Anda di halaman 1dari 24

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Klien : Tn. M.A


Pertemuan Ke : 1(satu)
SP Ke : 1(satu)
Ruangan : Rg. Tenang Pria
Hari /Tanggal : 07 November 2018

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien :
DS :
- Pasien mengatakan kadang- kadang mendengar bisikan
- Pasien mengatakan mendengar bisikan tersebut terkadang muncul pada
saat pasien duduk, pada saat ingin tidur dan pada saat menyendiri
DO :
- Pasien tampak tenang
- Pasien tampak mengantuk
- Pasien masih tampak malu
- Kontak mata, sesekali tampak melihat kearah perawat

2. Diagnosa keperawatan:
Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran

3. Tujuan Tindakan Keperawatan


a. Pasien dapat membina hubungan saling percaya.
b. Pasien dapat mengontrol halusinasinya dengan menghardik.

4. Tindakan keperawatan:
a. Bina hubungan saling percaya
- Ucapkan salam dan berjabat tangan
- Panggil nama pasien
- Tanyakan perasaan dan keluhan
- Buat kontrak topik, waktu dan tempat
b. Membantu Pasien menyadari gangguan persepsi sensori : halusinasi
- Identifikasi halusinasi: dengan mendiskusikan isi, frekuensi, waktu,
situasi pencetus, perasaan, dan respon.
- Latih cara mengontrol halusinasi dengan menghardik
- Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik

Strategi Pelaksanaan SP 1 :

5. Strategi Komunikasi
1. Orientasi :
a. Salam terapeutik
“Selamat siang Mas, ! Saya mahasiswa Stikes Suaka Insan
Banjarmasin yang dinas di ruangan pagi ini. Nama saya Velly. Nama
mas siapa ? Dipanggilnya siapa ?”
b. Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan Mas hari ini ? Apakah ada keluhan saat ini?”
c. Kontrak
1. Topik
“Baiklah. Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang bisikan
yang selama ini mas dengar tetapi tidak tampak wujudnya?”
2. Waktu
“Bagaimana kalau sekitar kurang lebih 20 menit ya mas ?”
3. Tempat
“Kita duduk di kursi sini saja ya mas !”
2. Fase Kerja :
“Apakah mas mendengar bisikan tanpa ada wujudnya? Apa yang
dikatakan bisikan itu?”
“Apakah terus-menerus mendengar atau sewaktu-waktu ? kapan yang
paling sering mas mendengar bisikan ? Berapa kali sehari mas alami?
Pada keadaan apa bisikan itu muncul? Apakah pada waktu sendiri?”
“Apa yang mas rasakan pada saat mendengar bisikan itu? Apa yang mas
lakukan saat mendengar bisikan itu? Apakah dengan cara itu bisikan itu
hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk untuk mencegah
bayangan itu muncul?”
“Mas, ada empat cara untuk mencegah bisikan itu muncul. Pertama,
dengan menghardik suara tersebut,. Kedua, dengan cara minum obat
teratur. Ketiga, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain, dan
yang keempat melakukan kegiatan yang sudah terjadwal.”
“Bagaimana kalau kita belajar dengan satu cara dulu, yaitu dengan
menghardik? Caranya sebagai berikut : Kalau mas mendengar bisikan
itu muncul, caranya tutup mata, lalu langsung mas bilang, pergi saya
tidak mau dengar, kamu suara palsu,... pergi jangan ganggu saya.... kamu
tidak nyata. Begitu diualng-ulang sampai bayangan itu hilang. Coba Mas
peragakan?Nah, begitu. Bagus! Coba lagi! Ya, bagus. Mas sudah bisa.”

3. Terminasi :
1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
a) Evaluasi subjektif
”Bagaimana perasaan Mas setelah kita berbincang-bincang ?”
b) Evaluasi Objektif :
”Bagaimana perasaan Mas setelah bercakap-cakap tentang cara
mengontrol halusinasi dengan menghardik? Coba peragakan lagi!
Bagus sekali.
c) Rencana tindak lanjut
”Mari kita masukkan ke dalam jadwal harian mas tentang cara
mengontrol halusinasi jika timbul!”
d) Kontrak yang akan datang
 Topik
”Bagaimana kalau nanti siang kita berbincang-bincang dan
latihan lagi”
 Waktu
”Sekitar 20 menit ya mas.”
 Tempat
”Baiklah. Kita nanti duduk di kursi ini lagi ya.”
STRATEGI PELAKSANAAN/TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Yuni Ismiyanti


