Anda di halaman 1dari 20

Jurnal komunikasi

P-ISSN: 1907-898X, E-ISSN: 2548-7647


Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan


Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah
Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

Ratih Gayatri Setyabudi


Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

Mutia Dewi
Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta

Abstrak

Penelitian ini dilakukan di Dr. RM. Rumah Sakit Soedjarwadi, Provinsi Jawa Tengah, sebagai
salah satu rumah sakit jiwa yang melayani penderita penyakit jiwa. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan
pelacakan data secara online. Studi ini menemukan bahwa tim PKRS daerah Rumah Sakit
Jiwa Dr. RM. Soeedjarwadi Provinsi Jawa Tengah menerapkan strategi promosi kesehatan.
Pertama, advokasi berupa lobi politik, seminar dan/atau presentasi dan advokasi media.
Kedua, dukungan sosial (Social Support) dimana strategi tersebut disebut sebagai
pengembangan atmosfir atau menumbuhkan suasana yang kondusif. Pendirian atmosfer ini
terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu perkembangan atmosfir individu, pengembangan atmosfir
masyarakat dan suasana masyarakat. Ketiga, pemberdayaan masyarakat (Empowerment
Community) yang merupakan proses pemberian informasi kepada kelompok, keluarga dan
invidu secara terus menerus. Dengan strategi promosi kesehatan, akan membantu pihak
rumah sakit dalam mewujudkan dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan dalam
kehidupan masyarakat.

Kata Kunci: Komunikasi Kesehatan, aktivitas promosi kesehatan, strategi

Abstract

Data collection that used in this study are observation, interviews, documentation and online
data tracking. This study found that PKRS team of region Mental Hospital Dr. RM.
Soeedjarwadi Central Java Province implements health promotion strategies. First from
advocacy in the form of political lobbying, seminars and/or presentations and media
advocacy. Second, social support (Social Support) where the strategy is referred to as the
development of atmosphere or foster a conducive atmosphere. Establishment of this
atmosphere is divided into three forms, the development of individual atmosphere,
community atmosphere development and public atmosphere building. Third, empowerment
community (Empowerment Community) which is the process of providing information to
the group, family and invidu continuously. With the health promotion strategy, it will help
the hospital in realizing and increasing awareness of health in the life of the community.

Keywords: Health Communication, Health Promotion Activity, Strategy

81
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

Pendahuluan melakukan aktivitasnya sehari-hari. Salah


satu sarana pelayanan yang digunakan
Komunikasi merupakan hal
untuk penyembuhan fisik maupun jiwa
penting dalam kehidupan manusia.
adalah rumah sakit. Menurut UU RI
Manusia adalah makhluk sosial sehingga
Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah
dalam aktivitasnya memerlukan
sakit, rumah sakit adalah sebuah institusi
komunikasi antara satu dengan lainnya.
pelayanan kesehatan yang
Menurut Lauwrence D. Kincaid,
menyelenggarakan pelayanan kesehatan
komunikasi adalah proses di mana dua
perorangan secara menyeluruh yang
orang atau lebih melakukan pertukaran
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat
informasi dengan satu sama lainnya, yang
jalan, dan gawat darurat (Direktorat
pada gilirannya akan mendapatkan
Jenderal Pendidikan Tinggi, 2009).
feedback (Cangara, 2014: 36). Dengan
demikian, komunikasi menjadi salah satu Rumah sakit memiliki perbedaan
unsur yang penting didalam kehidupan kelas, fungsi dan juga peranan masing-
manusia. masing. Rumah sakit jiwa memiliki tujuan
mencegah adanya gangguan jiwa pada
Salah satu komunikasi yang sangat
masyarakat (promosi preventif),
penting dalam kehidupan manusia adalah
menyembuhkan pasien dengan gangguan
komunikasi kesehatan. Menurut Undang-
jiwa dengan cara penyembuhan yang
Undang Kesehatan No.23 tahun 1992,
optimal, dan rehabilitasi bidang kesehatan
kesehatan adalah keadaan sejahterah
jiwa (Nugroho, 2003). Rumah sakit jiwa
badan, jiwa, dan sosial yang
merupakan salah satu contoh rumah sakit
memungkinkan setiap orang hidup
yang memiliki kewajiban untuk
produktif secara sosial dan ekonomi.
meningkatkan kesehatan bagi masyarakat,
Kesehatan ini mencakup 4 aspek, yakni
terutama masyarakat yang memiliki
fisik (badan), mental (jiwa), sosial, dan
masalah pada kejiwaannya. Namun, saat
ekonomi (Notoatmodjo, 2007: 3).
ini, beberapa rumah sakit jiwa tidak hanya
Pentingnya kesehatan sangat dirasakan
memberikan pengobatan untuk pasien
oleh sebagian besar manusia. Bahkan, ada
dengan masalah kejiwaannya saja, tetapi
kalimat yang menyatakan bahwa
juga menangani pasien dengan penyakit
“Kesehatan itu sangat mahal”. Kalimat
non jiwa.
tersebut memperjelas bahwa hidup dalam
Komunikasi kesehatan diperlukan
keadan fisik serta mental yang sehat
di rumah sakit jiwa sebagai salah satu
memang sangatlah penting. Dengan fisik
kegiatan untuk meningkatkan kesadaran
dan jiwa yang sehat, seseorang dapat
82
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

