Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS DATA KENAPA KAYAK GITU

YG PERLU DIBAHAS DARI ANALISIS DATA :

1. Kenapa ME tertinggi pada perendaman yg lebih lama

2. Kenapa ME tertinggi pada perendaman dengan isotonik

3. Kenapa KT tertinggi pada perendaman tersingkat

4. Kenapa KT tertinggi pada perendaman dengan saliva murni


dibanding lainnya

5. Data ME dan KT normal

6. Data ME dan KT homogen

7. Lama perendaman tidak signifikan pada ME (sudah


terjawab)

8. Jenis larutan signifikan pada ME (sudah terjawab) – asam

9. Lama perendaman tidak signifikan pada KT (sudah


terjawab)

10. Jenis larutan tidak signifan pada KT (KNP?)

11. Perbedaan tidak bermakna pada LSD waktu perendaman


terhadap ME knp? Karena nomer 7.

12. Ada perbedaan bermakna pada LSD waktu perendaman


terhadap ME bila dibandingkan dengan KT

13. Semua ada perbedaan bermakna pada LSD jenis larutan


perendaman terhadap ME karena nomer 8

14. Semua tidak ada perbedaan bermakna pada variasi waktu


LSD waktu perendaman terhadap KT

15. Semua tidak ada perbedaan bermakna pada jenis larutan


perendaman LSD waktu perendaman terhadap KT
CARA KERJA MEMUTUS RANTAI POLIMER

Perendaman bahan dalam larutan dapat menyebabkan terjadinya penyerapan larutan


secara difusi. Difusi adalah berpindahnya suatu substansi melalui rongga atau celah yang
terdapat pada permukaan nilon termoplastik. Difusi diduga terjadi diantara makromolekul
yang menyebabkan makromolekul satu dengan yang lain terpisah sehingga kekuatannya
menurun. Semakin lama masa perendaman maka akan semakin banyak larutan yang dapat
berpenetrasi ke ruang mikroporositas suatu bahan. Absorbsi air dengan cara berdifusi ke
dalam matriks resin akan menurunkan kekuatan transversa karena peningkatan air akan
menyebabkan bertambahnya jarak antara rantai molekuler yang akan bertindak sebagai
plasticizer (Dagar, 2008).

Ikatan hidrogen dalam termoplastik nilon berperan dalam hubungan intramolekuler dan
intermolekuler yang membentuk ikatan rantai molekul termoplastik nilon sehingga
mempengaruhi sifat mekanisnya termasuk modulus elastisitasnya (Mc. Cabe,2008)

Molekul air akan dapat menembus dan menempati posisi diantara rantai sehingga dapat
menyebabkan rantai memisah dan penurunan kekuatan. Molekul air akan menembus dan
menempati posisi diantara rantai polimetilmetakrilat pada resin akrilik heat-cured maupun
rantai poliamida pada nilon termoplastik sehingga rantai dipaksa memisah. Dalam reaksi
ini atom H dari air (H 2 O) akan berikatan dengan atom O dari ikatan rangkap karbon
(C=O) yang terdapat pada percabangan rantai sehingga akan menghasilkan ikatan
antarmolekul yang sulit dilepas yaitu ikatan hidrogen. Perpisahan rantai ini dapat
melemahkan struktur kimia sehingga dapat mengakibatkan kekuatan transversa menjadi
menurun (Annusavice, 2003).
Semua bahan nilon bersifat higroskopis (dapat menyerap air). Perendaman nilon
dalam cairan dapat menyebabkan bahan tersebut mengembang karena adanya ekspansi
linear (Ardelean dkk,2012).

Proses penyerapan air akan membuat molekul air dari saliva tiruan membentuk
ikatan hidrogen dengan gugus amida dari termoplastik nilon yang bersifat polar sehingga
molekul air akan masuk dan mengisi ruang intermolekuler menyebabkan peningkatan
ruangan intermolekuler sehingga terjadi fenomena pembengkakan molekul termoplastik
nilon (Hussein,2012).
Perendaman termoplastik nilon dan polikarbonat dalam saliva tiruan menyebabkan
perubahan pada sifat mekanis yakni peningkatan nilai modulus elastisitas pada perendaman
dalam saliva yang lebih asam. Hal ini disebabkan karena penyerapan air berkaitan derajat
keasaman suatu larutan yang bersifat asam akan memiliki konsentrasi ion hidrogen yang
lebih besar sehingga banyak tersedia ion hidrogen (Wesson,1942) . Saliva mengandung air
sebesar 99% dan ion hidrogen yang terkandung dalam molekul air dari saliva akan
membentuk ikatan hidrogen dengan gugus amida dari termoplastik nilon sehingga akan
terjadi penyerapan air dari saliva. (Tenripada,2014)

Derajat keasaman berpengaruh terhadap modulus elastisitas nilon termoplastik sebagai


bahan basis gigi tiruan. Gugus amida cenderung menyerap air lebih besar pada larutan yang
bersifat asam sehingga terbentuk ikatan hidrogen dengan gugus hidrofilik amida dari
termoplastik nilon. Semakin kuat kadar keasaman maka akan semakin tinggi konsentrasi ion
hidrogen di dalam larutan maka akan semakin besar penyerapan air dan akan semakin
mempengaruhi sifat nilon termoplastis. (Tenripada, 2014).

