Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA TERAPAN

ACARA IV
PENERAPAN PRINSIP BERNOULLI

Kelompok 5 Rombongan 1
Oleh:
Pegi Vidya Pitaloka (A1F016016)
Patricia Cristin Priscila S (A1F016029)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2017
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Asas Bernoulli dikemukakan pertama kali oleh Daniel Bernoulli (1700 ±

1782). Daniel Bernoulli lahir di Groningen, Belanda pada tanggal 8 Februari 1700

dalam sebuah keluarga yang hebat dalam bidang matematika. Prinsip Bernoulli

adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida yang menyatakan bahwa pada

suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan

Penurunan tekanan pada aliran tersebut. Prinsip ini sebenarnya merupakan

penyederhanaan dari Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa jumlah energi

pada suatu titik di dalam suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah

energi di titik lain pada jalur aliran yang sama.

Dalam kehidupan sehari-hari, Asas Bernoulli diterapkan pada karburator

mobil, venturimeter, pipa pitot, botol penyemprot parfum, dan alat semprot

serangga. Asas Bernoulli juga dapat digunakan untuk melakukan kalkulasi

kebocoran pada tangki air, secara umum terdapat dua bentuk Persamaan

Bernoulli; yang pertama berlaku untuk aliran tak-termampatkan (incompressible

flow), dan yang lain adalah untuk fluida termampatkan (compressible flow).

Aliran air dalam suatu saluran dapat berupa aliran dalam saluran terbuka

dan dapat pula berupa aliran dalam pipa. Aliran melalui saluran terbuka adalah

aliran yang memiliki permukaan bebas sehingga memiliki tekanan udara

walaupun berada dalam saluran tertutup. Sedangkan aliran dalam pipa adalah

aliran yang tidak memiliki permukaan bebas, karena aliran air megisi saluran
secara terus menerus, sehingga tidak dipengaruhi oleh tekanan udara dan hanya

dipengaruhi oleh tekanan hidrostatik. Kecepatan dan debit aliran antara aliran air

terbuka dan aliran air dalam pipa akan mengalami perbedaan. Hal ini disebabkan

oleh faktor - faktor yangmempengaruhi kedua aliran tersebut. Debit aliran adalah

laju aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang

melintang sungai per satuan waktu. Dalam sistem satuan SI besarnya debit

dinyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m3/ d t ) .

B. Tujuan

Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah :

1. Untuk mengetahui penerapan prinsip bernoulli menggunakan alat sederhana.

2. Untuk menghitung kecepatan, waktu, dan jarak jatuh fluida menggunakan

rumus persamaan bernoulli.


II. TINJAUAN PUSTAKA

Zat cair (yang merupakan suatu jenis fluida) umumnya mempunyai bentuk

yang ditetapkan oleh wadahnya masing-masing (dimana wadah tersebut biasanya

terbuat dari zat padat) dan bila dilihat dari struktur molekulnya, fluida memiliki

jarak antarmolekul yang lebih besar serta gaya kohesi antarmolekul yang lebih

rapat dibandingkan zat padat sehingga fluida mudah berubah bentuk tergantung

dari wadah atau tempatnya ( Mulyadi, 2009 ).

Fluida diartikan sebagai suatu zat yang dapat mengalir. Istilah fluida

mencakup zat cair dan gas karena zat cair seperti air atau zat gas seperti udara

dapat mengalir. Zat padat seperti batu dan besi tidak dapat mengalir sehingga

tidak bisa digolongkan dalam fluida. Air, minyak pelumas, dan susu merupakan

contoh zat cair. Semua zat cair itu dapat dikelompokan ke dalam fluida karena

sifatnya yang dapat mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain. Selain zat cair,

zat gas juga termasuk fluida. Zat gas juga dapat mengalir dari satu satu tempat ke

tempat lain. Hembusan angin merupakan contoh udara yang berpindah dari satu

tempat ke tempat lain (Lohat, 2008).

Fluida memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan. Fluida

bersikulasi dalam tubuh kita serta mengatur keadaan cuaca di sekitar kita. Fluida

adalah zat yang dapat mengalir, kita gunakan istilah fluida untuk cairan dan gas

(Young, 2002).

Fluida merupakan salah satu aspek yang penting dalam kehidupan sehari-

hari. Setiap hari manusia menghirupnya, meminumnya, terapung atau tenggelam


di dalamnya. Setiap hari pesawat udara terbang melaluinya dan kapal laut

mengapung di atasnya. Demikian juga kapal selam dapat mengapung atau

melayang di dalamnya. Air yang diminum dan udara yang dihirup juga

bersirkulasi di dalam tubuh manusia setiap saat meskipun sering tidak disadari

(Lohat, 2008).

