Anda di halaman 1dari 22

A.

Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin,tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian
tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca,
menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B. Kompetensi Dasar
1.2 Menghayati ketentuan jual beli dan qiradl
1.3 Menghargai larangan riba dalam jual beli
2.2 Mengamalkan ketentuan jual beli dan qiradh
2.3 Membiasakan menghindari praktik riba
3.4 Memahami ketentuan jual beli
3.5 Memahami ketentuan qiradh
3.6 Menganalisis larangan riba
4.3 Mempraktikkan pelaksanaan jual beli,
4.4 Mensimulasikan pelaksanaan qirodl
4.5 Mensimulasikan tatacara menghidari riba

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1.2.1 Menunjukan penghayatan terhadap ketentuan jual beli dan qiradl.
1.3.1 Menunjukan penghargaan terhadap larangan riba dalam jual beli.
2.2.1 Terbiasa mengamalkan ketentuan jual beli dan qiradl dalam kehidupan sehari-hari.
2.3.1 Terbiasa menghindari praktik riba dalam kehidupan sehari-hari.
3.4.1 Menyebutkan pengertian Jual beli
3.4.2 Menyebutkan ketentuan jual beli
3.4.3 Menyebutkan macam-macam jual beli
3.5.1 Menyebutkan pengertian Qirad
3.5.2 Menyebutkan ketentuan qirad
3.6.1 Menyebutkan pengertian Riba
3.6.2 Menjelaskan macam-macam Riba
4.3.1 Mempraktikan jual beli yang benar
4.5.1 Memperagakan tata cara menghindari praktik riba
D. Materi Pembelajaran
Muamalah ialah hubungan timbal balik antara satu dan yang lainnya, yang bertujuan untuk
saling membantu agar dalam kehidupan bermasyarakat mencapai ketenangan dan
ketentraman
Menurut bahasa Jual beli adalah menukar sesuatu dengan sesuatu. Sedangkan menurut istilah
adalah menukar harta dengan harta menurut cara-cara yang telah di tetapkan-syara’. Hukum
jual beli adalah halal atau boleh
Qirad adalah kerjasama dalam bentuk pemberian modal dari seseorang kepada orang lain
untuk diperniagaan.
riba adalah tambahan, menurut syara’ ialah kelebihan atau tambahan pembayaran tanpa ada
ganti atau imbalan, yang disyaratkan bagi salah seorang dari dua orang yang mengadakan
akad (transaksi).
Hukum riba adalah haram dan dilarang oleh Allah Swt dalam islam.

Langkah-langkah Pembelajaran Pertemuan 2


2. Pertemuan Ke-2 ( 2 x 40 menit )
Waktu
Kegiatan Pendahuluan 10
Guru : menit
Orientasi
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali
kegiatan pembelajaran.
Apersepsi

 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan


dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan
materi/tema/kegiatan sebelumnya,
 Pengertian Jual Beli
 Hukum Jual Beli
 Rukun dan Syarat Jual Beli

 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.


 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan
pelajaran yang akan dilakukan.
Motivasi

 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari


pelajaran yang akan dipelajari.
 Apabila materitema// projek ini kerjakan dengan baik dan
sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta
didik diharapkan dapat menjelaskan tentang:
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang
berlangsung
 Mengajukan pertanyaan.
Pemberian Acuan

