Anda di halaman 1dari 13

RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN

SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL IHSAN SIMPANG EMPAT
NOMOR :
TENTANG

KEBIJAKAN PELAYANAN FARMASI


DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AL IHSAN

DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AL IHSAN


Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan
RSIA AL IHSAN terutama pelayanan kefarmasian
dan pengelolaan perbekalan farmasi di Instalasi
Farmasi, maka perlu adanya kebijakan pelayanan
farmasi di instalasi farmasi RSIA AL IHSAN.
b. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu, efisiensi
dan efektifitas pelayanan farmasi di rumah sakit,
berdasarkan prinsip pelayanan kefarmasian
(pharmaceutical care) perlu adanya standar
pelayanan Farmasi yang dapat digunakan sebagai
pedoman dalam pemberian pelayanan kefarmasian
di Rumah Sakit.
c. bahwa kebijakan Pelayanan Farmasi dapat
dijadikan acuan dan pedoman dalam bekerja bagi
seluruh bidang pelayanan di Instalasi Farmasi
khususnya dan bagian lain pada umumnya yang
terkait dalam melaksanakan tugas sesuai dengan
fungsi masing-masing.
Mengingat : 1. Undang – undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan;

1
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

2. Undang–undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang


Rumah Sakit;
3. Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 35
Tahun 2009 tentang Narkotika;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
51 tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian
5. Peraturan Menteri Kesehatan No. 58 tahun 2014
Tentang Pekerjaan Kefarmasian;
6. Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor
72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian
Di Rumah Sakit

MEMUTUSKAN
Menetapkan :

KESATU : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK


Al IHSAN TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN FARMASI
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AL IHSAN;
KEDUA : Kebijakan pelayanan Farmasi RSIA AL IHSAN sebagaimana
tercantum dalam Lampiran Keputusan ini.
KETIGA : Pelayanan Farmasi di rumah sakit adalah suatu proses yang
mencakup pengelolaan perbekalan farmasi dan pelayanan
kefarmasian;
KEEMPAT : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan
Farmasi RSIA AL IHSAN dilaksanakan oleh Kepala Instalasi
Farmasi RSIA AL IHSAN.
KELIMA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan
apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan
dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana
mestinya.

2
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

Ditetapkan di : Pasaman Barat


Pada tanggal :
Direktur RSIA AL IHSAN

dr. STARKI

3
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

Lampiran :
Keputusan Direktur RSIA Al Ihsan
Nomor :
Tanggal :

KEBIJAKAN PELAYANAN FARMASI


RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK AL IHSAN

I. PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI


1. Seleksi
a. Pemilihan perbekalan farmasi berdasarkan pada jumlah
pasien/kunjungan dan pola penyakit di rumah sakit.
b. Pemilihan jenis perbekalan farmasi dilaksanakan seminimal
mungkin terkait dengan kesamaan jenis.
c. Pemilihan jenis obat dapat dilakukan berdasarkan jenis obat
pilihan (drug of choice) dari penyakit yang prevelensinya tinggi.
d. Pemilihan perbekalan farmasi dilaksanakan oleh Panitia Farmasi
dan Terapi (PFT) untuk dapat dimasukkan ke dalam Formularium
Rumah Sakit.
2. Perencanaan
a. Perencanaan kebutuhan perbekalan farmasi berdasarkan pada
metode konsumsi, jumlah kunjungan pasien, pola penyakit, dan
waktu tunggu (lead time).
b. Perencanaan kebutuhan dilakukan dengan sistem komputerisasi
berdasarkan program stok minimal dan stok maksimal berupa
saran order.
3. Pengadaan
a. Pengadaan perbekalan farmasi berupa pembelian ke PBF, Rumah
Sakit lainnya, Apotek dan Instansi Pemerintah.