Setiap fluida selalu memberikan tekanan pada semua benda yang

bersentuhan dengannya. Air yang dimasukan ke dalam gelas akan memberikan

tekanan pada dinding gelas. Demikian juga seseorang yang mandi dalam kolam

renang atau air laut, air kolam atau air laut tersebut juga memberikan tekanan

pada seluruh tubuh orang tersebut (Lohat, 2008).

Tekanan total air pada kedalaman tertentu, misalnya tekanan air laut pada

kedalaman 200 meter merupakan jumlah tekanan atmosfer yang menekan

permukaan air laut dan tekanan terukur pada kedalaman 200 meter. Jadi, selain

lapisan bagian atas air menekan lapisan air yang ada di bawahnya, terdapat juga

atmosfer (udara) yang menekan permukaan air laut tersebut (Lohat, 2008).

Tekanan yang ditimbulkan oleh lapisan fluida yang ada di atas dapat

dikatakan sebagai tekanan dalam karena tekanan itu sendiri berasal dari dalam

fluida sedangkan tekanan atmosfer dapat kita katakana tekanan luar karena

atmosfer terpisah dari fluida. Tekanan atmosfer (dalam kasus ini merupakan

tekanan luar) bekerja pada seluruh permukaan fluida dan tekanan tersebut

disalurkan pada seluruh bagian fluida. Oleh karena itu, tekanan total fluida pada

kedalaman tertentu selain disebabkan oleh tekanan lapisan fluida pada bagian atas,

juga dipengaruhi oleh tekanan luar (Lohat, 2008).


Hukum Bernoulli merupakan sebuah konsep besar, hasil penggabungan

beberapa unit konsep fisika seperti tekanan, massa jenis, laju zat alir, kekentalan

zat alir, dan ketinggian potensial gravitasi. Kapasitas konsep ini mampu

mendeskripsikan secara kualitatif dan kuantitatif prilaku dinamis zat alir (cair dan

gas) dalam ruang ataupun saluran berdinding padatan seperti pipa. Banyak cara

kerja peralatan teknik di dunia industri dilandasi oleh penerapan konsep ini seperti

sayap pesawat terbang, cerobong asap, penyemprot racun serangga, tabung pitot,

tabung venturi, karburator, kapal layar, tangki bocor, dan lain sebagainya

(muldiani, 2016).

Prinsip bernoulli adalah sebuah istilah dalam mekanika fluida yang

menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan kecepatan fluida akan

menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut (Sugesti, 2013).

Persamaan ini merupakan salah satu yang tertua dalam mekanika fluida dan

asumsi yang digunakan dalam menurunkannya sangat banyak, tetapi persamaan

tersebut dapat secara efektif untuk menganalisis suatu aliran (Munson, B. et al,

2004). Pada azas Bernoulli berlaku hubungan antara tekanan (P), kecepatan alir

(v), dan tinggi tempat (h) dalam satu garis lurus. Sehingga azas Bernoulli dapat

didefinisikan yaitu tekanan fluida di tempat yang kecepatannya tinggi lebih kecil

daripada di tempat yang kecepatannya lebih rendah. Jadi semakin besar kecepatan

fluida dalam suatu pipa maka tekanannya makin kecil dan sebaliknya makin kecil

kecepatan fluida dalam suatu pipa maka semakin besar tekanannya (Firdaus dkk,

2011).
Aliran tak-termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikandengan tidak

berubahnya besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran

tersebut. Contoh fluida tak-termampatkan adalah air, berbagai jenis minyak,

emulsi, dll. Bentuk Persamaan Bernoulli untuk aliran tak-termampatkan adalah

sebagai berikut:

P + gh + 2 = konstan

Keterangan : v = kecepatan fluida

g = percepatan gravitasi bumi

h = tinggi relatif terhadap suatu referensi

P = Tekanan Fluida

= massa jenis fluida

Dalam bentuk lain, Persamaan Bernoulli dapat dituliskan sebagai berikut:

P1 + gh1 + 12 = P2 + gh2 + 22

Aliran termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan

dengan berubahnya besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang

aliran tersebut. Contoh fluida termampatkan adalah udara, gas alam, dll.

