Anda di halaman 1dari 40

Akuntansi Sektor Publik

“Akuntansi SKPD dan PPKD”

PAPER

oleh:
Dhenni Aditia 1101103010004
Dimas Aldrian D 1101103010039
Afwa Setiawan Jodi 1101103010047

UNIVERSITAS SYIAH KUALA


FAKULTAS EKONOMI
BANDA ACEH
1. Akuntansi SPKD

A. Fungsi SKPKD (Seksi Akuntansi di DPPKA)


Dalam kegiatan ini, Fungsi Akuntansi SKPKD memiliki tugas sebagai berikut :

• Mencatat transaksi-transaksi Pendapatan, Belanja, Pembiayaan, Aset, Hutang dan


Selain Kas berdasarkan bukti-bukti yang terkait.
• Memposting jurnal-jurnal tersebut ke dalam buku besarnya masing-masing.
• Membuat laporan keuangan, yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca
dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

B. DESKRIPSI KEGIATAN

Dalam struktur pemerintahan daerah, Satuan Kerja merupakan entitas akuntansi yang
mempunyai kewajiban melakukan pencatatan atas transaksi-transaksi yang terjadi di
lingkungan satuan kerja. Dalam konstruksi keuangan daerah, terdapat dua jenis satuan
kerja, yaitu :

1. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).


2. Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah (SKPKD).

Terdapat perbedaan klasifikasi perkiraan antara SKPD dengan SKPKD yaitu, tidak
semua perkiraan yang ada pada akuntansi SKPD ada pada akuntansi SKPKD. Hal ini
disebabkan tidak semua kegiatan yang ada di pemda boleh dilakukan oleh SKPD sebagai
pengguna anggaran. Meskipun memiliki perbedaan dalam kewenangan, dalam arsitektur
SAPD, keduanya memiliki sifat yang sama dalam akuntansinya, yaitu sebagai satuan
kerja.

Kegiatan akuntansi pada satuan kerja meliputi pencatatan atas pendapatan, belanja,
aset dan selain kas. Proses tersebut dilaksanakan oleh PPK-SKPD berdasarkan dokumen-
dokumen sumber yang diserahkan oleh bendahara.

PPK-SKPD melakukan pencatatan transaksi pendapatan pada jurnal khusus


pendapatan, transaksi belanja pada jurnal khusus belanja serta transaksi aset dan selain
kas pada jurnal umum. Secara berkala, PPK-SKPD melakukan posting pada buku besar
dan secara periodik menyusun Neraca Saldo sebagai dasar pembuatan Laporan Keuangan,
yang terdiri atas: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
C. PROSEDUR AKUNTANSI PENDAPATAN
Proses penerimaan pendapatan di Satuan Kerja dapat dibagi menjadi 3 macam yaitu:
- Pendapatan Melalui Bendahara Penerimaan
- Pendapatan disetor langsung ke Kas Daerah oleh fihak ketiga
- Pendapatan disetor langsung ke Bank Persepsi oleh fihak ketiga

1. Pendapatan Melalui Bendahara Penerimaan

- Dokumen Sumber Penerimaan


Dokumen sumber yang digunakan Bendahara Penerimaan sebagai dasar SPJ Penerimaan
yang selanjutnya dilakukan pencatatan transaksi pendapatan di Satker oleh PPK-SKPD ini
adalah sebagai berikut:

Transaksi Dokumen sumber


Penerimaan PAD - Surat Ketetapan Pajak Daerah
- Surat Ketetapan Retribusi
- Surat Tanda Setoran
- Bukti Pembayaran/Lain lain yang Sah

Jurnal Penerimaan Kas di Bendahara Penerimaan

Dr Kas di Bendahara Penerimaan xxx


Cr Pendapatan yang ditangguhkan xxx
Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat transaksi pendapatan,
maka dibuatlah Buku Jurnal Kas Masuk (JKM) Pendapatan.

Jurnal Penyetoran uang dari kas Bendahara Penerimaan ke Kas


Daerah

Dr RK-Pusat xxx
Cr Kas di Bendahara Penerimaan Xxx

Jurnal Pengakuan Pendapatan di SKPD

Dr Pendapatan yang Ditangguhkan xxx


Cr Pendapatan ....................... Xxx

Contoh :

Pada tanggal 5 Januari 2009 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga


menerima setoran Sewa Alat Berat sebesar Rp63.120.000 dan Sewa
Laboratorim Rp5.000.000
Jurnalnya :

a. Pada saat penerimaan pendapatan

Debet Kredit
Kas di Bend Nomor Uraian Ref Jumlah
Tanggal
Penerimaan Bukti
5 Jan 09 Pendapatan yg
63.120.000 35/10/STS/ Ditangguhkan-Sewa 63.120.000
Alat Berat
Pendapatan yg
8 Jan 09 5.000.000 Ditangguhkan-Sewa 5.000.000
Laboratorium

b. Pada saat penyetoran ke kas daerah

Kredi
Tanggal Debet t
Kas di Bend-Penerimaan

RK/Pusat Nomor Uraian Ref Jumlah


Bukti

5 Jan 09 Kas di Bend-


63.120.000 35/10/STS/ Penerimaan 63.120.000

8 Jan 09 5.000.000 Kas di Bend- 5.000.000


Penerimaan

c. Pada saat pengakuan Pendapatan

Debet Kredit
Pendapatan yg Nomor Uraian Ref Jumlah
Tanggal
Ditangguhkan Bukti
Pendapatan Sewa
5 Jan 09 63.120.000 35/10/STS/ Alat Berat 63.120.000

Pendapatan Sewa
8 Jan 09 5.000.000 Laboratorium 5.000.000

Pendapatan Disetor Langsung ke Bank oleh Fihak Ketiga

Wajib Pajak/Wajib Retribusi membayarkan uang kepada Bank Kas


Daerah (Bank Kasda) sejumlah uang yang tertera di SKPD/SKRD. Bank
Kasda menerbitkan slip bukti setoran/bukti lain yang sah dan Nota Kredit.
Bank Kasda menyerahkan slip bukti setoran/Bukti lain yang sah kepada
WP/WR dan Nota Kredit kepada BUD. WP/WR menyerahkan slip
setoran/bukti lain yang sah kepada Bendahara Penerimaan.

Dokumen Sumber Penerimaan

Dokumen sumber yang digunakan Bendahara Penerimaan sebagai


dasar SPJ Penerimaan yang selanjutnya dilakukan pencatatan transaksi
pendapatan di Satker oleh PPK-SKPD ini adalah sebagai berikut

Transaksi Dokumen sumber


Penerimaan PAD - Surat Ketetapan Pajak Daerah
- Surat Ketetapan Retribusi
- Slip Setoran Pembayaran
- Bukti Pembayaran/Penerimaan lainnya

Jurnal standar yang dibuat untuk mencatat penerimaan daerah yang


langsung disetor ke kas daerah adalah:

Jurnal Penerimaan yang disetor Langsung ke Bank oleh fihak ketiga

Dr RK-Pusat Xxx

Cr Pendapatan ................ Xxx


Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat transaksi
pendapatan, maka dibuatlah Buku Jurnal Kas Masuk (JKM) Pendapatan.

Pengembalian kelebihan pendapatan tahun berjalan

Dalam kondisi tertentu, dimungkinkan terjadi pengembalian


kelebihan pendapatan yang harus dikembalikan ke pihak ketiga. Jika
pengembalian kelebihan pendapatan sifatnya berulang (recurring) baik
yang terjadi di perode berjalan atau periode sebelumnya, PPK-SKPD
berdasarkan informasi transfer kas dari BUD, mencatat transaksi pengembalian
kelebihan tersebut dengan menjurnal “Akun Pendapatan sesuai jenisnya ” di
Debit dan “RK SKPKD” di kredit.
Jurnal Pengembalian kelebihan pendapatan tahun berjalan

Dr Pendapatan .... Xxx


Cr RK-Pusat Xxx

Jurnal tersebut juga berlaku bagi pengembalian yang sifatnya tidak


berulang tetapi terjadi dalam periode berjalan.