4
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

b. Pengadaan perbekalan farmasi dilakukan 2 (dua) kali seminggu


melalui PBF dengan membuat Surat Pesanan (SP).
c. Untuk obat non formularium yang kebutuhannya fluktuatif dan
sedikit, pengadaannya dilaksanakan oleh Instalasi Farmasi RSIA
Al Ihsan melalui apotik atau rumah sakit rekanan.
d. Pengadaan obat-obat golongan narkotika di RSIA Al Ihsan
dilakukan melalui Perusahaan Besar Farmasi (PBF) Kimia Farma.
e. Untuk memenuhi kebutuhan perbekalan farmasi kosong atau
tidak tersedia, maka pengadaan dilakukan melalui apotek rekanan
atau non rekanan.
f. Untuk memenuhi kebutuhan obat yang kosong atau tidak tersedia,
dapat dilakukan penggantian dengan padanan yang sama zat aktif
dan fungsi, bila telah mendapat persetujuan dari dokter penulis
resep.
4. Penerimaan
a. Penerimaan perbekalan farmasi dilakukan oleh Petugas Farmasi
b. Semua perbekalan farmasi yang diterima harus diperiksa dan
disesuaikan dengan spesifikasi pada surat pesanan dan faktur.
c. Pemeriksaan perbekalan farmasi yang diterima meliputi:
 Jenis dan nama perbekalan farmasi
 Jumlah perbekalan farmasi
 Kondisi fisik perbekalan farmasi
 Nomor Batch
 Tanggal kadaluarsa perbekalan farmasi
5. Penyimpanan
a. Perbekalan Farmasi harus disimpan di tempat yang dapat
menjamin terhindar dari gangguan fisik dan dapat menjaga mutu
obat selama penyimpanan.
b. Penyusunan perbekalan farmasi dilakukan berdasarkan bentuk

5
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

sediaan dan alfabetis dengan prinsip First Expired First Out (FEFO)
danFirst in First Out(FIFO)
c. Penyusunan obat yang Look A Like Sound A like (LASA) tidak boleh
saling berdampingan/berdekatan.
d. Penyimpanan narkotika sesuai dengan peraturan penyimpanan
narkotika. Narkotika disimpan dalam lemari yang terkunci ganda
(double) dan setiap pengeluaran harus diketahui oleh
penanggungjawabnya dan dicatat.
e. Psikotropika disimpan terpisah dari obat selain psikotropika dan
terkunci.
f. Obat dengan kategori high alert disimpan terpisah dari obat lain
selain obat high alert dan diberi label merah.
g. Obat emergency disimpan dalam trolley emergency, terkunci dan
menggunakan kunci yang memiliki nomor registrasi.
h. Bahan berbahaya disimpan dalam lemari tersendiri dan di beri
lambang bahan berbahaya.
i. Perbekalan farmasi yang dapat dipengaruhi oleh temperatur,
udara, dan cahaya disimpan pada suhu dan tempat yang sesuai.
j. Penyimpanan harus sesuai dengan peraturan yang telah
ditetapkan untuk menjamin mutu, menghindar dari penggunaan
yang tidak bertanggung jawab, menjaga ketersediaan dan mudah
dalam pencarian dan pengawasan.
k. Seluruh perbekalan farmasi yang disimpan harus dilakukan
pemantauan penyimpanannya secara berkala untuk memastikan
obat disimpan secara benar.
l. Perbekalan farmasi dapat ditarik bila diperlukan karena alasan
tertentu.
6. Penyiapan dan Pengemasan
a. Perbekalan farmasi yang akan diberikan kepada seluruh pasien

6
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

dikemas dan diberi label etiket obat sesuai dengan instruksi


dokter yang tertera pada resep dengan memperhatikan jenis dan
stabilitas obat.
b. Penyiapan dan pengemasan perbekalan farmasi dilakukan oleh
petugas farmasi yang diberi kewenangan oleh kepala instalasi
farmasi.
c. Pencampuran obat steril dilakukan oleh perawat yang
sudah mengikuti pelatihan.
7. Produksi
Instalasi Farmasi RSIA Al Ihsan belum melakukan kegiatan produksi.
8. Pendistribusian
a. Distribusi obat dilakukan secara tersentralisasi di Instalasi
Farmasi untuk pasien rawat jalan dan rawat inap.
b. Pendistribusian perbekalan farmasi di rumah sakit terdiri atas:
1) Distribusi untuk pasien rawat jalan
a) Distribusi perbekalan farmasi untuk pasien rawat jalan
dilakukan berdasarkan resep.
b) Penyerahan perbekalan farmasi rawat jalan dilakukan
oleh apoteker atau asisten apoteker yang diberi
wewenang.
c) Penyerahan perbekalan farmasi pasien rawat jalan
dilakukan dengan memberikan informasi obat kepada
pasien.
2) Distribusi untuk pasien rawat inap
Distribusi perbekalan farmasi untuk pasien rawat inap
dilakukan dengan sistem kombinasi resep individual dan
persediaan ruang minimal. Penyerahan perbekalan farmasi
rawat inap dilakukan oleh apoteker atau petugas yang diberi
wewenang.

