Anda di halaman 1dari 13

Judul : Cahaya

I. KAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian Cahaya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cahaya didefinisikan sebagai

sinar atau terang dari sesuatu yang bersinar seperti matahari, bulan dan lampu yang

memungkinkan mata menangkap bayangan benda-benda di sekitarnya.

Menurut Wikipedia, cahaya didefinisikan sebagai suatu energi yang berupa gelombang

elektromagnetik kasat mata dengan panjang gelombang antara 380-750 nm ( 1 nm =

1 × 10-9 m). Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan

panjang gelombang kasat mata maupun tidak. Selain itu, cahaya adalah paket partikel

yang disebut foton.

Dari dua definisi tersebut, maka dapat kita simpulkan pengertian tentang cahaya, yaitu

sebagai berikut.

Cahaya adalah suatu gelombang elektromagnetik atau partikel foton yang

dipancarkan oleh benda-benda yang mampu bersinar (Ex. matahari dan lampu

listrik) sehingga memungkinkan mata kita menangkap bayangan benda-benda yang

berada di sekitar benda bersinar tersebut.


Dari pengertian tentang cahaya tersebut, kita ketahui bahwa cahaya dapat bertindak

sebagai gelombang elektromagnetik dan juga sebagai partikel foton. Oleh karena itu

bermunculan teori-teori tentang cahaya. Ada yang beranggapan cahaya sebagai

gelombang dan ada juga yang beranggapan cahaya sebagai partikel. Perbedaan 2

pandangan tetang cahaya tersebut kemudian dikenal sebagai “dualisme gelombang-

partikel”.

B. Jenis-Jenis Berkas Cahaya

Cahaya bergerak menurut suatu garis lurus yang disebut dengan berkas cahaya,

selanjutnya disebut dengan sinar. Dalam fisika, ada tiga macam berkas cahaya yaitu

berkas mengumpul (konvergen), berkas menyebar (divergen) dan berkas sejajar

(pararel). Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

■ Berkas mengumpul atau konvergen adalah jalannya sinar-sinar yang menuju pada

satu titik yang sama. Peristiwa berkas mengumpul ini dapat terjadi pada pemantulan

cahaya pada cermin cekung serta pembiasan cahaya pada lensa cembung.

■ Berkas menyebar atau divergen adalah jalannya sinar-sinar dari satu titik yang sama

kemudian menyebar ke berbagai arah secara teratur. Peritiwa berkas menyebar ini
terjadi pada pemantulan cahaya pada cermin cembung serta pembiasan cahaya pada

lensa cekung.

■ Berkas sejajar atau pararel adalah jalannya sinar-sinar dari suatu sumber menuju arah

yang sama dalam satu garis lurus. Peristiwa berkas sejajar terjadi pada pemantulan

cahaya pada cermin datar serta sinar senter ketika dinyalakan.

C. Sifat-Sifat Cahaya

Cahaya memiliki beberapa sifat, diantaranya adalah merambat lurus, dapat

merambat tanpa melalui medium, menembus benda bening, membentuk bayangan,

dapat dipantulkan (refleksi), dapat dibiaskan (refraksi), dapat diuraikan (diversi), dapat

mengalami interferensi, dapat mengalami difraksi dan cahaya memiliki energi. Berikut

ini penjelasan lengkapnya.

1. Cahaya Merambat Lurus

Cahaya akan merambat lurus apabila melewati suatu medium perantara.

Peristiwa ini dapat kalian buktikan dengan menyalakan lampu senter di pagi hari ketika

udara berkabut. Cahaya merambat lurus juga dapat kalian lihat dari berkas cahaya

matahari yang menerobos masuk melalui celah genting ataupun ventilasi yang tampak

berupa garis-garis lurus. Kedua peristiwa ini membuktikan bahwa cahaya merambat

lurus.
Eksperimen atau percobaan yang dapat membuktikan bahwa cahaya merambat lurus

adalah dengan menggunakan beberapa lempeng logam, kayu atau karton yang diberi

lubang seperti pada gambar di atas. Ketika lubang karton disusun lurus kita dapat

melihat cahaya lilin. Akan tetapi ketika salah satu lubang digeser, maka kita tidak bisa

lagi melihat cahaya lilin tersebut.

2. Cahaya Dapat Merambat Tanpa Medium

Sebagai bentuk gelombang, cahaya merupakan jenis gelombang transversal.

Salah satu ciri gelombang transversal adalah dapat merambat tanpa melalui medium

perantara. Dengan demikian cahaya tentunya dapat merambat tanpa medium. Sebagai

contoh, sinar matahari dapat sampai ke bumi meskipun melalui ruang hampa udara.

Seandainya cahaya tidak bisa merambat pada ruang hampa udara, tentunya di planet

Bumi akan sangat dingin sehingga tidak akan ada kehidupan.

3. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening

Ketika cahaya melewati benda bening atau transparan seperti kaca atau plastik,

maka sinarnya akan diteruskan secara linear (lurus). Dengan demikian, cahaya mampu

menembus benda bening. Sifat ini dapat kalian amati ketika kalian menyinari benda-
benda yang terbuat dari kaca bening seperti gelas atau mangkuk kaca. Dari situ akan

terlihat cahaya senter akan menembus benda tersebut.

4. Cahaya Dapat Membentuk Bayangan

Sekarang apa yang terjadi apabila cahaya mengenai benda padat yang tidak

bening seperti batu, kayu, batang besi, gelas porselen dan sebagainya? Tentu akan

terbentuk bayangan bewarna hitam di belakang benda tersebut. Dengan demikian dapat

dikatakan bahwa cahaya dapat membentuk bayangan.


5. Cahaya Dapat Dipantulkan

Pemantulan atau refleksi adalah proses terpancarnya kembali cahaya dari

permukaan benda yang terkena cahaya. Peristiwa ini pemantulan cahaya ini dapat

kalian amati ketika kalian sedang berkaca di depan cermin. Di area cermin tentunya

kalian dapat melihat wajah atau tubuh kalian sendiri, ini terjadi karena cahaya memiliki

sifat dapat dipantulkan. Dalam hal ini benda yang memantulkan cahaya adalah cermin.

6. Cahaya Dapat Dibiaskan

Pembiasan atau refraksi adalah pembelokan arah rambat cahaya ketika

melewati dua medium yang berbeda kerapatan optiknya. Sifat cahaya dapat dibiaskan

ini dapat kalian amati ketika kalian memasukkan sebatang pensil ke dalam gelas berisi

air jernih. Dari situ nampak bahwa batang pensil terlihat patah atau bengkok. Hal ini

disebabkan karena arah cahaya mengalami pembelokan dari medium air ke kaca dan

ke udara di mana ketiga medium tersebut memiliki kerapatan yang berbeda.


7. Cahaya Dapat Diuraikan

Istilah lain dari penguraian cahaya adalah dispersi cahaya. Dispersi adalah

peristiwa penguraian cahaya putih (polikromatik) menjadi berbagai macam warna

tunggal (monokromatik). Contoh peristiwa dispersi cahaya adalah terbentuknya

pelangi setelah turun hujan. Pelangi terdiri dari beberapa warna antara lain merah,

jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

Sebenarnya, warna-warna tersebut berasal dari satu warna saja yaitu warna putih dari

cahaya matahari. Namun, karena cahaya matahari tersebut dibiaskan oleh titik air

hujan, akibatnya cahaya putih diuraikan menjadi berbagai macam warna sehingga

terbentuklah warna-warna pelangi yang indah dipandang mata.

8. Cahaya Dapat Mengalami Interferensi

Interferensi cahaya adalah perpaduan dua gelombang atau lebih menjadi satu

gelombang baru. Interferensi terjadi jika terpenuhi dua syarat berikut ini.

■ Kedua gelombang cahaya harus koheren, dalam arti bahwa kedua gelombang cahaya

harus memiliki beda fase yang selalu tetap, oleh sebab itu keduanya harus memiliki

frekuensi yang sama.

■ Kedua gelombang cahaya harus memiliki amplitudo yang hampir sama.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat fenomena yang ditimbulkan oleh

interferensi cahaya. Sebagai contoh timbulnya garis-garis berwarna yang tampak pada
lapisan tipis minyak tanah yang tumpah di permukaan air, warna-warni yang terlihat

pada gelembung sabun yang mendapat sinar matahari, serta timbulnya warna-warni

pada cakram padat seperti CD (compact disc).

9. Cahaya Dapat Mengalami Difraksi

Difraksi cahaya dapat didefinisikan sebagai pelenturan cahaya yaitu saat suatu

cahaya melalui celah maka cahaya dapat terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang

lebih kecil dan memiliki sifat seperti cahaya baru. Sifat-sifat difraksi pada cahaya ini

dapat dibuktikan dengan melihat pola interferensi yang terjadi pada layar saat dipasang

dibelakang celah. Dalam kehidupan sehari-hari, peristiwa difraksi dapat kita amati

ketika cahaya masuk ke rumah kita melalui celah pintu yang terbuka sedikit. Dari situ

akan terlihat beberapa bagian cahaya yang terpecah menjadi bagian lebih kecil

menghasilkan pola cahaya baru.