akan hidup sehat, baik jasmani maupun Poli Jiwa RSJD Dr. RM. Soedjarwadi.
rohani. Tujuan komunikasi kesehatan itu Penyuluhan menekankan peranan
sendiri adalah sebagai sarana keluarga pasien dalam mempercepat
penyampaian informasi atau pesan proses penyembuhan. Selain itu,
mengenai kesehatan kepada masyarakat. kedisiplinan dalam minum obat juga
Komunikasi kesehatan secara praktis menjadi salah satu topik penting
memberikan kontribusi untuk promosi (www.rsjd-sujarwadi.jatengprov.go.id).
kesehatan, dan mencegah penyakit dalam Rumah sakit sebagai salah satu
suatu wilayah tertentu. Dengan adanya sarana dan prasarana untuk membantu
promosi kesehatan, akan membantu masyarakat dalam masa penyembuhan,
masyarakat untuk mengetahui berbagai memerlukan dukungan promosi kesehatan
hal mengenai informasi atau pesan-pesan yang dilakukan melalui strategi advokasi,
kesehatan yang ada, masalah kesehatan dukungan sosial, dan pemberdayaan
serta penanganan masalah kesehatan baik masyarakat. Ini karena dengan adanya
fisik maupun non fisik. promosi kesehatan akan membantu
Untuk mencapai sasaran dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan
promosi kesehatan, diperlukan strategi pentingnya hidup sehat, baik hidup sehat
sebelum menjalankan promosi kesehatan. secara fisik maupun mental. Penjelasan
Strategi promosi kesehatan tersebut terdiri tersebut menjadi alasan penulis untuk
dari advokasi, dukungan sosial, dan juga mengetahui strategi promosi kesehatann
pemberdayaan masyarakat. Baik rumah yang dilakukan oleh Rumah Sakit Jiwa
sakit umum maupun rumah sakit jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi dalam rangka
perlu adanya promosi kesehatan dengan meningkatkan kesadaran hidup sehat.
ketiga strategi tersebut supaya masyarakat Kemudian, faktor-faktor apa saja yang
dapat menanamkan rasa kesadaran pada menjadi pendukung dan penghambat
diri mereka sendiri akan hidup bersih dan dalam melakukan strategi promosi
sehat. kesehatan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr.
Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. RM. Soedjarwadi?
Soedjarwadi mempunyai berbagai kegiatan Komunikasi memiliki pengertian
yang menunjang penyampaian informasi yang berbeda sesuai dengan bidang-bidang
kesehatan, baik untuk pasien jiwa dan non yang ada. Salah satunya adalah komunikasi
jiwa ataupun juga masyarakat. Salah kesehatan. Dalam kaitannya antara
satunya yang dilakukan baru-baru ini komunikasi dalam bidang kesehatan,
adalah penyuluhan mengenai kesehatan berfungsi sebagai peningkatan yang
jiwa yang ditujukan kepada pasien maupun dibutuhkan suatu elemen dalam upaya
keluarga pasien. Penyuluhan disampaikan meningkatkan kesetaraan dalam
oleh dr. Eni Kusumawati, Sp. KJ. M. Kes di kesehatan individu dan masyarakat.

83
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

Komponen komunikasi kesehatan meliputi karena peserta didik bersifat pasif dan
komunikator, pesan, dan komunikan. hanya pendidik yang aktif. Misalnya:
Definisi komunikasi kesehatan ceramah, film, leaflet, booklet, poster,
adalah studi yang mempelajari bagaimana dan siaran radio.
cara menggunakan strategi komunikasi 2. Metode Sokratif
dalam menyebarluaskan informasi atau Metode sokratif ini dilakukan dengan
pesan kesehatan yang dapat cara dua arah. Dengan menggunakan
mempengaruhi individu dan komunitas metode ini, kemungkinan antara
agar mereka dapat membuat keputusan pendidik dan peserta didik bersikap
yang tepat berhubungan dengan aktif dan kreatif. Misalnya: diskusi
pemeliharaan kesehatan (Liliweri, 2007: kelompok, debat, panel, forum,
46). seminar, bermain peran, curah
Salah satu bentuk informasi pendapat, demonstrasi, studi kasus,
komunikasi kesehatan yang ditujukan lokakarya, dan penugasan perorangan.
untuk masyarakat adalah promosi
kesehatan. Promosi kesehatan bukan Selain itu, metode promosi kesehatan
hanya sebagai proses penyadaran berdasarkan teknik komunikasi, yaitu
komunitas yang ada di masyarakat dibagi sebagai berikut.
ataupun individu pemberian dan 1. Metode Penyuluhan Langsung
peningkatan pengetahuan dalam bidang Dalam metode penyuluhan langsung
kesehatan saja, tetapi juga merupakan para penyuluh langsung berhadapan
sebuah program kesehatan yang telah atau bertatap muka dengan sasaran.
dirancang untuk memperbaiki perubahan Termasuk disini antara lain adalah
perilaku, baik dalam masyarakat maupun kunjungan rumah.
organisasi. Promosi kesehatan dapat 2. Metode Penyuluhan Tidak Langsung
dilakukan dengan metode dan media, Dalam metode penyuluhan tidak
sebagai berikut. langsung, para penyuluh atau
komunikator kesehatan tidak
a. Metode Promosi Kesehatan berhadapan atau bertatap muka
Secara garis besar, metode promosi secara langsung dengan komunikan.
kesehatan dibagi menjadi dua, yaitu Tetapi komunikator menggunakan
sebagai berikut. media sebagai perantara dalam
1. Metode Didaktif penyampaian pesan. Misalnya:
Metode didaktif ini didasarkan atau publikasi dalam bentuk media cetak
dilakukan dengan cara satu arah. (Wardani, Muyassaroh dan Ani,
Tingkat keberhasilan dari metode 2016: 9-10).
didaktif ini sulit untuk dievaluasi

84
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

b. Media Promosi Kesehatan Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol. 15


Media promosi kesehatan merupakam No. 02, Juni 2012: 77-85). Di Indonesia,
sarana atau upaya dalam menampilkan promosi kesehatan mempunyai visi dan
pesan atau informasi yang ingin misi berdasarkan Surat Keputusan Menteri
disampaikan oleh komunikator kepada Kesehatan Republik Indonesia Nomor
komunikan, baik itu melalui media cetak, 1193/2004 mengenai Kebijakan Nasional
elektronik (TV, radio, komputer dan lain- Promosi Kesehatan.
lain) dan media luar ruang sehingga target Dalam menjalankan promosi
sasaran yang dituju dapat meningkatkan kesehatan, pihak Rumah Sakit juga harus
pengetahuannya dan diharapkan dapat menentukan sasaran dari kegiatan
berubah perilaku kesehatannya ke arah promosi kesehatan tersebut.Adapun
yang positif (Depkes RI, 2006). sasaran dari promosi kesehatan dibagi
Selain media yang disebutkan menjadi 3 (tiga), yaitu sebagai berikut.
sebelumnya, seiring dengan 1. Sasaran Primer
perkembangan zaman dan teknologi, Sasaran primer merupakan
munculah media sosial. Media sosial kelompok masyarakat yang
merupakan salah satu media yang dapat nantinya akan diubah perilakunya.
mempermudah masyarakat dalam Dalam praktik promosi kesehatan,
mendapatkan informasi mengenai sasaran primer ini dibagi menjadi
berbagai hal. Ini media sosial merupakan beberapa kelompok, yaitu kepala
media yang sangat mudah untuk diakses. keluarga, ibu hamil, ibu menyusui,
Beberapa media sosial yang telah dikenal ibu anak balita, anak sekolah,
adalah twitter, facebook, website, e-mail, remaja, pekerja di tempat kerja,
instagram, dan masih banyak yang masyarakat yang berada di tempat-
lainnya. tempat umum, dan lain sebagainya.
2. Sasaran Sekunder
Salah satu upaya untuk
Sasaran sekunder yang dimaksud
meningkatkan kemampuan pasien, klien,
adalah tokoh masyarakat baik
dan kelompok masyarakat dalam rangka
formal maupun informal.
mempercepat proses penyembuhan,
3. Sasaran Tertier
meningkatkan kesehatan, mencegah
Masyarakat memerlukan faktor
masalah kesehatan, dan mengembangkan
pemungkin (enabling) untuk
upaya kesehatan adalah promosi
berperilaku sehat, yaitu dengan
kesehatan di rumah sakit. Johnson dan
adanya sarana dan prasarana demi
Baum menyebutkan bahwa jaringan dalam
mewujudkan perilaku tersebut.
promosi kesehatan di rumah sakit terdiri
Misalnya lurah, camat, bupati, atau
dari empat komponen, yaitu pasien, staf,
pejabat pemerintah setempat. Oleh
keluarga dan organisasi. (Alhamda, Jurnal
85
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