Jika pengembalian kelebihan pendapatan tersebut bersifat tidak berulang


(non recurring) dan terkait dengan pendapatan periode sebelumnya,
Satuan Kerja tidak melakukan pencatatan.

Contoh:

Penerimaan pada tanggal 04 Desember 2009, diterima setoran pajak


hiburan sebesar Rp75.000.000,- ternyata ada kesalahan hitung, sehingga ada
kelebihan pembayaran yang harus dikembalikan sebesar
Rp5.000.000,- kepada fihak ketiga.

Debet Kredi
Tanggal Pendapatan t
Pajak Hiburan RK/Pusat
Nomor Uraian Ref Jumlah
4 Des 09 5.000.000 35/10/STS/
Bukti 5.000.000

Posting ke Buku Besar

Setiap periode yang telah ditentukan, jurnal-jurnal tersebut diposting ke Buku


Besar/Buku Besar Pembantu SKPD sesuai dengan kode rekening pendapatan
D. PROSEDUR AKUNTANSI BELANJA
Akuntansi belanja disusun untuk memenuhi kebutuhan pertanggungjawaban sesuai
dengan ketentuan. Akuntansi belanja juga dapat dikembangkan untuk keperluan
pengendalian bagi manajemen dengan cara yang memungkinkan pengukuran
kegiatan belanja tersebut.

Akuntansi belanja pada satuan kerja dilakukan oleh PPK-SKPD. Akuntansi belanja
pada satuan kerja ini meliputi akuntansi belanja UP (uang persediaan)/GU
(ganti uang)/TU (tambah uang), dan akuntansi belanja LS (langsung).

Dokumen Sumber

Dokumen sumber yang dijadikan dasar dalam pencatatan transaksi


belanja ini adalah sebagai berikut:

No. Jenis Transaksi Dokumen Sumber


1 Belanja dengan - Bukti Pengesahan SPJ
mekanisme UP/GU/TU - SPM
- SPD
- Bukti transaksi lainnya

2 Belanja dengan mekanisme - SP2D


LS - SPM
- SPD
- Nota Debit Bank
- Bukti pengeluaran lainnya
3 Penerimaan Pajak - Bukti Pemotonngan Pajak
4 Penyetoran Pajak - Surat Setoran Pajak (SSP)

Pemberian Uang Persediaan UP


Permendagri Nomor 13/2006 pasal 136 menyebutkan bahwa untuk kelancaran
pelaksanaan tugas SKPD, kepada Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran
dapat diberikan Uang Persediaan yang dikelola oleh Bendahara Pengeluaran.
Penerbitan dan pengajuan dokumen SPP-UP dilakukan oleh Bendahara
Pengeluaran. Apabila SPP-UP dinyatakan sah dan lengkap, PA/KPA menerbitkan
SPM-UP untuk kemudian diajukan kepada SKPKD supaya diterbitkan SP2D
(Lihat sisdur penatausahaan).

PPK-SKPD menerima SP2D dari Kuasa BUD melalui Pengguna Anggaran.


Berdasarkan SP2D, PPK-SKPD mencatat transaksi penerimaan uang persediaan
tersebut dengan menjurnal “Kas di Bendahara Pengeluaran” di Debit dan “RK-
Pusat” di kredit.

Penggunaan dan Penggantian Uang Persediaan (GU)


Penerbitan dan pengajuan dokumen SPP-GU dilakukan oleh bendahara
pengeluaran untuk memperoleh persetujuan dari pengguna anggaran/kuasa
pengguna anggaran melalui PPK-SKPD dalam rangka ganti uang persediaan.

Pemberian Uang Panjar/muka Kepada PPTK/Bendahara Pengeluaran Pembantu,


cukup dicatat pada buku besar pembantu pengeluaran per bidang/bagian di
bendahara pengeluaran dengan persetujuan PA/KPA.
Bendahara Pengeluaran Pembantu mempertanggungjawabkan pengelolaan uang
panjar/muka yang diterimanya dengan mencatat di buku kas umum, dan
menyerahkan bukti pengeluaran lengkap dan sah atau mengembalikan
sebagian/seluruhnya kepada Bendahara Pengeluaran.

Bendahara pengeluaran secara administratif wajib mempertanggung- jawabkan


penggunaan UP kepada kepala SKPD melalui PPK-SKPD. PPK- SKPD
berkewajiban melakukan verifikasi atas laporan pertanggungjawaban yang
disampaikan Bendahara Pengeluaran. Kepala SKPD mengesahkan SPJ yang
dibuat oleh Bendahara Pengeluaran.

Pada akhir anggaran dan atau seluruh kegiatan telah dinyatakan selesai 100%,
maka untuk pertanggungjawabannya dibuat SPP GU Nihil, SPM GU Nihil dan
disampaikan kepada BUD untuk diterbitkan SP2D GU Nihil. Tidak ada jurnal
untuk SP2D GU Nihil.

Penggunaan Tambahan Uang Persediaan (TU)


Bendahara Pengeluaran dapat mengajukan SPP TU untuk memperoleh persetujuan
dari PA/KPA melalui PPK-SKPD dalam rangka tambahan uang persediaan. SPP
TU digunakan untuk meminta tambahan uang apabila terdapat pengeluaran yang
cukup besar sehingga saldo UP tidak akan cukup untuk membiayainya. Pengajuan
dana TU harus berdasarkan pada program dan kegiatan tertentu.

Jurnal penerimaan Tambahan Uang Muka Persediaan

Dr Kas di Bendahara Pengeluaran xxx


Cr RK Pusat xxx

Jurnal Pengakuan Belanja Tambahan Uang Persediaan (SP2D TU


Nihil)

Dr Belanja ..... xxx


Dr RK Pusat xxx
Cr Kas di Bendahara Pengeluaran xxx

Jurnal Korolari Pengakuan Aset Tetap

Dr Aset Tetap ..... xxx


Cr Ekuitas Dana Investasi – Xxx
Diinvestasikan dalam Aset
Tetap

Pembayaran Langsung Kepada Pihak Ketiga (LS)


Pembayaran Belanja yang menggunakan mekanisme LS sesuai Permendagri
13/2006 pasal 206 dapat dilakukan untuk:

- Pembayaran langsung kepada fihak ketiga berdasarkan kontrak dan/atau


surat perintah kerja setelah diperhitungkan kewajiban fihak ketiga sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan. Dokumen SPP-LS untuk pembayaran ini
disiapkan oleh PPTK.
- Belanja barang dan jasa untuk kebutuhan SKPD yang bukan pembayaran
langsung kepada fihak ketiga dikelola oleh Bendahara Pengeluaran. Dokumen SPP-
LS pembayaran ini disiapkan oleh Bendahara Pengeluaran.
Pemotongan dan Penyetoran Pajak
Dalam kasus LS Gaji dan tunjangan, meskipun dana yang diterima oleh pegawai adalah
jumlah netto (setelah dikurangi potongan), namun PPK-SKPD tetap mencatat belanja gaji
dan tunjangan dalam jumlah bruto. PPK-SKPD tidak perlu mencatat potongan tersebut
karena pencatatannya sudah dilakukan oleh BUD dalam sub sistem akuntansi SKPKD.