10. Cahaya Memiliki Energi

Apa yang kalian rasakan ketika tubuh kalian terkena sinar matahari? Tentu

kalian akan merasakan panas bukan? Hal ini membuktikan bahwa cahaya khususnya

cahaya matahari memiliki energi berupa panas yang dipancarkan dalam bentuk

gelombang radiasi.
II. PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Pelaksanaan Praktikum : Cahaya

A. Alat

1. Sumber cahaya 1 buah

2. Cermin datar 1 buah

3. Busur derajat 1 buah

4. Kertas HVS 2 lembar

5. Pensil

B. Bahan

C. Langkah Kerja

1. ,Menyusun alat dengan urutan : sumber cahaya ( senter) – cermin datar dan kertas.

2. Mengambil beberapa lembar kertas dan buat garis lurus.

3. Menyalakan sumber cahaya. Usahakan agar berkas cahaya berimpit dengan garis

pada kertas.

4. Letakkan cermin datar menghadap kesumber cahaya.

5. Buat garis datar sepanjang permukaan cermin datar.

6. Melakukan penyelidikan dengan mengatur sinar datang dan tandai sinar-sinar yang

terjadi. Lakukan percobaan lain dengan mengatur besar sinar datang.


III. HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM

Hasil Pengamatan Praktikum: Cahaya

Adapun hasil pengamatan yang saya lakukan pada tanggal 5 November 2018 yaitu :

Jarak dekat 67o dan 107o

Jarak jauh 99o dan 78o

Jadi, dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diperoleh data bahwa cahaya yang

dipantulkan senter terhadap cermin pada jarak dekat yaitu 67o dan 107o sedangkan

cahaya yang dipantulkan senter terhadap cermin pada jarak jauh yaitu 99o dan 78o.

Paraf

Pembimbing
IV. ANALISIS HASIL PENGAMATAN PRAKTIKUM

Analisis Hasil Pengamatan Praktikum : Cahaya

Sebelum pengamat melakukan praktikum terlebih dahulu pengamat menyiapkan

alat dan bahan yang dibutuhkan selama kegiatan berlangsung. Adapun alat yang

disediakan pengamat yaitu sumber cahaya 1 buah, cermin datar 1 buah, busur derajat

1 buah, kertas hvs 2 buah, dan pensil.

Setelah itu pengamat menyusun alat dengan urutan: sumber cahaya (senter) –

cermin datar dan kertas, lalu mengambil beberapa kertas dan membuat garis lurus, lalu

menyalakan sumber cahay dan mengusahakan agar berkas cahaya berimpit dengan

garis pada kertas, lalu meletakkan cermin datar menghadap kesumber cahaya, lalu

pengamat membuat garis datar sepanjang permukaan cermin datar, lalu pengamat

melakukan penyelidikan dengan mengatur sinar datang dan menandai sinar-sinar yang

terjadi, kemudian pengamat melakukan percobaan lain dengan mengatur besar sinar

datang.

Berdasaran hasil pengamatan yang yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa

cahaya yang dipantulkan senter terhadap cermin pada jarak dekat yaitu 67o dan 107o

sedangkan cahaya yang dipantulkan senter terhadap cermin pada jarak jauh yaitu 99o

dan 78o.
V. KESIMPULAN

Kesimpulan Praktikum : Cahaya

Cahaya adalah sesuatu yang menerangi benda. Cahaya timbul karena adanya sumber

cahaya yang memancarkan cahaya. Matahari, api, lampu, dan benda lain yang dapat

memancarkan cahaya sendiri disebut sumber cahaya. Cahaya tergolong sebagai

gelombang elektromagnetik, gelombang jenis ini dapat merambat dalam ruang hampa.

Benda-benda yang dapat memancarkan cahaya sendiri disebut benda gelap. Contoh

benda gelap adalah planet, batu, dan kayu. Benda gelap yang tidak dapat meneruskan

cahaya yang diterimanya, tetapi hanya dapat menyerap dan memantulkannya disebut

benda gelap yang tidak tembus cahaya. Benda gelap yang dapat meneruskan sebagian

cahaya yang diterimanya disebut benda gelap yang tembus cahaya. Sumber cahaya

dibedakan menjadi 2 yaitu : a. Sumber cahaya alamiah, misalnya matahari dan bintang.

b. Sumber cahaya buatan, misalnya lilin, lampu listrik, planet, batu, dan kayu. Adapun

sifat-sifat cahaya yaitu : cahaya merambat lurus, cahaya dapat dipantulkan, cahaya

dapat dibiaskan, cahaya dapat diuraikan (dispersi).


DAFTAR PUSTAKA

Fisikabc.2017.Cahaya.https://www.fisikabc.com/2017/09/pengertian-jenis-sifat-
manfaat-dan-contoh-cahaya.html
Juragan les.2016.Cahaya.https://www.juraganles.com/2016/12/pengertian-cahaya

sifat-sifat-cahaya-dan-contohnya.html