Anda di halaman 1dari 15

MATA KULIAH

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Letkol laut (S) Ceppi Hilmansyah SE.,S.Sos.M.AB

RESUME MONUMEN PANCASILA SAKTI DAN LUBANG BUAYA

DisusunOleh :

AMELIA RIZKY DAMAYANTI

NIM 11161004

S1 Keperawatan tingkat 2 angkatan 9

STIKes PERTAMINA BINA MEDIKA


JL.Bintaro Raya No.10,Tanah Kusir-Kebayoran Lama Utara –Jakarta Selatan
No Telphone: (021) 7234122,7207184,Fax:(021) 7234126
Website:www.stikes-pertamedika.ac.id
Email:stikespertamedika@gmail.com
TAHUN AJARAN 2017
Untuk menambah pengetahuan sejarah dan mengungkap kekaburan akan
peristiwa ini, saya bersama teman-teman sesama almamater yakni masyarakat
STIKes PERTAMEDIKA berkunjung ke Lubang Buaya pada jumat, 20 Oktober 2017
yang lalu. Sebuah tempat di Jakarta Timur, tepatnya di desa/kelurahan Lubang
Buaya, Kecamatan Cipayung (20 kilometer dari pusat kota Jakarta). Ada sumber
yang menyebut desa, ada pula yang menyebut kelurahan Lubang Buaya. Agaknya
sebutan kelurahan yang tepat mengingat di Jakarta hanya ada kelurahan, dan tidak
ada desa. Namun, merujuk pada situasi saat itu (belum seramai sekarang) biasa
saja nama desa menjadi lebih tepat.

Memasuki kompleks seluas 14,6 hektar dan terletak di wilayah milik Kodam
Jaya ini, suasana seram muncul. Dari Gapura Monumen Pancasila Sakti masih
harus berjalan sejauh lebih kurang 500 meter. Ada sumber menyebut tempat ini
Monemuen Lubang Buaya. Di dalam ada beberapa gedung-museum seperti
Museum Pengkhianatan PKI/Komunis, Gedung Paseban, Rumah-rumah eks G
30S/PKI, Ruang Pameran foto, ruang perpustakaan/kantor, dan beberapa ruang
lain. Ada juga area parkir yang cukup luas. Ada juga Lapangan Upacara Sapta
Marga yang cukup luas. Di sini bisa diadakan upacara meriah.

Kami hanya mengunjungi beberapa tempat. Mulai dari Sumur tua berdiameter
75 cm dan kedalaman 12 meter, lalu ke Monumen Pancasila Sakti, dan rumah-
rumah eks 30S/PKI. Tiga tempat ini letaknya berdekatan. Sumur tua ini tampak
serem. Konon, di sinilah ketujuh jenderal dibuang setelah dibunuh oleh pasukan
militer G30S/PKI pimpinan Letnan Kolonel Untung pada 1 Oktober 1965. Tiga hari
kemudian (4 Oktober), diadakan penggalian jenazah. Ada Jenderal Ahmad Yani,
Mayjen Raden Suprapto, Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono, Mayjen Siswondo
Parman, Brigjen Donald Isaac Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswomiharjo, dan Letnan
satu Pierre Andreas Tendean. Ada yang menulis Piere Andries Tendean.

Melihat sumur ini, naluri saya bertanya, “Benarkah mereka dibuang di sini?”
Kurang yakin kalau mayat tujuh jenderal dimasukkan ke lubang kecil ini. Namun,
keyakinan selama ini adalah mereka dimasukkan ke lubang ini. Bisa jadi keyakinan
ini direkonstruksi oleh kekuatan zaman itu. Sejarah memang mengandung misteri.
Misteri yang dibuat oleh mereka yang berkuasa. Kalau bukan di sumur ini,
kemanakah mayat jenderal itu dibuang sebelum ditemukan? Ini pertanyaan yang
mengiang selama berada di sana. Bisa jadi sejarah pula yang menjawabnya nanti.

Gambar ketujuh jenderal ini diabdikan dalam Monumen Pancasila Sakti.


Monumen yang letaknya berdekatan dengan sumur ini. Di tengah barisan jenderal
itu tampak Ahmad Yani, mengacungkan tangannya menunjuk ke arah sumur.
Seolah-olah mau mengatakan, “Di sanalah kami dibuang.” Di belakang mereka, ada
gambar burung Garuda berukuran besar. Konon, mereka mempertahankan dasar
negara (pancasila) dengan lambangnya (burung garuda) dari tangan kelompok PKI.
Kelompok PKI dianggap sebagai penghancur negara. Mereka ingin merebut negara
dan mengganti dasar negara dengan komunis.