Nama Klien/No. RM : Tn. M/02-11-xx
Tanggal/Jam : 06 September 2018/15.00 Wita
Interaksi : ke 2
SP : BHSP
SP 1 Halusinasi

1. Proses Keperawatan
Kondisi klien :
1.1 Halusinasi
DS :
 Pasien mengatakan melihat bayangan orang lain kadang-kadang
muncul pada waktu pagi, siang dan malam
 Pasien mengatakan melihat bayangan tersebut terkadang muncul pada
saat Pasien duduk, pada saat ingin tidur dan pada saat menyendiri
DO :
 Pasien cukup tenang
 Emosi cukup stabil
 Kontak mata baik
 Pasien kooperatif
 Pasien memperagakan cara menghardik halusinasi
 Pasien mampu menghardik halusinasi

Diagnosa keperawatan:
1. Gangguan persepsi sensori: halusinasi

Tujuan khusus:
1. Pasien dapat membina hubungan saling percaya.
2. Pasien dapat mengontrol halusinasinya dengan menghardik.
Tindakan keperawatan:
a. Bina hubungan saling percaya
1) Ucapkan salam dan berjabat tangan
2) Panggil nama pasien
3) Tanyakan perasaan dan keluhan
4) Buat kontrak topik, waktu dan tempat
b. SP 1 halusinasi
1) Identifikasi halusinasi: dengan mendiskusikan isi, frekuensi, waktu,
situasi pencetus, perasaan, dan respon.
2) Latih cara mengontrol halusinasi dengan menghardik
3) Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik

2. Proses Pelaksanaan Tindakan


a. Orientasi :
1) Salam terapeutik
“Selamat siang, Pak ! Saya mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin yang dinas di ruangan siang ini. Nama saya Yunie.
Nama Bapak siapa ? Dipanggilnya siapa ?”
2) Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan Bapak siang ini ? Apakah ada keluhan saat
ini?”
3) Kontrak
 Topik
“Baiklah. Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang
bayangan yang selama ini Bapak lihat tetapi tidak tampak
wujudnya?”
 Waktu
“Bagaimana kalau sekitar kurang lebih 20 menit ya bu ?”
4) Tempat
“Kita duduk di kursi sini saja ya bu !”
b. Kerja :
“Apakah Bapak mendengar melihat bayangan tanpa ada wujudnya? Apa
yang dikatakan bayangan itu?”
“Apakah terus-menerus melihat atau sewaktu-waktu ? kapan yang paling
sering Bapak melihat bayangan? Berapa kali sehari Bapak alami? Pada
keadaan apa suara itu bayangan? Apakah pada waktu sendiri?”
“Apa yang Bapak rasakan pada saat melihat bayangan itu? Apa yang
Bapak lakukan saat melihat bayangan itu? Apakah dengan cara itu
bayangan itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk untuk
mencegah bayangan itu muncul?”
“Bapak , ada empat cara untuk mencegah bayangan itu muncul.
Pertama, dengan menghardik suara tersebut,. Kedua, dengan cara minum
obat teratur. Ketiga, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain ,
dan yang keempat melakukan kegiatan yang sudah terjadwal.”
“Bagaimana kalau kita belajar dengan satu cara dulu, yaitu dengan
menghardik? Caranya sebagai berikut : Kalau Bapak melihat bayangan
muncul, caranya tutup mata, lalu langsung Bapak bilang, pergi saya
tidak mau lihat,... pergi jangan ganggu saya.... kamu tidak nyata. Begitu
diualng-ulang sampai bayangan itu hilang. Coba Bapak peragakan?Nah,
begitu. Bagus! Coba lagi! Ya, bagus. Bapak sudah bisa.”

c. Terminasi :
1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
a) Evaluasi subjektif
”Bagaimana perasaan Bapak setelah kita berbincang-bincang ?”
b) Evaluasi Objektif :
”Bagaimana perasaan Bapak setelah bercakap-cakap tentang
cara mengontrol halusinasi dengan menghardik? Coba peragakan
lagi! Bagus sekali.
c) Rencana tindak lanjut
”Mari kita masukkan ke dalam jadwal harian Bapak tentang cara
mengontrol halusinasi jika timbul!”
d) Kontrak yang akan datang
 Topik
”Bagaimana kalau nanti siang kita berbincang-bincang dan
latihan lagi”
 Waktu
”Sekitar 20 menit ya bu.”
 Tempat
”Baiklah. Kita nanti duduk di kursi ini lagi ya.”
STRATEGI PELAKSANAAN/TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Yuni Ismiyanti


