakan kelompok – kelompok mineral
3. Dapat mendeskripsikan sifat fisik mineral

1.3 Alat dan bahan

1.3.1 Alat
1. Alat tulis menulis
2. Alat penguji kekerasan (kikir baja, kawat tembaga, pecahan porselen, dan kuku
manusia)
3. Porselen
4. Lup 10x pembesaran
5. Lap kasar
6. Lap halus
1.3.2 Bahan
1. Sampel mineral
2. Problem set

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Mineral


Mineral di definisikan sebagai bahan padat anorganik yang terdapat secara
alamiah, terdiri dari unsur – unsur kimiawi dalam perbandingan tertentu, dimana atom
– atom didalamnya tersusun mengikuti suatu pola yang sistematis. Beberapa jenis
mineral memiliki sifat dan bentuk tertentu dalam keadaan padatnya, sebagai
perwujudan dari susunan yang teratur didalamnya. Kristal secara umum dapat
didefinisikan sebagai bahan padat yang homogen yang memiliki pola internal susunan
tiga dimensi yang teratur. Studi khusus yang mempelajari sifat – sifat, bentuk susunan
dan cara – cara terjadinya bahan padat tersebut dinamakan kristalografi. Pengetahuan
tentang mineral merupakan syarat mutlak untuk dapat mempelajari bagian yang pdat
dari bumi ini, yang terdiri dari batuan. Bagian luar yang padat dari bumi ini disebut
litosfer, yang berate selaput yang terdiri dari batuan, dengan mengambil lithos dari
bahasa latin yang berarti batu, dan sphere yang berarti selaput. Terdapat dua cara untuk
mengenal suatu mineral, yang pertama dengan melakukan analisis secara kimiawi, dan
yang ke dua yang paling umum dilakukan adalah dengan cara mengenali sifat – sifatn
fisiknya. Sifat – sifat fisik mineral antara lain bentuk kristalnya, berat jenis, bidng
boleh, warna, goresan, kilap, dan kekerasan.
2.1.1 Pengertian Mineral Menurut para Ahli
1. L.G Burry dan D.mason,1972
Mineral adalah suatu benda padat yang homogen yang terdapat dialam
terbentuk secara anorganik mempunyai suatu komposisi kimia pada batasan-batasan
tertentu suatu atom-atom yang tersusun didalamnya.
2. D.G.A Whitton dan J.R.V.Robbinson,1977
Mineral adalah bahan padat yang secara strukturan homoge yang yang
mempunyai sifat-sifat tetap dan dibentuk dengan proses anorganik.
3. A.R.W Potter, 1977
Mineral adalah suatu zat atau bahan anoganik yang homogeny mempunyai
atom penyususnya sifat-sifat tetap dibentuk dialam dan juga bukan hasil dari suatu
kehidupan.

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

2.1.2 Batasan-batasan definisi mineral :


1. Suatu bahan alam:
Harus terjadi secara alamiah. Maka bahan atau zat yang dibuat oleh tenaga
manusia atau dilaboratorium tidak dapat disebut sebagai mineral. Walaupun kadanh-
kadang pembuatan suatu zat atau bahan dilaboratorium akan mempunyai suatu bentuk
kristal yang sangat sesuai bahkan sangatsulit dibedakan kristal dialam, tetapi
pembuatan zat tersebut tidak dapat disebut sebagai mineral.
Contoh: NaCl dibuat dialam disebut sebagai mineral Halite, di buat dilaboratorium
disebut Natrium Chlorida.
2. Mempunyai sifat fisik yang tetap:
A. Mineral mempunyai sifat fisik yaitu warna, kekerasan, kilap, perawakan kristal,
gores, belahan, pecahan, berat jenis, dan lain-lain.
B. Mineral mempunyai sifat kimiawi yang tetap diantaranya reaksi terhadap api,
oksidasi, reduksi, pelentingan, pengarangan, dan lain-lain.
3. Berupa unsur tunggal atau persenyawaan yang tetap:
A. Mineral merupakan unsur tunggal, misalnya Diamond (C), Graphyte (c), Native
Silver (Ag) dan lain-lain.
B. Mineral berupa senyawa kimia sederhana, misalnya Barite (BaSO4), Zirkon
(ZrSiO4), Cassiterite (SnO2), Magnetite (Fe3O4).
C. Mineral dapat berupa senyawa kimia yang kompleks, misalnya Epistolite (NaCa)
(CbTiMgFeMn) SiO4 (OH).
4. Pada umumnya anorganik
Batasan ini mengandung pengertian arti yang lebih luas:
Mineral pada umumnya bukan sebagai hasil suatu kehidupan tetapi ada beberapa
mineral yang merupakan hasil kehidupan atau disebut jugamineral organik. Contoh:
Amber, Coal, Aspahlt, Mallite.
5. Homogen
Mengandung batasan bahwa suatu mineral tidak dapat diuraikan menjadi
senyawa lain yang lebih sederhana oleh proses fisika.
6. Dapat berupa padat, cair, dan gas
A. Berupa zat padat: Quartz (SiO2), Barite (BaSO4)
B. Berupa zat cair: Air raksa (HgS), air (H2O)