Jurnal Pencatatan Pemotongan Pajak

Dr Kas di Bendahara Pengeluaran xxx


Cr Utang Pajak xxx

Posting ke Buku Besar

Setiap periode (periode ditetapkan), jurnal-jurnal tersebut akan diposting ke Buku


Besar/Buku Besar Pembantu SKPD sesuai dengan kode rekening Belanja

E. PROSEDUR AKUNTANSI PEMBIAYAAN


Permendagri 13/2006 jo Permendagri 59/2007 pasal 98 menyebutkan bahwa penerimaan
pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan dalam RKA-PPKD pada
SKPKD. Dengan demikian tidak ada jurnal yang dibuat oleh PPK-SKPD karena proses
penganggaran maupun realisasi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan
daerah tidak dilakukan di SKPD dan hanya ada di SKPKD.

F. PROSEDUR AKUNTANSI ASET


Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah
mendefinisikan Aset sebagai sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh
Pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi
dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh Pemerintah maupun
masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang, termasuk sumber daya nonkeuangan yang
diperlukan untuk penyediaan jasa bagi masyarakat umum dan sumber-sumber daya
yang dipelihara karena alasan sejarah dan budaya.
Akuntansi Aset Lancar
Aset Lancar adalah kas dan sumber daya lainnya yang diharapkan dapat dicairkan menjadi
kas, dijual atau dipakai habis dalam 1 (satu) periode akuntansi. Aset Lancar yang
ada di SKPD terdiri dari Kas di Bendahara Pengeluaran, kas di Bendahara Penerimaan,
Bagian Lancar dari Tagihan Penjualan Angsuran, Bagian Lancar TGR, Piutang Pajak,
Piutang Lain-lain dan Persediaan.

Investasi Jangka Panjang


Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006,
Investasi Jangka Panjang merupakan bagian dari transaksi pembiayaan yang bukan
merupakan wewenang SKPD, namun hanya menjadi wewenang SKPKD. Dengan demikian,
tidak ada jurnal yang dibuat oleh SKPD terkait dengan Investasi Jangka Panjang.

Akuntansi Aset Tetap


Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) periode
akuntansi untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat
umum. Aset Tetap dapat diperoleh dari dana yang bersumber dari sebagian atau seluruh
APBD melalui pembelian, pembangunan, hibah atau doinasi, pertukaran dengan aset lainnya
dan dari sitaan atau rampasan. Aset Tetap terdiri dari:
• Tanah
• Peralatan dan Mesin
• Gedung dan Bangunan
• Jalan, Irigasi dan Jaringan
• Aset Tetap Lainnya, dan
• Konstruksi dalam Pengerjaan

Akuntansi Dana Cadangan


Pembentukan serta pencairan Dana Cadangan merupakan bagian dari akun pembiayaan.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Pasal 98 menyebutkan bahwa
Penerimaan Pembiayaan dan

Pengeluaran Pembiayaan daerah dianggarkan dalam RKA-SKPD pada SKPKD. Dengan


demikian, penganggaran maupun realisasi pembentukan dan pencairan dana cadangan tidak
dilakukan di SKPD dan hanya ada di SKPKD.

Akuntansi Aset Lainnya


Sesuai PP 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Aset Non Lancar
Lainnya diklasifikasikan sebagai Aset Lainnya. Termasuk dalam Aset Lainnya adalah:
• Tagihan Piutang Penjualan Angsuran
• Tagihan Tuntuan Ganti Kerugian Daerah
• Kemitraan dengan Fihak Ketiga
• Aset Tidak Berwujud
• Aset Lain-Lain

G. PROSEDUR AKUNTANSI UTANG


Kewajiban adalah utang yang timbul dari peristiwa masa lalu yang penyelesaiannya
mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah daerah. Kewajiban umumnya
timbul karena konsekuensi pelaksanaan tugas atau tanggungjawab untuk bertindak di masa
lalu. Kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang
mengikat atau peraturan perundang-undangan.

H. PROSEDUR AKUNTANSI EKUITAS DANA


Ekuitas dana merupakan pos pada neraca pemerintah yang menampung selisih antara aset
dan kewajiban pemerintah. Pos Ekuitas Dana terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
- Ekuitas Dana Lancar
- Ekuitas Dana Investasi
- Ekuitas Dana untuk Dikonsolidasi

Ekuitas Dana Lancar


Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara aset lancar dengan kewajiban jangka pendek.
Kelompok Ekutas Dana Lancar antara lain terdiri dari Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran/SiLPA, Pendapatan yang ditangguhkan, Cadangan Piutang, Cadangan Persediaan
dan Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek.

a. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA)


SiLPA/SiKPA merupakan sisa lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan pengeluaran
selama satu periode. Perkiraan ini didebet/kredit pada akhir tahun anggaran pada saat
dilakukan jurnal penutup perkiraan Surplus/Defisit dan perkiraan Pembiayaan Netto.

b. Cadangan untuk Piutang


Kekayaan bersih pemerintah yang tertanam dalam piutang jangka pendek. Pencatatan
dilakukan berdasarkan memo penyesuaian.

Perkiraan ini dikredit:


- Pada akhir tahun anggaran sebesar jumlah Laporan Inventarisasi Piutang Pajak
yang belum dibayar
- Pada akhir tahun sebesar bagian jumlah tagihan penjualan angsuran yang
jatuh tempo
- Pada akhir tahun sebesar bagian jumlah TGR yang jatuh tempo tahun anggaran
berikutnya
- Pada akhir tahun sebesar jumlah Laporan Inventarisasi Piutang Lain-lain yang
belum dibayar.

Perkiraan ini didebet:


- Pada awal tahun sebesar jumlah Laporan Inventarisasi Piutang Pajak yang belum
dibayar (jurnal balik)
- Pada awal tahun sebesar bagian jumlah tagihan penjualan angsuran yang jatuh tempo
(jurnal balik)
- Pada awal tahun sebesar bagian jumlah TGR yang jatuh tempo (jurnal balik)
- Pada awal tahun sebesar jumlah Laporan Inventarisasi Piutang Lain-lain yang
belum dibayar (Jurnal balik)

c. Cadangan untuk Persediaan


Cadangan untuk Perrsediaan merupakan kekayaan pemerintah yang tertanam dalam
persediaan. Perkiraan ini dikredit pada akhir tahun sebesar jumlah Laporan
Inventarisasi Fisik Persediaan. (Jurnal Penyesuaian) Perkiraan ini didebet pada awal
tahun sebesar jumlah Laporan Inventarisasi Fisik Persediaan (Jurnal Balik)

d. Dana yang Harus disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek


Perkiraan lawan Ekuitas Dana Lancar merupakan pengurang kekayaan bersih pemerintah
daerah.

Perkiraan ini didebet pada akhir tahun sebesar jumlah kewajiban yang belum dibayar per
akhir tahun.
Perkiraan ini dikredit pada awal tahun berikutnya sebesar jumlah kewajiban yang jatuh
tempo (jurnal balik)

Ekuitas Dana Investasi


Ekuitas Dana Investasi mencerminkan kekayaan pemerintah yang tertanam dalam Invstasi
Jangka Panjang, Aset Tetap dan Aset Lainnya, dikurangi dengan kewajiban jangka Panjang.
Pos Ekuitas ini ada di SKPD hanya terdiri dari:
a. Diinvestasikan dalam Aset Tetap, yang merupakan akun lawan dari Aset Tetap
b. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya, yang merupakan akun lawan Aset Lainnya.

