Anda di halaman 1dari 24

Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Hipertensi

Nama Mahasiswa Nim Lahan Praktik Karawang Tanggal Pengkajian Nama Wisma

1. IDENTIRAS KLIEN Nama Klien

ASUHAN KEPERAWATAN : Gusri Wahyudi : 049 : Panti Sosial Tresna Werda Budhi Daya Teluk Jambe

: 16 Januari 2012 : Melati

: Ny. S.

Jenis Kelamin

: Perempuan

Umur

: 69 tahun

Agama

: Islam

Status Marital

: Menikah 2 kali, tapi tidak dikaruniai anak.

Pendidikan Terakhir : SD

Pekerjaan

:

-

Alamat

: Sukabumi

2. Status Kesehatan Saat Ini Kepalanya berdenyut-denyut. Pusing semakin dirasakan jikia ibu S berjalan dan berkurang jika istirahat. Kadang ibu S merasakan ada yang kaku di lehernya. Ibu S mengatakan kurang paham mengenai penyakit hipertensi.

3. Riwayat Kesehatan Dahulu Ibu S mengatakan beberapa tahun yang lalu pernah mengalami sakit jantung dan berobat ke rumah sakit.

4. Riwayat Kesehatan Keluarga Ibu S mengatakan di keluarganya tidak ada yang menderita penyakit gula. Ibu S mengatakan ayahnya menderita penyakit tekanan darah tinggi.

5. Pemeriksaan tanda-tanda vital

a. Tekanan Darah

: 160/110 mmHg

b. Nadi

: 84 kali/menit

c. Suhu

: 36,6°C

d. Respirasi

: 20 kali/menit

e. Berat Badan

: 40 kg

6. Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan Umum Keadaan ibu S tampak sedikit lemah

I.

IDENTITAS KLIEN

Nama

: Ny. E

Umur

: 75 tahun

Jenis Kelamin

: Perempuan

Suku

: Madura

Agama

: Islam

Status Perkawinan : Kawin

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: IRT

Alamat

: Jln. L.A Sucipto Gg. Mungil 212

Orang yang paling dekat /yang dapat dihubungi: Suami

II. RIWAYAT KELUARGA Genogram :

1. Genogram :

Suami II. RIWAYAT KELUARGA Genogram : 1. Genogram : Keterangan: Perempuan : : Tinggal serumah

Keterangan:

Perempuan: : Tinggal serumah

:

: Tinggal serumahPerempuan :

Laki-laki: : Penderita/pasien

:

: Penderita/pasienLaki-laki :

laki-laki Meninggal:

:

laki-laki Meninggal :

: Perempuan meninggal

Keterangan :

/ /
/
/

: Laki/Wanita

: Yang meninggal dunia

: Klien

: Hubungan perkawinan

: Tinggal serumah

III.

RIWAYAT PEKERJAAN

a. Status pekerjaan saat ini

b. Pekerjaan sebelumnya

c. Sumber-sumber pendapatan dan kecukupan thd kebutuhan : Dari pensiunan suami

: Ibu Rumah Tangga

:

-

IV.

RIWAYAT REKREASI

a. Hobi / minat : Membuat kerajinan

b. Keanggotaan organisasi : Mengikuti kegiatan posyandu lansia

c. Kegiatan keagamaan : Klien mengikuti kegiatan tahlilan setiap hari Jum’at

d. Liburan / perjalanan : Klien jarang bepergian jauh, namun setiap tahun pulang kampung ke Madura

V.

SUMBER / SISTEM PENDUKUNG YANG DIGUNAKAN Klien mengatakan apabila sakit biasanya klien sering berobat di Puskemas dan kontrol kesehatan tiap bulan di Posyandu Lansia di sekitar rumahnya.

VI.

STATUS KESEHATAN SAAT INI

a. Keluhan kesehatan utama :

Klien mengeluh batuk pilek karena klien mengaku alergi oleh debu

b. Riwayat penyakit sekarang:

Klien mengatakan tidak mengeluh apa-apa, hanya saja batuk pilek yang sudah 2 hari diderita cukup mengganggu aktifitasnya.

c. Pengetahuan/pemahaman dan penatalaksanaan masalah kesehatan:

Klien mengatakan “Saya tidak tahu mbak kenapa bisa asam urat dan tidak tahu bagaimana cara memilih makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan biar linuya tidak kambuh lagi”

Klien mengatakan “ Saya sering makan tape, daun bayam dan daun singkong namun setelah itu lutut kaki dan punggung saya terasa linu sekal”

Klien mengatakan “Kalau kaki saya terasa linu klien saya hanya membiarkan saja rasa linu tersebut dan hanya memberikan obat untuk asam urat mbak”

VII. OBAT-OBATAN

a. : protexinal, dasabion dan OBH batuk

Nama

b. : 3x1 sehari

c. Bagaimana / kapan menggunakannya: Diminum setiap pagi,siang dan sore hari

Dosis

VIII. ALERGI Klien mengatakan memiliki alergi terhadap debu.

IX. STATUS KESEHATAN MASA LALU

a. Penyakit masa kanak-kanak:

Klien mengatakan tidak pernah memiliki riwayat penyakit saat masih kanak-kanak

b. Penyakit serius / kronik :

