Anda di halaman 1dari 2
JURNAL ILMU TERNAK, JUNI 2010, VOL. 10 NO. 1,1-6 Pengaruh Penggunaan Asam Sulfat (H,SO,) dan Asam Formiat (HCOOH) pada Proses Pikel terhadap Kualitas Kulit Jadi (Leather) Domba Garut (The Effect of Sulfuric Acid (H:SO,) and Formic Acid (HCOOH) in Pickle Process on Garut Sheep Leather Quality) Jajang Gumilar, Wendri S. Putranto, Eka Wulandari ‘akultas Peternakan Universitas Padjadjran “Abstrak: Penelitia ini bertyjuan untuk mengetahul pengaruh penggunsan berbagai tingkat asam sulfat (FS0,) dan asam formiat (HCOOH) pada proses pikel terhadap kualitas kulit jadi (leather) Doma Garat. Kualtas Kult jadi didasarkan pada kadar keasaman (pH), kadar rom (C04), dan Kedar air (HO) Penelitian int dilakukan secars eksperimen ‘menggunakan pola fakorial dengan rancongan dasar rancangen scak Iengkap, ‘menggunakan 48 lombar Kulit Doma Garut jantan ukuran 90. Kult kulittersebet dibaai Kedlam 16 kelompok. Tiap-tiop Kelompok diberikan perlakuan penggunaan seam sulfat ‘dan asam formiat: Masing- mating Kelompok divlang sebanyale 3 kali ulangan. Hasil [penelitian int menunjukkan bahwa pengsunaan berbsga tingkat asam sulfat (H,So,) dan ‘sam formiat (HCOOH) pada proses pikel terhadap kualitas kulit jadi leather) Doma CGorut, berpongrus nyata terbadap kadar keasaman (pH), dan kadar krom kulit jadi, sera ‘dak berpengarah nyata ternadap kadar air (HO), Penggunaan kombinasi ssam sulfat dan ‘sam formiat yang paling optimal adalan asa sult 0.9% dan asam formiat 04 Kata kunci: Kulit, proses pikel, asam Abstract ‘The alms of this research were to found out the effet of sulfuric acid (H,SO,) an formic acid (HCOOH) in pickle process on Garut sheep leather quality. The quality of leather ‘based on pH value, chrome (Cr.0,) concentration, and water (H.O) conceatration. This research was conducted experimentally in factorial based on complotely randomized ‘design, wed 48 pieces of male Gartt sheep skin with 90 size. Each skin divided in. 16 ‘roups. Each group was gave sulfuric acid and formic acid combinations. Each group was replicated thee times. The result indicated that there were significant effects on pH value ‘and chrome concentration, whilst not significant on water concentration. The optimum combination between sulfuric acid and formic acid were 0,9% sulfuric acid and 0.4% formic acid Keywords: leather, pickle processing, acid. Pendabuluan roduksi kulit domba di Jawa Barat memiliki potensi pengembangan yang cukup — besar dibandingkan dengan produksi kulit temnak lain, ‘hal ini dapat dilihat dari jumlah domba di Jawa Barat. Berdasarkan dats) statistik Jawa Barat Dalam Angka Tahun 2008, populasi temak dombit di Java Barat paling besar dibanding ternak Jainnya dengan rincian sebagai berikut: domba 12 ribu, Eambing 1431 ribu, sapi potong 296 Dombi merupakaa ternak yang paling banyak dipotong di Jawa Barat yaitu sebanyak 1.538 ribu cekor. Scmakin banyak teak —dipotong. menyebabkan ketersediaan kulit juga semakin banyak, hal ini teyjadi Karena sifat kulit bukan sebagai produk utama (main products) tetapi hanya sebagai hasil ikutan (by products) dari ternak yang dipotong. Tujuan ulama pemotongan