Anda di halaman 1dari 20

SISTEM BILANGAN

MAKALAH

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Elektronika II

Dosen pengampu

Winda Setya, S.Si.,M.Sc

Disusun oleh :

Azmy Almas Dalila (1152070012)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN MIPA

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI

BANDUNG

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan seru sekalian
alam. Atas limpahan rahmat dan ridha-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini yang berjudul ”Sistem Bilangan”.
Shalawat serta salam mudah mudahan senantiasa tercurah limpahkan
kepada junjunan nabi besar kita, manusia suri tauladan bagi setiap insan, yakni
Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah manusia sempurna yang patut kita jadikan
contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis yakin bahwa makalah ini tidak akan dapat terselesaikan dengan
baik tanpa rahmat Allah SWT dan bantuan, bimbingan serta dorongan dari
berbagai pihak baik secara langsung mmaupun tidak langsung dan materil
maupun spiritual.
Dari sanalah kesuksesan ini berawal, semoga ini semua dapat memberikan
sebuah kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Penulis
sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun terhadap makalah ini. Akhir
kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca dan
senantiasa berada dalam naungan keridhaan-Nya. Amin.

Bandung, Mei2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
BAB I ...................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................. 1
Latar Belakang ........................................................................................................ 1
Rumusan Masalah ................................................................................................... 1
Tujuan ..................................................................................................................... 1
BAB II .................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN .................................................................................................... 3
A. Sistem Bilangan ................................................................................................. 3
B. Jenis Sistem Bilangan ......................................................................................... 3
C. Konversi Bilangan .............................................................................................. 8
BAB III ................................................................................................................. 16
PENUTUP ............................................................................................................ 16
Simpulan ............................................................................................................... 16
Saran ...................................................................................................................... 16
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 17

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam pembahasan kali ini yaitu mengenai sistem bilangan dan


pengkonversiannya, dimana ini sangat umum dipelajari oleh para pelajar
teknik informatika. Konversi yang akan dibahas pada artikel ini meliputi
bilangan bulat dan bilangan pecahan dari sistem bilangan desimal, biner,
oktal, dan heksadesimal.
Konversi dari desimal ke biner diperlukan untuk menerjemahkan
keinginan (perintah) manusia kedalam kode-kode yang dikenali oleh sistem
digital. Sebaliknya, konversi dari biner ke desimal diperlukan untuk
menterjemahkan kode hasil pengolahan sistem digital ke dalam bentuk
informasi yang dimengerti oleh manusia. Konversi dari biner ke oktal atau
heksadesimal (dan sebaliknya) merupakan perantara konversi dari/ke biner
ke/dari desimal. Konversi ini banyak dilakukan karena disamping digit angka
biner jauh lebih banyak dibandingkan dengan angka-angka pada sistem
bilangan oktal dan heksadesimal, juga karena melakukan konversi tersebut
sangat mudah.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari sistem bilangan?
2. Apa saja jenis dari sistem bilangan?
3. Bagaimana cara mengkonversi sistem bilangan satu ke sistem bilangan
lain?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari sistem bilangan.
2. Untuk mengetahui jenis sistem bilangan.

1
3. Untuk mengetahui cara mengkonversi sistem bilangan satu ke siste
bilangan lain

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Sistem Bilangan


Sistem bilangan (number sistem) adalah suatu cara untuk mewakili
besaran dari suatu item fisik. Sistem bilangan yang banyak dipergunakan oleh
manusia adalah sistem bilangan desimal, yaitu sistem bilangan yang
menggunakan 10 macam simbol untuk mewakili suatu besaran. Sistem ini
banyak digunakan karena manusia mempunyai sepuluh jari untuk dapat
membantu perhitungan. Lain halnya dengan komputer, logika di komputer
diwakili oleh bentuk elemen dua keadaan yaitu off (tidak ada arus) dan on
(ada arus). Konsep inilah yang dipakai dalam sistem bilangan biner yang
mempunyai dua macam nilai untuk mewakili suatu besaran nilai. Selain
sistem bilangan biner, komputer juga menggunakan sistem bilangan octal dan
hexadesimal.
Sistem Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk mewakili
besaran dari suatu item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu bilangan
dasar atau basis (base / radix) yang tertentu.