Klien mengatakan pernah memiliki riwayat asam urat, dulu klien mengeluh sering nyeri pada sendi dan kaki hingga tidak bisa jalan, namun sekarang sudah tidak lagi. Dulu klien pernah memeriksakan diri ke dokter dan dinyatakan mempunyai penyakit asam urat.

c. Trauma :

Klien mengatakan tidak memiliki trauma jatuh

d. Perawatan di RS:

Klien mengatakan pernah dirawat di rumah sakit

e. Operasi :

Klien mengatakan tidak pernah melakukan operasi apapun

X. STATUS FISIOLOGIS

A. Bagaimana postur tulang belakang lansia:

Kifosis (membungkuk)

B. Tanda-tanda vital dan keadaan umum:

1)

Keadaan umum

: Cukup

2)

Tingkat kesadaran: Composmentis

3)

Suhu

: 36,3 0 C

Turun : 2 kg

4)

Tekanan darah

: 120/80 mmHg

5)

Nadi

: 88x/menit

6)

Respirasi

: 20x/menit

7)

Tinggi badan

: 160 cm

8)

BB:58 kg

Naik : - kg

XI. PENGKAJIAN HEAD TO TOE

1. Kepala

a. Kebersihan

b. Kerontokan rambut: Tidak ada

c. Warna

d. Keluhan : Tidak ada

: Bersih

: Putih

2. Mata

a. Konjungtiva

: Tidak anemis

b. Sklera

: Tidak ikterik

c. Strabismus : Tidak

d. Penglihatan

: Penglihatan menurun dibuktikan dengan klien tidak bisa

membaca tulisan kecil dengan jelas jika tidak memakai kacamata

e. Peradangan : Tidak

f. Riwayat katarak

: Tidak

g. Pandangan kabur

: Ya

h. Nyeri tekan : Tidak

i. Keluhan

: Klien mengatakan “penglihatan saya kabur mbak apalagi

kalau melihat orang dari jarak jauh dan juga saat melihat tulisan al-Qur’an. Saya tidak bisa membaca kalau tidak pakai kacamata”

j. Penggunaan kacamata : Ya

3.

Hidung

a. Bentuk

: Simetris

b. Peradangan

: Tidak ada

c. Penciuman

: Tidak terganggu

d. Pernafasan cuping hidung: Tidak ada

e. Nyeri tekan

: Tidak

f.

Obstruksi

: Tidak

g.

Keluhan

: Tidak ada

4. Mulut dan tenggorokan

a. Kebersihan

: Baik

b. Mukosa

: Lembab

c. Peradangan/stomatitis

: Tidak

d.

Gigi geligi

: Ompong

e. Radang gusi

: Tidak

f.

Karies

: Tidak

g.

Lesi

: Tidak ada

h.

Kesulitan mengunyah

: Ya

i.

Kesulitan menelan: Tidak

j.

Keluhan mengunyah

: Jika makan-makanan yang keras klien tidak bisa

5. Telinga

a.

Kebersihan

: Bersih

b.

Peradangan

: Tidak

c. Pendengaran

: Terganggu

d. Jika terganggu, jelaskan

: ketika diajak berbicara dengan volume suara yang

pelan kadang klien tidak bisa mendengar pertanyaan yang diajukan oleh perawat sehingga perawat harus mengulangi pertanyaan dengan volume suara agak keras

dan sedikit mendekat kepada klien.

6. Leher

a. Pembesaran kelenjar thyroid: Tidak ada

b.

JVD

: Tidak ada

c. Kaku kuduk

: Tidak ada

d. Nyeri tekan

: Tidak

e. Benjolan/massa

: tidak ada

f.

Keluhan

: Tidak ada

7. Dada

a. Bentuk dada

: Normal chest

b. Retraksi

: Tidak

8.

c. Wheezing

d. Ronchi

e. Suara jantung tambahan

f. Ictus cordis

g.

Abdomen

a.

b.

c.

Keluhan

Bentuk

Nyeri tekan

Auskultasi

: - - - - : - - - - : Tidak ada
:
-
-
-
-
:
-
-
-
-
: Tidak ada

: (+), tidak ada pelebaran

: Tidak ada

: Distend

: Tidak

: Tympani

e. Bising usus

: Ada frekwensi 18 kali/menit

f.

Massa

: Tidak ada

g.

Keluhan

: Tidak ada

9. Genetalia

a.

Kebersihan

: Tidak terkaji

b.

Haemoroid

: Tidak ada

c.

Keluhan

: Tidak ada

10. Ekstremitas

a. Kekuatan otot

:

: 5 5 5 5
:
5
5
5
5

b. Postur tubuh

: Membungkuk/lordosis

c. Rentang gerak

: Maksimal

d. Deformitas

: Tidak

e. Tremor

: Tidak

f. Nyeri

g. Pembengkakan sendi

h. Edema

: Iya, pada lutut dan pinggang

: Tidak : - : - - -
: Tidak
:
- :
-
- -

i.

Penggunaan alat bantu

: Tidak

j.