Persamaan Bernoulli untuk aliran termampatkan adalah sebagai berikut :

= konstan

Hukum Bernoulli menyatakan bahwa jumlah dari tekanan ( p ), energi kinetik per

satuan volum ( ), dan energi potensial per satuan volume (ρgh) memiliki nilai

yang sama pada setiap titik sepanjang suatu garis arus (Oushizaru, 2013).
Teorema Toricelli menyatakan bahwa jika suatu wadah yang ujung atasnya

terbuka ke atmosfer diisi cairan dan terdapat lubang kecil pada suatu kedalaman di

bawah permukaan fluida dalam wadah, maka kelajuan semburan fluida melalui

lubang sama dengan kelajuan yang diperoleh oleh suatu benda yang jatuh bebas

pada suatu ketinggian (Giancoli, 2001).

Dengan menganggap diameter tabung lebih besar dibandingkan diameter

lubang, maka permukaan zat cair pada tabung turun perlahan-lahan, sehingga

kecepatan v1 dapat dianggap nol. Titik 1 (permukaan) dan 2 (lubang) terbuka

terhadap udara sehingga tekanan pada kedua titik sama dengan tekanan atmosfer,

P1 = P2, sehingga persamaan Bernoulli dinyatakan:

0 + gh1 = gh2 + 22

22 = g(h2−h1)

v2 = √ −

Karena v2 merupakan kecepatan pada lubang yang akan ditentukan, maka

selanjutnya ditulis v saja. Selanjutnya jarak antara lubang dan permukaan

h1 h2) disebut saja h, sehingga teorema Toricelli dapat dituliskan:

v√
ingat kembali prinsip gerak parabola. Dari titik(1) ke titik (2) dibutuhkan waktu

yang sama untuk menempuh titik (1) ke titik (2). Pada arah vertikal dari titik (1)

ke titik (2) merupakan gerak jatuh bebas sehingga tidak memiliki kecepatan awal

(v0 = 0 m/s). Dari gerak jatuh bebas diperoleh :

t=√

pada arah horizontal dari titik (2) ke titik (3) merupakan gerak lurus beraturan

tanpa memiliki percepatan sehingga berlaku persamaan:

x = v2 . t

jatuhnya air memiliki lintasan parabola yang merupakan resultan gerak pada arah

vertikal titik (1) ke titik (2) dengan gerak pada arah horizontal akan diperoleh

jarak jatuhnya air dari dinding tangki sebagai berikut:

x = v2 . √ =√ − ×√ (pauliza, 2008)

x = 2√ −

Volume fluida tiap satuan waktu yang mengalir dalam pipa disebut debit.

Dirumuskan dengan persamaan:

Q= atau Q = A. v

Keterangan :

Q = Debit aliran (m3/s) A = Luas permukaan (m2)

V = Volume (m3) v = kecepatan (m/s) (Firdaus, 2011)

t = waktu (s)
III. METODE

A. Alat dan Bahan

Alat:

- Tabung plastik berlubang

- Stopwatch

- Mistar

- Lakban

Bahan:

- Air
B. Prosedur Kerja

Diberi tanda dan dilubangi tabung dengan diameter yang sama dengan
ketinggian tertentu

Lubang ditutup dengan lakban, kemudian tabung diisi dengan air sampai
batas atas 1 Liter.

Dibuka sumbat (lakban) pada tabung, dilakukan pengamatan/pengukuran


dengan menggunakan mistar dan dihitung waktu keluar air dari tabung
dengan menggunakan stopwatch.

Kemudian diisi data yang didapat pada tabel pengamatan

Amati hal yang sama pada ketinggian lubang yang berbeda dan seterusnya
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

K Tinggi Tinggi Waktu Jarak jatuh Kecepatan


e permukaan air lubang dari tempuh air (R) aliran fluida

l dari dasar permukaan (detik) (meter) (v)


tabung (H) air (h) (m/detik)
(meter) (meter)

1. 0,132 m 0,105 m 0,2 s 0,115 m 1,43 m/s

2. 0,136 m 0,075 m 0,91 s 0,11 m 1,21 m/s

3. 0,135 m 0,085 m 0,8 s 0,9 m 1,29 m/s

4. 0,135 m 0,105 m 0,48 s 0,1 m 1,43 m/s

5. 0,135 m 0,077 m 0,5 s 0,12 m 1,23 m/s

6. 0,13 m 0,05 m 0,76 s 0,12 m 0,989 m/s

Perhitungan :