Daftar pustaka

Bab 4
(Durkan et al., 2013). Durkan, R., A. E. Ayas., B. Bagis., A.
Gurbuz., N. Ozturk, dan F. M.
Korkmaz. 2013. Comparative Effect of
Denture Cleansers on Physical
Properties of Polyamide and
Polymethyl Methacrylate Base
Polymers. J. Dent. Mat. 32(3): 367-
375.

(Sheeba,2010). Sheeba G, Arun KG. A comparative


evaluation of flexural properties of flexible
denture base material and compression
molded heat polymerized denture base
material - an in vitro study. KDJ;2010:33:4:
pp.213-215.

(Ardelean dkk,2012). Ardelean L, Bortun C, Podariu A, Rusu L.


2012. Manufacture of different types of
thermoplastic. In: Sonbanti EA, editor.
Thermoplastic - composite material. Intech
(Dagar, 2008). Dagar SR, Pakhan AJ, Thombare RU, dkk.
The evaluation of flexural strength and
impact strength of heat polymerized
polymethyl methacrylate denture base resin
reinforced with glass and nylon fibers : An in
vitro study. J Ind Pros Soc 2008, 8(2):98-105.

(Sharma dan H.S, 2014). Sharma, D.A. & H.S, D.S., 2014. A Review:
Flexible Removable Partial Dentures.IOSR
Journal of Dental and Medical Sciences,
13(12), hal.58–62.
(Phoenix,2008). Phoenix, R.D., Cagna, D.R., DeFreest, C.F.,
2008, Stewart’s Clinical Removable Partial
Prosthodontics, 4 th ed., Quintessence
Publishing Co. : Canada, 6 – 8

(Takabayashi,2010). Takabayashi, Y., 2010, Characteristic of


Denture Thermoplastic Resins for Non Metal
Clasp Dentures, Dent Mater J, 29 : 353 - 61

(Stafford,1968), Stafford, D. G., Braden, M., 1968, Water


Absorption of Some Denture Base Polymers,
Journal of Dental Research; 47:341

(Yunus,dkk., 2005). Yunus. N, Rashid. A.A., Azmi. L.L.& Abu


Hasan. I., 2005, Some Flexural Properties of
a Nylon Denture Base Polymer, Journal of
Oral Rehabilitation: 32; 65-71.

(Tenripada,2014). Tenripada, Novi dkk. 2014. Pengaruh


Derajat Keasaman Saliva Terhadap
Modulus Elastisitas Termoplastik Nilon
Dan Polikarbonat Sebagai Bahan Basis
Gigi Tiruan. Jurnal Ked Gi, Vol. 5, No. 4,
Oktober 2014: 336 – 341
(Manappalil, 2003). uda
(Annusavice, 2003). uda
(Almeida,2008). Almeida, V. D. P., Gregio, T. M.
A.,Machado, N. A. M., Lima, S. A. A.,
Azevedo. R. L., 2008, Saliva Composition
and Functions : A Comprehensive Review,
The Journal of Contemporary Dental
Practice; 9 (3): 1-11.

(Hargreaves,1978). Hargreaves, A.S., 1978, Equilibrium Water


Uptake and Denture Base Resin Behaviour, J.
Dent 6: 342-352
(Johnsen, 2004; Nazari, 2010). Johnsen, R. 2004. Corrosion of Carbon Steel
in Hydrocarbon Environment. Norway:
NTNU Institute of Engineering Design and
Material: 50-52

Nazari, Honarvar. Allahkaram, S.R. Kermani,


M.B. 2010. The effects of temperature
and pH on the characteristics of corrosion
product in CO2 corrosion of grade
X70 Steel. Materials and Design. Vol. 31(7):
3559-3563
(Panigoro et al., 2015). Panigoro, S., Pangemanan, D.H.C. & Juliatri,
2015. Kadar Kalsium Gigi yang Terlarut
Pada perendaman Minuman Isotonik. jurnal
e-GiGi (eG), 3(2), hal.356–360.

(Razak, 2014). Razak, Fathillah Abdul, Rahim, Nurul Salwa,


Rosli Aida Nur Sheril.2014. Errosive Effect
of Sport Drinks on Tooth Enamel.
International J of Advanced in Pharmacy
biology and Chemistry (IJAPBC). 374-380

Bab 1
(Blarcom, 2008). o
(Parnaadji, 2003). o
(Wurangian, 2010). 0
(Negritiuet, 2005). o
(DiTolla, 2004). o
(O’Brien, 2002). o
(Tham, 2010). o
(Mc. Cabe, 2008). o
(Pantow, 2015). o
(Wiarto, 2013). o
Takabayashi 2010 o
(Koswara, 2009). o
(ASRIM, 2012). o
(Razak, 2014). o
Bab 2
(Blarcom, 2008). o
(Wilson, 1987). o
(Wurangian, 2010). o
(Annusavice, 2004). o
(Negrutiu, 2005). o
(Kohli, 2013). x
(Shamnur dkk, 2012). O
(Gladstone, 2010). o
(Stofan dan Murray, 2001).
(Koswara, 2009). 0
(Afrianti, 2010). 0
Bab 3
(Supriyanto dan Djohan, 2011).
(American National Standard Specification No.12
for Denture Base Polymers).