Anda di halaman 1dari 34

BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

1
DAFTAR ISI
Contents
DAFTAR ISI ................................................................................................................. 1
BIODATA PESERTA.................................................................................................... 2
PENGANTAR ............................................................................................................... 3
THEME SONG.............................................................................................................. 4
PERATURAN ............................................................................................................... 5
DETAIL ACARA ........................................................................................................... 6
SUSUNAN ACARA ...................................................................................................... 9
RENUNGAN SAAT TEDUH (I) ................................................................................... 10
RENUNGAN SAAT TEDUH (2) .................................................................................. 12
MATERI ‘MENGELOLA PMK’ ................................................................................... 14
MATERI EKSPOSISI I ................................................................................................ 17
MATERI EKSPOSISI 2 ............................................................................................... 19
KUMPULAN LAGU .................................................................................................... 23
PROFIL PEMBICARA ................................................................................................ 32
CATATAN .................................................................................................................. 34
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

BIODATA PESERTA 2

Nama :

Universitas/Fakultas :

No. HP :
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

PENGANTAR
3

BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC)

Thema: Christ in Zaman Now

Tujuan: Menghasilkan pemimpin yang Kristosentris dan hidup yang berpadanan


dengan Injil

Latar Belakang

Borneo, begitulah sebutannya. Satu pulau terbesar di Indonesia yakni


Kalimantan, dimana Kalimantan Timur menjadi bagian di dalamnya. Kekayaan
alam yang melimpah serta kebudayaan yang beragam memberi warna yang
indah bagi Indonesia. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam yang
efektif tentu akan memajukan kesejahteraan Borneo. Siapakah yang kita
harapkan untuk memajukan kesejahteraan tersebut? Tentulah Sang Pemimpin.

Namun fakta yang kita lihat semakin kontradiktif. Pemimpin yang


seyogyanya mensejahterakan kehidupan masyarakat di berbagai bidang, malah
berfokus kepada tujuan memperkaya diri, mengutamakan kepentingan
kelompok, bahkan merebut hak milik banyak orang. Tentu hal ini sangat
dipengaruhi oleh latar belakang dari pemimpin tersebut, termasuk pemimpin-
pemimpin Kristen.

Pemimpin yang dibutuhkan saat ini adalah pemimpin yang memusatkan


dirinya kepada Kristus dan sungguh-sugguh hidup berpadanan dengan Injil.
Pelayanan mahasiswa hadir dalam rangka mempersiapkan calon-calon
pemimpin yang memusatkan hidupnya kepada Kristus, sehingga boleh menjadi
pemimpin-pemimpin yang hidup sesuai dengan Injil dalam rangka membangun
bangsa di zaman ini. Borneo Leadership Building Camp diadakan untuk
memperlengkapi para pelayan mahasiswa dalam karakter kepemimpinan yang
Kristosentris.
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

4
THEME SONG

Kristus Yang Terutama (BLP 218)

Kristus yang terutama di dalam hidupku

Kristus yang terutama di dalam hidupmu

Di dalam Dia tersembunyi segala hikmat dan pengetahuan

Dia jauh melebihi segalanya

Kupuji Engkau Tuhan Yesus dengan segenap hatiku

Kusembah Engkau Rajaku termulialah Engkau

Pakailah ku menjadi alatMu menyebarkan Injil di kampusku

Kulayani Engkau Tuhan Yesus dengan segenap hatiku

Bekerjalah di dalamku t’rimalah persembahanku


BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

PERATURAN 5

1. Jagalah keteraturan dan kebersihan selama kamp ini


berlangsung dengan tidak membuang sampah
sembarangan, tidak lupa mematikan lampu dan kran
air saat keluar kamar, tidak merusak, memindahkan,
atau mengambil barang yang bukan milik pribadi.
Jika menemukan barang bukan milik pribadi,
silahkan menghubungi panitia pelaksana.
2. Hormatilah pembicara, panitia pelaksana, staff, dan
peserta lainnya.
3. Tempatilah kamar sesuai dengan yang sudah
ditentukan. Jangan berpindah kamar tanpa seijin
panitia pelaksana.
4. Hadirlah tepat waktu di setiap sesi acara. Maksimal
10 menit sebelum sesi dimulai sudah berada di
tempat acara/sesi.
5. Pastikan mengikuti setiap sesi dengan baik dan tidak
melakukan hal-hal yang mengganggu
berlangsungnya setiap sesi.
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

DETAIL ACARA 6

No Tanggal
Kegiatan Tujuan dan Sasaran Pembicara
Pelaksanaan
1 Jumat, Opening 1. Mempersiapkan hati peserta Palimbunga Resky
9 Februari Ceremony memasuki acara Eko
2017 2. Menjelaskan latar belakang
BLBC serta rangkaian acara-
acara, tujuan dan sasaran
yang ingin dicapai melalui
BLBC
3. Menyambut dan
memperkenalkan para
peserta
SESI 1 1. Peserta memahami kondisi Ardo
-Visi Pelayanan Kampus dan Bangsa saat ini
Mahasiswa- 2. Peserta memahami mengapa
pelayanan mahasiswa perlu
hadir dan bagaimana
keunikannya (Injil perlu
diberitakan dan mahasiswa
menjadi ujung tombaknya)
3. Menantang peserta untuk
diperlengkapi melalui BLBC
sebagai ujung tombak bagi
pelayanan mahasiswa di
kampus
4. Menantang peserta untuk
ambil bagian dalam
menyikapi kondisi bangsa
saat ini
SHARING
-Diskusi PMK
masing-
masing-