Refleks

 

Area

 

Kanan

Kiri

Biceps

 

+

+

Triceps

 

+

+

Knee

 

+

+

Achiles

 

+

+

Keterangan:

Refleks +: normal Refleks -: menurun/meningkat

11. Integumen

a. Kebersihan

: Baik

b. Warna

: Tidak

c. Kelembaban

: Lembab

d. Lesi

: Tidak ada

e. Turgor

: 2 detik

f. Akral

: Hangat

g. Pruritus

: Tidak ada

h. Perubahan tekstur

: Tidak

i. Perubahan tekstur

: Tidak

j. Gangguan pada kulit

: Tidak ada

12. Hasil Pemeriksaan Penunjang

a. Kadar asam urat : 2,2 mg/dl

b. kadar gula darah : 80 mg/dl

XII. PENGKAJIAN KESEIMBANGAN UNTUK LANSIA

A. PENGKAJIAN POSISI DAN KESEIMBANGAN (Sullivan)

No

Tes koordinasi

Keterangan

Nilai

1

Berdiri dengan postur normal

 

4

2

Berdiri dengan postur normal, menutup mata

 

4

3

Berdiri dengan kaki rapat

 

4

4

Berdiri dengan satu kaki

 

4

5

Berdiri, fleksi trunk dan berdiri ke posisi netral

 

4

6

Berdiri, lateral dan fleksi trunk

 

4

7

Berjalan, tempatkan tumit salah satu kaki didepan jari kaki yang lain

 

4

8

Berjalan sepanjang garis lurus

 

4

9

Berjalan mengikuti tanda gambar pada lantai

 

4

10

Berjalan menyamping

 

4

11

Berjalan mundur

 

4

12

Berjalan mengikuti lingkaran

 

4

13

Berjalan pada tumit

 

2

14

Berjalan dengan ujung kaki

 

2

 

Jumlah

 

52

Keterangan :

4

: mampu melakukan aktifitas dengan lengkap

3

: mampu melakukan aktifitas dengan bantuan

2

: mampu melakukan aktifitas dengan bantuan maksimal

1

: tidak mampu melakukan aktifitas

Nilai 42-54 : mampu melakukan aktifitas

28-41 : mampu melakukan sedikit bantuan 14-27 : mampu melakukan bantuan maksimal

14 : tidak mampu melakukan

Kesimpulan : Pada pengkajian posisi dan keseimbangan didapatkan nilai 52 yang artinya klien mampu melakukan aktifitas

XIII. PENGKAJIAN PSIKOSOSIAL 1. Hubungan dengan orang lain:

(1) Tidak dikenal (2) Sebatas kenal (3) Mampu berinteraksi (4) Mampu kerjasama

2. Kebiasaan lansia berinteraksi dengan tetangga:

(1) Sering

(2) Jarang (3) Tidak pernah 4. Stabilitas emosi:

(1) Labil

(2) Stabil

(3) Iritabel

(4) Datar

XIV. PENGKAJIAN FUNGSIONAL LANSIA

1. Aktivitas kehidupan sehari-hari Katz indeks aktivitas kehidupan sehari-hari (ADL)

A. Kemandirian dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil, berpakaian, dan mandi.

B. Kemandirian dalam semua hal, kecuali satu dari fungsi tersebut.

C. Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi dan satu fungsi tambahan.

D. Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian dan satu fungsi tambahan.

E. Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, dan satu fungsi tambahan.

F. Kemandirian dalam semua hal, kecuali mandi, berpakaian, ke kamar kecil, berpindah, dan satu fungsi tambahan.

G. Ketergantungan pada keenam fungsi tersebut. Lain-lain: Tergantung pada sedikitnya dua fungsi, tetapi tidak dapat diklasifikasikan sebagai C, D, E, atau F.

Kesimpulan: Indek Katz klien adalah A yang artinya klien mandiri dalam hal makan, kontinen, berpindah, ke kamar kecil, berpakaian, dan mandi

2. Masalah emosional

a. Pertanyaan tahap 1

1) Apakah klien mengalami susah tidur 2) Ada masalah atau banyak pikiran 3) Apakah klien murung atau menangis sendiri

4) Apakah klien sering was-was atau kuatir Lanjutkan pertanyaan tahap 2 jika jawaban ya 1 atau lebih.

Lanjutkan pertanyaan tahap 2 jika jawaban ya 1 atau lebih. b. Pertanyaan tahap 2 1) Keluhan

b.

Pertanyaan tahap 2

1)

Keluhan >3 bulan/>1 bulan 1 kali dalam satu bulan

2)

Ada masalah atau banyak pikiran

3)

Ada gangguan atau masalah dengan orang lain

4)

Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter

5)

Cenderung mengurung diri

>1 atau = 1 jawaban ya, maka ada masalah gangguan emosional. Gangguan emosional

ya, maka ada masalah gangguan emosional. Gangguan emosional Kesimpulan: Pada pertanyaan tahap 1 klien tidak mengalami

Kesimpulan:

Pada pertanyaan tahap 1 klien tidak mengalami kesulitan tidur, banyak pikiran, ataupun murung, sehinnga masalah emosional klien baik.

3.