karenanya, kegiatan promosi 1. Advokasi


kesehatan dapat menjadikan para Advokasi merupakan kegiatan yang
pejabat sebagai sasaran tertier memberikan bantuan kesehatan kepada
(Kholid, 2012: 15-16). masyarakat melalui pihak pembuat
keputusan dan penentu kebijakan dalam
Menurut Wahyono (2013), dalam bidang kesehatan. Advokasi merupakan
perencanaan Promosi Kesehatan Rumah upaya atau sebuah proses yang strategis
Sakit (PKRS), meliputi kelompok dan terencana dengan tujuan
perencana, mengidentifikasi hambatan mendapatkan komitmen dan dukungan
serta sumber daya, menetapkan tujuan, dari pihak-pihak yang terkait
mengidentifikasi metode, kegiatan dan (stakeholders). Tujuan advokasi kesehatan
tujuan program, serta rencana ini adalah untuk meningkatkan jumlah
implementasi dna evaluasi. Adapun tujuan kebijakan publik berwawasan kesehatan,
akhirnya adalah untuk peningkatan untuk meningkatkan opini masyarakat
kesetaraan kesehatan masyarakat secara dalam mendukung kesehatan, dan
mandiri. terpecahkannya masalah kesehatan secara
Promosi kesehatan bertujuan agar bersama dan terintegrasi dengan
tersosialisasinya program-program pembangunan kesehatan didaerah melalui
kesehatan demi terwujudnya masyarakat kemitraan dan adanya dukungan serta
Indonesia baru yang berbudaya dengan kepedulian dari pimpinan daerah (Solang,
hidup bersih dan juga sehat serta Losu dan Tando, 2016: 72). Sasaran
berpartisipasi secara langsung dalam advokasi kesehatan adalah para pengambil
gerakan kesehatan. Untuk mencapai keputusan dan juga kebijakan baik dalam
tujuan dalam mewujudkan promosi tingkat propinsi, kota atau kabupaten, dan
kesehatan, diperlukan sebuah strategi yang juga pusat. Untuk kegiatan advokasi
baik. Strategi adalah cara dalam mencapai kesehatan, terdiri dari berbagai macam
maupun mewujudkan visi dan misi bentuk, baik formal maupun informal
kesehatan secara efektif dan efisien Bentuk kegiatan advokasi dapat
(Wardani, Muyassaroh dan Ani, 2016: dilakukan dengan beberapa cara antara
137). lain sebagai berikut.
Mubarak dan Chayatin (2008)
 Lobi Politik (Political Lobbying)
menyebutkan bahwa strategi yang
Lobi adalah berbincang-bincang
diperlukan untuk mewujudkan promosi
secara informal dengan para
kesehatan adalah sebagai berikut.
petinggi atau pejabat untuk
menginformasikan serta
membahas masalah dan juga
program kesehatan yang akan
86
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

dilaksanakan. Pada saat 2. Dukungan Sosial (Social Support)


melaksanakan lobi, harus disertai Promosi kesehatan akan mudah
dengan data yang akurat dan sesuai dilakukan apabila mendapatkan dukungan
dengan fakta yang ada mengenai sosial. Dukungan sosial adalah sebuah
masalah kesehatan tersebut. kegiatan dengan tujuan untuk mencari
 Seminar dan atau Presentasi dukungan dari berbagai elemen (tokoh-
Seminar ataupun presentasi tokoh masyarakat) untuk menjembatani
menampilkan masalah kesehatan antara pelaksana program kesehatan
di depan para pembuat keputusan dengan masyarakat sebagai penerima
baik lintas program maupun lintas program kesehatan tersebut. Strategi ini
sektoral. Penyajian mengenai dapat disebut sebagai upaya bina suasana
masalah kesehatan disajikan secara atau membina suasana yang kondusif
lengkap didukung dengan data dan terhadap kesehatan. Sasaran utama
ilustrasi yang menarik, serta dukungan sosial atau bina suasana ini
program dan solusi dalam adalah para tokoh masyarakat di berbagai
pemecahan masalah kesehatan tingkat (sasaran sekunder), sedangkan
yang ada. Selanjutnya masalah untuk sasaran dukungan sosial atau bina
tersebut dibahas secara bersama- suasana lainnya terdiri dari kelompok
sama dan akhirnya akan diperoleh peduli kesehatan, para pemuka agama,
komitmen dan dukungan program tenaga profesional kesehatan, institusi
yang akan dilaksanakan. pelayanan kesehatan, organisasi massa,
 Media Advokasi tokoh masyarakat, kelompok media massa,
Media advokasi merupakan dan lembaga swadaya masyarakat.
kegiatan advokasi yang dilakukan Adapun bentuk-bentuk dukungan
dengan menggunakan media, sosial yang dilaksanakan di masyarakat
khususnya penggunaan media diantaranya sebagai berikut.
massa (media cetak dan media  Bina Suasana Individu
elektronik). Bina suasana individu ini dilakukan
 Perkumpulan (Asosiasi) Peminat oleh individu tokoh-tokoh
Asosiasi atau perkumpulan orang- masyarakat. Para tokoh masyarakat
orang yang memiliki minat atau ini menjadi individu-individu yang
yang berhubungan dengan masalah menjadi panutan dalam hal
tertentu, termasuk juga mempraktikan program kesehatan
perkumpulan profesi. yang sedang diperkenalkan.