2. Sabtu, 10 EKSPOSISI 1. Peserta mengenal siapa Ferdi Toding Bunga


Februari 2017 -Gospel in Life- Allah dan siapa dirinya di
hadapan Allah (Doktrin
Kristologi dan Manusia)
2. Peserta mengevaluasi
apakah hidupnya sudah
memperTuhankan Kristus
SHARING 1. Peserta mensharingkan Grouping
PRIBADI bagaimana kehidupannya
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

dalam memperTuhankan
Kristus 7
2. Peserta mensharingkan
bagian mana dalam hidupnya
yang masih mengedepankan
ke-AKUan
3. Peserta mensharingkan hal-
hal apa yang ingin dijadikan
sebagai komitmen pribadi
kedepannya dalam
memperTuhankan Kristus
MANAJEMEN 1. Peserta melihat bagaimana Staf Jabar:
PMK 1 kehidupannya selama ini Ida Hasian Sinaga
-Diskusi sebagai seorang pemimpin di Alfa Edison
Kondisi PMK- dalam PMK (bagaimana Muliyanto
peserta menyelesaikan Riris D. Pardede
persoalan-persoalan di PMK Ferdi Toding Bunga
seperti : konflik antar pribadi, Fany Ganda Tua H
merancang acara Ardo
persekutuan, menyusun dan Metty
melaksanakan proker,
evaluasi PMK, team work) Staf Samarinda
2. Peserta ditolong untuk Palimbunga Resky
membentuk tim kerja yang Eko
sehat secara spiritualitas Yulitha Rumengan
(konfrontasi,relasi dan
lainnya)
MANAJEMEN 1. Peserta dilatih untuk Staf Jabar:
PMK 2 membaca kondisi (Perintisan Ida Hasian Sinaga
-Workshop- atau Mandiri) dan melihat Alfa Edison
kebutuhan PMK masing- Muliyanto
masing. Riris D. Pardede
*Membaca Kondisi (memiliki Ferdi Toding Bunga
kepekaan dan kesadaran) : Fany Ganda Tua H
jumlah kehadiran vs jumlah Ardo
mahasiswa Kristen, suasana Metty
persekutuan, adanya
pembinaan untuk pengurus, Staf Samarinda
adanya wadah untuk Palimbunga Resky
menanamkan nilai- Eko
nilai/prinsip-prinsip hidup Yulitha Rumengan
Kristen yang baik, ibadah
(doa, firman/pengajaran),
hidup dalam persekutuan
(hidup berbagi waktu-uang-
makanan-hidup), bersaksi
(injil, kehidupan sehari-hari
(seluruh peran sebagai
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

mahasiswa, anggota
keluarga, gereja dan 8
masyarakat) serta bermisi
(lewat studi dan kehidupan
alumni)
2. Peserta diajak untuk
membuat proker dan
mengelola PMK secara
keseluruhan (apa yang perlu
diperkuat, dibuang, dan
diubah).
3. Minggu, 11 EKSPOSISI 1. Peserta belajar dari Tokoh Ferdi Toding Bunga
Februari 2017 -Menghidupi Alkitab untuk mendengarkan
Keselamatan- arahan Tuhan dalam
kehidupan pribadi dan
kepemimpinannya (Tokoh :
Saul vs Daud)
2. Menantang peserta
mengutamakan Tuhan dan
kehendak-Nya dalam
kehidupan dan pelayanan
mereka
3. Mengajak peserta untuk
memiliki keintiman relasi
dengan Allah melalui disiplin
rohani
TALKSHOW 1. Mensharingkan apa yang Mauritz Silalahi
dialami seorang alumni Monica Rante Aru
selama di PMK Octaviana Simbolon
2. Menjelaskan pentingnya
peran Alumni untuk PMK
3. Mensharingkan bagaimana
PMK membentuk alumni
yang berdampak bagi bangsa
Pengutusan 1. Mendorong peserta Fany Ganda Tua
(Closing) mengambil komitmen untuk Hutabarat
“Injil Bagi memperTuhankan Kristus (Staf Jabar)
Kampusku” dalam hidup dan pelayanan
2. Mengutus peserta untuk
menjadi ujung tombak di
dalam kampus dan PMK
3. Mendorong peserta untuk
mempersiapkan diri sebagai
kader-kader pemimpin masa
depan bangsa
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

SUSUNAN ACARA 9

WAKTU HARI PELAKSANAAN


Jumat, 9 Februari Sabtu, 10 Februari Minggu, 11 Februari 2017
2017 2017
05.00-05.30 SA-TE SA-TE
05.30-06.00
06.00-06.30 Mandi & Sarapan Mandi & Sarapan
06.30-07.00
07.00-07.30
07.30-08.00
08.00-08.30 Eksposisi Eksposisi
08.30-09.00 (Gospel in Life) (Menhidupi Keselamatan)
09.00-09.30
09.30-10.00
10.00-10.30 Snack Snack
10.30-11.00 Sharing Kuy Talkshow
11.00-11.30
11.30-12.00
12.00-12.30 Lunch Lunch
12.30-13.00
13.00-13.30 Boci (istirahat) Pengutusan (closing) +
13.30-14.00 foto-foto
14.00-14.30
14.30-15.00
15.00-15.30 Keberangkatan Mandi + Snack Pulang
15.30-16.00 Peserta
16.00-16.30 Istirahat, mandi & Manajemen PMK 1
16.30-17.00 snack
17.00-17.30
17.30-18.00
18.00-18.30 Dinner Dinner
18.30-19.00
19.00-19.30 Opening Ceremony Manajemen PMK 2
19.30-20.00 Sesi 1
20.00-20.30 (Visi Pelayanan
20.30-21.00 Mahasiswa)
21.00-21.30 Sharing PD
21.30-22.00 (Diskusi PMK
masing”)
22.00-22.30 Istirahat Istirahat
22.30-23.00
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

RENUNGAN SAAT TEDUH 10


BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

11
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

RENUNGAN SAAT TEDUH 12


BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

13
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

MATERI 14

‘MENGELOLA PMK’

1. Peran dan Fungsi Pengurus PMK


A. Peran :
Peran Pengurus PMK adalah sebagai personal/tim yang mejalankan Visi
dan Misi pelayanan mahasiswa dengan maksud agar persekutuan mahasiswa
angkatan demi angkatan mendapatkan pembinaan yang baik dan
berkesinambungan selama mereka menjadi mahasiswa.

B. Fungsi :
Pengurus dapat mewujudkan perannya sebagai mandataris visi dan misi
pelayanan mahasiswa Kristen dengan mengerjakan fungsinya dalam hal:
1) Menjaga/memelihara organisasi PMK agar wadah PMK dapat menjadi
tempat yang kondusif bagi seorang mahasiswa untuk dapat belajar dan
bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan.
2) Mengadakan/menyediakan/mengusulkan pembinaan rutin kepada jemaat
untuk menolong jemaat agar dapat bertumbuh dalam hal kerohanian,
karakter, wawasan dunia, dll. Demi menghasilkan kualitas seorang murid.

