Anda di halaman 1dari 3

PEMERINTAH KABUPATEN SUMBA BARAT

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WAIKABUBAK


Jl.Adhyaksa Km.4, Kel.Dira Tana,Telp/Fax (0387)21701, email : rsudwkb@gmail.com
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WAIKABUBAK
Nomor : RSUD.445/ /53.12/01/2018
TENTANG
KEBIJAKAN LAYANAN ANESTESIA PADA KEDARURATAN
DI RSUD WAIKABUBAK

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WAIKABUBAK

Menimbang . Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan rumah


sakit perlu adanya kebijakan mengenai layanan anestesia
dan sedasi

Mengingat : 1. Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik


Kedokteran (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 116,
Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4431);

2. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan


(Lembaran Negara RI Tahun2009 Nomor 144, Tambahan
Lembaran Negara RI Nomor 5063);

3. Undang-Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah


Sakit (Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 153,
Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5072);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang


Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran
Negara RI Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran
Negara RI Nomor 4502);
5. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
436/MenKes/SK/VI/1993 tentang Standar Pelayanan Rumah
Sakit dan Standar Pelayanan Medis, Junto Keputusan Menteri
Kesehatan RI Nomor 1333/MenKes/SK/XII/1999 tentang
Standar Pelayanan Rumah Sakit;

6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor


1438/MenKes/Per/IX/2010 tentang Standar Pelayanan
Kedokteran;

10. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor


755/MenKes/Per/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite
Medik di Rumah Sakit;

11. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor779/ Menkes/


SK/VIII/2008 tanggal19 Agustus 2008tentang Standar
Pelayanan Anestesiologi dan Reanimasi Rumah Sakit;

12. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


519/MENKES/PER/III/2011 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelayanan Anestesiologi dan Terapi Intensif
di Rumah Sakit.

Undang-undang praktek kedokteran No. 29 Tahun 2004


13..
pasal 51 tentang Layanan Kedaruratan

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :
PEMBERLAKUAN KEBIJAKAN LAYANAN ANESTESIA PADA KEDARURATAN

PERTAMA : Layanan anestesi kedaruratan dilakukan oleh staff Bagian/SMF


Anestesiologi dan Terapi Intensif yang memiliki SIP di RSUD
Waikabubak sebagai DPJP anestesi;

KEDUA : Layanan anestesi kedaruratan dilakukan berdasarkan pedoman


pelayanan medis Bagian/SMF

KETIGA : Pelayanan anestesi kedaruratan yang dilakukan oleh dokter umum


dan penata anestesi harus berada dibawah supervisi DPJP
Anestesiologi.

KEEMPAT : Pasien kegawatdaruratan harus mendapatkan prioritas utama dari


layanan anestesia serta layanan-layanan lain yang berhubungan
dengan tindakan anestesia tersebut dengan tujuan untuk
menyelamatkan nyawa pasien.

KELIMA : Layanan anestesi kedaruratan yang dilakukan oleh DPJP harus


dikomunikasikan dan diedukasikan ke keluarga pasien baik sebelum,
selama dan sesudah tindakan anestesia dilakukan, kecuali pada
keadaan darurat yang mengancam nyawa.

KEENAM : Layanan anestesi kegawatdruratan dilakukan di kamar bedah dan luar


kamar bedah termasuk ruang resusitasi, ruangan tindakan invasif,
ruang radiologi, ICU, ruang rawat inap dan rawat jalan.

KETUJUH : Setiap tindakan yang dilakukan harus didokumentasikan dalam rekam


medis dan status anestesia pasien serta ditandatangani oleh DPJP
dan assistant anestesi yang ikut menangani pasien.

DITETAPKAN DI : WAIKABUBAK
TANGGAL : 5 JANUARI 2018
DIREKTUR

dr. BARINGIN PASARIBU


NIP 19770502 200501 1 015