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

2.2 Sifat Kimia Mineral

Klasifikasi berdasarkan sifat kimia mineral pertama dikemukakan oleh


BERZELIUS sebagai berikut :
A. Native Elements
Emas (Au), perak (Ag), tembaga (Cu), intan (C), dan lain-lain.
B. Sulphides
Galena (PbS), Chalcopyrite (CuFeS2), Pyrite (FeS2)
C. Oxides dan Hidroxides
Corondum (Al2O3), Hematite (Fe2O3),Gouthite (HfeO2)
D. Halides
Halite (NaCl), Fluorite ( CaF2 ), sylvite ( KCL)
E. Carbonates, Nitrates, Borates
Calcites (CaCO3), dolomite ( CaMg(CO3)2), soda-niter
F. Sulphates, Chromates, Molybdates, Tungstates
Barite ( BaSO4 ), gypsum (CaSO42H2O ), crocoites (PbCrO4)
G. Phospates, Arsenates, Vanadates
Xenotime (YPO4),apatite group
H. Silicates
Kuarsa (SiO2), feldspars,olivine,garnet dan lain-lain
Untuk mengenali dan mengidentifikasi mineral-mineral dalam latihan dan
praktikum, digunakan klasifikasi berdasarkan sifat fisik mineral.Setiap mineral
mempunyai karakteristik masing-masing yang berbeda.

2.3 Sifat Fisik Mineral

Terdapat dua cara untuk dapat mengenal suatu mineral, yaitu pertama
adalah dengan cara mengenal sifat fisiknya. Yang termasuk sifat fisik mineral adalah
(1) bentuk kristalnya, (2) berat jenis, (3) bidang belah, (4) warna, (5) kekerasan, (6)
goresan, dan (7) kilap. Adapun cara yang kedua adalah melalui analisa kimiawi atau
analisa difraksi sinar X, cara ini pada umumnya sangat mahal dan memakan waktu
yang lama.
2.3.1 Bentuk Kristal ( Crystal Form )
Suatu bentuk mineral dapat berupa Kristal tunggal atau rangkaian Kristal.ada