2. Mengelola PMK Menuju PMK yang Kuat


Adapun langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan pengurus untuk dapat
membawa PMK menjadi PMK yang bertumbuh dengan baik adalah:

A. Membuat sistim penjangkauan MABA yang terkoordinasi, masif namun efektif:


Sebaik apapun program yang disusun oleh pengurus tidak akan banyak
gunanya bila orang-orang yang akan dibina tidak ada. Itu sebabnya penjangkauan
menjadi langkah awal yang penting untuk memulai suatu pembinaan yang efektif
dalam sebuah persekutuan (PMK).
- Memastikan semua MABA Kristen dijangkau atau minimal mendapatkan
info tentang PMK (Visi dan kegiatan, jadwal kegiatan, no kontak pengurus,
dll). Sebisa mungkin buatlah dengan cara-cara yang kreatif dan menarik.
- Membuat acara penyambutan MABA yang efektif. Tujuan utama acara
penyambutan MABA adalah membawa setiap MABA mengalami
perjumpaan pribadi dengan Kristus. Bukan sekedar acara kebersamaan atau
sekedar berisi info ttg PMK dan kegiatannya saja.
- Membuat weekend/retreat MABA yang sejalan dengan program KTB (fokus
pada penginjilan dan kepastian keselamatan MABA).
- Melibatkan semua pihak (bukan hanya pengurus) dan mengerahan semua
sumber daya yang ada (masif, seperti orang yang mau “berperang”).
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

 Catatan :
- Pengurus dan Bidang Pemuridan (jika ada) perlu menyusun strategi 15
penjangkauan yang efektif. Agar penjangkauan dapat dilakukan dengan
maksimal maka Pengurus PMK perlu berkomitmen dan mempersiapkan
sistim penjangkauan ini bahkan jauh sebelum para pengurus libur
panjang.

B. Mempersiapkan regenerasi PKK/PKTB yang stabil:


Tujuan utama pembinaan di PMK adalah menghasilkan murid, bukan
sekedar aktivis. Oleh karena itu kehadiran/keberadaan seorang Pemimpin
Kelompok Kecil (PKK) dan Bidang khusus yang mengelola Kelompok Kecil
(BKK/BKTB) sangatlah penting.
- Adanya CPKK yang disiapkan minimal 1 tahun sebelum MABA datang.
- Adanya pelatihan yang intens bagi CPKK 6-7 bulan sebelum MABA datang.
 Catatan:
- Pengurus inti perlu menolong BKTB (bila dalam kepengurusan sudah ada
bidang KTB/KK) untuk melihat kebutuhan/urgensi persiapan ini.
- Perlunya mengadakan sinergitas antara mentoring (program dari mata
kuliah agama) dengan program pembinaan di PMK agar sejalan dengan
kurikulum KTB. Hal ini untuk efektifitas waktu pembinaan yang sangat
singkat bagi mahasiswa saat ini.

C. Membuat Kurikulum dan Proker PMK


Kurikulum adalah tools yang sangat menolong pengurus dalam
menyusun program kerja hingga semua hal yang akan direncanakan/dilakukan
menjadi efektif dan memberikan dampak bagi jemaat. Tanpa kurikulum, PMK
hanya akan menjadi sebuah organisasi yang bergerak ke arah yang tidak jelas,
bahkan bisa jadi tanpa makna.
- Pengurus PMK mesti berfokus kepada pembinaan rohani dan karakter, bukan
sekedar aktivitas/kegiatan yang menlelahkan/ menyenangkan sesaat/
mengalihkan jemaat dari fokus utama sebagai mahasiswa Kristen di kampus.
 Catatan:
- Ada beberapa contoh kurikulum dan proker dari PMK lain yang bisa
menolong kita dalam hal ini

D. Membuat persekutuan besar yang dapat memenuhi kebutuhan/pembinaan


rohani anggota PMK, berdasarkan kurikulum PMK:
Persekutuan besar adalah suatu wadah yang terdiri dari banyak orang,
yang dilakukan secara rutin dengan memperhatikan keunikan pelayanan
mahasiswa. Persekutuan besar merupakan suatu metode yang efektif untuk
menjangkau dan membina mahasiswa. Persekutuan besar yang ideal adalah
persekutuan yang terbentuk dari kelompok kecil.
- Persekutuan besar perlu dikelolah dengan baik, agar fungsi penjangkauan
dan pembinaan di PMK bisa maksimal. Salah satunya dengan adanya
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

kurikulum pembinaan yang tersusun dengan baik dan pembicara serta


tema2 yang sudah disiapkan min 3 bulan sebelumnya. 16
- Adanya waktu khusus untuk persiapan para Pelayan Altar (perlu ditraining
sebelumnya)
- Menjaga semangat interdenominasi dalam ibadah persekutuan besar.
 Catatan:
- Lebih baik lagi jika ada staf/senior PMK yang mendampingi saat
menyusun kurikulum persekutuan besar. Agar ada kesinambungan
antara pembinaan KK/KTB dengan persekutuan besar (bisa saling
melengkapi).
- Perlu diadakan evaluasi jalannya ibadah persekutuan besar PMK minimal
sebulan sekali. Agar terjadi peningkatan kualitas pelayanan.

E. Membuat pola perekrutan/regenerasi pengurus PMK yang lebih baik.


Adanya sistem regenerasi yang baik akan dapat memunculkan calon
pengurus yang berkualitas dan berkomitmen. Tidak ada jalan yang instan dalam
mendapatkan pengurus yang berkualitas dan bertumbuh. Itu sebabnya perlu
persiapan dan pembinaan yang berkesinambungan.
- Semestinya pengurus adalah orang-orang yang terbina dalam KTB.
- Sistim perekrutan sebaiknya dilakukan oleh pengurus lama (pengurus inti)
bersama pendamping PMK.
- Perlu adanya pembekalan yang memadai kepada calon pengurus sebelum
mereka diteguhkan. Agar mereka mengerti dengan baik akan panggilan
mereka secara pribadi, serta memahami visi dan arah pelayanan PMK yang
baik.
 Catatan:
- Tidak disarankan memilih pengurus dengan cara voting atau diserahkan
ke jemaat. PMK adalah organisasi pembinaan rohani, sehingga perlu
kriteria khusus yang berbeda dengan organisasi lainnya dalam hal
regenerasi.