Sementara itu, rumah-rumah eks 30S/PKI merupakan tempat penyiksaan. Di


rumah ini ada patung-patung yang menggambarkan peristiwa naas itu. Mulai dari
interogasi hingga penyiksaan. Peristiwa itu kini dikenal dengan”Tragedi 30 Septeber
1965”. Selanjutnya, kami mengunjungi Museum Pengkhianatan PKI. Masuk melalui
gedung pendopo lalu mulai melihat kumpulan diorama (miniatur 3 dimensi) sejarah
PKI. Di situ dipaparkan sejarah gerakan PKI di seluruh nusantara. Dibantu dengan
lukisan dan foto, gambaran tentang peristiwa itu mudah dimengerti. Meskipun
kadang-kadang muncul pertanyaan, benarkah seperti itu?

Di ruangan yang sama, kita juga bisa melihat pakaian dan peralatan para
jenderal yang masih bisa diselamatkan. Ada pistol, senjata, pakaian militer, dan
sebagainya. Ngomong-ngomong, kunjungan ini mengesankan. Selain belajar
sejarah, juga perjalanannya. Dengan bus dari bendi pemakaman tanah kusir Jakarta
Selatan, berombongan, menyusuri Jalan Ahmad Yani, menuju ke arah Cawang, lalu
mengikuti aliran kali Malang dengan mengikuti Jalan Raya Kali Malang, sampai
bertemu perempatan. Mengambil arah Kanan lalu mengikuti Jalan Jatiwaringin dan
ke kanan lagi mengikuti Jalan Pondok Gede hingga menemukan Gapura bertuliskan
Monumen Pancasila Sakti.
Monumen Pancasila Sakti menjadi pengingat sejarah bahwa berbagai usaha
untuk menerapkan ideologi komunis di Indonesia tidak akan pernah berhasil. Hingga
saat inipun, sepertinya usaha-usaha untuk megnhadirkan komunis tidak berhenti
walaupun mendapat tantangan dan rintangan. Para kader Partai Komunis Indonesia
(PKI saat itu) menghalalkan berbagai cara baik legal maupun illegal untuk mencapai
cita-cita mereka yaitu masyarakat Indonesia yang komunis bahkan mereka tanpa
takut menghabisi nyawa manusia. Mereka sudah tidak punya ahti nurani dan tidak
menghargai hak asasi manusia.

Cara ilegal dilakukan dengan mengadakan pemberontakan, teror, dan


pembunuhan yang menelan banyak korban dan mayoritas adalah saudaru sebangsa
sendiri. Cara legalpun dilakukan dengan menguasai Komite Nasional Indonesia
(KNI) baik di pusat maupun daerah untuk menguasai Parlemen melalui organisasi
politik dan organisasi massa.

Pemberontakan PKI bertujuan menggantikan Dasar Negara Pancasila


dengan Komunis yang bertentangan dengan Pancasila. Pemberontakan pertama
dilancarkan pada tanggal 18 September 1948 di Madiun. Setelah gagal dalam
pemberontakan pertama, PKI kembali melancarkan pemberontakan kedua pada
tanggal. l Oktober 1965 yang dikenal dengan nama Gerakan Tiga Puluh September
(G.30.S/PKI).
Sejarah Singkat Berdirinya Monumen Pancasila Sakti

Monumen Pancasila Sakti dibangun di atas areal tanah seluas 9 hektar di


Jakarta Timur, terletak di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, daerah
ini merupakan bekas kebun karet di pinggir kompleks Lapangan Udara Halim
Perdana Kusuma. Lubang Buaya adalah tempat yang dikuasai oleh PKI sebagai
tempat memberikan latihan kemiliteran kepada para anggota pasukan untuk
mempersiapkan pemberontakan. Pasukan tersebut berjumlah 3.700 orang yang
terdiri dari Pemuda Rakyat, Gerwani, BTI, dan Lekra yang di Pimpin oleh Gatot
Sutrisno di bawah naungan PKI. Pada tahap berikutnya PKI melakukan usaha-
usaha membentuk angkatan V yaitu kesatuan bersenjata yang terdiri atas buruh dan
tani. D.N.Aidit Ketua PKI memerintahkan kepada Biro khusus PKI agar melakukan
rencana gerakan untuk memukul Angkatan Darat. Untuk memberonak, PKI
mengadakan rapat rahasia atau rapat tertutup sampai 16 kali yaitu 10 kali di hadiri
oleh oknum ABRI, rapat terakhir diadakan pada tanggal 9 Okober 1965 di Jalan
Pramuka No. 317 Jakarta, keputusan yang diambil yaitu :