Nama Klien/No. RM : Tn. M/02-11-xx
Tanggal/Jam : 07 September 2018/10.00 Wita
Interaksi : ke 3
SP : BHSP
SP 2 Halusinasi

1. Proses Keperawatan
Kondisi klien :
1.1 Halusinasi
DS :
 Pasien mengatakan tidak mendengar bisikan dan atau melihat
bayangan
 Pasien mengatakan masih ingat cara menghardik halusinasi. Caranya
tutup mata, lalu menyuruh bayangan itu pergi
 Pasien mengatakan ada 3 obat yang diminum
 Pasien mengatakan tidak hafal nama obat yang diminum
 Pasien mengatakan tidak mengetahui fungsi dari obat yang diminum
DO :
 Pasien tampak tenang
 Pasien kooperatif
 Kontak mata (-)
 Pasien tampak bisa menyebutkan jumlah obat yang diminum
 Pasien tampak kesulitan menyebutkan nama obat, warna dan kegunaan
dari obat
Diagnosa keperawatan:
1. Gangguan persepsi sensori: halusinasi
Tujuan khusus:
1. Pasien dapat membina hubungan saling percaya.
2. Pasien dapat mengontrol halusinasinya dengan menghardik, obat dan
bercakap-cakap dan melakukan kegiatan.

Tindakan keperawatan:
a. Bina hubungan saling percaya
1) Ucapkan salam dan berjabat tangan
2) Panggil nama pasien
3) Tanyakan perasaan dan keluhan
4) Buat kontrak topik, waktu dan tempat
b. SP 2 halusinasi
1) Evaluasi kegiatan latihan menghardik
2) Latih cara mengontrol halusinasi dengan obat
3) Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik, minum
obat

2. Proses Pelaksanaan Tindakan


a. Orientasi :
1) Salam terapeutik
“Selamat pagi pak! Saya mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin yang dinas malam di ruangan ini. Nama saya Yunie.
Nama bapak siapa ? Dipanggilnya siapa ?”
2) Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini ? Apakah masih ingat cara yang
telah dilatih untuk mengontrol halusinasi dengan menghardik? Coba
sebutkan ! Apakah pagi ini sudah makan ?”
3) Kontrak
 Topik
“Baiklah. Hari ini kita akan mendiskusikan cara mengontrol
halusinasi yang kedua, yaitu mengontrol dengan obat (prinsip 6
benar).”
 Waktu
“Bagaimana kalau sekitar kurang lebih 20 menit ya ?”
4) Tempat
“Kita duduk di kursi sini saja ya pak !”

b. Kerja :
“Berapa macam obat yang bapak minum ?Warnanya apa saja ? Bagus.
Jam berapa saja biasanya minum obat ?
“Minum obat sangat penting supaya suara-suara dan bayangan yang
selama ini menganggu tidak muncul lagi. Minum obat juga membuat
bapak tenang dan tidak marah-marah lagi. Obatnya ada 3 macam bu,
yang putih ini namanya THP agar bapak rileks dan tenang, yang merah
jambu ini namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang,
warna kuning ini namanya Clozapine. Semua obat ini harus ibu minum 3
kali sehari pada jam 7 pagi, jam 3 siang, dan jam 9 malam. Jangan
pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter
ya, karena dapat terjadi kekambuhan.”

c. Terminasi :
1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
a) Evaluasi subjektif
”Bagaimana perasaan bapak setelah kita berbincang-bincang ?”
b) Evaluasi Objektif :
”Bagaimana perasaan bapak setelah bercakap-cakap tentang cara
mengontrol halusinasi dengan obat ? Coba sebutkan ! Bagus
sekali.
c) Rencana tindak lanjut
”Mari kita masukkan ke dalam jadwal harian bapak tentang cara
mengontrol halusinasi jika timbul
d) Kontrak yang akan datang
 Topik
”Bagaimana kalau nanti siang kita berbincang-bincang dan
latihan lagi”
 Waktu
”Sekitar 20 menit ya pak.”
 Tempat
”Baiklah. Kita nanti duduk di kursi ini lagi ya.”
STRATEGI PELAKSANAAN/TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Yuni Ismiyanti


