Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN KASUS MTBM PADA AN.

A
DI RUANG KIA PUSKESMAS PUSKESMAS LAMPER TENGAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Keperawatan Anak

Disusun Oleh :

Rasika Wiguna
NIM. P133742091115

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


JURUSAN KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2018
LAPORAN KASUS MTBM PADA AN. A
DI RUANG KIA PUSKESMAS PUSKESMAS LAMPER TENGAH

I. Biodata Klien
A. Identitas Klien
1. Nama : An. A
2. Umur : 1 bulan
3. JenisKelamin : Laki-laki
4. Alamat : Lamper mijen
B. Identitas Orang Tua
1. Nama : Ny.Q
2. Hubungandengan Klien : Ibu

II. Riwayat Singkat Klien


Ny. Q datang membawa bayinya ke Puskesmas Lamper Tengah karena sejak 2
hari yang lalu anak mengalami demam dan rewel. Saat dikaji tanggal 26 Oktober 2016 di
Puskesmas Srondol, badan anak panas dengan suhu 38,70C, respirasi rate 54x/menit,
berat badan 3.1 kg, panjang badan 33 cm , Lingkar kepala 37 cm dan denyut jantung 112
kali/menit. Dari perhitungan status gizi, anak termasuk kedalam berat badan yang
normal. Bayi sudah mendapatkan imunisai Hb0 dan Polio0 ketik lahir. By. A merupakan
anak pertama dari Ny.Q dan Tn.M, dan ibu sudah sedikit paham mengenai cara
pemberian ASI yang baik.

III. Hasil Penilaian MTBS ( Formulir Terlampir )

IV. Identifikasi Masalah yang Timbul Terkait Asuhan Keperawatan yang Dilakukan dan
Solusi yang Diberikan.
Dari hasil wawancara dan hasil pemeriksaan sesuai dengan format MTBS pada klien
didapatkan keterangan sebagai berikut :
1. Saat ini anak tidak ada tanda – tanda bahaya umum seperti : tak bisa minum,
memuntahkan semuanya, kejang serta letargis atau tidak sadar
2. Badan anak panas dengan suhu 38,70C, respirasi rate 44x/menit, dan denyut
jantung 96 kali/menit.
3. Bayi tidak kuning, dan Ibu mengatakan tinja bayi bewarna kekuningan tidak
pucat
4. Berat badan 3.1 kg ,panjang badan 33 cm , Lingkar kepala 37 cm. An. A
masuk dalam kategori normal.
5. Ibu melakukan IMD ketika bayi lahir, tidak mengalami hambatan dalam
pemberian ASI, diberikan 12x/hari.
6. Ibu memberikan ASI pada bayi dengan posisi yang benar, mulut bayi melekat
dengan baik pada putting ibu, dan bayi menhisap dengan efektif.
Dari hasil wawancara dan pemeriksaan diatas, dapat diklasifikasikan bahwa anak
saat ini menderita Demam Bukan Malaria, Tidak Ada Diare, Tidak Ada Ikterus,
Berat Badan Tidak Rendah dan Tidak Ada Masalah Pemberian ASI.
Adapun tindakan yang dilakukan pada klien yaitu :
1. Menganjurkan ibu untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang
bayi untuk mencegah bayi terkena kuman yang dibawa oleh orang lain.
2. Menasehati ibu untuk selalu menjaga kebersihan tubuh bayi dengan
memandikan 2 kali sehari setelah suhu tubuh stabil .Gunakan sabun dan air hangat ,
bersihkan seluruh tubuh dengan hati-hati.
3. Hindarkan bayi dari orang lain yang sedang sakit
4. Menganjurkan ibu untuk menyusui sesering mungkin hanya ASI saja selama 6
bulan.
5. Menganjurkan ibu untuk member ASI saja minimal 8 kali sehari, siang
maupun malam
6. Menyusui dengan payudara kiri dan kanan secara bergantian
7. Jika bayi tidur selama 2 jam, minta ibu untuk membangunkannya dan
langsung disusui
8. Setiap kali bayi basah , segera keringkan tubuhnya dang anti dengan pakaian
kering untuk menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat
9. Anjurkan imunisasi BCG
10. Memberikan Amoksisilin Sirup 125 mg /5 ml ½ sendok takar ( 1 sendok takar
= 5 ml) 3x 1 hari