7
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

c. Penyerahan
Pada saat di distribusikan, petugas yang melakukan serah terima
memeriksa kesesuaian pengeluaran perbekalan farmasi baik dari
jumlah, jenis, dan kondisi fisik, kemudian di ruangan disimpan
sesuai dengan stabilitas perbekalan farmasi. Petugas yang
menyerahkan perbekalan farmasi adalah apoteker atau tenaga
teknik kefarmasian yang kompeten.
d. Bentuk Distribusi
1) Distribusi perbekalan farmasi untuk pasien rawat jalan dan
rawat inap dilakukan dalam bentuk paling siap digunakan
untuk diberikan pada pasien.
2) Bentuk paling siap digunakan adalah seluruh perbekalan
farmasi yang diberikan sudah dikemas, diberi label mulai
dari identitas pasien , yaitu nama pasien, nama obat, dosis,
jumlah dan cara pakai.
3) Waktu pelayanan obat yang ditetapkan adalah obat jadi 30
menit, sedangkan obat racikan 60 menit.
4) Untuk resep pasien rawat jalan, dilakukan proses telaah
resep terlebih dahulu oleh apoteker sebelum dilaksanakan
pelayanan resep selanjutnya.
5) Untuk resep rawat inap, petugas farmasi memepersiapkan
obat berdasarkan permintaan dokter dan kemudian obat
diserahkan kepada petugas ruang perawatan.
6) Apoteker farmasi klinik mengawasi penggunaan obat yang
dibawa sendiri oleh pasien dengan menggunakan Formulir
Rekonsiliasi Obat Yang Dibawa Sendiri Oleh Pasien yang
merupakan bentuk koordinasi antara dokter, apoteker dan
perawat.

8
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

9. Pemusnahan
Pengelolaan perbekalan farmasi rusak dan kadaluarsa berada di
bawah pengawasan Kepala Instalasi Farmasi agar tidak disalah
gunakan. Pemusnahan perbekalan farmasi rusak atau kadaluarsa
bekerja sama dengan dinas kesehatan setempat, dimana perbekalan
farmasi yang rusak tersebut di inventaris kemudian dibuatkan berita
acara serah terima dan berita acara pemusnahan kepada dinas
kesehatan setempat untuk dimusnahkan.
Untuk obat-obat narkotika dan psikotopika, apabila rusak atau
kadaluarsa, kegiatan pemusnahan nya harus disaksikan oleh petugas
Dinas Kesehatan setempat.
Resep dimusnahkan setelah disimpan selama 3 tahun oleh Apoteker
dengan disaksikan oleh Komite Medik dan Asisten Apoteker kemudian
dilaporkan Berita Acara Pemusnahannya kepada Direktur RSIA Al
Ihsan.
10. Pengawasan Kuantitas Perbekalan Farmasi
Seluruh perbekalan farmasi yang ada di RSIA Al Ihsan baik di instalasi
farmasi, ruang perawatan maupun penunjang medis lainnya harus
diawasi dengan cara stok random dan stok opname.
a. Stok Opname
 Unit kerja yang terkait dalam pelaksanaan stok opname :
Instalasi Farmasi, Unit IGD, Unit KB, Unit Rawat Inap, Unit OK.
 Jadwal stock opname yaitu setiap 1 (satu) bulan sekali.
 Selama proses kegiatan stok opname, pelayanan Rawat Jalan
maupun Rawat Inap dilakukan secara manual (tidak
ditransaksikan dengan menggunakan komputer).
11. Evaluasi Penggunaan Obat
a. Evaluasi Terapi Pengobatan Pasien
b. Evaluasi Formularium RSIA Al Ihsan

9
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

Pengajuan obat baru dari dokter penulis resep diterima secara


tertulis dan disampaikan kepada Komite Farmasi dan Terapi (KFT)
melalui sekretaris KFT.
c. Kriteria Obat Masuk Formularium
1) Mengutamakan penggunaan obat generic
2) Jumlah obat dengan nama generik yang sama mengikuti rasio
sebagai berikut: 1 (satu) obat generik; 1 (satu) obat original;
dan 3 (tiga) obat me too.
3) Memiliki rasio manfaat-risiko (benefit-risk ratio) yang paling
menguntungkan penderita.
4) Mutu terjamin, termasuk stabilitas dan biovailabilitas.
5) Praktis dalam penyimpanan dan pengemasan.
6) Praktis dalam penggunaan dan penyerahan.
7) Menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh
pasien.
8) Memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi
berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung.
9) Bila terdapat lebih dari satu pilihan yang memiliki efek terapi
yang serupa, pilihan dijatuhkan pada:
 Obat yang sifatnya paling banyak diketahui berdasarkan
data ilmiah
 Obat dengan sifat farmakokinetik yang diketahui paling
menguntungkan
 Obat yang stabilitasnya lebih baik
 Mudah diperoleh
 Obat yang telah dikenal.
d. Kriteria Mengurangi Obat dalam Formularium
 Obat-obat yang jarang digunakan (slow moving) akan
dievakuasi.