B. Jenis Sistem Bilangan


Sistem Bilangan basis terbagi menjadi 4 teori, yaitu :
1. Sistem Bilangan Desimal
Sistem Bilangan Desimal adalah system bilangan yang memiliki
10 simbol, yaitu: 0,1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. System bilangan berbasis 10
karena memiliki 10 digit. Setiap digitnya memiliki nilai yang berbeda.
Bentuk nilainya dapat berupa integer, decimal, ataupun pecahan.

Misalnya:
2745,21410 = (2 x 103) + (7 x 102) + (4 x 101) + (5 x 100) + (2 x 10-1) + (1
x 10-2)+ (4 x 10-3)

3
Untuk melihat nilai bilangan desimal dapat digunakan perhitungan seperti berikut,
misalkan contoh bilangan desimal adalah 8598. Ini dapat diartikan :

Dalam gambar diatas disebutkan Absolut Value dan Position Value. Setiap
simbol dalam sistem bilangan desimal memiliki Absolut Value dan Position
Value. Absolut value adalah Nilai Mutlak dari masing-masing digit bilangan.
Sedangkan Position Value adalah Nilai Penimbang atau bobot dari masing-
masing digit bilangan tergantung dari letak posisinya yaitu bernilai basis di
pangkatkan dengan urutan posisinya. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel
dibawah ini.

Dengan begitu maka bilangan desimal 8598 bisa diartikan sebagai berikut :

Sistem bilangan desimal juga bisa berupa pecahan desimal (decimal fraction),
misalnya : 183,75 yang dapat diartikan :

4
2. Sistem Bilangan Biner
Sistem bilangan biner memiliki 2 simbol yaitu 0 dan 1. Sistem
biner juga sering disebut sistem bilangan berbasis 2 karena memiliki dua
bit. Setiap bit memiliki nilai tempat yang berbeda.
Jadi : 1011,1012 = (1x23) + (0x22) + (1x21) + (1x20) + (1x2-1) + (0x2-2) +
(1x2-3) = 8 + 0 + 2 + 1 + 0,5 + 0 + 0,125 = 11,62510

Contoh Bilangan Biner 1001, Ini dapat di artikan (Di konversi ke sistem
bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :

Position Value dalam sistem Bilangan Biner merupakan perpangkatan dari


nilai 2 (basis), seperti pada tabel berikut ini :

Berarti, Bilangan Biner 1001 perhitungannya adalah sebagai berikut :

3. Sistem Bilangan Oktal

5
Sistem bilangan oktal adalah sistem bilangan berbasis 8, oleh
karena itu ia memiliki delapan digit, yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Nilai
tempat bilangan oktal sebagai berikut.:
Misal :
235,18 = (2 x 82) + (3 x 81) + (5 x 80) + (1 x 8-1)
= 157,12510

Contoh Oktal 1024, Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem


bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :

Position Value dalam Sistem Bilangan Oktal merupakan


perpangkatan dari nilai 8 (basis), seperti pada tabel berikut ini :

Berarti, Bilangan Oktal 1022 perhitungannya adalah sebagai berikut :

4. Sistem Bilangan Heksadesimal


Sistem bilangan hexadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16,
oleh karena itu ia memiliki 16 digit, yaitu: 0,1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B,

6
C, D, E, F. Huruf-huruf A, B, C, D, E dan F secara berturut-turut bernilai
10, 11, 12, 13, 14, 15. Misalnya 456716 dan 24CE16 adalah contoh
bilangan hexadesimal.
Sebagai contoh:
(3C5,A)16 = 3 x 162 + 12 x 161 + 5 x 160 + 10 x 16-1
= (965,0625)10

Contoh Hexadesimal F3D4, Ini dapat di artikan (Di konversikan ke sistem


bilangan desimal) menjadi sebagai berikut :

Position Value dalam Sistem Bilangan Hexadesimal merupakan perpangkatan


dari nilai 16 (basis), seperti pada tabel berikut ini :

Berarti, Bilangan Hexadesimal F3DA perhitungannya adalah sebagai berikut :

