Anda di halaman 1dari 31

Oleh :

M. Faisal Idrus
: DEFINISI

Ketegangan, rasa tak aman atau


kekhawatiran yg timbul karena
dirasakan akan terjadi sesuatu yg tidak
menyenangkan, tetapi sumbernya
. sebagian besar tidak diketahui
: Gejala
1. Perasaan takut & khawatir ttg sejumlah peristiwa /
hal atau aktivitas
2. Pasien sukar mengendalikan rasa khawatir tsb
3. Gejala pd point 1 disertai 3 atau lebih gejala berikut :
a. Gelisah d. mudah marah
b. Mudah lelah e. otot tegang
c. Sukar konsentrasi f. tidur terganggu (sukar,
terbangun2, tidur tak
nyenyak)
1. Gejala-gejala somatik
Manifestasi Perifer dari Anxietas
Diarrhae Lambung terganggu
Pusing, kepala ringan Polyuria (miksi frekuen)
Hyperhidosis Telapak tangan berkeringat
Hypertensi atau dingin
Palpitasi Perut kembung, nausea
Mydriasis Nafas pendek
Gelisah Otot tegang
Syncope Mulut kering
Tachicardi Sulit masuk tidur atau
Rasa kesemutan pada mempertahankan tidur
extremitas
Tremor
Gangguan Anxietas
( Menyeluruh (GAM

Perasaan khawatir (cemas yg berat &


menyeluruh & menetap (bertahan
lama) & disertai dengan gejala somatik
(motorik & otonomik) yg
menyebabkan gangguan fungsi sosial
dan / fungsi pekerjaan atau perasaan
nyeri hebat, perasaan tak enak.
: Epidemiologi
Prevalensi : 3% - 8%
50% penderita GAM juga
mempunyai ggn
mental lain.
Ratio = ♀:♂ =2:1
Usia = ± 20 tahun
Kebanyakan pasien GAM pergi berobat pd
dokter umum, internist, cardiologist,
pulmonolog, gastro-entrologist oleh karena
gejala somatiknya.
: Gambaran Klinik
 Kecemasan tentang (akan nasib buruk, perasaan
seperti berada di ujung tanduk, sulit
berkonsentrasi, dsb)
 Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala,
gemetaran, tdk dpt santai, dsb)
 Overaktivitas otonomik (kepala terasa ringan,
berkeringat, takikardi, takipneu, keluhan
epigastrik, pusing kepala, mulut kering, dsb).
Diagnosa Banding
Penyakit organik → anxietas
Penyalahgunaan obat tertentu
(amphetamin, caffein)
Penghentian obat (withdrawal) :
alkohol, obat sedatif hipnotik dan
anxiolitika
Ggn panik, ggn fobik, atau ggn obsesif
kompulsif, & ggn depresif berat, dll
: Prognosis
Sulit diramalkan.
Mungkin berlangsung selama hidup (kronik)
25% pasien akan mengalami ggn panik
% tinggi penderita akan mempunyai / menderita ggn
depresi berat.
: Pengobatan

Penanganan pasien GAM yang


efektif adalah kombinasi antara
psikoterapi dan farmakoterapi.
: Psikoterapi
 Kognitif perilaku
 Suportif
 Berorientasi insight
Dgn pasien, didiskusikan, problemnya
→ anxietas ↓↓ dgn penuh perhatian &
empati.
Situasi stresful, kalau ada hrs
dihilangkan.
: Farmakoterapi
- Pengobatan dgn obat perlu 6 - 12
bln atau lebih lama.
- 25% pasien relaps setelah 1 bln
obat dihentikan
- 60% - 80% penderita relaps dlm
waktu 1 thn.
Benzodiazepine
Drugs of choice : Xanax
Ativan = Renaquil
Buspiron (Buspar):efektif 60% - 80%
perlu waktu : 2-3
minggu baru
terlihat hasilnya
Antidepressan trisiklik :
Amitriptilin
Imimpramin
SSRI
β-bloker : Propranolol
GANGGUAN PANIK
Ditandai serangan panik
spontan & dpt berkaitan
agorafobia (takut di ruang
terbuka, di luar rumah sendirian
atau dlm keramaian).
Cemas antisipatorik.
Prevalensi 2%-4% populasi
Pria : Wanita = 1 : 1
Usia: 20 an

Etiologi :
 Biologik
 Psikologik Psikoanalisa
Behaviourisme
Gejala-Gejala
Pd serangan panik (perasaan takut hebat spontan,&
tersendiri) terdapat 4 dari gejala berikut:
 nafas pendek/rasa tercekik
 pening, rasa tak mantap atau pingsan
 palpitasi, takikardi
 gemetar
 berkeringat
 tercekik
 nausea atau distress abdomen
 depersonalisasi atau derealisasi
 kesemutan
 menggigil
 nyeri atau rasa tak enak di dada
 takut mati
 takut menjadi gila/melakukan sesuatu tak terkontrol
Perjalanan & Prognosis
 Cenderung kambuh setiap hari 2-3 kali
 Kronik dgn remisi & eksaserbasi
 Prognosis sangat baik dgn terapi