1) Diinvestasikan dalam Aset Tetap


Kekayaan pemerintah yang ditanamkan dalam bentuk aset tetap, seperti tanah, peralatan
dan mesin, gedung dan bangunan, jalan dan irigasi dan aset tetap lainnya.
Perkiraan ini dikredit pada saat terjadi realisasi pengeluaran/penambahan dan didebet pada
saat terjadi penjualan/penguranan untuk:
(1) Tanah
(2) Peralatan dan Mesin
(3) Gedung dan Bangunan
(4) Jalan, Irigasi dan Jaringan
(5) Aset Tetap Lainnya
(6) Konstruksi dalam Pengerjaan

2) Diinvestasikan dalam Aset Lainnya


Ekuitas dana pemerintah yang ditanam dalam bentuk aset lainnya. Perkiraan ini dikredit
pada saat terjadinya realisasi penerimaan untuk:

3) Tagihan Penjualan Angsuran


4) Lain-lain Aset (TGR)
Perkiraan ini didebet pada saat teradinya penjualan/pengurangan untuk:
a.Tagihan Penjualan Angsuran
b. Lain-lain Aset (TGR)

Ekuitas Dana untuk Dikonsolidasi (RK Pusat)


Akuntansi RK-Pusat merupakan akuntansi ekuitas dana di tingkat Satker. Akun “RK-
Pusat” setara dengan akun “Ekuitas Dana”, tetapi penggunanya khusus Satker. Hal ini
dikarenakan SKPD dianggap merupakan cabang dari Pemda, sehingga sebenarnya SKPD
tidak memiliki ekuitas dana sendiri, melainkan hanya menerima ekuitas dana dari Pemda,
melalui mekanisme transfer. Akun “RK-Pusat” akan bertambah bila Satker menerima
transfer aset (seperti menerima SP2D UP/GU dan menerima aset tetap dari Pemda),
pelaksanaan belanja LS (menerima SP2D LS), dan akan berkurang bila Satker mentransfer
aset ke Pemda (seperti penyetoran uang ke Pemda).

Akun RK-Pusat yang ada di Satker ini mempunyai rekening resiprokal berupa akun
RK-SKPD yang ada di PPKD sebagai akun aset. Saldo normal akun “RK-SKPD” adalah
Debit (Dr) sedangkan saldo normal akun “RK-Pusat” adalah kredit (Cr). Akun RK-Pusat dan
RK-SKPD ini akan dieliminasi pada saat akan dibuat laporan gabungan Pemda.
Pengeliminasian dilakukan oleh PPKD/BUD.
2. Akuntansi PPKD

1. AKUNTANSI PENDAPATAN
Pada bagian ini yang dimaksud dengan akuntansi pendapatan PPKD adalah langkah-
langkah teknis yang harus dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk pendapatan
pada level Pemerintah Daerah seperti misalnya Pendapatan Dana Perimbangan dan Lain-
Lain Pendapatan Daerah yang Sah.

Dokumen Sumber yang digunakan


Dokumen sumber yang digunakan untuk pencatatan pendapatan Dana Perimbangan dan
Lain-Lain Pendapatan yang Sah

Transaksi Dokumen sumber


Penerimaan dana perimbangan Surat tanda bukti transfer pembayaran dari
KPPN (Nota Kredit Bank)

Lain-lain Pendapatan Daerah Surat tanda bukti penerimaan


Laporan Posisi Kas Harian Bank
yang Sah
Laporan Posisi Kas Harian Bank

Bukti penerimaan lainnya (Berita acara


Jurnal Standar
Fungsi Akuntansi di PPKD (yang dilakukan oleh Bidang Akuntansi di DPPK) menerima
Laporan Posisi Kas Harian dari BUD. Laporan ini yang dilampiri salah satunya oleh
tembusan Nota Kredit akan menjadi dokumen sumber untuk penjurnalan akuntansi
pendapatan. Dari Laporan Posisi Kas Harian ini, Fungsi Akuntansi SKPKD dapat
mengidentifikasi sumber penerimaan kas berasal.

Jurnal penerimaan pendapatan

Dr Kas di Kas Daerah Xxx


Cr. Pendapatan Dana Perimbangan xxx
Cr. Lain-Lain Pendapatan yang Sah xxx
Karena jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat transaksi pendapatan, maka
dibuatlah Buku Jurnal Kas Masuk (JKM)-PPKD.

Contoh:
1) Pada tanggal 30 April 2009, Pemerintah Kabupaten Bandung menerima dana bagi hasil
pajak sebesar Rp500jt.
Jurnalnya :

SKPD PPKD
Tidak ada jurnal 30 April 2009
Dr. Kas di Kasda Rp500jt
Cr. Pendapatan Bagi Hasil Pajak Rp500jt

Dalam kondisi nyata, dimungkinkan terjadi pengembalian kelebihan pendapatan yang


harus dikembalikan ke pihak ketiga.

Jurnal Pengembalian Pendapatan

Dr Pendapatan ........ Xxx


Cr Kas di Kas Daerah Xxx

2) Pada tanggal 20 Juni 2009, Pemerintah Kabupaten Bandung menerima transfer dari
Departemen Kesehatan pemerintah pusat untuk asuransi jaminan kesehatan sebesar Rp600jt.
Pada tanggal 15 Desember 2009 dilakukan pengembalian sebesar Rp100jt karena tidak
terserap.
Jurnalnya :
a. Pada saat kas diterima di kas daerah

SKPD PPKD
20 Juni 2009
Dr. Kas di Kasda Rp600jt
Tidak ada jurnal
Cr. Pendapatan Lain-lainyg sah Rp600jt
b. Pada saat kas dikembalikan

SKPD PPKD
15 Desember 2009
Dr. Pendapatan lain-lain yg Rp100jt sah
Tidak ada jurnal
Cr. Kas di Kas Daerah Rp100jt

Jurnal diatas dicatat jika pengembalian kelebihan pendapatan terjadi pada tahun anggaran,
apabila pengembalian untuk kelebihan pendapatan tahun anggaran sebelumnya maka yang
didebet adalah SiLPA.

Posting ke Buku Besar


Setiap periode (periode ditetapkan), jurnal-jurnal tersebut akan diposting ke Buku
Besar/Buku Besar Pembantu PPKD sesuai dengan kode rekening pendapatan.

Buku Besar digunakan untuk posting jurnal yang kode akun pendapatannya berupa jenis
pendapatan, sedangkan Buku Besar Pembantu digunakan untuk posting akun sampai dengan
Rincian Objek Pendapatan.

2. AKUNTANSI BELANJA
Pada bagian ini akan dijelaskan prosedur akuntansi Belanja PPKD yaitu langkah-langkah
teknis yang harus dilakukan dalam perlakuan akuntansi untuk Belanja Bunga, Subsidi, Hibah,
Bantuan Sosial, Belanja Bagi Hasil, Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga.

2.1 Dokumen Sumber yang digunakan

No. Transaksi Dokumen sumber Lampiran dokumen


1 Belanja Bunga - SP2D LS - SPM
- nota debet bank - SPD
- bukti pengeluaran lainnya
2 Belanja Subsidi - SP2D LS - SPM
- nota debet bank - SPD
- bukti pengeluaran lainnya - berita acara
- keputusan Kepala
Daerah
3 Belanja Hibah - SP2D LS - SPM
- nota debet bank - SPD
- bukti pengeluaran lainnya - keputusan Kepala
Daerah
4 Belanja Bantuan - SP2D LS - SPM
Sosial - Bukti pengeluaran lainnya - SPD
- Berita acara
- Keputusan Kepala
Daerah
- SP2D LS - SPM
5 Belanja Bagi - Bukti pengeluaran lainnya - SPD
Hasil - Berita acara
- Keputusan Kepala
Daerah
6 Belanja Bantuan - SP2D LS - SPM
Keuangan - Bukti pengeluaran lainnya - SPD
- Berita acara
- Keputusan Kepala
Daerah
7 Belanja Tidak - SP2D LS - SPM
Terduga - Bukti pengeluaran lainnya - SPD
- Keputusan Kepala
Daerah

Jurnal Standar
Transaksi belanja selaku PPKD dicatat oleh fungsi akuntansi PPKD. Transaksi ini dicatat
harian pada saat kas dibayarkan kepada bendahara pengeluaran atau pada saat menerima
tembusan bukti transfer ke pihak ketiga. Akuntansi belanja dilaksanakan berdasarkan
asas bruto.