87
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

 Bina Suasana Kelompok serta proses membantu masyarakat supaya


Bina suasana kelompok dilakukan masyarakat berubah dari yang awalnya
oleh para kelompok-kelompok tidak tahu menjadi tahu atau sadar serta
yang ada didalam masyarakat, dari tahu menjadi mau dan dari mau
seperti ketua RT, RW, karang menjadi mampu untuk melaksanakan
taruna, serikat pekerja dan lain program kesehatan yang diperkenalkan
sebagainya. Dalam hal ini, (Solang, Losu dan Tando, 2016: 59-64).
kelompok-kelompok tersebut Ada dua tujuan promosi kesehatan yang
menjadi kelompok yang peduli dihubungkan dengan pembedaryaan
dengan program kesehatan yang masyarakat. Pertama, pemberdayaan
sedang diperkenalkan dan setuju merupakan sebuah cara dimana
atas program kesehatan tersebut masyarakat diarahkan mampu untuk
serta mendukung program melaksanakan kehidupannya. Kedua,
kesehatan tersebut. dapat meningkatkan perilaku hidup sehat
 Bina Suasana Publik di masyarakat dan ketiga yaitu dapat
Bina suasana publik dilakukan oleh meningkatkan peran masyarakat dalam
masyarakat umum melalui upaya kesehatan.
pemanfaatan media-media Analisis SWOT merupakan
komunikasi yang ada. Sebagai instrumen perencanaan yang dapat
contoh radio, TV, koran, majalah, digunakan untuk mengukur kekuatan-
websites, dan lain sebagainya. kekuatan yang dimiliki (strengths)
Dalam hal ini, media massa yang kemudian kelemahan-kelemahan yang ada
ada peduli serta menjadi (weakness), juga peluang-peluang yang
pendukung dalam program mungkin dapat diperoleh (opportunities)
kesehatan yang sedang dan ancaman yang dapat ditemui (threats)
diberlakukan atau diperkenalkan (Cangara, 2014: 106). Analisis SWOT
(Solang, Losu dan Tando, 2016: 66- didasarkan pada logika yang dapat
68). memaksimalkan empat elemen dalam
3. Pemberdayaan Masyarakat perencanaan tersebut. Proses pengambilan
(Empowerment Community) strategi dan keputusan perusahaan pada
Pemberdayaan masyarakat umumnya berkaitan dengan
merupakan upaya promosi kesehatan. pengembangan visi misi, tujuan, strategi
Pemberdayaan ialah sebuah proses serta kebijakan perusahaan. Oleh karena
pemberian informasi kepada keluarga atau itu, perencanaan strategi harus
kelompok dan individu secara terus menganalisa elemen-elemen yang ada
menerus dan berkesinambungan dengan dalam analisis ini yaitu, kekuatan,
mengikuti perkembangan masyarakat,

88
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

kelemahan, peluang dan ancaman dalam deskriptif dengan menggunakan


kondisi yang ada. pendekatan kualitatif bertujuan untuk
Terdapat dua faktor yang mendapatkan sebuah pemahaman
mempengaruhi SWOT, yaitu faktor terhadap suatu realitas sosial dari
internal dan eksternal. Faktor internal perspektif partisipan.
menyangkut tentang apa yang terjadi atau
Penelitian ini dilakukan pada bulan
kondisi di dalam suatu organisasi atau
Februari 2017 di Rumah Sakit Jiwa Daerah
perusahaan, faktor internal meliputi
Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa
semua manajemen fungsional yang ada
Tengah sebagai proses pencarian dan
dalam organisasi tersebut. Faktor internal
pengambilan data yang diperlukan penulis
ini berupa kekuatan (strengths) dan
dalam penelitian ini. Narasumber dipilih
kelemahan (weakness) sedangkan faktor
berdasarkan purposive sampling, yakni
eksternal menyangkut apa yang terjadi
teknik penentuan sampel dengan
atau kondisi diluar suatu organisasi atau
pertimbangan tertentu. Narasumber yang
perusahaan, faktor eksternal mencakup
dimaksud adalah Kepala PKRS (Promosi
lingkungan industri, bisnis, sosial, budaya,
Kesehatan Rumah Sakit) Rumah Sakit
hukum, kependudukan dan teknologi.
Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi, satu
Faktor eksternal ini berupa peluang
karyawan Unit Pengaduan Rumah Sakit
(opportunities) dan ancaman (threats).
jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi dan dua
keluarga pasien rawat inap Rumah Sakit
Metode Penelitian jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi.

Penelitian ini menggunakan Analisis dan Pembahasan


pendekatan kualitatif. Bogdan dan Taylor
1. Analisis Metode Promosi
(Moleong, 2002: 3) mendefinisikan
Kesehatan dalam Rangka
penelitian kualitatif sebagai penelitian
Meningkatkan Kesadaran Hidup
yang menghasilkan data deskriptif berupa
Sehat
kata-kata tertulis atau secara lisan dari
Promosi kesehatan termasuk ke
orang atau perilaku yang dapat diamati.
dalam komunikasi kesehatan dimana
Definisi ini memfokuskan pada jenis data
dalam komunikasi antar manusia memiliki
yang dikumpulkan dalam penelitian, yaitu
fokus mengenai bagaimana seorang
data deskriptif kualitatif. Penelitian
individu dalam suatu
kualitatif merupakan penelitian yang
kelompok/masyarakat dalam menghadapi
menghasilkan data deskriptif dan berupaya
isu-isu yang berkaitan dengan kesehatan
menggali makna dari suatu fenomena atau
dan berupaya dalam menjaga
isu yang sedang terjadi atau telah terjadi
kesehatannya (Northouse dalam
(M. Djamal. 2015: 9). Metode penelitian
Notoatmodjo, 2005). Komunikasi

89
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

kesehatan memiliki sistem komunikasi a. Metode Promosi Kesehatan Jiwa


yang dapat mendukung dalam RSJD Dr. RM. Soedjarwadi
penyampaian akan informasi mengenai menggunakan metode didaktif dalam
promosi kesehatan. Sistem komunikasi promosi kesehatan jiwa baik secara
yang dilakukan oleh pihak RSJD Dr. RM. langsung maupun tidak langsung
Soedjarwadi baik untuk perorangan dengan menetapkan sasaran-sasaran
maupun keseluruhan (atasan dengan yang akan dituju. Sasaran-sasaran
bawahan). Salah satu bentuk informasi tersebut adalah sasaran primer,
yang termasuk didalam komunikasi sekunder, dan tertier. RSJD Dr. RM.
kesehatan adalah promosi kesehatan. Soedjarwadi menggunakan media
cetak, media luar ruang, media
Sebagai rumah sakit jiwa daerah
elektronik dan media sosial sesuai
yang telah terakreditasi A, RSJD Dr. RM.
dengan karakteristik dan pemanfaatan
Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah telah
media dalam hal promosi kesehatan dan
melakukan kegiatan-kegiatan promosi
telah disesuaikan dengan target
kesehatan baik untuk pasien jiwa maupun
sasarannya. Teknik komunikasi secara
pasien non jiwa dengan menggunakan
langsung maupun tidak langsung
beberapa metode dari promosi kesehatan.
dengan menggunakan media cetak,
Promosi kesehatan adalah upaya dalam
media elektronik, media luar ruang dan
meningkatkan kemampuan masyarakat
media sosial telah disesuaikan oleh
melalui proses pembelajaran dari, oleh,
RSJD Dr. RM. Soedjarwadi sesuai
untuk, dan bersama masyarakat. Supaya
dengan sasaran yang akan dituju.
masyarakat dapat menolong dirinya
Karena hal tersebut akan membantu
sendiri dan mengembangkan kegiatan
pasien, keluarga pasien, pegawai RSJD
yang bersumber daya masyarakat, sesuai
dan para stakeholders RSJD dalam
dengan kondisi sosial budaya setempat dan
meningkatkan kesadaran kesehatan
didukung dengan kebijakan publik yang
jiwanya baik secara langsung maupun
berwawasan kesehatan (Pamsimas, 2009).
tidak langsung.
Penerapan promosi kesehatan di Kegiatan promosi kesehatan
lapangan biasanya melalui pendidikan jiwa RSJD Dr. RM. Soedjarwadi
kesehatan dan penyuluhan kesehatan didukung oleh tim IPKRS yang
(Kholid, 2012: 67). Kegiatan-kegiatan menggunakan metode sokratif, yaitu
dengan menggunakan metode promosi metode yang dilakukan dengan dua
kesehatan yang dilakukan oleh RSJD Dr. arah (Wardani, Muyasaroh dan Ani,
RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah 2016: 9). Metode sokratif yang
adalah sebagai berikut. digunakan oleh rumah sakit baik secara
langsung maupun tidak langsung