1. Memilih Letkol Untung sebagai Komando Gerakan.


2. Menamakan gerakan dengan nama 30 September.
3. Menentukan para Perwira TNI yang akan menjadi sasaran.
4. Mengadakan Gerakan sukarela PKI yang diikuti oleh 37.000 orang yang
terdiri dari Gerwani, Pemuda Rakyat, BTI.Sobi, dan Lekra.

Serangkaian peristiwa pemberontakan G30S/PKI adalah merupakan peristiwa


yang sangat berat dan banyak memakan korban pada waktu mempertahankan
Pancasila supaya tidak di ubah kedudukannya, maka rakyat dan TNI dengan
semangat yang besar berjuang demi kembalinya Pancasila sebagai dasar Negara
kita. Berkat perjuangan-perjuangan rakyat Indonesia yang gigih dan berkat Tuhan
Yang Maha Esa, PKI dalam mendirikan Negara Komunis tidak berhasil.

Menurut para pemuka dan petinggi Negara, Monumen Pancasila Sakti


diharapkan mampu sebagai alat untuk mewariskan nilai-nilai yang luhur atas
perjuangan bangsa Indonesia terhadap generasi penerus.
Pemerintah RI dalam rangka memperingati jasa para pahlawan revolusi, maka di
bangun Monumen Pancasila Sakti. Dari sikap yang diambil pemerintah Indonesia
juga mempunyai tujuan khusus, yaitu :

1. Untuk menghargai jasa para pahlawan revolusi yang telah gugur dalam
mempertahankan Pancasila.
2. Mengingatkan kepada kita agar tetap waspada terhadap bahaya Komunis.
3. Sebagai tempat educatif, inspiratif, dan rekreatif.
4. Untuk mengabadikan peristiwa sejarah Lubang Buaya.
5. Untuk memperingati kembalinya Pancasila sebagai Dasar Negara
dan berakhirnya masa pemerintahan Komunis.
6. Untuk memperkenalkan Monumen Pancasila Sakti ini kepada dunia
internasional secara keseluruhan sebagai salah satu obyek pendidikan.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh para pembaca. Dalam rangka
pembangunan Monumen Pancasila Sakti ada beberapa tingkatan, antara lain :

1. Perencanaan pembangunan

Pembangunan Monumen Pancasila Sakti tidak semata-mata karena


keinginan membangun saja, tetapi memiliki perencanaan sehat, matang dan
penuh tanggung jawab dengan segala daya pikir, maka segala pelaksanaan
pembangunan tidak akan sia-sia.Perencanaan pembangunan ini dilakukan
oleh pembesar Indonesia.

2. Pendanaan

Perencanaan itu di musyawarahkan dan mencapai mufakat maka


segala yang dilaksanakan perlu pendanaan, seperti pembersihan lingkungan
agar tidak kotor sehingga keadaan lingkungan tidak terlihat menyeramkan,
pendanaan untuk bahan dan alat yang dibutuhkan dalam pembangunan,
pendanaan untuk para pekerja, dll.

3. Pelaksanaan Pembangunan

Dengan segera pembangunan Monumen Pancasila Sakti segera


dilaksanakan dengan dibangunnya monumen tersebut, akan menggugah hati
nurani rakyat yang polos. Pelaksanaan pembangunan dilaksanakan secara
gotong royong. Dalam pembangunan Monumen Pancasila Sakti digambarkan
Letjen Ahmad Yani menuding ke arah Sumur tua yang mempunyai lambang
atau arti bahwa agar sumur tua itu jangan sampai terulang kembali atau juga
dapat di artikan seandainya para pahlawan itu masih hidup maka mereka
akan menuntut kejadian tersebut.Pembangunan Monumen Pancasila Sakti
tersebut diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1981 oleh Presiden Suharto.
Pembangunan atas prakarsa Bapak Nugroho Susanto, pembangunan
tersebut menyajikan antara lain :

4. Diaroma yang dapat dilihat dari segala arah.

Relief atau benda bersejarah pahlawan revolusi yang berupa


baju, penghargaan, tongkat komando, dan bukti kekejaman PKI.