Transaksi pengeluaran kas daerah di PPKD dilakukan dengan 2 (dua)


cara, yaitu:
- pembayarannya dengan SP2D UP/GU/TU kepada SKPD
- pembayarannya dengan SP2D LS kepada fihak ketiga

Berikut dijelaskan transaksi pengeluaran kas daerah di PPKD yang dilakukan langsung
ke fihak ketiga. Penjelasan pembayaran dengan SP2D kepada SKPD dijelaskan di
bagian G (Akuntansi RK-Pusat di SKPD dan RK-SKPD di PPKD).

Jurnal pencatatan transaksi belanja

Dr Bunga xxx
Dr Belanja Subsidi xxx
Dr Belanja Hibah xxx
Dr Belanja Bantuan Sosial xxx
Dr Belanja Bagi Hasil xxx
Dr Belanja Bantuan Keuangan xxx
Dr Belanja Tidak Terduga xxx
Cr Kas di Kas Daerah xxx

Contoh:
Pada tanggal 8 Mei 2009 PPKD Pemerintah Kabupaten Bandung melakukan pembayaran
untuk bantuan keuangan sebesar Rp90.000.000 dengan menggunakan SP2D-LS.

Jurnal untuk mencatat pengakuan belanja bantuan keuangan:


SKPD PPKD
8 Mei 2009
Tidak ada jurnal Dr. Belanja Bantuan Keuangan Rp90jt
Cr. Kas di Kas Daerah Rp90jt

2.2 Perhitungan Fihak Ketiga

Transaksi Penerimaan Fihak Ketiga (PFK) merupakan transaksi transitoris berupa


penerimaan kas dari pihak ketiga yang sifatnya titipan dan harus diakui sebagai
utang.
Dalam kasus LS Gaji dan Tunjangan, Fungsi Akuntansi PPKD mencatat
potongan pajak/Taperum/IWP untuk seluruh Satker yang pemotongannya dilakukan oleh
PPKD

Jurnal Pencatatan Potongan Fihak Ketiga

Dr Kas di Kas Daerah xxx


Cr Utang PFK xxx
Contoh :

Pembayaran gaji Pegawai Dinas Perhubungan bulan Maret 2009 dengan SP2D LS
sebesar Rp 80Jt, pada tanggal 30 Maret 2009. Dari jumlah tersebut terdapat potongan PPh
Rp1jt, IWP Rp400rb, dan Taperum Rp600rb.

Jurnalnya :
a. Untuk mencatat pengakuan belanja pegawai

SKPD
30 Maret 2009
Dr Belanja Pegawai Rp 80jt
Cr RK PUSAT Rp80jt

b. Untuk mencatat pengeluaran Kas di PPKD

PPKD
30 Maret 2009
Dr. RK/SKPD Rp80jt
Cr. Kas di Kas Daerah Rp80jt
c. Untuk mencatat pengakuan Utang Titipan Pihak Ke Tiga

PPKD
30 Maret 2009
Dr. Kas di Kasda Rp2jt
Cr. Utang PFK-Pot PPh Rp1jt
Cr. Utang PFK-Iuran Wjb Rp400jt
PN Cr. Utang PFK- Rp600jt
Taperum

Dalam kasus LS Barang dan Jasa, seringkali terdapat potongan pajak sehingga dana
yang diterima oleh pihak ketiga adalah jumlah neto (setelah dikurangi potongan pajak),
namun Fungsi Akuntansi PPKD tetap mencatat belanja tersebut dalam jumlah bruto.
Fungsi Akuntansi PPKD kemudian mencatat potongan tersebut sebagai Utang, dengan
jurnal sebagai berikut:

Jurnal pencatatan potongan pajak saat terbit SP2D LS Barang/Jasa

Dr Kas di Kas Daerah xxx


Cr Utang PFK Xxx

Pada saat pelunasan atau penyetoran dana pihak ketiga (PFK) maka dilakukan
jurnal sebagai berikut:

Jurnal pencatatan penyetoran pajak ke kas negara/fihak ketiga

Dr Utang PFK Xxx


Cr Kas di Kas Daerah Xxx

Contoh :

Apabila potongan PPh, IWP PN, dan Taperum sebesar Rp2 jt di setor ke Kas
Negara pada tanggal 10 April 2009
SKPD PPKD
10 April 2009
Dr. Utang PFK-Potongan PPh Rp1jt
Tidak ada jurnal Dr Utang PFK-IWP PN Rp400rb
Dr Utang PFK-Taperum Rp600rb
Cr. Kas di Kas Daerah Rp2jt

2.3 Koreksi Pencatatan Belanja


Koreksi atas penerimaan kembali belanja yang terjadi pada periode pengeluaran belanja
dicatat sebagai pengurang belanja. Fungsi Akuntansi PPKD mencatat transaksi
pengembalian belanja tersebut dengan jurnal sebagai berikut.

Jurnal pengembalian kelebihan belanja

Dr Kas di Kas Daerah xxx


Cr Belanja ...... xxx

Contoh
Pada tanggal 11 Mei 2009 diterima kembali belanja perjalanan dinas luar daerah
bulan April 2010 sejumlah Rp5jt.
Jurnal pada SKPD:
a. Mencatat pengembalian belanja pada periode yang sama

Dr. Kas di Bendahara Pengeluaran Rp5jt


Cr. Belanja perjalanan Dinas Rp5jt

b. Mencatat penyetoran kas dari pengembalian belanja pada periode yang sama

Dr. RK PPKD Rp5 jt


Cr. Kas di Bendahara Pengeluaran Rp5 jt

Jurnal pada PPKD


Hanya ada satu jurnal untuk mencatat penerimaan setoran uang dari SKPD
akibat pengembalian belanja pada periode yang sama.
Dr. Kas di Kas Daerah Rp5 jt
Cr. RK SKPD Rp5 jt

Koreksi atas penerimaan kembali belanja apabila diterima pada periode


berikutnya, maka PPKD mencatat jurnal sebagai berikut:

Jurnal pengembalian kelebihan belanja, diterima pada periode berikutnya

Dr Kas di Kas Daerah xxx


Cr Pendapatan Lain-lain Xxx

Jurnal pada SKPD


a. Mencatat pengembalian belanja pada periode berikutnya,

Dr. Kas di Bendahara Pengeluaran Rp5jt


Cr. Pendapatan Lain-lain PAD yg Rp5jt
Sah

b. Mencatat penyetoran kas dari pengembalian belanja pada periode/tahun berikutnya

Dr. RK PPKD Rp5 jt


Cr. Pendapatan Lain-lain PAD yg Sah Rp5 jt

Jurnal pada PPKD


Hanya ada satu jurnal untuk mencatat penerimaan setoran uang dari SKPD
akibat pengembalian belanja pada periode berikutnya.

Dr. Kas di Kas Daerah Rp5 jt


Cr. RK SKPD Rp5 jt

Koreksi atas penerimaan kembali belanja apabila diterima pada periode berikutnya

Contoh :
Kelebihan tunjangan gaji pegawai yang terjadi pada tahun yang sama di SKPD,
kelebihan tunjangan gaji pegawai yang terjadi pada bulan Maret 2009 diketahui dan diakui
pada tanggal 10 April tahun yang sama.

SKPD PPKD
Dr. RK PPKD Rp5jt Dr. Kas di Kas Daerah Rp5jt
Cr. Tunjangan Gaji Rp5jt Cr. RK/SKPD Rp5jt

Jurnal yang sama akan dipakai terus dalam mencatat transaksi pengeluaran kas maka
dibuatlah Buku Jurnal Kas Keluar (JKM) - PPKD.