Nama Klien/No. RM : Tn. M/02-11-xx
Tanggal/Jam : 07 September 2018/13.10 Wita
Interaksi : ke 4
SP : BHSP
SP 2 Halusinasi

1. Proses Keperawatan
Kondisi klien :
1.1 Halusinasi
DS :
 Pasien mengatakan tidak mendengar bisikan dan atau melihat
bayangan
 Pasien mengatakan masih ingat cara menghardik halusinasi. Caranya
tutup mata, lalu menyuruh bayangan itu pergi
 Pasien mengatakan ada 3 obat yang diminum
 Pasien mengatakan masih lupa nama, warna dan fungsi obat yang
diminum
DO :
 Pasien tampak tenang
 Pasien kooperatif
 Kontak mata membaik
 Pasien tampak bisa menyebutkan jumlah obat yang diminum
 Pasien tampak kesulitan menyebutkan nama obat, warna dan kegunaan
dari obat

Diagnosa keperawatan:
1. Gangguan persepsi sensori: halusinasi
Tujuan khusus:
1. Pasien dapat membina hubungan saling percaya.
2. Pasien dapat mengontrol halusinasinya dengan menghardik, obat dan
bercakap-cakap dan melakukan kegiatan.

Tindakan keperawatan:
a. Bina hubungan saling percaya
1) Ucapkan salam dan berjabat tangan
2) Panggil nama pasien
3) Tanyakan perasaan dan keluhan
4) Buat kontrak topik, waktu dan tempat
b. SP 2 halusinasi
1) Evaluasi kegiatan latihan menghardik
2) Latih cara mengontrol halusinasi dengan obat
3) Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik, minum
obat

2. Proses Pelaksanaan Tindakan


a. Orientasi :
1) Salam terapeutik
“Selamat siang pak! Saya mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin yang dinas malam di ruangan ini. Nama saya Yunie.
Nama bapak siapa ? Dipanggilnya siapa ?”
2) Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini ? Apakah masih ingat cara yang
telah dilatih untuk mengontrol halusinasi dengan dengan obat? Coba
sebutkan ! Apakah siang ini sudah makan ?”
3) Kontrak
 Topik
“Baiklah. Hari ini kita akan mendiskusikan cara mengontrol
halusinasi yang kedua, yaitu mengontrol dengan obat (prinsip 6
benar).”
 Waktu
“Bagaimana kalau sekitar kurang lebih 20 menit ya ?”
4) Tempat
“Kita duduk di kursi sini saja ya pak !”

b. Kerja :
“Berapa macam obat yang bapak minum ?Warnanya apa saja ? Bagus.
Jam berapa saja biasanya minum obat ?
“Minum obat sangat penting supaya suara-suara dan bayangan yang
selama ini menganggu tidak muncul lagi. Minum obat juga membuat
bapak tenang dan tidak marah-marah lagi. Obatnya ada 3 macam bu,
yang putih ini namanya THP agar bapak rileks dan tenang, yang merah
jambu ini namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang,
warna kuning ini namanya Clozapine. Semua obat ini harus ibu minum 3
kali sehari pada jam 7 pagi, jam 3 siang, dan jam 9 malam. Jangan
pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter
ya, karena dapat terjadi kekambuhan.”

c. Terminasi :
1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
a) Evaluasi subjektif
”Bagaimana perasaan bapak setelah kita berbincang-bincang ?”
b) Evaluasi Objektif :
”Bagaimana perasaan bapak setelah bercakap-cakap tentang cara
mengontrol halusinasi dengan obat ? Coba sebutkan ! Bagus
sekali.
c) Rencana tindak lanjut
”Mari kita masukkan ke dalam jadwal harian bapak tentang cara
mengontrol halusinasi jika timbul
d) Kontrak yang akan datang
 Topik
”Bagaimana kalau nanti siang kita berbincang-bincang dan
latihan lagi”
 Waktu
”Sekitar 20 menit ya pak.”
 Tempat
”Baiklah. Kita nanti duduk di kursi ini lagi ya.”
STRATEGI PELAKSANAAN/TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Yuni Ismiyanti


Nama Klien/No. RM : Tn. M/02-11-xx
Tanggal/Jam : 08 September 2018/11.00 Wita
Interaksi : ke 5
SP : BHSP
SP 2 Halusinasi