1. v = √ R= √ − t =√

=√ = 2√ − =√

=√ = 2√ =√

= 1,43 m/s =2√ =√

=2 . 0,05324 =√
= 0,10648 = 0,1065 m = 0,0742 sekon

2. v = √ R= √ − t=√

=√ = 2√ − =√

=√ = 2√ =√

= 1,21 m/s =2√ =√

=2 . 0,0676 =√
= 0,1352 m = 0,1115 sekon

3. v = √ R= √ − t=√

=√ = 2√ − =√

=√ = 2√ =√

= 1,29 m/s =2√ =√

=2 . 0,065 =√
= 0,13 m = 0,1 sekon

4. v = √ R= √ − t=√

=√ = 2√ − =√

=√ = 2√ =√
= 1,43 m/s =2√ =√

=2 . 0,0561 =√
= 0,1122 m = 0,0785 sekon

5. v = √ R= √ − t=√

=√ = 2√ − =√

=√ = 2√ =√

= 1,23 m/s =2√ =√

=2 . 0,0668 =√
= 0,1336 m = 0,109 sekon

6. v = √ R= √ − t=√

=√ = 2√ − =√

=√ = 2√ =√

= 0,99 m/s =2√ =√

=2 . 0,0632 =√
= 0,1264 m = 0,128 sekon
B. Pembahasan

Asas Torricelli (Torricelli’s Effluent Law) merupakan salah satu contoh

aplikasi fluida dinamis. Asas ini diturunkan dari persamaan kontinuitas dan

hukum Bernoulli. Wujud dari asas Torricelli ialah sebuah wadah yang berisi air

dan pada dindingnya terdapat sebuah lubang kebocoran. Asas Torricelli

merumuskan apabila volume air pada wadah tersebut dianggap tidak terbatas,

maka debit air yang keluar dari lubang kebocoran tidak membuat volume air pada

wadah berkurang. Kecepatan air yang keluar dari lubang kebocoran selalu tetap,

dan posisi horizontal jatuhnya air juga akan tetap (Irmawati, 2009).

Pada percobaan ini diketahui bahwa hasil dari setiap lubang masing-masing

kelompok berbeda. Pada kelompok pertama hasil kecepatan aliran yang diperoleh

adalah 1,43 m/s, hasil kelompok kedua adalah 1,21 m/s, hasil kelompok ketiga

adalah 1,29 m/s, hasil kelompok kelompok keempat adalah 1,23 m/s, dan hasil

kelompok kelima adalah 0,989 m/s. Pada percobaan ini kelompok kami

mengamati lubang 400 ml.

Pada hasil pengamatan dengan hasil perhitungan rumus terdapat pada jarak

fluidanya terdapat hasil yang tidak sama. Hasil yang tidak sama tersebut terdapat

pada waktu tempuh dan jarak jatuh air kecuali kecepatan aliran fluida karena

hasilnya sama. Pada hasil pengamatan waktu tempuh yang diperoleh adalah 0,2

detik, 0,91 detik, 0,8 detik, 0,48 detik, 0,5 detik, dan 0,76 detik sedangkan waktu

tempuh pada hasil pengukuran adalah 0,0742 detik, 0,1115 detik, 0,1 detik,

0,0785 detik, 0,109 detik, dan 0,128 detik. Jarak jatuh air pada hasil pengamatan

adalah 0,115 m, 0,11 m, 0,9 m, 0,1 m, 0,12 m, dan 0,12 m sedangkan pada hasil
pengukuran jarak jatuh air adalah 0,1065 m, 0,1352 m, 0,13 m, 0,1122 m, 0,1336

m, dan 0,1264 m. Hal ini dikarenakan beberapa faktor yang mempengaruhi

seperti, kekuatan angin disekitar lokasi pekerjaan, diameter lubang yaitu mungkin

ada perbedaan, kesalahan dalam pengukuran. Semakin tinggi titik kebocoran pada

tangki air maka akan semakin kecil kecepatan fluida yang mengalir, begitupun

jarak yang di tempuh. Semakin di bawah (dasar) titik kebocoran pada tangki air

maka akan semakin besar kecepatan dan jauh jarak fluida yang mengalir. Hal

tersebut terjadi pada kebocoran tangki air dititik terendah, kecepatan dan jarak

fluidanya mengalir lebih jauh dibandingkan dengan titik-titik lainnya. Tekanan

akan semakin kuat, jika air semakin banyak, dan jika titik kebocoran semakin ke

dasar (rendah) air.

Berdasarkan hasil diatas dapat diketahui bahwa jarak jatuh air terjauh pada

hasil pengamatan adalah 0,12 m dari kelompok 5 sedangkan pada hasil

pengukuran adalah 0,1352 m. Terjadinya perbedaan antara pengamatan dengan

pengukuran karena pada hasil pengamatan waktu tempuh dan jarak jatuh air

diamati diukur dengan stopwatch dan penggaris sedangkan pada hasil pengukuran

diukur menggunakan rumus dengan nilai tinggi permukaan air dari dasar tabung

(H) dan tinggi lubang dari prmukaan air (h) yang telah diketahui.