2.4 Posting ke Buku Besar

Setiap periode (periode ditetapkan), jurnal-jurnal tersebut akan diposting ke Buku


Besar/Buku Besar Pembantu PPKD sesuai dengan kode rekening pendapatan.
Buku Besar digunakan untuk posting jurnal yang kode akun belanjanya berupa Jenis
Belanja, sedangkan Buku Besar Pembantu digunakan untuk posting akun sampai dengan
Rincian Objek Belanja.

3. AKUNTANSI PEMBIAYAAN
Pembiayaan merupakan transaksi keuangan pemerintah yang mempunyai
dampak terhadap penerimaan dan/atau pengeluaran pemerintah pada tahun
anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya. Sedangkan
tujuan dari transaksi ini adalah untuk menutup defisit anggaran atau memanfaatkan
surplus anggaran.

Transaksi pembiayaan terbagi atas penerimaan pembiayaan dan pengeluaran


pembiayaan. Selisih dari kedua transaksi tersebut merupakan pembiayaan
neto.

Transaksi penerimaan pembiayaan berasal dari:


penggunaan SiLPA tahun anggaran sebelumnya
pencairan dana cadangan
hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan
penerimaan pinjaman daerah
penerimaan kembali pemberian pinjaman
penerimaan piutang daerah.
Transaksi pengeluaran pembiayaan berasal dari:

pembentukan dana cadangan


penyertaan modal pemerintah daerah
pembayaran pokok pinjaman (utang)
pemberian pinjaman daerah.

Transaksi pembiayaan merupakan transaksi yang terjadi di PPKD sebagai Pemda.


Hal ini dikarenakan sifat atau tujuan dari dilakukannya transaksi ini, yaitu untuk
memanfaatkan surplus atau menutup defisit anggaran daerah. Selain itu dalam transaksi
pembiayaan, di dalamnya akan melibatkan akun-akun ekuitas dana yang hanya terdapat
di dalam neraca Pemda. Oleh karena itu transaksi ini dicatat dan dilaporkan dalam LRA
PPKD sebagai Pemda (kantor pusat), yang kemudian akan digabungkan dengan LRA
SKPD lainnya, menjadi laporan keuangan Pemerintah Daerah.

3.1 Dokumen sumber


3.1.1 Penerimaan Pembiayaan
Lampiran
No. Jenis transaksi Dokumen sumber
dokumen sumber
1 Penggunaan SiLPA tahun Perda - Nota kredit bank
anggaran sebelumnya pertanggungjawaban
2 Pencairan dana -pelaksanaan
Nota kredit APBD
bank Kopi Surat
Cadangan - Perda dana cadangan perintah
Hasil penjualan kekayaan -pemindahbukuan
Berita acara
3 Bukti Penerimaan pembayaran
daerah yang dipisahkan

- Surat tanda bukti


4 P e n e ri m a an p i nj a man - Nota kredit bank
penerimaan/ Bukti transfer
daerah
- Bukti penjualan obligasi
Penerimaan kembali - Surat tanda bukti
5 - Nota kredit bank
pemberian pinjaman penerimaan/ Bukti transfer
Penerimaan piutang - Surat tanda bukti
6 - Nota kredit bank
daerah penerimaan/ Bukti transfer
3.1.2 Pengeluaran Pembiayaan
Lampiran
No. Jenis transaksi Dokumen sumber
dokumen
- Surat Perintah Pencairan - SPD sumber
1 Pengisian dana Dana (SP2D) - SPM
cadangan - Perda tentang dana Cadangan
Penyertaan modal Surat Perintah Pencairan Dana - SPD
2 pemerintah daerah (SP2D) - SPM
Pembayaran pokok Surat Perintah Pencairan Dana - SPD
3 pinjaman (SP2D) - SPM
- SPD
4 Pe mberi a n pin Surat Perintah Pencairan Dana - SPM
jaman daerah (SP2D) - Perjanjian pinjaman

3.2 Akuntansi Penerimaan Pembiayaan


Transaksi penerimaan pembiayaan dicatat dengan menggunakan asas bruto,
yaitu penerimaan pembiayaan dicatat sebesar nilai brutonya (tidak dikompensasikan
dengan pengeluaran). Pembiayaan penerimaan diakui pada saat diterima pada
Rekening
Kas Daerah.

3.2.1 Standar Jurnal Transaksi Penerimaan Pembiayaan


Penjurnalan transaksi penerimaan pembiayaan dilakukan oleh fungsi
akuntansi PPKD, secara harian berdasarkan urutan kronologis. Jurnal untuk
transaksi penerimaan pembiayaan merupakan jurnal, di mana satu jurnal akan
berpengaruh terhadap Laporan Realisasi Anggaran, dan jurnal lainnya akan
mempengaruhi Neraca.

Berdasarkan dokumen Laporan Posisi Kas Harian, Fungsi Akuntansi PPKD menjurnal
penerimaan kas dari penerimaan pembiayaan sebagai berikut :

a. Jurnal Penerimaan Pencairan Dana Cadangan

Dr Kas di Kas Daerah xxx


Cr Penerimaan Pembiayaan – Dana xxx
Cadangan
Contoh :

Pada tanggal 20 Juni 2009 diterima dana pinjaman dari lembaga perbankan sebesar Rp2
miliar, hutang ini jatuh tempo dalam 5 tahun ke depan.
Jurnalnya :

1) Untuk mencatat penerimaan pembiayaan utang jangka panjang

PPKD
Dr. Kas di Kas Daerah Rp2

Cr. Penerimaan Pembiayaan- Utang DN-Lembaga Rp2 M


Keuangan Bank

2) Untuk mencatat utang jangka panjang


PPKD
Dr Dana yang harus disediakan untuk Rp2M
utang jangka panjang
Cr. Utang DN-Lembaga Keuangan Bank Rp2m
.
a. Jurnal Pencairan Dana Cadangan

Dr Ekuitas Dana Cadangan – Xxx


Diinvestasikan dalam Dana
Cadangan
Cr Dana Cadangan xxx

b. Jurnal Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan


Dr Kas di Kas Daerah xxx
Cr Penerimaan Pembiayaan – Hasil xxx
Penjualan kekayaan Daerah yg
dipisahkan
c. Jurnal Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

Dr Ekuitas Dana Investasi – Diinvestasikan xxx


dalam Investasi Jk. Panjang
Cr Penyertaan Modal Pemerintah – xxx
Daerah/Investasi

d. Jurnal Penerimaan Pinjaman Daerah (contoh dari dalam negeri


– perbankan)