Tingkat kerusakan intelektual

a. SPMSQ (short portable mental status quesioner). Ajukan beberapa pertanyaan pada daftar dibawah ini:

Benar

Salah

Nomor

Pertanyaan

 

1

Tanggal berapa hari ini ? 4

 

2

Hari apa sekarang ? Rabu

 

3

Apa nama tempat ini ? Rumah

 

4

Dimana alamat anda ? Jl. LA Sucipto gg. Mungil 212

 

5

Berapa umur anda ? 64

 

6

Kapan anda lahir ? 1950

 

7

Siapa presiden Indonesia ? Bambang Yudhoyono

 

8

Siapa presiden Indonesia sebelumnya ? Megawati

 

9

Siapa nama ibu anda ? Sarminah

 

10

Kurangi 3 dari 20 dan tetap pengurangan 3 dari setiap angka baru, secara menurun. 20-3= 17 17-3= 14 14-3= 11

JUMLAH

 

B= 10 S= 0

Interpretasi:

Salah 0 3 Salah 4 5 Salah 6 8 Salah 9 10

: Fungsi intelektual utuh : Fungsi intelektual kerusakan ringan : Fungsi intelektual kerusakan sedang : Fungsi intelektual kerusakan berat

Kesimpulan: Dari 10 pertanyaan yang diajukan kien dapat menjawab semuanya. Sehingga kesimpulannya fungsi intelektual klien utuh.

XV.

IDENTIFIKASI ASPEK KOGNITIF

 

a.

MMSE (Mini Mental Status Exam)

 

No

Aspek Kognitif

Nilai Maksimal

Nilai

 

Kriteria

Klien

 

1

Orientasi

5

4

Menyebutkan dengan benar Tahun : 2014 Musim : Hujan Tanggal: 4

Hari

: Rabu

Bulan : Juni

2

Orientasi

5

5

Dimana sekarang kita berada? Negara : Indonesia Propinsi: Jawa Timur Kabupaten/kota: Malang Kelurahan: Pandanwangi Gang : Mungil

 

3 Registrasi

3

3

Sebutkan 3 nama obyek (misal:

kursi, meja, kertas), kemudian ditanyakan kepada klien, menjawab:

a. kursi

b. meja

c. kertas

 

4 Perhatian dan

5

2

Meminta klien berhitung mulai dari 100 kemudian kurangi 7 sampai 5 tingkat. Jawaban:

kalkulasi

1.

93

2.

86

3.

79

4.

72

5.

65

 

5 Mengingat

3

1

Minta klien untuk mengulangi ketiga obyek pada poin ke 2 (tiap poin nilai 1).

a.

Kursi

b.

Meja

c.

Kertas

 

6 Bahasa

9

1

b. Menanyakan pada klien tentang benda (sambil menunjukan benda tersebut):

 

Lantai

2

c. Minta klien untuk mengulangi kata berikut:

 

tidak ada, dan, jika/ tetapi

3

d. Minta klien untuk mengikuti perintah berikut yang terdiri 3 langkah:

 

Ambil kertas ditangan anda

1.

2. Lipat dua

3. Taruh di lantai

1

e. Perintahkan pada klien untuk

 

hal berikut (bila aktifitas sesuai perintah nilai satu poin).

0

“tutup mata anda”

f. Perintahkan kepada klien untuk menulis kalimat dan menyalin gambar. Klien dapat menulis

Total nilai

30

22

 

Interpretasi hasil :

24 30

: tidak ada gangguan kognitif

0 - 17 : gangguan kognitif berat

Kesimpulan:

Dari ke 6 poin yang diajukan, klien mendapatkan skor 30 yang artinya klien tidak memiliki gangguan kognitif.

a. Inventaris Depresi Beck (IDB)

Skor

 

Pernyataan

 

A.

(Kesedihan):

3

Saya sangat sedih/tidak bahagia dimana saya tidak dapat

2

menghadapinya.

1

Saya galau/sedih sepanjang waktu dan tidak dapat keluar darinya.

0

Saya merasa sedih atau galau.

Saya tidak merasa sedih.

B.

(Pesimisme):

3

Saya merasa bahwa masa depan adalah sia-sia dan sesuatu tidak dapat

2

membaik.

1

Saya merasa saya tidak mempuyai apa-apa untuk memandang ke depan.

0

Saya merasa berkecil hati mengenai masa depan. Saya tidak begitu pesimis atau kecil tentang masa depan.

C.

(Rasa kegagalan):

3

Saya merasa saya benar-benar gagal sebagai seseorang (orang tua,

2

suami, istri). Seperti melihat ke belakang hidup saya, semua yang dapat saya lihat

1

hanya kegagalan.

0

Saya merasa saya telah gagal melebihi orang pada umumnya. Saya tidak merasa gagal.

D.

(Ketidakpuasan):

3

Saya tidak puas dengan segalanya.

2

Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari apapun.

1

Saya tidak menyukai cara yang saya gunakan.

0

Saya tidak merasa tidak puas.

E.

(rasa bersalah):

3

Saya merasa seolah-olah saya sangat buruk atau tidak berharga.

2

Saya merasa sangat bersalah.

1

Saya merasa buruk atau tidak berharga sebagai bagian dari waktu yang

0

 

baik.

Saya tidak merasa benar-benar bersalah.

F.

(Tidak menyukai diri sendiri):

3

Saya benci diri saya sendiri.

2

Saya muak dengan diri saya sendiri.

1

Saya tidak suka dengan diri saya sendiri.

0

Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri.

 

G.

(Membahayakan diri sendiri):

3

Saya akan membunuh diri saya sendiri jika saya mempunyai

2

kesempatan.

1

Saya mempunyai rencana pasti tentang tujuan bunuh diri.