F. Mengadakan persekutuan/pembinaan yang rutin bagi pengurus untuk


memperlengkapi dan menjaga visi pelayanan bersama:
Sangat penting bagi sebuah kepengurusan di PMK untuk mengadakan
persekutuan pengurus. Lebih baik jika bisa dilakukan seminggu sekali (Isinya bisa:
sharing beban, koordinasi/konsolidasi, pembinaan, Persekutuan Doa,
kebersamaan, dll, bisa divariasi tiap minggunya).
- Pengurus perlu mendapatkan pembinaan/diperlengkapi dengan baik, sesuai
kebutuhannya sebagai pengurus. Misalnya dalam memperlengkapi
pengurus tentang wawasan pengelolaan persekutuan, memimpin rapat,
membuat program, evaluasi yang efektif, dll.
- Doa adalah kekuatan/kuasa dibalik jalannya kepengurusan yang baik.
Semestinya setiap pengurus adalah seorang yang berdoa.
- Kesatuan hati dan koordinasi yang baik tidak mudah didapatkan tanpa
adanya pertemuan rutin diantara para pengurus.
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

 Catatan:
- pengurus bisa berkonsultasi dengan staf/alumni yang dewasa 17
rohani/senior pmk tentang pembinaan-pembinaan seperti apa saja yang
mesti diperlukan/diadakan/diikuti.

G. Menjaga/memelihara semangat persekutuan yang bersifat interdenominasi


dalam diri pengurus dan PMK secara keseluruhan:
Agar pembinaan dapat berjalan dengan efektif dengan terjangkaunya
semua mahasiswa yang ada di kampus (meski dari latar belakang yang berbeda),
maka pengurus jangan membiarkan benih-benih perpecahan itu muncul dan
membuat anggota PMK yang tidak sealiran pergi dari PMK.
- Keberadaan Pendamping/Senior/Alumni/LP yang mendampingi PMK
seharusnya menjadi senior/pendamping/lembaga yang menguatkan sistim
pembinaan yang ada di PMK, bukan justru melemahkan/memecah-belah
PMK.
- Membuat sistim/tradisi yang menguatkan semangat interdenominasi di
PMK.

H. Menjadi Pengurus PMK yang bersaksi.


Pengurus PMK yang bertumbuh dan bersatu hati akan menjadi kesaksian
yang indah bagi jemaat dan bahkan bagi Kampus dimanapunTuhan
menempatkan kita.
- Sebagai seorang mahasiswa Kristen ditengah-tengah bangsa yang tidak
mengenal Allah, kita perlu menyadari bahwa kehidupan kita akan selalu
menjadi sorotan lingkungan sekitar kita. Maka hal ini bisa MENJADI
TANTANGAN TERSENDIRI BUAT KITA, NAMUN JUGA MENJADI SUATU
KESEMPATAN untuk menyatakan kasih Allah dan nilai-nilai kebenaran yang
kita anut/ kita alami di dalam Yesus Kristus.
 Catatan :
- Perlu adanya suasana saling membangun dan saling mengingatkan
diantara semua pengurus untuk menjaga fokus kehidupan kita bersama
(bisa saat persekutuan pengurus atau pertemuan secara personal).
MATERI EKSPOSISI I
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Eksposisi 1 18
YESUS DIURAPI OLEH PEREMPUAN BERDOSA
“ANTARA AKU, ALLAH DAN PELAYANANKU”

Lukas 7:36-50

Adakah Manusia Yang Layak Melayani Allah?

39Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam
hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang
menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."

Kita Perlu Menyadari Siapakah Kita!


Yesaya: “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami
seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh
kejahatan kami seperti daun dilenyapakan oleh angin”. Yesaya 64:6
Hosea: Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka
bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka
berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis." 2 Lalu aku membeli dia
bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai. (Hosea
3:1-2)
Rasul Paulus:
9 “Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya

Jemaat Allah.” (1 Corinthians 15:9)


8 “Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih

karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus,
yang tidak terduga itu,..” (Efesus 3:8)
15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia

untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling
berdosa. 16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang
yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan
demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan
mendapat hidup yang kekal. (I Tim 1:15-16)

Apa yang mendasari pelayanan kita kepada Allah adalah: PENGAMPUNAN ALLAH!
• Bukan karena kita ada bakat/talenta apa, atau ada sesuatu yang baik pada kita.

Kesadaran akan keberdosaan melahirkan KASIH dan HATI YANG RELA melayani
42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang

itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 43 Jawab Simon: "Aku
kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul
pendapatmu itu."
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab
(itu) ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia 19
berbuat kasih."

Mengenal (Bertanya) Allah dan kehendak-Nya Melahirkan respons yang tepat

44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat
perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air
untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan
menyekanya dengan rambutnya.
45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium

kaki-Ku. 46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki
kaki-Ku dengan minyak wangi.

Pelayanan mestinya selalu berfokus kepada PENGENALAN AKAN ALLAH bukan


program/aktivitas
dan itu sebabnya mengapa PEMURIDAN menjadi pembinaan yang paling efektif
dilakukan di PMK!

Salah satu tantangan terbesar pelayanan mahasiswa hari ini adalah: MULTI FOKUS
(Bukan mengenal Kristus)

MATERI EKSPOSISI 2
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Eksposisi 2 20
MARIA DAN MARTHA
“ANTARA MENDENGARKAN ATAU MELAYANI ALLAH”
Lukas 10:38-42

Manakah yang lebih penting: melayani atau mendengar Firman Tuhan?