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

Struktur Kristal berkembang pada saat penghabrulan dari larutannya.Bentuk ini


mempunyai pola teratur pada sisi-sisinya dengan sudut aturannya yang dapat
digolongkan kedalaman system Kristal utama yang merupakan ciri setiap mineral.
Bentuk-bentuk Kristal yang sempurna jarang ditemukan dan sulit untuk dapat
melakukan pemerian. Contoh : Kuarsa … Hexagonal = prisma enam bidang. Bentuk
Kristal yan ada dibumu sangat banyak yang saling beragam. Dari bentuk yang paling
sederhana sampai kebentuk yang sangat rumit. Bentuk-bentuk Kristal yang dapat
dikelompokkan menjadi beberapa kelompok dasar . pembagiannya dari system-sistem
tersebut.
1. Sistem ortorombik
Sumbu kristalografi dari artorombik memiliki 3 sumbu.
2. Sistem tirklin
Sumbu Kristal tidak membuat sudut yang saling tegak lurus.
3. Sistem monoklin
Sumbu-sumbu kristalogi yaitu sudut yang dapat membentuk sudut.
2.3.2 Warna (Color)
Warna adalah yang ditampilkan dan dapat terlihat di permukaan mineral oleh
mata telanjang. Warna biasanya lebih bersifat umum dari pada petunjuk yang spesifik.
Contoh : Ortoklas (Merah muda). Banyak mineral mempunyai warna yang khusus,
misalnya mineral azurit berwarna biru dan mineral epidot berwarna kuning hijau. Ada
pula mineral-mineral yang mengandung subtansi-subtansi lain yang dapat merubah
warna aslinya. Misalnya mineral kuarsa (SiO2) murni berwarna putih akan tetapi
kuarsa yang mengandung zat-zat asing dapat berwarna abu-abu, ungu dan sebagainya.
Bila suatu permukaan mineral dikenai cahaya, maka cahaya tersebut sebagian
akan diserap dan di pantulkan. Gelombang cahayayang direfleksikan oleh mineral
kemudian diterima oleh mata adalah warna yang dimiliki oleh mineral. Warna
merupakan sifat fisik mineral yang dapat dengan langsung teramati, namun warna
tidak sepenuhnya mencerminkan warna asli dari mineral. Karena warna mineral tidak
hanya berasal dari mineral itu sendiri namun juga dapat berasal dari warna zat lain
yang mengotori mineral. Warna asli mineral disebut dengan warna/idiochromatic
sedangkan warna yang di hasilkan oleh adanya pengotor disebut warna
allochromaatic. Warna idiochromatic di hasilkan oleh warna penyusun mineral,

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

contoh warna idiochromatic pada mineral adalah sebagai berikut : sulfur memiliki
warna kuning, magnetic berwarna hitam, homblende berwarna coklat kehitaman,
corundum berwarna merah muda, emas berwarna kuning. Sedangkan warna
allochromatic ini disebabkan adanya zat lain yang mengotori mineral dan
mengakibatkan warnanya berbeda dengan mineral pada kondisi murni. Warna
allochromatic ini dapat berubah-ubah meskipun pada mineral yang sama, contohnya
pada kuarsa. Kuarsa warnanya tidak selalu putih transparan, kuarsa dapat berwarna
merah muda, ungu, ataupun coklat kehitaman. Jasper merupakan SiO2 yang berwarna
hijau, merah, ataupun warna lain karena tercampur dengan hematite ataupun
limonit.warna mineral bisah berubah terkantung pada warna Kristal intinya.
Warna tidak selamanya menjadi indicator atau karakteristik khas dari suatu mineral.
Karena warna tidak selamanya menunjukkan warna asli mineral. Warna mineral di
alam di pengaruhi oleh komposisi kimia penyusun mineral dan pengotor pula
mineral.Warna mineral dapat kita lihat ketika Kristal di kenahi sebuah cahaya sehingga
warna Kristal yang terdapat pada Kristal tersebut menjadi sangat Nampak di lihat
dengan sangat jelas.warna Kristal sangat penting dalam mineral karena Kristal atau
mineral dapat di bedakan kelasnya hanya dengan bias membedakan mineral
tersebut.contohnya ialah seperti Kristal apatit yang pada umumnya Kristal ini hampir
semua berwarna putih polos. Warna ini penting untuk membedakan antara warna yag
disebabkan oleh campuran atau pengotoran dan warna asli elemen-elemen utama pada
mineral tersebut. Bayak mineral yang dinamakan berdasarkan warna. Misalnya warna
asli dari elemen-elemen utama pada mineral (idiochromatis), yaitu warna yang tetap
dan khas. Contoh mineral tersebut adalah azurite biru, malachite hijau, erythrite
merah-ungu, dan lain sebagainya. Minaral memiliki warna yang tidak tetap atau
berubah-ubah dikarenakan adanya pengotoran (allochromatis). Warna akibat adanya
campuran atau pengotor dengan unsur-unsur lain, sehingga memberikan warna yang
berubah-ubah tergantung dari pengotornya, disebut dengan nama allochromatic.
Misalnya mineral yang berwarna gelap adalah mineral yang secara merata dapat
menyerap seluruh panjang gelombanng pembentuk cahaya putih.
Sebab-sebab yang menimbulkan warna di dalam mineral bergantung berbagai
hal antara lain kompisisi kimia ,struktur Kristal dan ikatan atom,dan pengotoran dari
pada mineral.

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

Gambar 2.1 Allochromatic (Amethyst)

Gambar 2.2 Idiochromatic ( sulfur)

Sulfur merupakan mineral yang banyak terdapat di sebuah sumber mata air panas atau
di sebuah mulut gunung merapi.