0

Saya merasa lebih mati.

Saya tidak mempunyai pikiran mengenai membahayakan diri

 

sendiri.

H.

(Menarik diri dari sosial):

3

Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan tidak peduli pada mereka semua.

2

Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan mempunyai

sedikit perasaan pada mereka.

1

Saya kurang berminat pada orang lain dari pada sebelumnya.

0

Saya tidak kehilangan minat pada orang lain.

I. (Keragu-raguan):

3

Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali.

2

Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan.

1

Saya berusaha mengambil keputusan.

0

Saya membuat keputusan yang baik.

J. (Perubahan gambaran diri):

3

Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak menjijikkan.

2

Saya merasa bahwa ada perubahan yang permanen dalam penampilan saya, dan ini membuat saya tidak menarik.

1

Saya kuatir bahwa saya tampak tua atau tidak menarik.

0

Saya tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk dari pada

sebelumnya.

K.

(Kesulitan kerja):

3

Saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali.

2

Saya telah mendorong diri saya sendiri dengan keras untuk melakukan

1

 

sesuatu.

0

Ini memerlukan upaya tambahan untuk mulai melakukan sesuatu.

Saya dapat bekerja kira-kira sebaik sebelumnya.

L.

(Keletihan):

3

Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu.

2

Saya lelah untuk melakukan sesuatu.

1

Saya lelah lebih dari yang biasanya.

0

Saya tidak lebih lelah dari biasanya.

M. (Anoreksia):

3

Saya tidak lagi mempunyai nafsu makan sama sekali.

2

Nafsu makan saya sangat memburuk sekarang.

1

Nafsu makan saya tidak sebaik sebelumnya.

0

Nafsu makan saya tidak buruk dari yang biasanya.

Penilaian:

0-4

Depresi tidak ada atau minimal.

5-7

Depresi ringan.

8-15

Depresi sedang.

≥16

Depresi berat.

Kesimpulan:

Dari beberapa pertanyaan di atas tentang depresi didapatkan nilai 2 yang artinya klien tidak mengalami depresi atau depresi minimal.

XVI. IDENTIFIKASI ASPEK FUNGSI SOSIAL

a. APGAR Keluarga

1. Saya puas bisa kembali pada keluarga saya untuk membantu pada waktu ada sesuatu

yang menyusahkan saya. (adaptasi) = selalu (2)

2. Saya puas dengan cara keluarga saya membicarakan sesuatu dan mengungkapkan masalah dengan saya. (hubungan) = hampir tidak pernah (0)

3. Saya puas bahwa keluarga saya menerima dan mendukung keinginan saya untuk melakukan aktivitas. (pertumbuhan) = selalu (2)

4. Saya puas dengan cara keluarga saya mengekspresikan afek dan berespon terhadap emosi saya, seperti marah, sedih, atau mencintai. (afek) = kadang-kadang (1)

5. Saya puas dengan cara keluarga saya dan saya menyediakan waktu bersama-sama = selalu (2)

Penilaian:

Pernyataan yang dijawab: selalu (poin 2), kadang-kadang (poin 1), hampir tidak pernah (poin 0). Nilai <3: disfungsi keluarga sangat tinggi. 4-6: disfungsi keluarga sedang.

Kesimpulan:

Skor APGAR keluarga yang didapatkan klien yaitu 7 yang artinya tidak ada disfungsi keluarga.

XVII.

PENGKAJIAN PERILAKU TERHADAP KESEHATAN

1.

Kebiasaan merokok:

1) 3 batang sehari 2) < 3 batang sehari 3) Tidak merokok

2.

Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari:

a.

Pola pemenuhan kebutuhan nutrisi

1.

Frekwensi makan

 

1)

1 kali sehari

2)

2 kali sehari

3)

3 kali sehari

4)

Tidak teratur

2.

Jumlah makanan yang dihabiskan

 

1)

1 porsi dihabis

2)

½ porsi yang dihabiskan

3)

< ½ porsi yang dihabiskan

4)

Lain-lain

3.

Makanan tambahan

 

1)

Dihabiskan

2)

Tidak dihabiskan

3)

Kadang-kadang dihabiskan

b.

Pola pemenuhan cairan

1.

Frekwensi minum

 

1)

< 3 gelas sehari

2)

> 3 gelang sehari

2.

Jika jawaban < 3 gelas sehari, alasan

 

1)

Takut kencing malam hari

2)

Tidak haus

3)

Persediaan air minum terbatas

4)

Kebiasaan minum sedikit

3.

Jenis Minuman 1) Air putih 2) Teh 3) Kopi 4) susu 5) lainnya, jelaskan………

c.

Pola kebiasaan tidur

1.

Jumlah waktu tidur

(1) <4 jam

(2) 4-6 jam

(3) >6 jam

Keluhan: Tidak ada

2.

Gangguan tidur berupa (1) Insomnia (3) Sulit mengawali

(2) Sering terbangun (4) Tidak ada gangguan

3.

Penggunaan waktu luang ketika tidak tidur

(1) Santai (3) Ketrampilan

(2) Diam saja (4) Kegiatan keagamaan

d.