Manakah yang lebih penting: kuliah, pelayanan di PMK, atau prestasi2 tertentu?
Di dalam kehidupan manusia, bahkan dalam diri anak-anak Tuhan, seringkali kita
terjebak di dalam pemilah-milahan peran kehidupan sebagaimana yang ditanyakan
sebelumnya. Dikotomi kehidupan dalam sejarah manusia ini, jika ditelusuri
kemungkinan besar berakar pada pandangan hidup (worldview) Yunani kuno yang
membagi tingkatan hidup menjadi dua, berdasarkan aktivitas kerja manusia itu
sendiri, yaitu: hidup berpolitik (political life) dan hidup produktif (productive/active
life).
Sementara menurut Sokrates, manusia harus membebaskan pikirannya (yang
merupakan bagian penting dari jiwa) dari jerat penjara tubuh dengan cara
berfilsafat, yakni berkontemplasi (bermeditasi). Bagi Sokrates ada dua macam
hidup manusia: 'hidup kontemplasi' (contemplative life) dan 'hidup produktif.'
Pengelompokan semacam ini diteruskan dan dikembangkan sampai ke masa
Agustinus, Thomas Aquinas, dan gereja-gereja di abad Pertengahan dalam wujud
munculnya biara-biara yang besar di dunia. Kehidupan membiara (monastic
life) adalah refleksi dari keutamaan 'hidup kontemplasi' jika dibandingkan dengan
'hidup produktif.'
Pada abad Reformasi, Martin Luther, Calvin, dan para Reformator yang lain
melakukan evaluasi ulang dan reformasi terhadap "theologi pekerjaan/panggilan
hidup" (theology of vocation) yang diwariskan dari abad-abad sebelumnya. (Bahkan
Gereja Roma Katholik di abad XX, sebagaimana dinyatakan oleh mendiang Paus
Yohanes Paulus II, akhirnya juga menerima pandangan Reformasi ini.) Para
Reformator menolak pengelompokan hidup a la Sokrates, dan kembali menekankan
doktrin penciptaan yang terkubur di abad-abad sebelumnya. Manusia diciptakan
menurut rupa dan gambar Allah (Kej. 1:26-28), itu sebabnya manusia harus bekerja
secara aktif sebagaimana Allah juga terus bekerja secara aktif (Yoh. 5:17; 2Tes. 3:10-
11; band. Kej. 2:15).

Perbedaan penafsiran mengenai kisah Maria dan Martha


• Tafsiran versi Origen.
Tafsiran Origen mengenai Maria dan Marta cukup unik dan bertahan sampai pada
abad pertengahan. Di hadapan Tuhan ada 2 macam kehidupan yaitu: kehidupan
melayani Dia dalam aktivitas (vita aktiva), dan orang yang rajin ikut persekutuan
doa, saat teduh setiap hari, dan rajin mendengarkan Firman Tuhan (vita
kontemplativa). Terjadilah perpecahan antara vita aktiva dan vita kontemplativa.
Manakah yang lebih dihargai di hadapan Kristus? Origen mengatakan bahwa Kristus
menegur Marta, berarti kehidupan vita kontemplativa lebih memperkenan Kristus.
Melayani boleh saja tetapi yang paling penting adalah hidup doa, mendengar dan
terbuka terhadap Firman Tuhan. Abad pertengahan sangatlah menekankan hidup
yang merenung, berdoa, mendengar Firman Tuhan.
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

 Tafsiran Agustinus
Bapa Gereja Augustinus juga menafsirkan secara alegoris (menafsir bukan sekedar 21
dari materi kasat mata melainkan harus dari hal rohani di belakangnya, merupakan
pengaruh dari pemikiran Plato) demikian: Marta sedang melakukan justification by
work (istilah dari Martin Luther), artinya: mau terlihat benar melalui perbuatan; jadi
Marta merupakan lambang dari orang yang hidup di bawah Taurat. Maria adalah
orang yang tidak bekerja tetapi duduk diam terbuka pada anugerah (justification
through faith). Jadi Tuhan mau menyelamatkan orang yang membuka dirinya
terhadap anugerah, bukan pada orang yang mengandalkan jasanya.

Apa masalah sesungguhnya dari kisah Maria dan Martha?


Kisah Maria dan Martha mengulang kesalahan yang sama dari kisah-kisah tokoh
Alkitab di PL. Seperti kisah persembahan Kain dan Habel, ataupun kisah Saul dan
Daud
Problema muncul ketika Marta sedang sibuk sekali melayani Tuhan. Marta
mendatangi Tuhan Yesus dan berkata: Tuhan, tidakkah Engkau peduli, …
Luke 10:40
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan,
tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?
Suruhlah dia membantu aku."
Kita juga seringkali bersikap seperti Marta dan berkata kepada Tuhan: Tuhan, aku
sudah melayani Engkau, tidakkah Engkau peduli?

Kisah Maria dan Martha sesungguhnya bicara tentang masalah SIKAP HATI seorang
anak manusia kepada ALLAH.

Bagimana Dengan sikap Maria?


41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri

dengan banyak perkara, 42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih
bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." (Luke 10:41-42 ).
Maria hanya melihat satu hal dan dia mendapatkannya. Satu hal yang dimaksud
adalah kehidupan yang berfokus pada Kristus. Itu sebabnya responsnya pun
tepat yaitu menyenangkan hati Tuhan, dan kehidupannya pun lebih tenang.
Sama halnya dengan pelayanan kita. Kalau kita direpotkan dengan banyak perkara
maka kita akan gelisah dan menyusahkan diri kita sendiri.
Maria bagaikan ranting yang terus melekat pada pokok anggur sebagaimana yang
diajarkan Yesus dalam injil Yohanes 15:
4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak

dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur,
demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. 5 Akulah
pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku
dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat
berbuat apa-apa.

Di dalam spiritualitas alkitabiah kita selalu menekankan apa yg telah Tuhan


kerjakan bagi kita, dan bukannya apa yang telah kita berikan pada Tuhan.
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Adalah suatu kesedihan yg mendalam jika spiritualitas ini menjadi terbalik, yang
terjadi justru adalah penekanan apa yang telah kita kerjakan (bagi Tuhan). Siapa sih 22
yg sebenarnya melakukan pekerjaan besar? Tuhan atau kita?
Anugerah Tuhan yang besar di kayu salib itulah yg seharusnya mendorong kita
untuk melakukan sesuatu untuk Tuhan.
Kita mudah sekali menjadi sombong dan masuk ke spiritualitas menolong Tuhan.
Akhirnya kita merasa penting sekali, dan mulai berkata “kalau tidak ada kita
semuanya menjadi hancur”. Martha jatuh dalam bagian ini.

Setiap saat kita membutuhkan kehadiran Tuhan di dalam kehidupan kita!


Apakah kita bisa melayani Tuhan tanpa terlebih dahulu didorong dan dilayani oleh
Tuhan? Tidak!
Yang ada di dalam kita adalah “aku butuh DIA dalam tiap jam kehidupanku”.
Martha tidak membiarkan dirinya terlebih dahulu ditopang dan diisi oleh Tuhan.
Yang ada didalam dirinya adalah terlalu cepat berusaha untuk menolong Tuhan.

