Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS SINYAL GEOFISIKA

TG 3101

Resume Paper
“Perbandingan Aplikasi Dekonvolusi Pada Domain T-X dan Tau-P Linear
untuk Mereduksi Multipel Data Seismik 2D Laut”

Oleh:
Dita Monawati Sihombing
12115025

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOFISIKA


JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2018 / 2019
Perbandingan Aplikasi Dekonvolusi Pada Domain T-X dan Tau-P Linear
untuk Mereduksi Multipel Data Seismik 2D Laut

Devita Fisas Riyanti𝟏 , Ahmad Zazeli Faudi𝟐 , Adi Susilo𝟐


1)
Jurusan Fisika FMIPA Univ. Brawijaya
2)
UTC Pertamina Jakarta

Pada data seismik peningkatan signal to noise ratio (S/N ratio) merupakan aspek yang sangat penting dalam
pengolahan data seismik. Dalam perekaman data seismik laut noise sering banyak muncul yaitu efek multiple.
Gelombang sesimik yang terperangkap dalam lapisan air laut maupun lapisan batuan sehingga terpantul dalam lapisan
yang sama karena adanya kontras impedansi medium perambatan yang sangat besar disebut dengan multiple.
Diperlukan suatu metode untuk menghilangkan multiple tersebut tanpa mengganggu event primernya, dimana metode
dekonvolusi prediktif merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mereduksi multiple. Metode dekonvolusi
bias dilakukan pada domain time-offset (t – x) dan intercept time-ray parameter (𝜏 − 𝑝) linear. Pada domain t – x,
data langsung difilter menggunakan dekonvolusi prediktif. Sedangkan prinsip metode 𝜏 − 𝑝 linear adalah mengubah
domain t – x menjadi domain 𝜏 − 𝑝 dan multipel akan difilter menggunakan dekonvolusi prediktif. Data yang telah
difilter tersebut akan dikembalikan ke domain t – x dengan multipel yang telah tereduksi. Hasil dari kedua metode
tersebut akan dibandingkan. Perbandingan dapat dilihat melalaui amplitudo, spectral analysis dan stack. Amplitudo
multipel dekonvolusi 𝜏 − 𝑝 linear memberikan nilai lebih rendah daripada dekonvolusi t – x. Kekurangan dari
dekonvolusi prediktif pada domain t – x adalah multipel tidak bersifat periodik pada trace non-zero offset meskipun
dalam media yang terpisah oleh lapisan secara horizontal sehingga dekonvolusi prediktif dalam domain t – x adalah
multipel tidak bersifat periodik pada trace non-zero offset meskipun dalam media yang terpisah oleh lapisan secara
horizontal sehingga dekonvolusi prediktif dalam domain 𝜏 − 𝑝 dapat diaplikasikan untuk pereduksian multipel karena
perioditasnya yang stabil [2]. Transformasi kedalam domain 𝜏 − 𝑝 dipengaruhi beberapa hal antara lain moveout
minimum, moveout maksimum, offset maksimum, dan frekuensi maksimum. Jika pemilihan nilai untuk parameter
transformasi tersebut kurang tepat, maka dapat menimbulkan terjadinya aliasing pada data dalam domain 𝜏 − 𝑝.

Seismik laut Amplitude


→ t-x
2D* attenuation

LMO → 𝜏 − 𝑝 gather

Ubah ke domain Dekonvolusi


Dekonvolusi t − x1)
𝜏−𝑝 2) prediktif 1)
prediktif 2)

t − x1) t − x1) Ket:


Ubah ke domain *Dikenai reformat dan geometri
𝜏−𝑝
t- x
t − x1) 1) perlakuan pertama
Koreksi LMO → 𝜏 − 𝑝
2) perlakuan kedua
LMO → transformasi slant – Stack
𝜏 = 𝑡 − 𝑝𝑥
Penjumlahan 𝜏 − 𝑝 𝑔𝑎𝑡ℎ𝑒𝑟
S(𝑝, 𝜏) = ∑𝑥 𝑃(𝑥, 𝜏 + 𝑝𝑥)
LMO → t = 𝜏 + 𝑝𝑥
Penjumlahan Ray parameter → S(x,t) = ∑𝑝 𝑃(𝑝, 𝑡 − 𝑝𝑥)
STACK

Figure 1. a) Stack sebelum dekonvolusi, b) stack setelah dekonvolusi t – x, dan c) stack setelah dekonvolusi 𝜏 – p, lingkaran
kuning menunjukkan kemenerusan reflector