Terapi / Tatalaksana
1. Farmakologik : - Diazepam,
Alprazolam
(Xanax)
- Imipramin (Tofranil)
- Buspiran (Buspar)
- Paroxetine
- Sertraline
2. Terapi kognitif-behaviour
- efektif untuk gangguan panik
- koreksi keyakinan yang salah
(kecenderungan mis-interpretasi
sensasi-sensasi badan sebagai
serangan panik atau kematian)
- menjelaskan bahwa serangan panik itu
terbatas waktunya dan tidak mengancam
kehidupan
- relaksasi
- desensitisasi
GANGGUAN FOBIK
GEJALA :
Ketakutan yg menetap hebat & irrasional terhadap
suatu objek, aktivitas atau situasi spesifik yg
menimbulkan suatu keinginan mendesak utk
menghindari objek, aktivitas atau situasi yg ditakuti.
Rasa takut itu diketahui oleh individu sebagai suatu yg
berlebih atau secara proporsional tak masuk akal
terhadap bahaya aktual dari objek, aktivitas atau situasi
itu.
Rasa takut dpt mengakibatkan
rasa akan pingsan, rasa lelah,
palpitasi, berkeringat, mual,
tremor & panik
: Ada 3 jenis Fobia
1. Agorafobia
Rasa takut muncul pada situasi :
▪ banyak orang
▪ tempat umum
▪ bepergian keluar rumah
▪ bepergian sendiri
▪ menghindari situasi-situasi
2.Fobia Sosial
Rasa takut diperhatikan oleh orang
lain dlm kelompok yg relatif kecil :
♠ makan di tempat umum
♠ berbicara di depan umum
♠ menghadapi jenis kelamin lain atau
dapat bersifat difus.
Biasanya disertai harga diri rendah &
takut di kritik.
3.Fobia Khas
Fobia terbatas pd objek / situasi yang
sangat spesifik :
♣ binatang tertentu
♣ tempat tinggi
♣ petir
♣ ruang tertutup
♣ darah
♣ naik pesawat, dll
: Tatalaksana
Farmakoterapi : SSRI,
Benzodiazepine,
Buspar,
β-bloker (Tenormin,
Propanolol)
Psikoterapi suportif
Behaviour therapy :desensitisasi,
implosion,
flooding
Hipnosa
GANGGUAN OBSESIF-
KOMPULSIF
GEJALA :
Kecemasan dpt berubah menjadi gejala khas →
gambaran klinik = obsesif-kompulsif.

OBSESI :
Isi unsur pemikiran yg berulang2; timbul dlm
kesadaran, sekalipun pasien tdk menghendaki utk
memikirkannya. Ia tdk sanggup mengeluarkannya
dari kesadarannya atas kemauan sendiri, ia seolah ;
dipaksa utk memikirkan, mengingat atau
membayangkan.
: Kompulsi
Dorongan utk melakukan perbuatan
atau rangkaian perbuatan tertentu yg
apabila dilawan atau tdk dilaksanakan
akan menimbulkan ketegangan yg
sangat. Pasien seolah2 dipaksa menyerah
pd impuls utk melakukan perbuatan itu sekalipun
tdk menyukainya & tdk memperoleh kepuasan dari
. perbuatan tsb
TATA LAKSANA
Psikofarmaka 
Kombinasi Nobrium + Trilafor-
Anti depressan : Anafranil-
SSRI
Psikoterapi 
& Terapi suportif : penerangan-
pendidikan
Terapi perilaku : desensitisasi, pikiran-
, distop, flooding
implosion,aversion
GANGGUAN STRESS PASCA
TRAUMA
Keadaan ini timbul sbg respons yg
berkepanjangan dan/atau tertunda terhdp
kejadian atau situasi yg menimbulkan stress
(singkat maupun berkepanjangan) dari yg
bersifat katastropik & menakutkan yg
cenderung menyebabkan distress pd hampir
setiap orang (musibah yg alamiah, maupun yg
dibuat manusia sendiri ; peperangan,
kecelakaan berat, menyaksikan kematian yg
mengerikan, menjadi korban penyiksaan,
terorisme, perkosaan & kejahatan2 lain.
: Gejala-gejala
 Episoda2 dimana bayangan2 kejadian traumatik tsb
terulang kembali / dlm mimpi
 Perasaan beku, penumpulan emosi
 Menjauhi orang lain & tdk responsif terhadap
lingkungannya
 Anhedonia
 Menghindari aktivitas & situasi yg berkaitan traumanya
 Lazimnya ada ketakutan & penghindaran dari hal2 yg
mengingatkannya kembali pd trauma yg dialami
 Kadang ada ketakutan mendadak & dramatik, panik atau
agresif yg dicetuskan oleh stimulus yg mendadak yg
mengingatkan kembali pd trauma.
Anxietas, depresi lazimnya menyertai gangguan ini.
. Tdk jarang terdapat pikiran / ide suicidum

Onset terjadi setelah trauma, dgn masa laten yang


berkisar beberapa minggu sampai beberapa bln
. ( (kurang 6 bulan
Perjalanan gangguan ini berfluktuasi & pd kebanyakan
. kasus dpt diharapkan kesembuhan
: Tata laksana
: Obat
- Imipramin = Tofranil : Amitriptilin = Laroxyl
- SSRI = Zoloft, Prozac, Seroxat, Luvox
- MAOI = Aurorix
- Antikonvulsan = Carbamazepin

Psikoterapi :
- Behavior Kognitif
- Hypnosis
- Dukungan lingkungan (teman / keluarga)

Anda mungkin juga menyukai