90
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

berhasil mencapai target sasaran yang berdasarkan sasaran yang ditetapkan


telah ditentukan. Seperti sasaran oleh rumah sakit.
primer dengan melibatkan pasien jiwa
baik dari anak-anak, remaja maupun b.Analisis Metode Promosi
dewasa selanjutnya keluarga pasien jiwa Kesehatan Non Jiwa
rawat inap dan rawat jalan dan para RSJD Dr. RM. Soedjarwadi
pegawai di lingkungan rumah sakit. menggunakan metode didaktif dalam
Kemudian, sasaran sekunder seperti promosi kesehatan non jiwa baik secara
kepala desa dan para tokoh masyarakat langsung maupun tidak langsung
desa yang dapat bekerjasama dengan dengan menetapkan sasaran-sasaran
rumah sakit dalam mempromosikan yang akan dituju. Sasaran-sasaran
kesehatan jiwa di daerah-daerah tersebut adalah sasaran primer,
perdesaan dengan kepala desa dan sekunder, dan tertier. RSJD Dr. RM.
tokoh masyarakat yang menjadi Soedjarwadi memanfaatkan media
jembatan antara masyarakat dan IPKRS cetak, media luar ruang, media
rumah sakit. Terakhir adalah sasaran elektronik dan media sosial sesuai
tertier dimana terdiri dari para dokter dengan karakteristik dan pemanfaatan
dan psikolog rumah sakit, LSM bidang media dalam hal promosi kesehatan
kesehatan jiwa, stakeholders rumah yang ditujukan untuk kegiatan promosi
sakit, lurah, bupati dan lain sebagainya non jiwa dan telah disesuaikan dengan
yang turut berpartisipasi dalam target sasarannya. Metode didaktif yang
mempromosikan kesehatan baik secara dilakukan oleh RSJD Dr. RM.
langsung maupun tidak langsung. Soedjarwadi dengan cara satu arah
Selanjutnya, dalam teknik komunikasi dapat mendukung tercapainya sasaran-
secara langsung dan tidak langsung sasaran yang ingin dituju, seperti
dengan menggunakan media massa, sasaran primer, sekunder dan tertier
dirasa telah tepat dalam untuk meningkatkan kesadaran
pemanfaatannya berdasarkan sasaran- kesehatannya.
sasaran yang dituju oleh rumah sakit. Teknik komunikasi secara
Dengan menggunakan media cetak, luar langsung maupun tidak langsung
ruang, elektronik dan juga sosial akan dengan menggunakan media cetak,
mampu membantu rumah sakit dalam media elektronik, media luar ruang dan
mepromosikan kesehatan kepada media sosial telah ditentukan oleh RSJD
masyarakat. Walaupun ada beberapa Dr. RM. Soedjarwadi sesuai dengan
kegiatan promosi kesehatan yang tidak sasaran yang akan dituju. Karena hal
menggunakan media elektronik dan tersebut akan membantu pasien,
sosial karena telah ditentukan keluarga pasien, pegawai RSJD dan

91
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

para stakeholders RSJD dalam c. Analisis Strategi Promosi


meningkatkan kesadaran hidup bersih Kesehatan Di RSJD Dr. RM.
dan sehatnya baik dalam bentuk Soedjarwadi Provinsi Jawa
kegiatan dari promosi kesehatan secara Tengah
langsung maupun tidak langsung. Tujuan promosi kesehatan
RSJD Dr. RM. Soedjarwadi adalah agar dapat tersosialisasinya
selain menggunakan metode didaktif program-program kesehatan demi
juga menggunakan metode sokratif terwujudnya masyarakat Indonesia
dalam melakukan kegiatan promosi baru yang dapat berbudaya hidup bersih
kesehatan non jiwa. Metode sokratif dan sehat serta diharapkan masyarakat
dengan menggunakan teknik ikut berpartisipasi secara langsung
komunikasi secara langsung dilakukan dalam kegiatan promosi kesehatan yang
oleh RSJD Dr. RM. Soedjarwadi yang diselenggarakan. Maka, untuk
telah menentukan siapa saja yang akan mencapai tujuan tersebut diperlukan
menjadi sasarannya. Seperti sasaran sebuat strategi sebelum melakukan
primer, sekunder dan tertier. dalam kegiatan promosi kesehatan. Strategi
teknik komunikasi secara langsung dan merupakan cara yang digunakan guna
tidak langsung dengan menggunakan mencapai apa yang ingin dicapai dalam
media massa dirasa telah tepat dalam kegiatan promosi kesehatan. RSJD Dr.
pemanfaatannya berdasarkan sasaran- RM. Soedjarwadi telah menggunakan
sasaran yang dituju oleh rumah sakit. strategi-strategi dari komunikasi
Dengan menggunakan media cetak, luar kesehatan untuk menjalankan kegiatan
ruang, elektronik dan juga sosial akan promosi kesehatan baik untuk jiwa
mampu membantu rumah sakit dalam maupun non jiwa. Berikut adalah
mepromosikan kesehatan kepada penjelasan mengenai strategi promosi
masyarakat. Walaupun ada beberapa kesehatan yang digunakan oleh RSJD
kegiatan dari promosi kesehatan yang Dr. RM. Soedjarwadi.
tidak menggunakan media elektronik
dan sosial, karena telah ditentukan
berdasarkan sasaran yang ditetapkan
oleh rumah sakit.