Kegunaan Monumen Pancasila Sakti

Pembangunan Monumen mempunyai dua kegunaan yaitu kegunaan bagi bangsa


Indonesia dan kegunaan untuk bangsa-bangsa lain di dunia. Kegunaan tersebut
dapat di artikan sebagai berikut:

1. Kegunaan Bagi Indonesia

Ialah manfaat bagi bangsa Indonesia guna menjaga kelestarian,


keutuhan sejarah, keamanan dan kebutuhan, maka pemerintah Indonesia
harus menaati peraturan yang telah ditentukan, berikut adalah peraturan-
peraturan yang ditentukan pemerintah:

a. Masuk Monumen Pancasila Sakti harus ada surat izin


b. Dilarang corat-caret pada benda bersejarah serta merusak petunjuk dan
lain-lain yang akan menyebabkan kerusakan dan gangguan dalam benda-
benda sejarah tersebut
c. Dilarang merusak, memindahkan barang-barang atau benda bersejarah
d. Menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan wajib bagi
para pengunjung yang datang.
2. Kegunaan Bagi Bangsa – bangsa Lain di Dunia

Ialah manfaat bagi Negara-negara di dunia. Dengan adanya Monumen


Pancasila Sakti kita dapat mengetahui sejarah gerakan G30S/PKI dan bagi
bangsa lain di dunia, dapat mengetahui secara detail tentang persoalan dan
kesetiaan yang dimiliki oleh para pahlawan kepada Negara yang ditinggalkan
pada diri kita masing-masing dan juga dapat menambah wawasan yang luas
dalam gambaran suatu bangsa.

Keadaan Lingkungan atau Pelataran

\Keadaan pelataran Monumen Pancasila Sakti ini luas. Di sebelah terdapat


pelataran sebagai tempat upacara pada hari peringatan Kesaktian Pancasila. Di
sebelah kiri lapangan upacara terdapat pintu gerbang untuk masuk ke sumur tua
dan rumah-rumah yang di gunakan PKI untuk menyiksa dan membunuh pahlawan
revolusi. Setelah keluar dari area sumur terdapat pelataran yang luas yaitu pelataran
Monumen Pancasila Sakti. Di sebelah kanan monumen di gunakan sebagai
pembawa jenasah pahlawan revolusi dengan menggunakan kendaraan yang ada di
pelataran itu.

Di Desa Lubang Buaya ada tiga buah rumah dan sebuah sumur tua yang di
pergunakan PKI sebagai basis pembantaian. Tanggal 1 Oktober 1965 PKI
melakukan pemberontakan ke-2 yang di pimpin Letkol Untung serta di tandai
gugurnya para Perwira Angkatan Darat yang di anggap sebagai penghalang untuk
mencapai tujuan mereka, adapun tempat yang digunakan untuk menyiksa dan
membunuh, adalah :

1. Rumah Bapak Harjono, yang digunakan untuk menyiksa dan membunuh para
perwira tinggi Angkatan Darat
2. Rumah Bapak Sueb, sebagai tempat pembagian tugas atau sebagai tempat
pos komando oleh PKI
3. Rumah Ibu Amroh, digunakan para pemberontak sebagai dapur umum
untuk memenuhi segala kebutuhan makanan.

Peristiwa yang Terjadi DI Lubang Buaya

Setelah para Perwira tinggi Angkatan Darat dijemput secara paksa maka PKI
membawa ke suatu tempat untuk disiksa. Para perwira tinggi Angkatan Darat yang
dibunuh PKI lalu disembunyikan di dalam sumur tua. Waktu itu, Sumur di timbun
dengan tanah dan sampah serta di timbuni pohon pisang, tanggal 3 Oktober 1965
Lubang Buaya digunakan PKI untuk menyembunyikan ke 7 mayat Jendral Angkatan
Darat yang diculik, sekarang sumur itu sudah dibangun dengan bagus. Di sebelah
kiri terdapat pohon mangga dan sebelah depan terdapat rumah milik Bapak Harjono
yang di gunakan PKI untuk menyiksa dan membunuh perwira Angkatan Darat.
Betapa kejamnya PKI karena perwira itu dimasukan ke sumur yang sangat sempit
dan dalam. Kita dapat melihatnya sekarang dengan jelas karena sumur tua itu sudah
dibangun untuk mengingat kekejaman dan keganasan PKI.