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

2.3.3 Kilap
Kilap adalah sifat fisik mineral yang berupa pantulan cahaya yang dimiliki
mineral. Intensitas cahaya yang dimiliki mineral sangat berhubungan dengan nilai
indeks bias yang dimiliki mineral. Nilai indeks bias suatu mineral tidak dapat diketahui
dengan pengamatan mata telanjang, namun harus menggunakan alat bantu. Oleh
karena itu dalam pengamatan kilap dengan menggunakan mata telanjang hanya dengan
menggunakan parameter kemiripan kilap mineral dengan kilap yang dimiliki benda
lain, secara umum kilap dibagi menjadi kilap logam dan non logam. Kilap logam
adalah kilap mineral yang kilapnya mirip dengan kilap yang dimiliki oleh logam dan
umumnya kilap ini dijumpai pada mineral – mineral yang mengandung unsur logam
yang dominan. Contohnya adalah galena (PbS) pirit (FeS2), magnetit (Fe3O4),
kalkopirit (Cu FeS2). Derajat kecerahan yaitu cahaya yang dipantulkan oleh
permukssn mieral. Kilap tergantung dengan kualitas fisik permukaan . kilap secara
umum dapat dubedakan menjadi dua yaitu kilap logam dan non-logam. Mineral non
logam adalah kelompok komoditas mineral yang tidak termasuk mineral logam,atau
bias di sebut juga mineral non logam adalah mineral yang mudah di hancurkan
batubara maupun mineral energi lainnya ( tidak dapat menghantarkan listrik ).

Gambar 2.3 kilap logam pada kalkopirit

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

Kilap non-logam umumnya terdapat mineral-mineral yang mempunyai warna dan


dapat meloloskan cahaya pada bagian yang tipis dari ineral tersebut. Kilap non-logam
dapat dibedakan menjadi :
Tabel 2.1 Kilap non logam
KILAP KETERANGAN
(LUSTER)
Intan Sangat cemerlang, seperti pada intan
(Adamantine) permata.

Kaca Kilap seperti pada belahan kaca.


( Vitreous)

Damar Kilap seperti lemak, misalnya pada


(Resineous) sphalerit.

Mutiara Kilap seperti mutiara,biasanya terlihat


(Pearly) pada belahan

Sutera Kilap seperti sutera, biasanya terlihat


(Silky) pada mineral meyerat, contoh asbes.

Tanah Disebut juga kilap buram (Dull),


(Earthy) terlihat pada mineral yang kompak.

Kilap Logam (Metallic Luster), Mineral-mineral yang dapat menyerap


pancaran secara kuat, disebabkan oleh sifat opaque atau hampir opaque walaupun
mineral-mineral ini terbentuk sebagai fragmen-fragmen yang tipis. Mineral-mineral
ini mempunyai indeks bias sebesar 3 ke atas. Mineral tersebut memiliki kilapan seperti
logam. Contoh: Galena, Pirit, Magnetite, Kalkopirit, Granite, Hematite.
Kilap logam dibagi menjadi beberapa kelompok antara lain:
1. Kilap utra, contohnya asbes, gibsun, dan serpentin
2. Kilap intan, contohnya intan
3. Kilap kaca, contonya kuarsa, kalsit, dan plagioklas
4. Kilap damar, contohnya sphalerit (ZnS), monasit (Ce, La, Y, Th) PO4

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

5. Kilap mutiara, contohnya pada dolomite, dan bukit


6. Kilap lemak, contohnya pada talk, dan alit

Gambar 2.4 kilap pada serpent

2.3.4 Cerat
Cerat adalah warna mineral pada kondisi bubuk, carna cerat bersifat tetap dari
pada warna mineral. Karena meskipun terdapat pengotor pada mineral yang
menyebabkan perubahan bawna daripada mineral, jumlah pengotor itu sangatlah
sedikit sehingga tidak mampu merubah warna dari cerat suatu mineral. Warna cerat
tidak selamanya sama dengan warna mineral, misalnya pada hematite, warna
mineralnya merah coklat atau abu – abu, namun warna ceratnya selalu merah coklat.
Augit berwarna hitam namun ceratnya berwarna abu – abu hijau. Biotic berwarna
coklat amin, ceratnya tidak berwarna. Ortoklas berwarna putih, abu – abu atau merah
jambu.
2.3.5 Pecahan
Pecahan merupakan kemampuan suatu mineral untuk membelah tidak melalui
bidak belahannya pecahan tidak mengekspresikan susunan atau didalam Kristal satu
mineral. Sifat mineral untuk pecah sepanjang satu atau lebih arah-arah tertentu dan