7
C. KONVERSI BILANGAN

Konversi bilangan adalah proses dimana suatu sistem bilangan tertentu


akan dirubah ke bentuk sistem bilangan yg lain. Sudah dikenal, dalam bahasa
komputer terdapat empat basis bilangan. Keempat bilangan itu adalah Biner,
Oktal, Desimal dan Hexadesimal. Keempat bilangan itu saling berkaitan satu
sama lain. Rumus atau cara mencarinya cukup mudah untuk dipelajari. Konversi
dari desimal ke non-desimal, hanya mencari sisa pembagiannya saja. Dan
konversi dari non-desimal ke desimal adalah:
1. Mengalikan bilangan dengan angka basis bilangannya.
2. Setiap angka yang bernilai satuan, dihitung dengan pangkat NOL (0). Digit
puluhan,dengan pangkat SATU (1), begitu pula dengan digit ratusan, ribuan, dan
seterusnya. Nilai pangkat selalu bertambah satu point.

Contoh Contoh Konversi Bilangan


1. Konversi Bilangan Biner ke/dari Desimal
a. Konversi bilangan biner ke decimal
Seperti yang dikatakan pada artikel sebelumnya, bahwa sistem bilangan
biner merupakan bilangan yang berbasiskan 2 (X2), sehingga digunakan 2X
untuk mengkonversikannya kedalam bentuk bilangan desimal.
Contoh:
① 11102 = ……….. 10
11102 = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)
= 8 + 4 + 2 + 0
= 1410

② 1001,01012 = ……….. 10
➥Bagian bilangan bulat = 10012
Nilai desimalnya = (1 x 23) + (0 x 22) + (0 x 21) + (1 x 20) = 8 + 0 + 0 + 1 =
910
➥Bagian bilangan pecahan = 0,01012
Nilai desimalnya = (1 x 2-1) + (0 x 2-2) + (0 x 2-3) + (1 x 2-4) = 0,312510

8
∴ 1001,01012 = 910 + 0,312510 = 9,312510

b. Konversi bilangan desimal ke biner


Sedangkan untuk mengkonversi bilangan bulat desimal ke dalam bentuk
bilangan biner, dilakukan dengan cara membagi secara berulang-ulang bilangan
desimal tersebut dengan angka 2 sampai bilangan desimal tersebut tidak dapat
dibagi lagi. Sisa dari setiap pembagiannya merupakan hasil bit yang didapat.
Untuk mengkonversi bagian bilangan pecahannya, dilakukan dengan cara
mengalikan bilangan pecahan tersebut secara berulang-ulang dengan angka 2
sampai hasil kalinya sama dengan 0 atau hasilnya berulang. Bilangan didepan
koma (carry) dari hasil perkalian adalah hasil bit yang didapat.

Contoh:
① 62510 = ……….. 2
625 / 2 = 312 Sisa 1 (LSB)
312 / 2 = 156 0
156 / 2 = 78 0
78 / 2 = 39 0
39 / 2 = 19 1
19 / 2 = 9 1
9/2 =4 1
4/2 =2 0
2/2 =1 0
1/2 =0 1 (MSB)
∴ 62510 = 10011100012

② 13,37510 = ……….. 2
➥Bagian bilangan bulat = 1310
13 / 2 = 1 (LSB)
6 / 2 = 0

9
3 / 2 = 1
1 / 2 = 1 (MSB)
Jadi, nilai biner dari 1310 = 11012
➥Bagian bilangan pecahan = 0,37510
0,375 x 2 = 0,75 dengan carry 0 (LSB)
0,74 x 2 = 0,5 dengan carry 1
0,5 x 2 = 0 dengan carry 1 (MSB)
Jadi, nilai biner dari 0,37510 = 0,0112
∴ 13,37510 = 11012 + 0,0112 = 1101,0112
2. Konversi Bilangan Oktal ke/dari Desimal atau Biner
a. Konversi bilangan oktal ke decimal
bahwa sistem bilangan oktal merupakan bilangan yang berbasiskan 8 (X8),
sehingga digunakan 8X untuk mengkonversikannya kedalam bentuk bilangan
decimal.
Contoh:
① 11618 = ……….. 10
11618 = (1 x 83) + (1 x 82) + (6 x 81) + (1 x 80)
= 512 + 64 + 48 + 1
= 62510
② 137,218 = ……….. 10