Hari Sabat, Alone With God, Saat Teduh, waktu perhentian, adalah
pengalaman penerimaan ini.
Duduk di bawah kaki Yesus, menikmati kehadiran Tuhan, seolah-olah merupakan
suatu pengalaman yang sangat pasif, dan tidak produktif hari ini.
Di dalam kultur yg sakit seperti ini, dimana kesibukan dan kecepatan serta
kebisingan justru menjadi sesuatu yang dibanggakan, mari kita bertanya: masih
adakah pengalaman spiritualitas Maria, spiritualitas duduk di bawah kaki
Tuhan, diam, mendengar, menerima dan menikmati perkataan Tuhan dalam
diriku?
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

KUMPULAN LAGU 23

1. It’s Good To See You Here With Me (C)


It’s good to see you here with me
I’m so glad that you’ve came
It’s good to see you here with me
I’m so glad that you’ve came

The Lord loves you…. So do i


The Lord loves you…. So do i

It’s good to see you here with me


I’m so glad that you’ve came

2. Hari Ini Kurasa Bahagia (D)


Hari ini kurasa bahagia
Berkumpul bersama saudara seiman
Tuhan Yesus tlah satukan kita
Tanpa memandang diantara kita

Bergandengan tangan dalam kasih


Dalam satu hati
Berjalan dalam terang kasih Tuhan
Kau sahabatku dan kau saudaraku
Tiada yang dapat memisahkan kita
Ooouuu…..

Kau sahabatku dan kau saudaraku


Tiada yang dapat memisahkan kita

3. Tuhan Memanggil Namamu (D)


Tuhan memanggil namamu
Tuhan memanggil namamu

Oh… teman apa jawabmu


Tuhan memanggil namamu

Ku jawab ya ya ya
Kujawab ya ya ya
Kujawab ya Tuhan
Kujawab ya Tuhan
Kujawab ya ya ya

4. Masuk Gerbangnya Bersyukur (C)


Masuk gerbangnya bersyukur
Dengan penuh pujian
Bersuka dihadiratnya
Nyanyi besarkan agung namaNya
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Puji Dia tiuplah sangkakala


Musik dan tarian 24
Smua makhluk dibumi disurga
Dengan sgenap hati naikkan pujian

Sbab Tuhan baik (3x)


AnugrahNya kekal selamanya (2x)

5. Sperti Rusa Rindu Sungaimu (C)


Sperti rusa rindu sungai-Mu
Jiwaku rindu Engkau
Kaulah Tuhan hasrat hatiku
Ku rindu menyembah-Mu
Engkau kekuatan dan perisaiku
Kepada-Mu rohku berserah

Kaulah Tuhan hasrat hatiku


Ku rindu menyembah-Mu

Yesus Yesus, Kau berarti bagiku


Yesus Yesus, Kau segalanya bagiku

6. Ku Buat Kau Menjadi Trang (G)


Betapa gelapnya dunia kehilangan kemuliaan-Nya
Betapa nistanya manusia berkubang di dalam dosa
Betapa besarnya anugerah yang dibrikan dalam anak-Nya
Betapa berkuasa firman-Nya padaku Engakau berkata

Kubuat kau menjadi trang atas bangsa-bangsa


Britakan injil kasihku, anugrah turunlah
Kubuat kau menjadi trang usir kegelapan

Membawa mreka yang hilang pada Yesus Tuhan


Tiada lagi yang ditakutkan tuk bawa terang dari Tuhan
Walau kesukaran mengancam serta-Nya sampai akhir zaman

Urapiku dengan Roh-Mu menjadi saksi-Mu


Dengan setia kubritakan tiada aku ragu
Segnap hidup kusrahkan demi amanat-Mu
Dan aku percaya Tuhan kan pimpin jalanku

7. Terpujilah Allah
1. Terpujilah Allah, hikmatNya besar,
begitu kasihNya ‘tuk dunia cemar,
sehingga dib’rilah PutraNya Kudus
mengangkat manusia serta menebus.
Ref:
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar,
bergemar mendengar suaraNya.
Dapatkanlah Allah demi PutraNya,
b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

2 Dan darah AnakNyalah yang menebus


mereka yang yakin ‘kan janji kudus; 25
dosanya betapapun juga keji,
dihapus olehNya, dibasuh bersih.
Ref:
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar,
bergemar mendengar suaraNya.
Dapatkanlah Allah demi PutraNya,
b’ri puji padaNya sebab hikmatNya.

3. Tiada terukur besar hikmatNya;


penuhlah hatiku sebab AnakNya.
Dan amatlah k’lak hati kita senang,
melihat Sang Kristus di sorga cerlang.
Ref:
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia bergemar,
bergemar mendengar suaraNya.
Dapatkanlah Allah demi PutraNya,
b’ri puji padaNya sebab hikmatNya

8. Firman Jadi Manusia


Firman jadi manusia
Diam diantara kita
Ada hidup terang bagi manusia
Engkau datang bagi kepunyaanMu

Yesus Kaulah Juru Selamatku


Kuakui Kau Tuhan bagiku
Kau terang bagi saat gelapku
Kau pintu bagi setiap jalan

9. Selidiki Aku
Selidiki aku, lihat hatiku
Apakah ku sungguh mengasihiMu Yesus
Kau yang Maha tahu
Dan menilai hidupku
Tak ada yang tersembunyi bagiMu

Reff :
T’lah kulihat kebaikanMu
Yang tak pernah habis dihidupku
Kuberjuang sampai akhirnya
Kau dapati aku tetap setia

10. Kita Satu Keluarga dalam Kristus


Kita satu keluarga dalam Kristus
Kar’na kasihNya yag t’lah memperstukan
Marilah kita saling membangun t’rus
Di dalam pengenalan akan Tuhan

Kita satu keluarga dalam Kristus


Alangkah indah susuk bergandeng tangan
Marilah kita memperlengkapi t’rus
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Hingga siap menjadi alat Tuhan


26
Ref :
Saling membangun dan mengisi
Dalam pengenalan Firman Tuhan
Serta menjadi terang Tuhan
Dan nama Tuhan dipermuliakan

11. Satu di dalam Roh Hu


Satu di dalam Roh Hu
Dalam Roh Hu oh bahagia
Dalam hatiku, dalam hatimu
Berpadu jadi satu

Memuji bersama, berdoa bersama


Sekutu dan sehati
Oh indahnya satu dalam kasih Yesus

Ref :
setiaMu mem’lihara persekutuan ini
Dan kasihMu melimpah selamanya ‘kan menjadi saksi bagi dunia
SetiaMu mem’lihara persekutuan ini
Dan jadikan kami satu menjadi satu di dalam kasihMu