Simpulan
1. Dekonvolusi 𝑡 − 𝑥 dan 𝜏 − 𝑝 linear sama-sama mampu mereduksi multipel periode pendek. Namun terdapat
perbedaan hasil diantara keduanya.
2. Amplitudo multipel: dekonvolusi 𝜏 − 𝑝 linear memberikan nilai yang selalu lebih rendah daripada
dekonvolusi 𝑡 − 𝑥.
3. shot gather: dekonvolusi 𝜏 − 𝑝 linear mampu mereduksi multipel di area middle sampai far offset yang daerah
tersebut terdapat perulangan tidak konsisten.
4. spectral analysis: dekonvolusi 𝜏 − 𝑝 linear lebih smooth dibandingkan dekonvolusi 𝑡 − 𝑥 yang
mengindikasikan noise tereduksi.
5. stack: pereduksian reflector multipel yang lebih bersih pada metode 𝜏 − 𝑝 linear.
Berdasarkan perbandingan-perbandingan di atas:
dekonvolusi 𝜏 − 𝑝 linear lebih efektif dan optimal mereduksi multipel dibandingkan dengan dekonvolusi
𝑡 − 𝑥.
Comparison of Deconvolution Applications in T-X and Tau-P Linear Domains
to Reduce Multiple Seismic 2D Sea Data

Devita Fisas Riyanti𝟏 , Ahmad Zazeli Faudi𝟐 , Adi Susilo𝟐


1)
Jurusan Fisika FMIPA Univ. Brawijaya
2)
UTC Pertamina Jakarta

In seismic data increase in signal to noise ratio (S / N ratio) is a very important aspect in seismic data processing. In
recording seismic sea noise data, it often appears that is multiple effects. The symmetrical waves are trapped in the
seawater or rock layers so they are reflected in the same layer due to the very large impedance contrast of the
propagation medium called multiple. A method is needed to eliminate the multiple without disturbing the primary
event, where the predictive deconvolution method is one method used to reduce multiple. The deconvolution method
can be done on the time-offset domain (t - x) and linear time-ray parameter (τ-p) intercept. In the t-x domain, data is
filtered directly using predictive deconvolution. Whereas the principle of the linear τ-p method is to convert the t-x
domain into an τ-p domain and multiple filtered using predictive deconvolution. The filtered data will be returned to
the t-x domain with multiple reducible ones. The results of the two methods will be compared. Comparison can be
seen through amplitude, spectral analysis and stack. The multiple amplitude deconvolution τ-p linear gives a value
lower than t-x deconvolution. The disadvantages of predictive deconvolution in the t-x domain are multiple not
periodic in non-zero offset trace even though horizontally separated media so that predictive deconvolution in the t-x
domain is multiple not periodic in non-zero offset trace even in media that is separated by layers horizontally so that
predictive deconvolution in the τ-p domain can be applied for multiple reduction because of its stable period [2].
Transformation into the τ-p domain is influenced by several things including minimum moveout, maximum moveout,
maximum offset, and maximum frequency. If the selection of values for the transformation parameters is not correct,
it can lead to aliasing of data in the domain τ-p.

Marine Amplitude
→ t-x
seismic 2D* attenuation

LMO → 𝜏 − 𝑝 gather

Change to domain Dekonvolusi


Dekonvolusi t − x1)
𝜏 − 𝑝2) prediktif 1)
prediktif 2)

t − x1) t − x1) Ket:


Change to * Subject to reformat and geometry
𝜏−𝑝
domain t- x
t − x1) 1) first treatment
LMO correction→ 𝜏 − 𝑝
2) second treatment
LMO → transformasi slant – Stack
𝜏 = 𝑡 − 𝑝𝑥
𝜏 − 𝑝 𝑔𝑎𝑡ℎ𝑒𝑟 Integration
S(𝑝, 𝜏) = ∑𝑥 𝑃(𝑥, 𝜏 + 𝑝𝑥)
LMO → t = 𝜏 + 𝑝𝑥
Ray parameter Integration → S(x,t) = ∑𝑝 𝑃(𝑝, 𝑡 − 𝑝𝑥)
STACK

Figure 1. a) Stack before deconvolution, b) stack after deconvolution t - x, and c) stack after deconvolution 𝜏 - p, yellow circle
shows continuity of reflector

Conclusion

1. Deconvolution 𝑡 - 𝑥 and 𝜏 - 𝑝 are linearly capable of reducing multiple short periods. But there are differences
in the results between the two.
2. Multiple amplitude: deconvolution 𝜏 - 𝑝 linear gives a value that is always lower than deconvolution 𝑡 - 𝑥.
3. shot gather: linear dek - 𝑝 deconvolution capable of reducing multiple in the middle area to far offset which
the area has inconsistent recurrence.
4. spectral analysis: deconvolution 𝜏 - 𝑝 linear is smoother than deconvolution 𝑡 - 𝑥 which indicates reduced
noise.
5. stack: reducing cleaner multiple reflector in linear 𝜏 - 𝜏 method.
Based on the above comparisons:
𝜏 - 𝑝 linear deconvolution is more effective and optimally reduces multiple compared to
deconvolution 𝑡 - 𝑥.