Pola eliminasi BAB

1. Frekwensi BAB

1)

1 kali sehari

2)

2 kali sehari

3)

Lainnya, jelaskan

2. Konsisitensi

(1) Encer

(2) Keras

3. Gangguan BAB Inkontinensia alvi Konstipasi

1)

2)

3)

Diare

4)

Tidak ada

e. Pola BAK

1. Frekwensi BAK 1) 1 3 kali sehari 2) 4 6 kali sehari 3) > 6 kali sehari

2. Warna urine

1)

Kuning jernih

2)

Putih jernih

3)

Kuning keruh

3. Gangguan BAK Inkontinensia urine Retensi urine Lainnya, jelaskan …

1)

2)

3)

f. Pola aktifitas

(3) Lembek

(4) Padat

1. Kegiatan produktif lansia yang sering dilakukan

1)

Membantu kegiatan dapur

2)

Berkebun

3)

Pekerjaan rumah tangga

4)

Ketrampilan tangan

2. Pola pemenuhan kebersihan diri mandi

1)

1 kali sehari

2)

2 kali sehari

3)

3 kali sehari

4)

< 1 kali sehari

3. Memakai sabun

1)

2)

Ya

tidak

4. Sikat gigi 1 kali sehari 2 kali sehari Tidak pernah, alasan karena sudah tidak ada giginya

5. Menggunakan pasta gigi Ya

1)

2)

3)

1)

2)

tidak

6. Kebiasaan berganti pakaian bersih

2)

> 1 kali sehari

3)

Tidak ganti

Tingkat kemandirian dalam kehidupan sehari-hari (Indeks Barthel)

Nama Pasien: Ny.J Tanggal: 26 / 2 / 2013 13 : 00 Aktifitas Score Makan
Nama Pasien: Ny.J
Tanggal:
26
/
2
/ 2013
13
: 00
Aktifitas
Score
Makan
0
5
10
0
= Bantuan penuh
5
= Bantuan untuk memotong, mengoles mentega, modifikasi diet
10
= independent
Mandi
0
5
0
= Menbutuhkan bantuan
5
= independent (menggunakan shower)
Berdandan
0
5
0
= Perlu bantuan
5
= independent berbedak/menyisir/gosok gigi/mencukur
Memasang Baju
0
5
10
0
= Dengan bantuan
5
= Dengan bantuan 50%
10
= independent (mengancing baju, restleting)
Buang Hajat (buang air besar)
0
5
10
0
= incontinensia Alvy (menggunakan barium enema)
5
= Kadang tidak tertahan (tid
10
= Dapat mengontrol
Buang Air Kecil
0
5
10
0
= Menggunakan kateter
5
= Kadang ngompol
10
= Bisa mengontrol
Ke Toilet
0
5
10
0
= Butuh Bantuan Penuh
5
= Butuh Bantuan 50%
10
= independent (menghidupkan, dressing, wiping)
Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur
0
5
10
15
0
= Bantuan penuh
5
= Saat berpindah membutuhkan 2 orang untuk membantu
10
= Bantuan minimal 1 orang
15
= independent
Berjalan di jalan yang datar
0
5
10
15
0
= immobilisasi atau < 50 yards
5
= Selalu menggunakan kursi roda
10
= Berjalan dengan bantuan 1 orang> 50 yards
15
= independent (but may use any aid; for example, stick) > 50 yards
Naik tangga
0
5
10
0
= Tidak bisa
5
= Membutuhkan bantuan
10
= independent
TOTAL (0 - 100)
100

Interpretasi hasil:

0 20 : Ketergantungan penuh

21

61 : Ketergantungan berat/sangat tergantung

62

90 : Ketergantungan moderat

91

99 : Ketergantungan ringan

100 : Mandiri

Kesimpulan: Skor indeks barthel klien yaitu 100 yang artinya klien mandiri dalam memenuhi aktivitasnya sehari-hari

XVIII. PENGKAJIAN LINGKUNGAN A. PEMUKIMAN

1. Luas bangunan: -

2. Bentuk bangunan:

(1) Rumah

3. Jenis bangunan:

(1) Permanen

(2) Petak

(2) Semi permanen

(3) Asrama

(4) Paviliun

(3) Non permanen

4. Atap rumah (1) Genting

(2) Seng

(3) Ijuk

(4) Kayu

(5) Asbes

5. Dinding (1) Tembok

(2) Kayu

(3) Bambu

(4) Lainya……

6. Lantai (1) Semen

(2) Tegel

(3) Keramik

(4) Tanah

(5) Lainnya

7. Kebersihan lantai

(1) Bersih dan tidak licin

(2) Kurang

8. Lantai kamar mandi

(1) Licin

(2) Tidak licin

9. Ventilasi (1) < 15% luas lantai

10. Pencahayaan Baik Kurang, Jelaskan: Pencahayaan dalam rumah kurang, sehingga terlihat gelap pada siang hari. Pada malam hari di bagian dalam rumah hanya diterangi oleh lampu 5 wattLantai rumah bersih dan tidak licin namun lantai

(2) 15% luas lantai

1)

2)

kamar mandi sedikit licin.