Monumen para Jenderal yang dibunuh PKI terdapat di sebelah kanan sumur
Lubang Buaya. Di atas patung para pahlawan revolusi terdapat Burung Garuda.
Disebelah kanan terdapat 3 buah rumah yang digunakan PKI untuk menyiksa dan
membunuh para perwira Angkatan Darat. Disebelah kanan terdapat pohon mangga,
di bawah monumen terdapat relief yang menggambarkan tentang zaman
pemberontakan PKI. Monumen ini dibuat besar sehingga pengunjung dapat melihat
dari jauh tujuh pahlawan revolusi tersebut. Mereka berdiri sangat gagah dan
menggambarkan siap berkorban demi tegaknya keadilan.

Bukti Foto Kunjungan Ke Museum

Foto didepan gedung utama museum

Foto Patung Pancasila dan Para Pahlawan Revolusi sebagai bukti telah perjuangan
dalam mempertahankan asas pancasila sebagai dasar negara Indonesia hingga
saat ini.
Foto lubang sumur yang digunakan para PKI untuk membuang para pahlawan
revolusi dengan cara yang tidak wajar dan sadis sekaligus menjadi bukti kekejaman
para PKI.

Foto-foto dokumentasi di museum


Foto-foto diorama yang terjadi pada saat itu.
Beberapa ulasan tentang kejadian pada saat itu.
Akhirnya, kunjungan berakhir setelah kurang lebih 1 jam setengah menyusuri “bukti-
bukti” sejarah. Lumayan buat menambah pengetahuan. Tanpa mempersoalkan
kebenaran pengetahuan itu. Asal saja sudah melihat langsung apa yang ditulis
dalam buku sejarah dulu. Juga untuk tidak meluapakan sejatah bangsa sendiri.
Bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa sejatahnya, seperti
kata Soekarno?
CURRICULUM VITAE

AMELIA RIZKY DAMAYANTI


ameliarizkyd@yahoo.com / ameliarzky08@gmail.com +089659752508

TempatTanggalLahir : Jakarta, 08 Mei 1998

Alamat : Jl. Puskesmas Rt.005/Rw.011 No.90


Kec.PondokArenKel.PondokArenTangerang Selatan
JenisKelamin : Perempuan
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : BelumMenikah

KELUARGA

Nama Ayah : DarmanSpd


TempatTanggalLahir : Wonogiri, 24 Januari 1967
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : POLRI
NamaIbu : NoningPujiati
TempatTanggalLahir : Jakarta, 15 Mei 1970
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : IbuRumahTangga
NamaAnak : 1. DaniAriefFadillah (Jakarta, 27 Desember1994)
2. Amelia RizkyDamayanti(Jakarta, 08 Mei 1998)
NamaKakek : Alm. SariminMartoyo (Wonogiri, 1 September 1924)
Namanenek : Almh. Minem (Wonogiri, 10 Agustus 1927)
NamaAnak : 1.Alm. Daryono (Wonogiri,16Januari 1962)
2. Darman (Wonogiri, 24 Januari 1967)
3. Suhadi (Wonogiri, 18 Juni 1969)

NamaKakek : Warto (Yogyakarta, 17 Juni 1943)


NamaNenek : Almh. Sularni (Yogyakarta, 5 Juni 1947)
NamaAnak : 1. Sri Haryati (Jakarta, 22 Januari 1966)
2. NoningPujiati (Jakarta, 15 Mei 1970)
3. Lies Anita (Jakarta, 5 Juni 1973)
4. AgungWahyudi (Jakarta, 03 Oktober 1975)

PENDIDIKAN

2005 - 2006 : TK Krasna Tangerang Selatan

2006 - 2011 : SDN PondokAren 02 Tangerang Selatan

2011 - 2013 : SMPN 12 Tangerang Selatan

2013 - 2016 : SMAN 5 Tangerang Selatan

2016 - Sekarang : STIKesPertaminaBinaMedika Jakarta Selatan


PENGALAMAN
ORGANISASI

 BuluTangkis SMAN 5 TANGSEL


 OrganisasiSiswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 5 TANGSEL
 Rohani Agama Islam SMAN 5 TANGSEL