➥ Bagian bilangan bulat = 1378

Nilai desimalnya = (1 x 82) + (3 x 81) + (7 x 80) = 64 + 24 + 7 = 9510

➥ Bagian bilangan pecahan = 0,218

Nilai desimalnya = (2 x 8-1) + (1 x 8-2) = 0,25 + 0,015625 ≈ 0,26510


∴ 137,218 = 9510 + 0,26510 = 95,26510

b. Konversi bilangan desimal ke octal


Sedangkan untuk mengkonversi bilangan bulat desimal ke dalam bentuk
bilangan oktal, cara yang digunakan sama seperti pada konversi bilangan desimal
ke biner, bilangan pembagi pada bilangan oktal adalah angka 8, karena sistem

10
bilangan oktal adalah bilangan dengan basis delapan. Untuk mengkonversi bagian
bilangan pecahannya, dilakukan dengan cara mengalikan bilangan pecahan
tersebut secara berulang-ulang dengan angka 8 sampai hasil kalinya sama dengan
0 atau hasilnya. Bilangan didepan koma (carry) dari hasil perkalian adalah hasil
bit yang didapat.

Contoh:
① 62510 = ……….. 8
625 / 8 = 78 Sisa 1 (LSD)
312 / 8 = 9 6
156 / 8 = 1 1
78 / 8 = 0 1 (MSD)
∴62510=11618
② 73,7510 = ……….. 8

➥ Bagian bilangan bulat = 7310

73 / 8 = 1 (LSD)
9 / 8 = 1
1 / 8 = 1 (MSD)
Jadi, nilai biner dari 7310 = 1118

➥ Bagian bilangan pecahan = 0,7510

0,75 x 8 = 0 dengan carry 6


Jadi, nilai biner dari 0,7510 = 0,68
∴ 73,7510 = 1118 + 0,68 = 111,68

c. Konversi bilangan oktal ke biner


Mengkonversi bilangan oktal ke bilangan biner caranya lebih mudah
dibandingkan dengan mengkonversi bilangan oktal ke bilangan desimal, yaitu
dengan cara mengkonversi setiap satudigit bilangan oktal kedalam bentuk 3-bit
binernya.
Contoh:

11
① 11618 = ……….. 2
1 1 6 1
001 001 110 001
∴ 11618 = 10011100012

② 374,268 = ……….. 2
3 7 4 ,2 6
011 111 100 , 010 110
∴ 374,268 = 11111100,010112

d. Konversi bilangan biner ke octal


Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan oktal, caranya adalah
dengan mengelompokan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 3-bit mulai
dari LSB (bagian paling kanan untuk bilangan bulat dan bagian paling kiri untuk
bilangan pecahan) lalu mengkonversi setiap 3-bit bilangan biner tersebut kedalam
bentuk bilangan oktalnya.
Contoh:
① 10011100012 = ……….. 8
001 001 110 001
1 1 6 1
∴ 10011100012 = 11618
② 1110100,01001112 = ……….. 8
001 110 100 , 010 011 100
1 6 4 ,2 3 4
∴ 1110100,01001112 = 164,2348
3. Konversi Bilangan Heksadesimal ke/dari Desimal atau Biner
a. Konversi bilangan heksadesimal ke decimal
Seperti yang dikatakan pada artikel sebelumnya, bahwa sistem bilangan
oktal merupakan bilangan yang berbasiskan 16 (X16), sehingga digunakan 16X
untuk mengkonversikannya kedalam bentuk bilangan desimal.

12
Contoh:
① 27116 = ……….. 10
27116 = (2 x 162) + (7 x 161) + (1 x 160)
= 512 + 112 + 1
= 62510
② 1E0,2A16 = ……….. 10
➥Bagian bilangan bulat = 1E08
Nilai desimalnya = (1 x 162) + (14 x 161) + (0 x 160) = 256 + 224 + 0 = 48010
➥Bagian bilangan pecahan = 0,2A8
Nilai desimalnya = (2 x 16-1) + (10 x 16-2) = 0,125 + 0,0390625 ≈ 0,16410
∴ 1E0,2A16 = 48010 + 0,16410 = 480,16410