92
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

1) Analisis Strategi Promosi mendukung kegiatan promosi kesehatan


Kesehatan Jiwa non jiwa. Hal ini dikarenakan media-media
Dari ketiga strategi promosi, yaitu massa yang digunakan oleh RSJD Dr. RM.
advokasi, dukungan sosial dan Soedjarwadi telah disesuaikan dengan
pemberdayaan masyarakat, kesehatan sasaran-sasaran yang akan menjadi
yang dilakukan untuk kesehatan jiwa penerima pesan atau informasi kesehatan.
belum semuanya tercapai. Dapat dilihat
pengelompokkan yang telah dilakukan 3) Analisis SWOT Strategi Promosi
oleh penulis bahwa tidak semua sasaran Kesehatan Jiwa dan Non Jiwa
(sasaran primer, sekunder dan tertier) Kekuatan (strengths) dan peluang
termasuk kedalam strategi advokasi, (oppurtunities) metode promosi kesehatan
dukungan sosial dan pemberdayaan yang ada di RSJD Dr. RM. Soedjarwadi
masyarakat. Sedangkan untuk bentuk dari adalah dengan menerapkan metode
strategi promosi kesehatan dan media didaktif dan metode sokratif baik secara
promosi kesehatan sudah cukup dalam langsung maupun tidak langsung dapat
mendukung kegiatan promosi kesehatan membantu sasaran baik primer, sekunder
jiwa. Hal ini karena media-media yang maupun tertier menanamkan kesadaran
digunakan telah disesuaikan dengan akan hidup bersih dan sehat didalam
sasaran-sasaran yang akan menjadi dirinya. Dengan menggunakan metode
penerima atau komunikan dari promosi didaktif, akan mempermudah masyarakat
kesehatan. dalam mengakses informasi kesehatan
karena melalui media massa. Sedangkan
2) Analisis Strategi Promosi untuk metode sokratif adalah dapat
Kesehatan Non Jiwa melihat apakah semua sasaran baik
Ketiga strategi promosi kesehatan, primer, sekunder maupun tertier
yaitu advokasi, dukungan sosial dan menangkap pesan atau informasi
pemberdayaan masyarakat yang dilakukan kesehatan yang telah disampaikan oleh
untuk kesehatan non jiwa sasarannya komunikator sehingga dapat diharapkan
belum semuanya tercapai. Dapat dilihat sasaran-sasaran tersebut dapat
dari pengelompokkan yang telah dilakukan meningkatkan kesadaran akan hidup
oleh penulis, bahwa tidak semua sasaran bersih dan sehat, sedangkan dalam strategi
(sasaran primer, sekunder dan tertier) promosi kesehatan advokasi adalah dapat
termasuk ke dalam strategi advokasi, mendukung melalui sarana maupun
dukungan sosial, dan pemberdayaan prasarana dalam bidang kesehatan dan
masyarakat, sedangkan untuk bentuk dari menjalin kemitraan dengan para sasaran
strategi promosi kesehatan dan media tertier baik dalam bidang kesehatan
promosi kesehatan sudah cukup dalam maupun diluar bidang kesehatan.

93
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

Sedangkan untuk strategi dukungan sosial Selanjutnya, dalam bentuk media


dapat membantu tim IPKRS rumah sakit advokasi, semakin berkembangnya zaman
dalam menyampaikan pesan, informasi dan teknologi maka akan semakin banyak
ataupun program mengenai kesehatan jiwa pula inovasi-inovasi yang harus
dan non jiwa kepada masyarakat dengan dikeluarkan agar dapat menarik perhatian
melalui bantuan dari para tokoh sasaran. Terakhir, perkumpulan (asosiasi)
masyarakat atau yang lainnya. Terakhir minat. Kelompok sering kali sulit
strategi pemberdayaan masyarakat dapat menerima pendapat atau saran dalam
meningkatkan dan menanamkan sebuah perkumpulan.
kesadaran akan hidup bersih dan sehat Strategi dukungan sosial dalam
didalam diri para target sasaran primer, bentuk bina suasana individu adalah
sekunder dan tertier. dalam meyakinkan para masyarakat agar
Kelemaham (weakness) dan mau untuk menerima atau menerapkan
ancaman (threats) yang ada pada metode mengenai program-program kesehatan
didaktif adalah hanya mengandalkan yang disampaikan. Selanjutnya, bina
media massa sebagai media perantara suasana kelompok dimana nantinya
penyampaian pesan kesehatan, sehingga kelompok masyarakat sedikit demi sedikit
komunikator tidak dapat mengetahui tidak perduli lagi akan kesehatannya
dampak dari kegiatan promosi kesehatan karena tidak adanya inovasi terbaru dalam
yang dilakukan dengan menggunakan penyampaian informasi kesehatan yang
metode didaktif baik secara langsung diberikan oleh rumah sakit. Terakhir
maupun tidak langsung karena komunikan adalah bina suasana publik, yaitu dengan
bersifat pasif. Sedangkan untuk metode semakin berkembangnya jaman dan
sokratif adalah perencanaan sebelum teknologi maka harus lebih kreatif dan
melaksanakan kegiatan promosi kesehatan inovatif dalam memberikan informasi
diperlukan waktu dan tenaga yang relatif kesehatan melalui media massa.
banyak dan memerlukan keahlian khusus, Sedangkan strategi pemberdayaan
sedangkan dalam strategi promosi masyarakat, yaitu tidak diterapkannya cara
kesehatan yang dilakukan oleh RSJD Dr. hidup bersih dan sehat dalam kehidupan
RM. Soedjarwadi adalah strategi advokasi sehari-hari yang diberikan saat melakukan
dalam bentuk lobi politik adalah susahnya kegiatan-kegiatan seperti misalnya
mendapatkan kepercayaan dari sasaran penyuluhan langsung maupun tidak
tertier, sedangkan dalam seminar dan atau langsung.
presentasi adalah meyakinkan sasaran-
sasaran yang dituju dalam membangun
program-program kesehatan untuk
nantinya diterapkan dimasyarakat.