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

bentuk rata, umumnya sejajar dengan salah satu sisi Kristal. Belahan dibagi
berdasarkan bagus tidaknya permukaan bidang cleavage.
2.3.6 Belahan
Belahan adalah kemampuan suatu mineral untuk membelah pada bidang
belahannya, ini di cirikan dengan bidang belahan yang rata dan licin serta beraturan
dalam pengamatan belahan akan Nampak jelas pada pengamatan dibawa mikroskop.
Karna bidang belah mineral hanya Nampak sebagai garis – garis yang beraturan pada
mineral. Bidang belah mineral ini mencerminkan stuktur atom yang ada didalam
susunan Kristal mineral. Suatu permukaan yang terbentuk akibat pecahan suatu
mineral dan umumnya tidak teratur,disebabkan suatu mineral mendapat tekanan yang
melebihi batas-batas elastis dan plastisnya. Bentuk pecahan secara umum dibagi
menjadi lima
2.3.7 Kekerasan
Kekerasan mineral adalah daya tahan mineral terhadap goresan (scratcking).
Penentuan kekerasan relative mineral ialah dengan cara menggoreskan permukaan
mineral yang rata pada mineral standar dari skala Mohs yang sudah diketahui
kekerasannya. Kekerasan mineral juga bisa di coba dengan alat peraga seperti kuku
manusia, kawat tembaga,picehan kaca,pisau baja atau paku baja,dan kikir baja masing
masing alat peraga tersebut memiliki kekerasan skala mohs yang berbeda beda
misalnya kikir bajah dengan kekerasan 6,5-7.
Tabel 2.2 Skala kekerasan relative dari Mohs :
Mineral Kekerasan

Intan C 10

Korondum AL2O3 9

Topaz AL2SiO4 (FOH)2 8

Kuarsa SiO2 7

Fieldspar K (ALSi3O8) 6

Apatit Ca5 (PO4)3F 5

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

Florit CaCO3 4

Kalsit CaCO3 3

Gypsum CaSO22H2O 2

Talk Mg3Si4O10(OH)2 1

Jenis mineral alam yang menyusun kerak bumi ini sudah sangat banyak sekali bahkan
2000 jumlahnya. Bila dilihat dari susunan kimianya dapat dibagi menjadi :
1. Sulfide
2. Eleme-elemen native
3. Halide
4. Oksigen dan hidroksida
5. Karbonat
6. Nitrat
7. Tungstem dan vanada
8. Sulfat
9. Borak
10. Silikat
2.3.8 Berat
Berat relatif dari suatu batuan mineral yang diukur terhadap berat dari air
disebut sebagai berat jenis batuan mineral (specific grafity). Cara melakukan
pengukuran berat jenis adalah sebagai berikut:
1.Timbanglah berat batuan mineral dalam keadaan kering di udara (W)
2.Timbanglah mineral tersebut dalam air, sambil ditenggelamkan dalam air (W1).
Tampak mineral kehilangan beratnya karena digunakan untuk gaya mengapung. Berat
air yang dipindahkan itu adalah sama dengan selisih antara berat mineral di udara dan
berat mineral dalam air (W-W1)
3. Berat jenis dari batuan mineral tersebut diperoleh dengan membagi berat mineral
dalam keadaan kering (W) dengan berat air yang di pindahkan (W-W1),dengan rumus:

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058
PRAKTIKUM GEOLOGI DASAR
LABORATORIUM BATUAN
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

PENGENALAN MINERAL

Keterangan:
W = Berat mineral kering di udara
W1 = Berat mineral di dalam air
Setiap jenis mineral mempunyai berat jenis batuan mineral tertentu. Berat jenis
(specific gravity) ditentukan oleh kepadatan struktur atomnya. Mineral-mineral
pembentuk batuan biasanya mempunyai berat jenis 2,7 dan mineral-mineral logam
mempunyai berat jenis 5.

ABDULLAH KILIAN ACHMAD SHAMAAD L


09320140213 09320150058