Dr Kas di Kas Daerah xxx


Cr Penerimaan Pembiayaan – Penerimaan xxx
Pinjaman Daerah

e. Jurnal Penerimaan Pinjaman

Dr Dana yang harus disedakan xxx


untuk pembayaran utang
jangka panjang
Cr Utang Dalam Negeri Xxx

f. Jurnal Penerimaan Kembali Pemberiaan Pinjaman

Dr Kas di Kas Daerah xxx


Cr Penerimaan Pembiayaan – Xxx
Penerimaan kembali pemberian
pinjaman

g. Jurnal Penerimaan kembali pemberiaan Pinjaman

Dr Ekuitas Dana Lancar – Cadangan Piutang xxx


Cr Bagian Lancar Pinjaman Xxx
h. Jurnal Penerimaan Piutang Daerah

Dr Kas di Kas Daerah xxx


Cr Penerimaan Pembiayaan – Penerimaan Xxx
Piutang Daerah

i. Jurnal Penerimaan Piutang Daerah

Dr Ekuitas Dana Lancar – Cadangan xxx


Piutang
Cr Piutang Daerah Xxx

3.3 Akuntansi Pengeluaran Pembiayaan


Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening
Kas Daerah.
3.1.2 Standar Jurnal Transaksi Pengeluaran Pembiayaan
Penjurnalan transaksi pengeluaran pembiayaan dilakukan oleh fungsi akuntansi
PPKD, secara harian secara kronologis.
Jurnal untuk transaksi pengeluaran pembiayaan merupakan jurnal, dimana satu
jurnal akan berpengaruh terhadap Laporan Realisasi Anggaran, dan jurnal lainnya akan
mempengaruhi Neraca.
Standar jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah sebagai berikut:

a. Jurnal Pembentukan Dana Cadangan

Dr Pengeluaran Pembiayaan – Pembentukan xxx


Dana Cadangan
Cr Kas di Kas Daerah Xxx

Contoh :
Pemerintah Kabupaten Bandung pada tahun anggaran 2015 akan membangun jalan tol,
direncanakan diperlukan dana sebesar Rp50 miliar untuk pembebasan tanahnya, untuk
hal tersebut maka Pemda Kab. Bandung membentuk dana cadangan yang diisi tiap
tahun Rp10 miliar untuk waktu lima tahun, mulai tahun 2010,
1) Untuk mencatat pengeluaran pembiayaan
PPKD
Dr. Pengeluaran Pembiayaan – Rp50m

Cr. Pembentukan Dana Cadangan


Kas di Kas Daerah Rp50m

2) Untuk mencatat penyertaan modal


PPKD
Dr. Penyertaan Modal Pemda Rp50m

Cr. EDI-Diinvestasikan dalam Investasi Jangka Rp50m


Panjang

b. Jurnal Korolari Pembentukan Dana Cadangan

Dr Dana Cadangan xxx


Cr Ekuitas Dana Cadangan – Diinvestasikan Xxx
dalam Dana Cadangan
PPKD
Dr Dana Cadangan Rp50miliar
Cr Ekuitas Dana Cadangan- Rp50miliar
Diinvestasikan dalam Dana
Cadangan

c. Jurnal Penyertaan Modal Pemerintah

Dr Pengeluaran Pembiayaan – Penyertaan xxx


Modal Pemerintah
Cr Kas di Kas Daerah Xxx

3.4 Jurnal dan Posting ke Buku Besar


Jurnal-jurnal penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan pembiayaan dicatat dalam
Jurnal Kas Masuk (JKM-PPKD) untuk mencatat Penerimaan Pembiayaan dan Jurnal Kas
Keluar (JKK-PPKD) untuk mencatat Pengeluaran Pembiayaan. Sedangkan jurnal dicatat dalam
Jurnal Umum.

Setiap periode (periode ditetapkan), jurnal-jurnal tersebut akan diposting ke Buku


Besar/Buku Besar Pembantu PPKD sesuai dengan kode rekeningnya. Buku Besar digunakan
untuk posting jurnal Jenis Pembiayaan, sedangkan Buku Besar Pembantu digunakan untuk
posting akun sampai dengan Rincian Objek Pembiayaan.

4. Akuntansi Rekening (RK-SKPD) di PPKD

Akuntansi RK-SKPD merupakan akuntansi Aset Lancar di tingkat PPKD. Akun “RK-SKPD”
akan bertambah bila PPKD mentransfer aset (seperti menerbitkan SP2D- UP, SP2D-GU dan
SP2D-LS, atau menerima aset tetap dari Pemda), dan akan berkurang bila PPKD menerima
pendapatan dari SKPD atau penyetoran uang (pengembalian sisa Uang Persediaan)

Saldo normal akun “RK-SKPD” adalah Debet (Dr.). Akun-akun RK-PPKD dan RK-
SKPD ini akan dieliminasi pada saat akan dibuat laporan gabungan Pemda.
Pengeliminasian dilakukan oleh PPKD/BUD.

4.1 Dokumen Sumber


Dokumen sumber yang digunakan untuk mencatat mutasi akun Rekening SKPD ini adalah
dokumen yang terkait dengan transaksi antarkantor, antara SKPD PPKD, yaitu dokumen
transfer antara kedua kantor tersebut, sebagai berikut:

No. Jenis Transaksi Dokumen Sumber


1 PPKD mengeluarkan SP2D kepada - SP2D UP
SKPD (transfer uang dari PPKD) - SP2DGU
- SP2D TUP
2 PPKD mengeluarkan tembusan Tembusan SP2D LS
pelunasan belanja LS kepada SKPD
(transfer belanja dari SKPD)
3 PPKD melakukan penyesuaian atas, Surat Penetapan DAU/DAK
piutang pendapatan
4 PPKD menerima setoran pendapatan Surat Tanda Setoran (STS)
5 Setoran sisa kas ke PPKD (transfer uang Surat Tanda Setoran (STS)
ke PPKD dari SKPD)

4.2 Standar Jurnal Transaksi Transfer ke Rekening SKPD

Jurnal pemberian SP2D UP/GU/TU/LS kepada SKPD

Dr RK-SKPD ..... Xxx


Cr Kas di Kas Daerah Xxx

Jurnal penerimaan pendapatan/penyetoran uang dari SKPD ke rekening kas daerah

Dr Kas di Kas Daerah Xxx


Cr RK – SKPD .... Xxx

4.3 Jurnal dan Posting ke Buku Besar


Jurnal-jurnal penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan transfer dari PPKD
ke SKPD dicatat dalam Jurnal Kas Masuk (JKM-PPKD) untuk mencatat transfer masuk dari
SKPD dan Jurnla Kas Keluar (JKK-PPKD) untuk mencatat transfer keluar ke SKPD.

Setiap periode (periode ditetapkan), jurnal-jurnal tersebut akan diposting ke Buku


Besar/Buku Besar Pembantu PPKD sesuai dengan kode rekeningnya

Buku Besar digunakan untuk posting jurnal Jenis Pembiayaan, sedangkan Buku Besar
Pembantu digunakan untuk posting akun sampai dengan Rincian Objek Pembiayaan.

5. Akuntansi Aset
Prosedur akuntansi aset pada SKPKD merupakan pencatatan atas pengakuan aset yang muncul
dari transaksi pembiayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, misalnya pengakuan atas
investasi jangka panjang.

Aset terbagi ke dalam dua kelompok, yakni:


1. Aset Lancar (Current Asset); dan
2. Aset Tidak Lancar (Non-Current Asset)

Aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan dapat direalisasi atau dimiliki untuk
dipakai atau dijual dalam waktu dua belas (12) bulan sejak tanggal pelaporan.

5.1 Standar Jurnal Akuntansi Aset

Standar Jurnal untuk akuntansi aset dilakukan melalui jurnal (jurnal ikutan) yang proses
pencatatannya dilakukan bersamaan dengan jurnal yang berkaitan dengan rekening
realisasi anggaran. Berikut disajikan kembali jurnal-jurnal yang dilakukan untuk pengakuan
aset:

a. Jurnal – Pengakuan Investasi

Dr Investasi ... xxx


Cr Ekuitas Dana Investasi – Xxx
Diinvestasikan dalam Investsi

b. Jurnal - Pelepasan Investasi

Dr Ekuitas Dana Investasi – xxx


Diinvestasikan dalam
Cr Investsi
Investasi ... Xxx

c. Jurnal – Pengakuan Aset Tetap

Dr Aset Tetap ... xxx


Cr Ekuitas Dana Investasi – Xxx
Diinvestasikan dalam Aset Tetap

d. Jurnal - Pelepasan Aset Tetap

Dr Ekuitas Dana Investasi – xxx


Diinvestasikan dalam Aset
Cr Tetap
Aset Tetap .... Xxx
Jurnal dicatat dalam Jurnal Umum. Secara periodik, buku jurnal atas transaksi hutang
jangka panjang tersebut diposting ke dalam buku besar rekening yang terkait. Setiap akhir
periode semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan PPKD.