11. Pengaturan penataan perabot

(1) Baik

(2) Kurang

12. Kelengkapan alat rumah tangga

(1) Lengkap

(2) Tidak lengkap, Jelaskan …………

XIX. SANITASI

1. Penyediaan air bersih (MCK):

(1) PDAM

(2) Sumur

(3) Mata air

2. Penyediaan air minum (1) Air rebus sendiri (2) Beli (aqua)

3. Pengelolaan jamban

(1) Bersama

(2) Kelompok

(4) Sungai

(5) Lainnya ……

(3) Air biasa tanpa rebus

(3) Pribadi

(4) Lainnya

4. Jenis jamban :

(1) Leher angsa

(4) Lainnya …

(2) Cemplung terbuka

(3) Cemplung tertutup

5. Jarak dengan sumber air (1) < 10 meter

6. Sarana pembuangan air limbah (SPAL):

(2) > 10 meter

(1) Lancar

(2) Tidak lancar

7. Petugas sampah (1) Ditimbun sembarang tempat

(2) Dibakar (5) Dikelola dinas

(3) Daur ulang

(4) Dibuang

8. Polusi udara (1) Pabrik

(2) Rumah tangga

(3) Industri

(4) Tidak ada

9.

Pengelolaan binatang pengerat

(1) Tidak

(2) Ya,

(*) Dengan racun

XX. FASILITAS

1. Peternakan

(1) Ada

2.

Perikanan

(1) Ada

(2) Tidak

(2) Tidak

3. Sarana olah raga

(*) Dengan alat

(*) Lainnya

(1) Ada

(2) Tidak

Jenis: lapangan olahraga

4. Taman

(1) Ada

(2) Tidak

5. Ruang pertemuan

(1) Ada

(2) Tidak

6. Sarana hiburan

(1) Ada

(2) Tidak

7. Sarana ibadah

(1) Ada

(2) Tidak

Jenis Masjid

XXI. KEAMANAN DAN TRANSPORTASI

A. Keamanan

1. Sistem keamanan lingkungan

(1) Ada

(2) Tidak

2. Penanggulangan kebakaran

(1) Ada

(2) Tidak

3. Penanggulangan bencana

(1) Ada

(2) Tidak

B. Transportasi

1. Kondisi jalan masuk

(1) Rata

(2) Tidak rata

(3) Licin

(4) Tidak licin

2. Jenis transportasi yang dimiliki

 

(1) Mobil

(2) Sepeda motor

(3) Lainnya

Jumlah 1

C. Komunikasi

1. Sarana komunikasi

 

(1) Ada

(2) Tidak ada

2. Jenis komunikasi yang digunakan dalam panti

 

(1) Telepon

(2) Kotak surat

(3) Fax

(4) Handphone

3. Cara penyebaran informasi

 

(1) Langsung

(2) Tidak langsung

(3) Lainnya

ANALISA MASALAH

No

 

Data

Etiologi

Masalah

1

DS:

Penurunan

Resiko cedera

Klien mengatakan “penglihatan saya kabur mbak apalagi kalau melihat orang dari jarak jauh dan juga saat melihat tulisan al- Qur’an. Saya tidak bisa membaca kalau tidak pakai kacamata”

penglihatan

DO:

Penglihatan menurun dibuktikan dengan klien tidak bisa membaca tulian kecil dengan jelas jika tidak memakai kacamata

Usia 64 tahun

Pencahayaan dalam rumah kurang, sehingga terlihat gelap pada siang hari.

Lantai rumah bersih dan tidak licin namun lantai kamar mandi sedikit licin.

3

DS:

Kurangnya informasi mengenai penyakit Artritis gout

Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi dan pengobatan

Klien mengatakan “Saya tidak tahu mbak kenapa bisa asam urat dan tidak tahu bagaimana cara memilih makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan biar linuya tidak kambuh lagi”

Klien mengatakan “ Saya sering makan tape, daun bayam dan daun singkong namun setelah itu lutut kaki dan punggung saya terasa linu sekal”

   

Klien mengatakan “Kalau kaki saya terasa linu klien saya hanya membiarkan saja rasa linu tersebut dan hanya memberikan obat untuk asam urat mbak”

DO:

Sering bertanya mengenai makanan apa yang boleh

dimakan untuk mengurangi linu serta cara-cara untuk mengurangi linu

Klien bertanya mengenai pencegahan agar linu tidak kambuh lagi

Klien terlihat bingung dan menggeleng saat ditanya diit yang baik untuk asam urat serta saat ditanya klien tidak bisa mnjawab

Usia 64 tahun

Kadar asam urat: 2,2 mg/dl

DIAGNOSA PRIORITAS KEPERAWATAN

7. Resiko cedera dengan faktor resiko penurunan penglihatan

8. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi dan pengobatan berhubungan

dengan kurangnya informasi mengenai penyakit Artritis gout

PENYUSUNAN POA

NO

Diagnosa Keperawatan

 

NOC

NIC

1

Resiko cedera dengan faktor resiko dengan penurunan penglihatan

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit, cedera tidak terjadi pada klien dengan kriteria:

1

kognitif pasien dan riwayat penyakit terdahulu pasien

     
     
     
     
     
 

2

Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi dan pengobatan berhubungan dengan kurangnya

 

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x30 menit, klien mengerti dan memahami mengenai penatalaksanaan penyakit hipertensi dan Diabetes Mellitus dengan kriteria:

1

.

Jelaksan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit Jelaskan tentang proses penyakit Identifikasi kemungkinan penyebab penyakit

 

informasi mengenai penyakit Artritis gout

No

NOC

4

.