94
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

Penutup Soedjarwadi menggunakan media leaflet


dan banner dalam menjalankan promosi
Hasil penelitian ini adalah tim dari
kesehatan. Bentuk strategi bina suasana ini
PKRS RSJD Dr. RM. Soedjarwadi
dibagi menjadi tiga kategori. Pertama bina
menggunakan strategi promosi kesehatan
suasana individu, PKRS RSJD Dr. RM.
untuk menjalankan promosi kesehatan.
Soedjarwadi menjalin hubungan dengan
Strategi promosi kesehatan yang
para tokoh masyarakat, TKSK (Tenaga
digunakan adalah advokasi. Advokasi lebih
Kesejahteraan Sosial Kecamatan), dan
ditujukan kepada stakeholders namun
para dokter yang berada dipuskesmas-
masyarakat juga dijadikan sebagai target
puskesmas daerah yang dituju dalam
sasaran. Advokasi untuk stakeholders,
penyuluhan kesehatan. Kedua adalah bina
RSJD Dr. RM. Soedjarwadi melakukan
suasana kelompok, dimana tim PKRS
dalam bentuk lobi politik, yaitu kegiatan
melakukan bina suasana kelompok dengan
yang dilakukan melalui rapat-rapat dengan
kelompok masyarakat yang berada di
melibatkan pemangku kepentingan yang
daerah Klaten, yaitu PWRI dengan melalui
diadakan setiap bulan. Selanjutnya
penyuluhan ceramah. Ketiga bina suasana
seminar dan atau presentasi, dimana RSJD
publik, RSJD Dr. RM. Soedjarwadi
Dr. RM. Soedjarwadi membahas masalah
melakukan promosi kesehatan dengan
kesehatan didepan pembuat keputusan
memanfaatkan media komunikasi leaflet,
baik lintas program maupun lintas
brosur, majalah, x-banner, buku agenda
sektoral. Terakhir, dalam bentuk
ide, direktori, banner, spanduk, baliho,
perkumpulan (asosiasi) minat. RSJD Dr.
sticker, papan reklame, TV kabel
RM. Soedjarwadi melakukan rapat komite
Sujarwadi, youtube, e-mail, website,
medik dengan para dokter seperti dokter-
instagram, twitter, facebook, fax,
dokter spesialis yang diadakan sebulan
undangan, poster, dan bekerjasama
sekali setiap tahun.
dengan radio RSPD Kabupaten Klaten.
Strategi promosi kesehatan Strategi promosi kesehatan selanjutnya
selanjutnya yang digunakan oleh RSJD Dr. yang digunakan oleh RSJD Dr. RM.
RM. Soedjarwadi dalam melakukan Soedjarwadi adalah pemberdayaan
promosi kesehatan adalah dukungan masyarakat. Kegiatan promosi kesehatan
sosial. Dukungan sosial yang dilakukan dengan menggunakan strategi ini terdiri
oleh RSJD Dr. RM. Soedjarwadi adalah dari dropping pasien atau pemulangan
dengan melaksanakan bakti sosial pasien yang dilaksanakan sebanyak 12 kali
didaerah-daerah atau pedesaan yang dalam setahun. Selanjutnya, penyuluhan
melibatkan para tokoh masyarakat. kesehatan yang dilaksanakan sebanyak 26
Strategi dari dukungan sosial ini disebut kali dalam satu tahun terdiri dari 16 kali
dengan bina suasana, RSJD Dr. RM. penyuluhan didalam gedung rumah sakit

95
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

dan 10 kali penyuluhan diluar gedung pasien. Kemudian seminar kesehatan jiwa
rumah sakit. Kemudian, home visit, home sebanyak 2 kali dalam satu tahun dengan
visit dilaksanakan sebanyak 20 kali dalam komunikator para dokter umum maupun
satu tahun. Kegiatan yang selanjutnya spesialis dan juga psikolog. Terakhir
adalah family therapy, family therapy adalah promkesmen atau pameran
dilaksanakan sebanyak 12 kali dalam satu kesehatan yang dilaksanakan didalam
tahun terdiri dari 8 kali terapi untuk maupun diluar gedung rumah sakit
dewasa dan 4 kali terapi untuk anak dan dilaksanakan 1 kali dalam setahun dengan
remaja.Selanjutnya temu pelanggan, temu melibatkan hasil karya dari para pasien
pelanggan dilaksanakan 2 kali dalam satu rehabilitan.
tahun dengan melibatkan para keluarga
.

Daftar Pustaka

Buku Depkes RI. 2009. Pedoman Pelayanan


Antenatal di Tingkat Pelayanan
Ali, Zaidin. 2010. Dasar-Dasar Dasar. Jakarta: Depkes RI.
Pendidikan Kesehatan
Masyarakat dan Promosi Djamal, M. 2015. Paradigma Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Trans Info Kualitatif. Rev.ed. Yogyakarta:
Media. Pustaka Pelajar.

Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan Hartono, Bambang. 2010. Promosi


Metode dan Paradigma Baru. Kesehatan Di Puskesmas Dan
Bandung: Rosdakarya. Rumah Sakit. Jakarta: Rineka
Cipta.
Azwar, Saifuddin. 1998. Metode Penelitian.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kholid, Ahmad. 2012. Promosi Kesehatan
Dengan Pendekatan Teori
Cangara, Hafied. 2014. Perencanaan & Perilaku, Media, Dan Aplikasinya.
Strategi Komunikasi (Edisi Revisi). Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Jakarta: Rajawali Pers.
Kriyantono, Rachmat. 2007. Teknik
Depkes RI. 1992. Persyaratan Kesehatan Praktis Riset Komunikasi: Disertai
Lingkungan Rumah Sakit, Contoh Praktis Riset Media, Public
Peraturan Menteri Kesehatan Relations, Advertising,
Republik Indonesia No. Komunikasi Organisasi,
986/Menkes/Per/11/1992. Jakarta: Komunikasi Pemasaran. Jakarta:
Depkes RI. Kencana.
Depkes RI. 2006. Pedoman Liliweri, Alo. 2007. Dasar-Dasar
Penyelenggaraan dan Prosedur Komunikasi Kesehatan.
Rekam Medis Rumah Sakit di Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

96
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

Mubarak dan Chayatin. 2008. Ilmu Wardani, Ika Novita, Yanik Muyassaroh,
Kesehatan Masyarakat: Teori dan Murti Ani. 2016. Buku Ajar
Aplikasi. Jakarta: Penerbit Promosi Kesehatan Untuk
Salemba Medika. Mahasiswa Kebidanan. Jakarta:
Trans Info Media.
Mulyana, Deddy. 2010. Ilmu Komunikasi
Suatu Pengantar. Bandung: PT. Yatim, Riyanto. 1996. Metodelogi
Remaja Rosdakarya. Penelitian Pendidikan: Suatu
Tinjauan Dasar. Surabaya: SIC.
Moleong, Lexy. J. 2002. Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Zuriah, Nurul. 2006. Metodologi
Remaja Rosdakarya. Penelitian Sosial Dan Pendidikan
Teori-Aplikasi. Jakarta: Bumi
Nasir, Mohammad. 2003. Metode Aksara.
Penelitian. Jakarta: Ghalia
Indonesia.