6. Akuntansi Ekuitas Dana


Akuntansi atas ekuitas dana terjadi bersamaan t e r u t a m a dengan akuntansi atas
transaksi pembiayaan (penerimaan dan pengeluaran), serta penyesuaian karena sebenarnya
perubahan yang terjadi pada saldo ekuitas dana, disebabkan oleh transaksi-transaksi
tersebut serta penyesuaian di akhir periode akuntansi. Pencatatan atas akun ekuitas dana
adalah sebagai jurnal dari transaksi-transaksi tersebut.

Ekuitas Dana terbagi ke dalam 3 (tiga ) kelompok, yaitu:


- Ekuitas Dana Lancar, terdiri dari Sisa Lebih Pembiayaan anggaran (SiLPA),
dan Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek.
- Ekuitas Dana Investasi, terdir dari Diinvestasikan dalam Investasi jangka Panjang,
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya serta kontra ekuitas berupa Dana yang harus
disediakan untuk pembayaran utang jangka panjang.
- Ekuitas Dana Cadangan, terdiri atas Diinvestasikan dalam Dana Cadangan.

Dari keseluruhan akun yang termasuk ke dalam ekuitas dana tersebut, dua di
antaranya merupakan contra account, yaitu:

- dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka pendek


- dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka panjang

Dikarenakan kedua akun tersebut merupakan contra account dari ekuitas dana,
maka saldo normalnya berlawanan dengan saldo normal ekuitas dana. Saldo normal
ekuitas dana adalah kredit (Cr), sedangkan kedua akun tersebut bersaldo normal debet (Dr).
Akun-akun ekuitas dana seperti di atas, hanya ada di dalam neraca PPKD sebagai
Pemda, sedangkan untuk neraca SKPD tidak ada akun- akun tersebut diatas. Karena
SKPD merupakan bagian dari Pemda, dan SKPD tidak memiliki kekayaan bersih sendiri.
Hubungan antara Pemda dengan SKPD adalah hubungan Pusat – Cabang, dengan
seluruh aset dan utang SKPD adalah aset dan utang Pemda. Di neraca tingkat SKPD,
menggunakan akun RK-Pusat. Akun ini merupakan reciprocal account dengan akun
RK-SKPD yang dicatat di tingkat Pemda pada kelompok aset.
6.1 Dokumen Sumber yang digunakan

No. Jenis transaksi Dokumen sumber


1 Ekuitas dana lancar – Sisa Lebih Laporan Realisasi Anggaran
Pembiayaan Anggaran (SiLPA) (LRA)
2 Ekuitas dana lancar – Cadangan - SKP/SKR yang belum dibayar
piutang pendapaatan dana transfer - Surat perjanjian pemberian
pinjaman
- Bukti transfer
3 Ekuitas dana lancar – Dana yang - Surat perjanjian pinjaman
harus disediakan untuk pembayaran (utang)
utang jangka - SP2D
4 Ekuitas dana investasi – - SP2D
Diinvestasikan dalam investasi - Kopi surat perintah
5 Ekuitas dana investasi – - Surat Keputusan penempatan
Diinvestasikan dalam aset lainnya - SP2D
6 Ekuitas dana investasi – Dana yang - Surat perjanjian pinjaman
harus disediakan untuk pembayaran (utang)
utang jangka panjang - SP2D

7 Ekuitas dana cadangan – - Perda tentang dana cadangan


Diinvestasi- kan dalam dana - SP2D
cadangan

6.2 Standar Jurnal Transaksi Ekuitas Dana


Penjurnalan atas ekuitas dana dilaksanakan secara harian dan kronologis, serta
bersamaan dengan penjurnalan transaksi pembiayaan, penjualan aset daerah, dan penyesuaian
(di tingkat Pemda/PPKD/BUD)

a. Jurnal Standar – Penyesuaian Cadangan Piutang


(dari penyesuaian atas timbulnya piutang pendapatan di akhir periode akuntansi)

Dr Piutang Daerah xxx


Cr Ekuitas Dana Lancar – Cadangan Piutang Xxx
Daerah
b. Jurnal – Penerimaan Pelunasan Piutang Daerah

Dr Ekuitas Dana Lancar – Cadangan xxx


Piutang Daerah
Cr Piutang Daerah Xxx

c. Jurnal – Penerimaan Pinjaman Daerah Jangka Pendek

Dr Ekuitas Dana Lancar – Dana yang xxx


Harus Disediakan Untuk Pembayaran
Utang Jangka Pendek
Cr Utang Jangka Pendek xxx

d. Jurnal – Pembayaran Pokok Pinjaman Jangka Pendek

Dr Utang Jangka Pendek Xxx


Cr Ekuitas Dana Lancar – Dana yang xxx
Harus Disediakan Untuk Pembayaran
Utang Jangka Pendek

e. Jurnal – Penyertaan Modal /Investasi Jangka Panjang

Dr Penyertaan Modal Pemerintah Xxx


Daerah/ Investasi Jangka Penjang
Cr Ekuitas Dana Investasi – xxx
Diinvestasikan dalam Investasi
Jangka Penjang

f. Jurnal – Penjualan Aset Daerah yang dipisahkan

Dr Ekuitas Dana Investasi – Xxx


Diinvestasikan dalam Investasi
Jangka Penjang
Cr Penyertaan Modal Pemerintah xxx
daerah/ Investasi Jangka Panjang
g. Jurnal – Penjualan Aset Daerah yang tidak dipisahkan

Dr Ekuitas Dana Investasi –Diinvestasikan xxx


dalam Aset Tetap
Cr Aset Tetap xxx

h. Jurnal – Perolehan Aset Lainnya


Dr Aset lainnya xxx
Cr Ekuitas Dana Investasi - xxx
Diinvestasikan dalam Aset Lainnya

i. Jurnal Standar –Penjualan Aset Lainnya Daerah Yang Tidak Dipisahkan

Dr Ekuitas Dana Investasi – xxx


Diinvestasikan dalam Aset Lainnya
Cr Aset lainnya xxx

j. Jurnal – Penerimaan Pinjaman Daerah Jangka Panjang

Dr Ekuitas Dana Investasi– Dana yang xxx


harus disediakan untuk pembayaran
utang
Cr jangkaJangka
Utang panjangPanjang xxx
Jurnal – pembayaran pokok pinjaman

Dr Bagian Lancar Utang xxx


Cr Ekuitas Dana Lancar– Dana yang xxx
Harus Disediakan Untuk
Pembayaran Utang Jangka Pendek

Catatan: jurnal pembayaran pokok pinjaman, menggunakan akun dana yang harus disediakan
untuk pembayaran utang jangka pendek, karena utang yang dibayar adalah bagian yang jatuh
temponya saja, yaitu yang sudah menjadi utang jangka pendek.
k. Jurnal – Pembentukan Dana Cadangan

Dr Dana Cadangan Xxx


Cr Ekuitas Dana Cadangan Xxx

l. Jurnal – Pencairan Dana Cadangan

Dr Ekuitas Dana Cadangan Xxx


Cr Dana Cadangan Xxx

Jurnal dicatat dalam Jurnal Umum. Secara periodik, buku jurnal atas transaksi Utang Jangka
Panjang tersebut diposting ke dalam buku besar rekening yang terkait. Setiap akhir periode
semua buku besar ditutup sebagai dasar penyusunan laporan keuangan PPKD.

3. Kasus SKPD dan PPKD


Untuk kasus dari SKPD dan PPKD kami lampirkan dalam file lain diluar paper ini dalam format
gambar .jpg.