10
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

 Obat-obat yang tidak digunakan (death stock) setelah waktu


3 (tiga) bulan maka akan diingatkan kepada dokter-dokter
terkait yang menggunakan obat tersebut. Apabila pada
waktu 3 (tiga) bulan berikutnya tetap tidak/ kurang
digunakan, maka obat tersebut dikeularkan dari buku
formularium
 Obat-obat yang dalam proses penarikan oleh
Pemerintah/BPOM atau dari pabrikan

II. PELAYANAN KEFARMASIAN


Dalam melaksanakan pelayanan kefarmasian maka diatur kebijakan
sebagai berikut :
A. Pengkajian resep
Setiap resep yang diterima untuk dilayani harus dikaji terlebih dahulu
oleh Apoteker dan atau Tenaga Teknis Kefarmasian yang kompeten
yang dapat melakukan konfirmasi dengan dokter penulis resep bila
ditemukan persyaratan resep tidak tepat atau ketidakjelasan tetap
dalam pengawasan Apoteker.
Aspek yang ditelaah dalam pengkajian resep meluputi :
a. Persyaratan administrasi
1. Tanggal Resep
2. Nama Pasien dan No. Rekam Medis
3. Berat Badan
4. Nama Dokter
5. Nama Obat
6. Paraf Dokter
7. Tulisan Dokter Tidak Terbaca
b. Persyaratan farmaseutika
1. Bentuk sediaan

11
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

2. Kekuatan sediaan
3. Stabilitas sediaan
4. Dosis dan jumlah obat
5. Waktu dan frekuensi pemberian
6. Cara pemberian
c. Persyaratan klinis
1. Indikasi
2. Waktu penggunaan
3. Duplikasi pengobatan
4. Interaksi obat
5. Data alergi obat pasien
6. Poli farmasi
Kriteria resep yang harus ditelaah di RSIA Al Ihsan :
1. Resep untuk anak.
2. Resep yang lebih dari lima komponen obat (poli farmasi).
3. Resep racikan.
B. Dispensing Obat
Seluruh resep yang masuk ke Instalasi Farmasi akan dilayani
seluruhnya sesuai dengan prosedur mulai dari pencampuran,
peracikan, pengemasan sampai penyerahan kepada pasien rawat
jalan atau perawat untuk pasien rawat inap oleh seluruh petugas
farmasi yang dinas sesuai dengan wewenangnya masing-masing.
C. Pemantauan dan Pelaporan Efek Samping Obat
Seluruh perbekalan farmasi terutama obat di RSIA Al Ihsan dipantau
penggunaannya untuk keamanan dan keselamatan pasien serta
dilaporkan kepada Apoteker jika ada efek samping obat untuk
ditindak lanjuti.

12
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK (RSIA) AL-IHSAN
SIMPANG EMPAT
Jl. Bhakti Depan SPBU Pertamina simpang Empat,
Kab. Pasaman Barat
Telp : 0812-6670-8304

D. Pelayanan Informasi Obat


PIO dilakukan oleh apoteker atau asisten apoteker dibawah
bimbingan Apoteker yang ditunjuk memberikan pelayanan PIO.
E. Konseling / Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE)
Konseling / KIE dilakukan secara selektif maupun sewaktu oleh
Apoteker yang ditunjuk dengan menggunakan literatur farmasi jika
diperlukan sesuai dengan kewenangannya. Adapun kriteria pasien
yang diberikan konseling dan KIE adalah :
1. Pasien dengan penyakit kronik.
2. Pasien yang mendapatkan obat lebih dari lima komponen
(polifarmasi).
3. Pasien yang mendapatkan obat indeks terapi sempit.
4. Pasien yang mendapatkan variasi rute pemberian dan aturan
pakai.
5. Pasien baru dan akan pulang untuk pasien rawat inap.

Direktur RSIA Al Ihsan

dr. STARKI

13