1. Proses Keperawatan
Kondisi klien:
1.1 Halusinasi
DS :
 Pasien mengatakan perasaannya baik
 Pasien mengatakan masih ingat cara menghardik halusinasi. Caranya
tutup mata, lalu menyuruh bayangan itu pergi
 Pasien mengatakan ada 3 obat yang diminum
 Pasien mengatakan ingat nama obat yang diminum Clozapine, HLP,
THP
 Pasien mengatakan lupa warna dan fungsi dari obat
DO :
 Pasien tampak tenang
 Emosi cukup stabil
 Pasien kooperatif
 Kontak mata membaik
 Pasien tampak bisa menyebutkan jumlah dan nama obat obat yang
diminum
 Pasien tampak masih kesulitan menyebutkan warna dan kegunaan dari
obat
 Pasien belum mampu mengontrol halusinasinya dengan cara yang
kedua yaitu menyebutkan warna dan kegunaan dari obat
 Pasien mampu memperagakan cara menghardik
Diagnosa keperawatan:
1. Gangguan persepsi sensori: halusinasi

Tujuan khusus:
1. Pasien dapat membina hubungan saling percaya.
2. Pasien dapat mengontrol halusinasinya dengan menghardik, obat dan
bercakap-cakap dan melakukan kegiatan.

Tindakan keperawatan:
a. Bina hubungan saling percaya
1) Ucapkan salam dan berjabat tangan
2) Panggil nama pasien
3) Tanyakan perasaan dan keluhan
4) Buat kontrak topik, waktu dan tempat
b. SP 2 halusinasi
1) Evaluasi kegiatan latihan menghardik
2) Latih cara mengontrol halusinasi dengan obat
3) Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik, minum
obat

2. Proses Pelaksanaan Tindakan


a. Orientasi :
1) Salam terapeutik
“Selamat pagi pak! Saya mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin yang dinas malam di ruangan ini. Nama saya Yunie.
Nama bapak siapa ? Dipanggilnya siapa ?”
2) Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini ? Apakah masih ingat cara yang
telah dilatih untuk mengontrol halusinasi dengan menghardik dan
dengan obat? Coba sebutkan ! Apakah pagi ini sudah makan ?”
3) Kontrak
 Topik
“Baiklah. Hari ini kita akan mendiskusikan lagi cara mengontrol
halusinasi yang kedua, yaitu mengontrol dengan obat (prinsip 6
benar).”
 Waktu
“Bagaimana kalau sekitar kurang lebih 20 menit ya ?”
4) Tempat
“Kita duduk di kursi sini saja ya pak !”
b. Kerja :
“Berapa macam obat yang bapak minum ?Warnanya apa saja ? Bagus.
Jam berapa saja biasanya minum obat ?
“Minum obat sangat penting supaya suara-suara dan bayangan yang
selama ini menganggu tidak muncul lagi. Minum obat juga membuat
bapak tenang dan tidak marah-marah lagi. Obatnya ada 3 macam bu,
yang putih ini namanya THP agar bapak rileks dan tenang, yang merah
jambu ini namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang,
warna kuning ini namanya Clozapine. Semua obat ini harus ibu minum 3
kali sehari pada jam 7 pagi, jam 3 siang, dan jam 9 malam. Jangan
pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter
ya, karena dapat terjadi kekambuhan.”

c. Terminasi :
1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
a) Evaluasi subjektif
”Bagaimana perasaan bapak setelah kita berbincang-bincang ?”
b) Evaluasi Objektif :
”Bagaimana perasaan bapak setelah bercakap-cakap tentang cara
mengontrol halusinasi dengan obat ? Coba sebutkan ! Bagus
sekali.
c) Rencana tindak lanjut
”Mari kita masukkan ke dalam jadwal harian bapak tentang cara
mengontrol halusinasi jika timbul
d) Kontrak yang akan datang
 Topik
”Bagaimana kalau nanti siang kita berbincang-bincang dan
latihan lagi”
 Waktu
”Sekitar 20 menit ya pak.”
 Tempat
”Baiklah. Kita nanti duduk di kursi ini lagi ya.”
STRATEGI PELAKSANAAN/TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama Mahasiswa : Yuni Ismiyanti