12. Kita Bertumbuh di dalam Kasih


Sebagai saudara seiman di dalam tubuh Kristus
Menyerahkan s’luruh hidupnya
Berbagi kasih bersama
Kadang tawa terkadang tangis
Suka duka bersama
Yang kuat menanggung yang lemah
Dalam anug’rahNya

Ref :
Kita bertumbuh, bertumbuh di dalam kasih
Sehati sepikir setujuan melangkah bersama
Tuaian besar t’lah menanti di hadapan kita
Siapkanlah dirimu songsong hari esok
Dan Tuhan dimuliakan melalui g’rejaNya

13. S’bab Tuhan Dia Baik


Mari masuk gerbang-Nya
Dengan hati bersyukur
Halaman-Nya dengan pujian
Penuhi bait-Nya
Dengan nyanyian sykur
Hadirat-Nya pnuh sukacita

Ref :
Sbab Tuhan Dia baik
Dan anugrah-Nya kekal
Selama-lamanya Amin (2x)
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

14. Dari Sgenap Suku Kaum dan Bahasa 27


Dari sgenap suku kaum dan bahasa
Datang berkumpul di hadapan takhta
Naikkan pujian, hormat dan kemuliaan

Sbab nama-Mu besar (2x)


Di antara sgala bangsa

Oh puji Hu, haleluya


Puji Hu, haleluya
Sbab nama-Mu besar (2x)
Di antara sgala bangsa

15. Murnikanku
Tuhan kudatang tertunduk malu
Engkau lihat kedalaman hatiku
Inilah aku hamba-Mu
Namun tujuan hidupku
Hanya melayani diri sendiri

Sesungguhnya ku hamba dunia


Terpikat oleh kesenangan fana
Akan harta dan kuasa kebanggaan hati
Bri belas kasih-Mu, Oh Tuhan

Murnikanku tekad dihatiku


Agar ku tersadar menderita dengan-Mu
Murnikanku arahkan mata hatiku
Agar ku setia pada-Mu

16. Jesus Be The Center


Jesus at the center of it all
Jesus at the center of it all
From beginning to the end
It will always be
It’s always been You Jesus,Jesus

Nothing else matters


Nothing in this world will do
Jesus You’re the center
Everything revolves around You
Jesus, You at the center of it all
The center of it all

Jesus be the center of my life


Jesus be the center of my life
From beginning to the end
It will always be
It’s always been You, Jesus, Jesus

From my heart to the heavens


Jesus be the center
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

It’s all about you


Yes it’s all about you 28
17. Ubah Hatiku
Ubah hatiku seputih salju
Ubah hatiku sperti diri-Mu
Engkau penjunan ku tanah liat
Bentuk jadikan itu doaku

Change my heart o God, make it ever true


Change my heart o God, may I be like you

You are the potter I am the clay


Mold me and make me this is what I pray

18. Jadi SpertiMu


Bapa kau setia takkan meninggalkan
Dan kupercaya Engkau milikku
Dan ku milikk Mu
Kerinduanku tinggikan namaMu
Kar’na ku tau Engkau dalamku
Dan ku dalam Mu

Ref :
Ubah hatiku seputih hatiMu
Setulus salibMu KasihMu Tuhan
Biar mataku seperti mataMu
Pancarkan kasihMu
Kumau jadi seperti Mu

19. Find Us Faithful


We’re pligrims on the journey of the narrow road
And those who’ve gone before us line the way
Cheering on the faithful, encouraging the weary their lives
A stirring testament to God’s sustaining grace
Surrounded by so great a cloud of willness
Let us run the face not only for the prize
But as those who’ve gone before us
Let us leave to those behind us
The heritage of faithfulness passed on through godly lives

Oh may all who come behind us find us faithful


May the fire of our devotion tight their way
May the footprints that we leave lead them to believe
And the lives we live inspire them to obey
On may all who come behind us find us faithful

After sll our hopes and dreams have come and gone
And our children shift through all we’ve left behind
May the clues that they discover
And the memories they uncover
Become the tight that leads them to the road we each must find
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Oh may all who come behind us find us faithful


May the fire of our devotion tight their way 29
May the footprints that we leave lead them to believe
And the lives we live inspire them to obey
On may all who come behind us find us faithful

20. Kupersembahkan Hidupku


Ini aku s’mua milikMu
Kuserahkan padaMu Tuhan
Penyesalan dan kebanggaan
Suka dan duka s’mua kuserahkan

Yang t’lah lalu, yang ‘kan datang


Hasrat dan harapan yang terbayang
Masa depan dan rencanaku s’mua kuserahkan
Dalam tanganMu

Kupersembahkan hidupku kepadaMu Tuhan ‘tuk kemuliaanMu


Kuberikan hidup ini s’bagai persembahan Yang berkenan padaMu
Kuberikan hidupku kepadaMu Tuhanku

21. Sukacita dalam Melayani Raja


1. Ku bersuka cita bekerja bagi
Raja atas sgala raja.
Hatiku penuh suka cita damai,
s'bab bekerja bagi Dia.

Ref:
Ku mau persembahkan s'mua, bekerja bagi Raja.
Ada suka cita damai, s'bab bekerja bagiNya.

2. Ku bersuka cita bekerja bagi


Raja atas sgala raja.
Setiap langkahku taat pimpinanNya,
tiada gentar bagi Dia.

3. Ku bersuka cita bekerja bagi


Raja atas sgala raja.
Kusrahkan segnap bakat kepadaNya,
setia kerja bagi Dia.