Notoatmodjo, S. 2005. Promosi


Kesehatan: Teori dan Aplikasi.
Jakarta: Rineka Cipta. Skripsi/Tesis

Nugroho, Rian. 2003. Kebijakan Publik, Ilham, T. Muhammad. “Strategi


Formulasi, Implementasi dan Komunikasi Seksi Promosi
Evaluasi. Jakarta: Media Kesehatan Kota Bandung Dalam
Komputindo. Mensosialisasikan Bahaya
Penyakit AIDS (Studi Deskriptif
Purenda, Angga. “RSJD Klaten Luncurkan Strategi Komunikasi Bagian
Sujarwadi TV,” Radar Klaten, 4 Promosi Kesehatan Dinas
Agustus 2016. Kesehatan Kota Bandung dalam
Mensosialisasikan Bahaya
Rakhmat, Jalaludin. 2001. Metode Penyakit AIDS pada Remaja
Penelitian Komunikasi. Bandung: melalui Penyuluhan Kesehatan di
PT. Remaja Rosdakarya. SMPN 2 Bandung),” Skripsi
Sarjana, Fakultas Ilmu Sosial dan
Rakhmat, Jalaludin. 2005. Psikologi Ilmu Politik Universitas Komputer
Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Indonesia, Bandung, 2011.
Rosdakarya.
Sutopo, Faizal Rachman. “Manajemen
Solang, Sesca Diana, Nansy Losu, dan Program Komunikasi Terapeutik
Naomy Marie Tando. 2016. (Studi Deskriptif pada RSJD. Dr.
Promosi Kesehatan Untuk RM. Sodjarwadi Provinsi Jawa
Mahasiswa Kebidanan. Bogor: In Tengah),” Skripsi Sarjana, Fakultas
Media. Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Universitas Islam Indonesia,
Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Yogyakarta, 2014.
Cet-19. Bandung: Alfabeta, CV. Wahyono, Hadi. “Promosi Kesehatan
Sulistyo, Basuki. 2006. Metode Penelitian. Pada Rumah Sakit Swasta, Studi
Jakarta: Wedatama Widya Sastra Kualitatif Di Rumah Sakit
dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Bethesda Yogyakarta,” Tesis Pasca
Budaya Universitas Islam Sarjana, Fakultas Kedokteran
Indonesia. Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, 2013.
Suprapto, Tommy. 2006. Pengantar Teori
Komunikasi. Cetakan Ke-1.
Yogyakarta: Media Pressindo.

97
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

Sari, Dian Andita. “Pengaruh Promosi Yusuf, Yusri, Muh. Syafar, dan
Kesehatan Tentang Perilaku Burhanuddin Bahar. “Analisis
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Strategi Promosi Kesehatan Di
Terhadap Sikap dan Perilaku Puskesmas Bambalamonu Dalam
Hidup Bersih dan Sehat Siswa Pembinaan Masyarakat Suku Da’a
Kelas III Di Sekolah Dasar Di Desa Kasaluang Kab. Mamuju
Tamansari I Wirobrajan Utara,” Jurnal MKMI, Vol. 6 No. 3
Yogyakarta Tahun 2010,” Skripsi (Juli, 2010), hal. 141-145.
Sarjana, Program Studi Ilmu
Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan ‘Aisyiyah’, Yogyakarta,
2016.
Internet

Jurnal Kementerian Kesehatan. (2014). Undang


Undang No 18 Tahun 2014 Tentang
Alhamda, Syukra. “Analisis Kebutuhan Kesehatan Jiwa
Sumber Daya Promosi Kesehatan
Di Rumah Sakit Umum Daerah www.binfar.kemkes.go.id?wpdact+=proce
Solok, Sumatera Barat,” Jurnal ss&did=MjAxlmhvdGxpbms
Manajemen Pelayanan Kesehatan. (Diakses 20 Februari 2017).
Vol. 15 No. 2 (Juni, 2012), hal 77- “Modul Promosi Kesehatan di
85. Masyarakat.”
Komariah, Kokom. “Pola Komunikasi www.pamsimas.org (Diakses pada
Kesehatan dalam Pelayanan dan 10 Agustus 2017).
Pemberian Informasi mengenai
Penyakit TBC pada Puskesmas di “(PDF) Undang Undang No. 44 Th 2009
Kabupaten Bogor,” Jurnal Kajian tentang Rumah Sakit –
Komunikasi. Vol. 1 No. 2 Kementerian Kesehatan”
(Desember, 2013), hal 173-185.
www.depkes.go.id (Diakses pada 19
Putra, Firman Yulian. “Strategi Promosi Februari 2017).
Kesehatan Dinas Kesehatan
Kabupaten Kutai Kartanegara Website Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM.
Tentang Pemahaman Perilaku Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Di
Puskesmas Mangkurawang,” e- www.rsjd-
Journal Ilmu Komunikasi, 4 (1), sujarwadi.jatengprov.go.id/ipkrs/2
2016: 74-87. 017/02/14/penyuluhan-kesehatan-
tentang-vertigo/ (Diakses pada 19
Rahmat, Pupu Saeful. “Penelitian Maret 2017).
Kualitatif,” Jurnal Equilibrium Vol.
5 No. 9 (Januari-Juni, 2009), hal 1- Website Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM.
8. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

Rezeki, S., Mulyadi, A., dan Nopriadi. www.rsjd-sujarwadi.jatengprov.go.id


“Strategi Promosi Kesehatan (Diakses pada 20 Maret 2017).
Terhadap Peningkatan Perilaku
Hidup Bersih Dan Sehat Individu WebsiteRumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM.
Pada Masyarakat Perkebunan Di Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah
Wilayah Puskemas Sei Kijang www.rsjd-sujarwadi.com/tentang-
Kabupaten Pelalawan,” Jurnal kami/struktur-organisasi(Diakses
Ilmu Lingkungan. pada 20 Maret 2017).

98
Ratih Gayatri Setyabudi & Mutia Dewi, Analisis Strategi Promosi Kesehatan dalam Rangka Meningkatkan
Kesadaran Hidup Sehat oleh Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

WebsiteRumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM.


Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

www.rsjd–sujarwadi.com/yankes/alur-
pelayanan (Diakses pada 20 Maret
2017)

WebsiteRumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM.


Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah
www.rsjd-
sujarwadi.com/yankes/rawat-
inap(Diakses pada 20 Maret 2017)

Website Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM.


Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

www.rsjd-sujarwadi.com/kesehatan/hkjs-
2015-seminar-kesehatan-jiwa-
oleh-kak-seto (Diakses pada 11
Agustus 2017).

Website Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM.


Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah

www.rsjd-sujarwadi.com/galeri-karya-
rehabilitan-soedjarwadi/ (Diakses
11 Agustus 2017).

Facebook Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr.


RM. Soedjarwadi Provinsi Jawa
Tengah

https://free.facebook.com/public/Rsjd-
Soedjarwadi?_rdc=1&_rdr
(Diakses 30 Juli 2017).

99
Jurnal komunikasi, Volume 12, Nomor 1, Oktober 2017

100