Dari praktikum ini, dapat diperoleh bahwa setiap lubang pada tabung memiliki

jangkauan yang berbeda-beda. Semakin tinggi ketinggian lubang terhadap

permukaan air, maka jangkauan pacaran air semakin pendek.

Menurut Hukum Torricelli kecepatan air yang keluar dari lubang

dipengaruhi oleh ketinggian air. Kecepatan air yang keluar semakin lama semakin
kecil, sesuai dengan penurunan ketinggian air. Lebih tepatnya kecepatan air keluar

dari tangki berbanding lurus dengan akar dari ketinggian air dalam tangki. Waktu

pengosongan tangki dipengaruhi oleh ketinggian air dan bentuk tangki (Irmawati,

2009).
V. PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Prinsip bernoulli adalah sebuah istilah dalam mekanika fluida yang

menyatakan bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan kecepatan fluida

akan menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut.

2. Jarak jatuh air terjauh pada hasil pengamatan adalah 0,12 m sedangkan

pada hasil pengukuran adalah 0,1352 m. Waktu tempuh terlama pada hasil

pengamatan adalah 0,91 detik sedangkan pada hasil pengukuran adalah

0,128 detik. Kecepatan aliran fluida terbesar adalah 1,43 m/s.

3. Setiap lubang pada tabung memiliki jangkauan yang berbeda-beda.

Semakin tinggi ketinggian lubang terhadap permukaan air, maka jangkauan

pacaran air semakin pendek.

4. Perbedaan ketinggian berpengaruh terhadap volume air yang keluar dari

lubang. Perbedaan waktu berpengaruh terhadap banyaknya air yang keluar

pada lubang tersebut.

Saran

Sebaiknya praktikan dalam mengukur harus benar-benar teliti dan juga

tepat. kemudian dalam penggunaan rumus, harus teliti dalam menghitung.


DAFTAR PUSTAKA

Firdaus, M, dkk. 2011. “Pembuatan Teknologi Penyiram Tanaman Sederhana

(Water Streamer) dengan Penerapan Prinsip Fluida”. Karya Tulis. Fakultas

MIPA. Universitas Lambung Mangkurat.

Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Ke lima Jilid 1, Terjemahan. Erlangga.

Jakarta.

Irmawati, dkk. 2009. Model Matematika Waktu Pengosongan Tangki Air.

Seminar Nasional Penelitian. Fakultas MIPA UNY.Yogyakarta

Munson, B. et al. 2004. Mekanika Fluida Jilid I Edisi Keempat. Erlangga. Jakarta.

Mulyadi, Muhamad. 2009. Analisis Aerodinamika pada Sayap Pesawat

Terbang dengan Menggunakan Software Berbasis Computional Fluida

Dinamics (CFD

Muldiani, Ratu Fenny dkk. 2016. Keterpakaian Konsep Hukum Bernoulli dan

Desain Eksperimennya Di Dalam Fisika Terapan Prodi Rekayasa Polban.

Seminar Nasional Fisika Fakultas MIPA, Universitas Negeri Jakarta.

Oushizaru, 2013. Mekanika fluida. Makalah. Fakultas teknik UNSOED.

Puwokerto.

Pauliza, osa. 2008. Fisika Kelompok Teknologi dan Kesehatan untuk Sekolah

Menengah Kejuruan Kelas XI. Grafindo media pratama. Bandung.

San Lohat, Alexander. 2008. Fluida Dinamis. Seri e-book Guru Muda.

Sugesti, M. 2013. Rumus Lengkap Fisika. Kunci Komunikasi. Jakarta.

Young, Hugh. 2002. Fisika Universitas. Erlangga. Jakarta.


LAMPIRAN

Foto/Dokumentasi praktikum Keterangan

Disiapkan alat dan bahan

praktikum yang akan

digunakan

Lubang ditutup menggunakan

lakban kemudian Tabung/teko

diisi air.
Diukur tinggi h dan H pada

tabung/ teko

Siapkan penggaris dibawahnya

untuk menghitung jarak jatuh

air.

Dibuka sumbat (lakban) pada

tabung lihat jarak jatuh air

menggunakan mistar dan

dihitung waktu keluar air dari

tabung dengan menggunakan

stopwatch.
JOB DESCRIPTION

Pegi Vidya Pitaloka ( A1F016016) : Bab I, Bab II, Bab III, Bab IV (Hasil),

Lampiran

Patricia Cristin P S (A1F016029) : Bab II, Bab IV (Pembahasan), Bab V

Anda mungkin juga menyukai