   

1

Klien memahami tanda gejala, penyebab, proses penyakit, serta penatalaksanaan penyakit seperti pengobatan dan diet yang sesuai

Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa yang akan datang dan atau

   

2

Klien mampu menjelaskan kembali apa yang telah dijelaskan oleh perawat

proses pengontrolan penyakit Diskusikan tentang rencana diet yang sesuai dengan kondisi klien Jelaskan tentang penggunaan obat Tanyakan kembali tentang penjelasan yang telah diberikan untuk mengetahui pemahaman klien tentang penjelasan yang telah diberikan

5

.

       

EVALUASI KEPERAWATAN

 

DIAGNOSA

   

TGL

KEPERAWATAN

JAM

 

IMPLEMENTASI

EVALUASI

28

Nyeri akut

16.00

1

.

Memonitor skala nyeri (skala 5) Memonitor TTV Mengobservasi reaksi nonverbal dan ketidaknyamanan (Grimmace +) Mengajarkan teknik non- farmakologi untuk mengurangi (relaksasi nafas dalam, kompres hangat dan massase) Mengkolaborasi dengan tim medis pemberian analgesik

S:

Feb

berhubungan

16.05

2

.

Ny S mengatakan “Masih nyeri mbak setelah dipijet tadi. Nanti kalau kaki saya linu lagi saya akan mencoba kompres hangat dan nafas dalam serta meminta bantuan anak untuk memijat bagian yang linu seperti yang mbak ajarkan tadi.”

2013

dengan proses

3

.

inflamasi akibat

 

destruksi sendi

16.10

4

.

16.20

 

O:

5

No.

NOC

16.25

 

.

1

Mampu mengontrol nyeri dengan teknik non-farmakologi

 

Ibuprofen 3x1

2

Menggunakan analgesik yang sesuai

B1 3x1

6

.

Mengevaluasi pemberian analgesik dan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri

3

Menyatakan nyeri berkurang

 

4

Skala nyeri berkurang (Skala 5)

5

TTV dalam batas normal TD= 130/90 mmHg N= 88x/menit RR= 20x/menit

 

A:

Masalah teratasi sebagian P:

Lanjutkan intervensi no. 4 dan 5

28

Resiko cedera

16.30

4. Mengajarkan kepada keluarga untuk menyediakan lingkungan yang aman untuk pasien

S:

Feb

dengan faktor

Ny. J mengatakan “Sudah jelas mbak, nanti kalau lagi tidak ada pekerjaan ataun waktu istirahat saya peragakan mbak senam mata tadi biar mata saya menjadi lebih jelas saat melihat nanti.”

2013

resiko dengan

penurunan

16.40

5. Mengidentifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi kognitif

penglihatan

16.45

 

pasien dan riwayat penyakit terdahulu pasien

O:

6. Mengajarkan kepada keluarga dan klien untuk menghindarkan

No.

NOC

1

Klien terbebas dari cedera

16.45

 

lingkungan yang berbahaya (misalnya memindahkan perabotan berbahaya, kebersihan

2

Klien mampu menjelaskan cara untuk mencegah cedera

3

Klien mampu menjelaskan manfaat senam mata

16.50

lantai rumah dan kamar mandi)

4

Klien mampu mendemonstrasikan senam mata

16.50

7. Mengajarkan kepada keluarga untuk memberikan penerangan yang cukup di dalam rumah

8. Menjelaskan manfaat senam mata

A:

Masalah teratasi

9. Mengajarkan gerakan senam mata

P:

Hentikan intervensi. Motivasi klien untuk tetap melakuakn senam mata secara rutin untuk mencegah cedera karena penurunan penglihatan

28

Kurang

17.00

1. Menjelaskan tanda dan gejala yang biasa muncul pada penyakit

S:

Febru

pengetahuan

Ny J mengatakan “iya mbak, sudah cukup jelas dengan penjelasan mbak tentang penyakit asam urat, saya baru tahu kalau makanan tersebut ternyata yang membuat kaki saya semakin linu. Jadi mulai sekarang saya akan membatasi makanan tersebut mbak. ”

ari

(kebutuhan belajar)

17.05

2. Menjelaskan tentang proses

2013

mengenai kondisi

17.10

 

penyakit

dan pengobatan

3. Mengidentifikasi kemungkinan

berhubungan

17.15

 

penyebab penyakit

dengan kurangnya

4. Meniskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi di

informasi mengenai

penyakit Artritis

 

gout

17.15

 

masa yang akan datang dan atau proses pengontrolan penyakit

17.20

5. Diskusikan tentang rencana diet

 

17.25

yang sesuai dengan kondisi klien

O:

6. Jelaskan tentang penggunaan obat

 

No.

NOC

7. Instruksikan pasien mengenai tanda dan gejala untuk melaporkan pada pemberi perawatan kesehatan, dengan cara yang tepat.

 

1

Klien terbebas dari cedera

 

2

Klien mampu menjelaskan cara untuk mencegah cedera

 

3

Klien mampu menjelaskan manfaat senam mata

 

4

Klien mampu mendemonstrasikan senam mata

 

A:

Masalah teratasi

P:

Hentikan intervensi.

Discharge planning:

 

Motivasi keluarga untuk membantu klien dalam memberikan diit yang tepat untuk asam urat