Nama Klien/No. RM : Tn. M/02-11-xx
Tanggal/Jam : 08 September 2018/14.20 Wita
Interaksi : ke 6
SP : BHSP
SP 2 Halusinasi

1. Proses Keperawatan
Kondisi klien:
1.1 Halusinasi
DS :
 Pasien mengatakan perasaannya baik
 Pasien mengatakan masih ingat cara menghardik halusinasi. Caranya
tutup mata, lalu menyuruh bayangan itu pergi
 Pasien mengatakan ada 3 obat yang diminum
 Pasien mengatakan ingat nama obat yang diminum Clozapine, HLP,
THP
 Pasien mengatakan lupa warna dan fungsi dari obat
DO :
 Pasien tampak tenang
 Emosi cukup stabil
 Pasien kooperatif
 Kontak mata membaik
 Pasien tampak bisa menyebutkan jumlah dan nama obat obat yang
diminum
 Pasien tampak masih kesulitan menyebutkan warna dan kegunaan dari
obat
 Pasien belum mampu mengontrol halusinasinya dengan cara yang
kedua yaitu menyebutkan warna dan kegunaan dari obat
 Pasien mampu memperagakan cara menghardik

Diagnosa keperawatan:
1. Gangguan persepsi sensori: halusinasi

Tujuan khusus:
1. Pasien dapat membina hubungan saling percaya.
2. Pasien dapat mengontrol halusinasinya dengan menghardik, obat dan
bercakap-cakap dan melakukan kegiatan.

Tindakan keperawatan:
a. Bina hubungan saling percaya
1) Ucapkan salam dan berjabat tangan
2) Panggil nama pasien
3) Tanyakan perasaan dan keluhan
4) Buat kontrak topik, waktu dan tempat
b. SP 2 halusinasi
1) Evaluasi kegiatan latihan menghardik
2) Latih cara mengontrol halusinasi dengan obat
3) Masukkan pada jadwal kegiatan untuk latihan menghardik, minum
obat

2. Proses Pelaksanaan Tindakan


a. Orientasi :
1) Salam terapeutik
“Selamat siang pak! Saya mahasiswa Universitas Muhammadiyah
Banjarmasin yang dinas malam di ruangan ini. Nama saya Yunie.
Nama bapak siapa ? Dipanggilnya siapa ?”
2) Evaluasi/validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini ? Apakah masih ingat cara yang
telah dilatih untuk mengontrol halusinasi dengan menghardik dan
dengan obat? Coba sebutkan ! Apakah siang ini sudah makan ?”
3) Kontrak
 Topik
“Baiklah. Hari ini kita akan mendiskusikan lagi cara mengontrol
halusinasi yang kedua, yaitu mengontrol dengan obat (prinsip 6
benar).”
 Waktu
“Bagaimana kalau sekitar kurang lebih 20 menit ya ?”
4) Tempat
“Kita duduk di kursi sini saja ya pak !”
b. Kerja :
“Berapa macam obat yang bapak minum ?Warnanya apa saja ? Bagus.
Jam berapa saja biasanya minum obat ?
“Minum obat sangat penting supaya suara-suara dan bayangan yang
selama ini menganggu tidak muncul lagi. Minum obat juga membuat
bapak tenang dan tidak marah-marah lagi. Obatnya ada 3 macam bu,
yang putih ini namanya THP agar bapak rileks dan tenang, yang merah
jambu ini namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang,
warna kuning ini namanya Clozapine. Semua obat ini harus ibu minum 3
kali sehari pada jam 7 pagi, jam 3 siang, dan jam 9 malam. Jangan
pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter
ya, karena dapat terjadi kekambuhan.”

c. Terminasi :
1) Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan
a) Evaluasi subjektif
”Bagaimana perasaan bapak setelah kita berbincang-bincang ?”
b) Evaluasi Objektif :
”Bagaimana perasaan bapak setelah bercakap-cakap tentang cara
mengontrol halusinasi dengan obat ? Coba sebutkan ! Bagus
sekali.
c) Rencana tindak lanjut
”Mari kita masukkan ke dalam jadwal harian bapak tentang cara
mengontrol halusinasi jika timbul
d) Kontrak yang akan datang
 Topik
”Bagaimana kalau nanti siang kita berbincang-bincang dan
latihan lagi”
 Waktu
”Sekitar 20 menit ya pak.”
 Tempat
”Baiklah. Kita nanti duduk di kursi ini lagi ya.”