b. Konversi bilangan desimal ke heksadesimal


Untuk mengkonversi bilangan bulat desimal ke dalam bentuk bilangan
heksadesimal, cara yang digunakan sama seperti pada konversi bilangan desimal
ke biner atau oktal, namun bilangan pembagi pada bilangan heksadesimal adalah
angka 16, karena sistem bilangan heksadesimal adalah bilangan dengan basis
enam-belas. Untuk mengkonversi bagian bilangan pecahannya, dilakukan dengan
cara mengalikan bilangan pecahan tersebut secara berulang-ulang dengan angka
16 sampai hasil kalinya sama dengan 0 atau hasilnya berulang. Bilangan didepan
koma (carry) dari hasil perkalian adalah hasil bit yang didapat.
Contoh:
① 62510 = ……….. 16
625 / 16 = 39 Sisa 1 (LSD)
312 / 16 =2 7
156 / 16 =0 2 (MSD)
∴ 62510 = 27116
② 82,2510 = ……….. 16
➥ Bagian bilangan bulat = 8210

13
82 / 16 = 2
5 / 16 = 5 (MSD)
Jadi, nilai biner dari 8210 = 5216
➥ Bagian bilangan pecahan = 0,2510
0,25 x 16 = 0 dengan carry 4
Jadi, nilai biner dari 0,2510 = 0,416

∴ 82,2510 = 5216 + 0,416 = 52,416

c. Konversi bilangan heksadesimal ke biner


Mengkonversi bilangan heksadesimal ke bilangan biner caranya mirip
seperti cara mengkonversi bilangan oktal ke bilangan biner, namun pada bilangan
heksadesimal ada sedikit perbedaan, yaitu mengkonversi setiap satu digit bilangan
heksadesimal ke dalam bentuk 4-bit binernya.

Contoh:
① 27116 = ……….. 2
2 7 1
0010 0111 0001
∴ 27116 = 10011100012

② 17E,F616 = ……….. 2
1 7 E ,F 6
0001 0111 1110 , 1111 0110
∴ 17E,F616 = 101111110,11110112

d. Konversi bilangan biner ke heksadesimal


Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan heksadesimal, caranya
adalah dengan mengelompokan bilangan biner yang bersangkutan menjadi 4-bit
mulai dari LSB (bagian paling kanan untuk bilangan bulat dan bagian paling kiri

14
untuk bilangan pecahan) lalu mengkonversi setiap 4-bit bilangan biner tersebut
kedalam bentuk bilangan heksadesimalnya.

Contoh:
① 1011010110110010112 = ……….. 16
0010 1101 0110 1100 1011
2 D 6 C B
∴ 1011010110110010112 = 2D6CB16
② 1011001110,0110111012 = ……….. 16
0010 1100 1110 , 0110 1110 1000
2 C E ,6 E 8
∴ 1011001110,0110111012 = 2CE,6E816

15
BAB III
PENUTUP

A. Simpulan

1. Sistem Bilangan atau Number System adalah Suatu cara untuk mewakili
besaran dari suatu item fisik. Sistem Bilangan menggunakan suatu
bilangan dasar atau basis (base / radix) yang tertentu
2. Dalam hubungannya dengan komputer.ada 4 Jenis Sistem Bilangan yang
dikenal yaitu :
1) Sistem Bilangan Desimal (Decimal Number System) “Basis 10”
2) Sistem Bilangan Binari (Binary Number System) “Basis 2”
3) Sistem Bilangan Oktal (Octal Number System) “Basis 8”
4) Sistem Bilangan Hexadesimal (Hexadecimal Number System)“
Basis16”
3. Konversi bilangan adalah suatu proses dimana satu system bilangan
dengan basis tertentu akan dijadikan bilangan dengan basis yang lain.

B. Saran
Sebagai mahasiswa, kita harus mempelajaribidang komputer hendaknya kita
memahami penulisan sistem bilangan. Karena sistem bilangan merupakan hal
yang penting dalam dunia computer.

16
DAFTAR PUSTAKA

http://mata-cyber.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-sistem-bilangan-dan-macam-
macam-sistem-bilangan-komputer.html

http://sistem-bilangan.blogspot.co.id/p/materi.html

http://zazidlupuz.blogspot.co.id/2016/04/makalah-sistem-bilangan.html

http://sule-epol.blogspot.co.id/2016/10/makalah-sistem-bilangan.html

17