22. Kau yang Terindah


Kau yang terindah
Di dalam hidup ini
Tiada Allah Tuhan yang seperti Engkau
Besar perkasa penuh kemuliaan

Kau yang termanis di dalam hidup ini


Kucinta Kau lebih dari segalanya
Besar kasih setia-Mu kepadaku
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Ref:
Kusembah Kau ya Allahku 30
Kutinggikan nama-Mu selalu
Tiada lutut tak bertelut
Menyembah Yesus Tuhan Rajaku

Kusembah kau ya Allahku


Kutinggikan nama-Mu selalu
Semua lidah kan mengaku
Engkaulah Yesus Tuhan Rajaku

23. Guru
Ku ingin seperti Mu,Tuhan, ku ingin menjadi Murid Mu
Ku ingin Mengikut teladan Mu dalam hidupku
Guruku,ku mau diajar oleh Mu
Guruku,ku mau taat kepada Mu
Guruku,bentuklah aku menjadi serupa dengan Mu

Ref:
Tuhan Yesus,Guruku,Engkau mengajari ku
Dalam wujud kebenaran dalam Pribadi-Mu
Tuhan,Yesus,Guruku,Engkau menjadikanku
Sebagai Murid Tuhan yang berhati sunggu

24. Kristus yang Terutama


Kristus yang terutama Di dalam hidupku
Kristus yang terutama di dalam hidupmu
Di dalam Dia tersembunyi
Segala hikmat dan pengetahuan
Dia jauh melebihi segalanya

Kupuji Engkau Tuhan Yesus


Dengan segenap hatiku
Kusembah Engkau Rajaku
Termulialah Engkau

Pakailah aku menjadi alatMu


Menyebarkan Injil di kampusku
Kulayani Engkau Tuhan Yesus
Dengan segenap hatiku
Bekerjalah di dalamku
T`rimalah persembahanku

25. Doa Mengubah Segala Sesuatu


Saat keadaan sek’lilingku ada di luar kemampuanku
Ku berdiam diri mencariMu
Doa mengubah segala sesuatu

Saat kenyataan di depanku mengecewakan perasaanku


Ku menutup mata memandangMu
Sbab doa mengubah segala sesuatu
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Ref :
Doa orang benar bila didoakan dengan yakin, besar kuasanya 31
Dan tiap doa yang lahir dari iman berkuasa menyelamatkan

S’perti mata air ditanganMu


Mengalir kemanapun kau mau
Tiada yang mustahil dimataMu
Doa mengubah segala sesuatu

26. Jangan Engkau Lalu ( Pass Me Not, O Gentle Savior)


Yesus Juruselamatku dengar doaku
Janganlah Tuhan lalui, brilah berkatMu

Ref :
Yesus Yesus dengar doaku
Janganlah Engkau lalui b’rilah berkatMu

27. Doa Kami


Syukur untuk setiap rencanaMu dan rancanganMu yang mulia
Dalam satu tubuh kami bersatu menjadi duta kerajaanMu

Kuucapkan berkat atas Indonesia


Biar kemuliaan Tuhan akan nyata

Ref :
Bagi bangsa ini kami berdiri dan membawa doa kami kepadaMu
Sesuatu yang besar pasti terjadi dan mengubahkan neg’ri kami
Hanya namaMu Tuhan ditinggikan atas seluruh bumi

Kami rindu melihat Indonesia pulih dari semua problema


Hidup dalam jalan kebenaranMu pancarka terang kemuliaanMu

Kuucapkan berkat atas Indonesia


Biar kemuliaan Tuhan akan nyata

Ref :
Bagi bangsa ini kami berdiri dan membawa doa kami kepadaMu
Sesuatu yang besar pasti terjadi dan mengubahkan neg’ri kami
Hanya namaMu Tuhan ditinggikan atas seluruh bumi

Kami tahu hatiMu ada di bangsa ini


BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

32
PROFIL PEMBICARA
Alfa Edison
TTL : Ketapang, 11 Oktober 1992
Gereja : GBI PPL KOPO
Pendidikan : Teknik Industri
Pekerjaan : Staf Perkantas Jawa Barat

Fany Ganda Tua Hutabarat


TTL : Prabumulih, 27 Juni 1984
Gereja : HKBP Bandung Reformanda
Pendidikan : S1 Akuntansi Univ.Kristen Maranatha
Pekerjaan : Staf Mahasiswa Perkantas Jawa Barat

Ferdi Toding Bunga


TTL : Palopo, 18 Februari 1975
Gereja : GII Setrasi Bandung
Pendidikan : S2
Pekerjaan : Staf Perkantas Jawa Barat

Ida Hasian Sinaga


TTL : 24 Agustus 1994
Gereja : HKI
Pendidikan : S1 Pertanian Unpad
Pekerjaan : Staf Perkantas Jawa Barat

Mauritz Silalahi
TTL : Pematangsiantar, 13 Mei 1970
Gereja : HKBP Merak
Pendidikan : Dokter Spesialis Paru , S2 Administrasi Rumah Sakit UNHAS
Pekerjaan : Wakil Direktur Pelayanan RSUD A.M. Parikesit Tenggarong

Metty Kusumastuti
TTL : Boyolali, 27 November 1984
Gereja : GKI Serang
Pendidikan : D3 Akuntansi Unpad, S1 Akuntansi USB YPKP
Pekerjaan : Staf Kantor Perkantas Jawa Barat
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

Monica Rante Arru


TTL : Balikpapan, 25 September 1982 33
Gereja : Gereja Toraja
Pendidikan : Magister Ministry
Pekerjaan : Guru SMP Kristen Sunodia Samarinda

Muliyanto
TTL : Aek Nabara, 2 Desember 1991
Gereja : Methodist Indonesia
Pendidikan : S1 Akuntansi
Pekerjaan : Staf Perkantas Jawa Barat

Octaviana Maria Simbolon


TTL : Samarinda, 23 Oktober 1989
Gereja : HKBP Sentosa
Pendidikan : S2 Farmasi Klinis
Pekerjaan : Apoteker Kemoterapi RSUD A.W Sjahranie Samarinda

Palimbungan Resky Eko


TTL : 24 Mei 1989
Gereja : Gereja Toraja Jemaat Moria Samarinda Seberang
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Staf Perkantas Samarinda

Riris D. Pardede
TTL : Jambi, 24 Juli 1975
Gereja : HKBP Sisingamangaraja
Pendidikan : D3 Pariwisata, S1 Ekonomi Manajemen, S2 Magister Konseling
Pekerjaan : Staf Perkantas Jabar

Ronald Leonardo
TTL : 20 Agustus 1985
Gereja : GII
Pendidikan : S1 Psikologi
Pekerjaan :Staf Perkantas Jabar

Yulitha Rumengan
TTL : 8 Juli 1988
Gereja : Gereja Toraja Jemaat Samarinda
Pendidikan : S1 Pendidikan Bahasa Indonesia
Pekerjaan : Staf Perkantas Samarinda
BORNEO LEADERSHIP CAMP (BLC) 2018

CATATAN 34