 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada


pertemuan saat itu.
 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar,
indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
 Pembagian kelompok belajar
 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar
sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti 60
Sintak menit
Model Kegiatan Pembelajaran
Pembelajaran
Stimulation Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan
(stimullasi/ untuk memusatkan perhatian pada topic
pemberian  Jual Beli Terlarang
rangsangan)  Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang
Agama
dengan cara :
 Melihat (tanpa atau dengan alat)
Menayangkan gambar/foto berikut ini
 Mengamati
 Peserta didik diminta mengamati Ayat-ayat
Alquran/Hadits/gambar/photo yang
berhubungan dengan
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang
Agama
 Setelah Peserta didik mengamati gambar dan
mendengarkan hasil pengamatan teman kalian,
pertanyaan apa yang muncul dari pikiran kalian
tentang jual beli
 Membaca (dilakukan di rumah sebelum
kegiatan pembelajaran berlangsung),
 Peserta didik diminta membaca materi dari buku
paket atau buku-buku penunjang lain, dari
internet/materi yang berhubungan dengan
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang
Agama
 Mendengar
 Peserta didik diminta mendengarkan pemberian
materi oleh guruyang berkaitan dengan
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang
Agama
 Menyimak,
 Peserta didik diminta menyimak penjelasan
pengantar kegiatan secara garis besar/global
tentang materi pelajaran mengenai :
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang
Agama
Problem Guru memberikan kesempatan pada peserta
statemen didik untuk mengidentifikasi sebanyak
(pertanyaan/ mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan
identifikasi gambar yang disajikan dan akan dijawab
masalah) melalui kegiatan belajar, contohnya :
 Mengajukan pertanyaan tentang :
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau
pertanyaan untuk mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang diamati (dimulai
dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan
yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan
kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk
pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan
belajar sepanjang hayat. Misalnya :
 Sebutkan contoh Jual Beli Terlarang?
 Sebutkan contoh Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi
Dilarang Agama?
Data Peserta didik mengumpulkan informasi yang
collection relevan untuk menjawab pertanyan yang telah
(pengumpulan diidentifikasi melalui kegiatan:
data)  Mengamati obyek/kejadian,
 Wawancara dengan nara sumber
 Mengumpulkan informasi
 Peserta didik diminta mengumpulkan data yang
diperoleh dari berbagai sumber tentang
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
 Membaca sumber lain selain buku teks,
 Peserta didik diminta mengeksplor pengetahuannya
dengan membaca buku referensi tentang
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
 Mempresentasikan ulang
 Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau
mempresentasikan tentang
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
 Aktivitas :
 Peserta didik diminta menjawab pertanyaan –
pertanyaan yang terdapat pada buku siswa
 Mendiskusikan
 Peserta didik dimina berdikusi dalam kelompok
mengenai
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
metode diskusi dalam bentuk the educational-
diagnosis meeting. Artinya, peserta didik
berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan
maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas
pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-
masing memperoleh pemahaman yang benar yang
dikolaborasi dengan metode demontrasi
 Mengulang
 Saling tukar informasi tentang :
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari
kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah
pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai
bahan diskusi kelompok kemudian, dengan
menggunakan metode ilmiah yang terdapat
pada buku pegangan peserta didik atau pada
lembar kerja yang disediakan dengan cermat
untuk mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi, menerapkan
kemampuan mengumpulkan informasi melalui
berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan
kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi
processing mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
(pengolahan  Berdiskusi tentang data :
Data)  Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
yang sudah dikumpulkan / terangkum dalam
kegiatan sebelumnya.
 Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan
dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau
pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang
berlangsung dengan bantuan pertanyaan-
pertanyaan pada lembar kerja.
 Peserta didik mengerjakan beberapa soal
mengenai
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
Verification Peserta didik mendiskusikan hasil
(pembuktian) pengamatannya dan memverifikasi hasil
pengamatannya dengan data-data atau teori
pada buku sumber melalui kegiatan :
 Menambah keluasan dan kedalaman sampai
kepada pengolahan informasi yang bersifat
mencari solusi dari berbagai sumber yang
memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada
yang bertentangan untuk mengembangkan
sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja
keras, kemampuan menerapkan prosedur dan
kemampuan berpikir induktif serta deduktif
dalam membuktikan :
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
antara lain dengan : Peserta didik dan guru
secara bersama-sama membahas jawaban soal-
soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.
Generalizatio Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan
(menarik  Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan
kesimpulan) berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis,
atau media lainnya untuk mengembangkan
sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan
berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat
dengan sopan
 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok
secara klasikal tentang :
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang
dilakukan dan ditanggapi oleh kelompok yang
mempresentasikan
 Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan
peserta didik lain diberi kesempatan untuk
menjawabnya.
 Menyimpulkan tentang point-point penting
yang muncul dalam kegiatan pembelajaran
yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil
pengamatan secara tertulis tentang
 Jual Beli Terlarang
 Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
 Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku
pegangan peserta didik atau lembar kerja yang
telah disediakan.
 Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau
guru melemparkan beberapa pertanyaan
kepada siswa.
 Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat
pada buku pegangan peserta didik atau pada
lembar lerja yang telah disediakan secara
individu untuk mengecek penguasaan siswa
terhadap materi pelajaran
Catatan :
Selama pembelajaran berlangsung, guru mengamati sikap
siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: disiplin, rasa
percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah
tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan)
Kegiatan Penutup 10
Peserta didik : menit

 Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-


point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran
yang baru dilakukan.
 Peserta didik di minta merenungkan kembali tentang materi yang telah
dipelajari dengan cara membuat peta konsep, rangkuman/kesimpulan
dipandu oleh guru.

 Mengagendakan pekerjaan rumah.


 Mengagendakan projek yang harus mempelajarai pada
pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.
Guru :

 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung


diperiksa. Peserta didik yang selesai mengerjakan projek
dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,
untuk penilaian projek.
 Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki
kinerja dan kerjasama yang baik
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : MTs .................


Mata Pelajaran : FIQIH
Kelas/ Semester : IX/ I
Tahun Pelajaran : 2017/ 2018
Sub Tema : Praktik Muamalah ( Jual beli )
Alokasi Waktu : 15 Menit

A. Kompetensi Inti
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang di anutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disisplin, tanggung jawab, peduli (toleransi
gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannnya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak ( menulis, membaca,
menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang di pelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori
B. Kompetensi Dasar
1.1 Menyakini ketentuan jual beli.
2.1 Menghayati ketentuan jual beli.
3.1 Memahami ketentuan jual beli.
3.2 Menganalisis bentuk-bentuk jual beli.
4.1 Mendemonstrasikan pelaksanaan jual beli.
C. Indikator
Peserta didik mampu:
 Menyebutkan dalil tentang jual beli
 Menyebutkan bentuk-bentuk jual beli
 Menjelaskan rukun dan syarat jual beli
 Menyebutkan manfaat jual beli
 Mempraktikkan jual beli

D. Tujuan Pembelajaran
Melalui pendekatan saintifik dengan metode komperatif tentang jual beli dan larangan
riba, peserta didik dapat:
 Menyebutkan dalil tentang jual beli
 Menyebutkan bentuk-bentuk jual beli
 Menjelaskan rukun dan syarat jual beli
 Menyebutkan manfaat jual beli
 Mempraktikkan jual beli sesuai ajaran islam
E. Materi Pembelajaran
1. Jual beli ( ُ‫ ) ا ْلبَيْع‬menurut bahasa artinya memberikan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu
atau tukar menukar sesuatu. Sedangkan menurut istilah berarti tukar menukar barang
dengan uang atau barang dengan barang lain disertai ijab, qabul dengan syarat dan rukun
tertentu.
2. Hukum jual beli pada dasarnya adalah halal atau boleh, artinya setiap orang Islam dalam
mencari nafkah atau rezeki boleh dengan cara jual beli, berdagang atau boleh dengan cara
yang lain yang penting dengan cara yang halal dan baik. Adapun dasar disyariatkannya
jual beli sebagai berikut:
a. Al-Quran, diantaranya:

‫س‬ ِّۚ ِ ‫ط ُن ِمنَ ۡٱل َم‬ َ ٰ ‫ش ۡي‬ ُ َّ‫ٱلربَ ٰواْ ََل يَقُو ُمونَ ِإ ََّل َك َما يَقُو ُم ٱلَّذِي يَت َ َخب‬
َّ ‫طهُ ٱل‬ ۡ
ِ َ‫ٱلَّذِينَ يَأ ُكلُون‬
ِّۚ َّ ‫ٱلربَ ٰو ْۗاْ َوأ َ َح َّل‬
ُ‫ٱلربَ ٰواْ فَ َمن َجا ٓ َء ۥه‬ ِ ‫ٱَّللُ ۡٱلبَ ۡي َع َو َح َّر َم‬ ِ ‫ٰذَ ِل َك بِأَنَّ ُه ۡم قَالُ ٓواْ إِنَّ َما ۡٱلبَ ۡي ُع ِم ۡث ُل‬
ٓ
‫ب‬ُ ‫ٱَّللِ َو َم ۡن َعادَ َفأ ُ ْو ٰ َل ِئ َك أَصۡ ٰ َح‬ ِۖ َّ ‫ف َوأ َ ۡم ُر ٓۥهُ ِإلَى‬
َ َ‫سل‬َ ‫ة ِمن َّر ِبِۦه فَٱنت َ َه ٰى فَلَ ۥهُ َما‬ٞ ‫ظ‬ َ ‫َم ۡو ِع‬
٢٧٥ َ‫ار ُه ۡم فِي َها ٰ َخ ِلدُون‬ ِ ِۖ َّ‫ٱلن‬
Artinya: Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit
gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata
(berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai
kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka
baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya
(terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
b. As-sunah
“Dari Rifa’ah ibn Rafi’ RA. Nabi SAW. Ditanya tentang mata pencaharian yang
paling baik, beliau menjawab, ‘Seseorang bekerja dengan tangannya dan setiap jual-beli
yang mabrur’.”(HR. Bazzar, hakim menyahihkannya dari Rifa’ah ibn Rafi’)”
Maksud mabrur dalam hadits di atas adalah jual-beli yang terhindar dari usaha tipu-
menipu dan merugikan orang lain.
c. Ijma’
Ulama’ telah sepakat bahwa jual-beli diperbolehkan dengan alasan bahwa
manusia tidak akan mampu mencukupi kebutuhan dirinya, tanpa bantuan orang lain.
Namun demikian, bantuan atau barang milik orang lain yang di butuhkannya itu, harus
diganti dengan barang lain yang sesuai.
3. Rukun jual beli yaitu sebagai berikut:
a. Aqid (pihak yang bertransaksi)
b. Ma’qud ‘alaih mencakup barang yang dijual dan harganya
c. Sighat ijab qabul, ijab dari penjual dan qabul dari pembeli
4. Syarat jual beli
a) Syarat penjual dan pembeli
Jual beli dianggap sah apabila penjual dan pembeli memenuhi syarat sebagai
berikut:
1) Kedua belah pihak harus sedah baligh, maksudnya baik penjual atau pembeli sudah
dewasa
2) Keduany berakal sehat, orang yang gila dan orang yang bodoh yang tidak mengtahui
hitungan tidak sah mengadakan perjanjian jual beli
3) Bukan pemboros, maksudnya orang tersebut tidak suka memubadzirkan barang.
4) Suka sama suka, yakni atas kehendak sendiri, atas kemauannya sendiri tanpa ada
paksaan dari orang lain:
b) Syarat barang yang diperjual belikan
1) Suci yaitu barang yang tidak suci atau barang najis seperti khomer, babi, bangkai
kotoran, dan sejenisnya tidak sah untuk diperjualbelikan dan hukumnya haram.
2) Bermanfaat yaitu semua barang yang tidak ada manfaatnya bagi kehidupan manusia
tidak sah untuk diperjualbelikan, seperti jual beli nyamuk, lalat, kecoa dan sebagainya.
3) Milik sendiri, yaitu barang-barang yang bukan milik sendiri seperti barang pinjaman,
barang sewaan, barang titipan tidak sah untuk diperjualbelikan.
4) Barang yang dijual dapat dikuasai oleh pembeli. Oleh karena itu tidak sah jual beli ayam
yang belum ditangkap atau jual beli barang merpati yang masih keliaran, dan jual beli
ikan yang masih dalam kolam dan sebagainya.
5) Jelas dan dapat dilihat atau diketahui oleh kedua belah pihak. Penjual harus
memperlihatkan barang yang akan dijual kepada pembeli secara jelas, baik ukuran dan
timbangannya, jenis, sifat maupun harganya.
c) Ijab dan qabul
Ijab dilakukan oleh pihak penjual barang dan qabul dilakukan oleh pembeli
barang. Ijab qabul dapat dilakukan dengan kata-kata penyerahan dan penerimaan atau
dapat juga berbentuk tulisan seperti faktur, kuitansi atau nota dan lain sebagainya.
d) Alat untuk tukar menukar barang
Alat tukar menukar haruslah alat yang bernilai dan diakui secara umum
penggunannya.
5. Macam-macam jual beli
a) Ba’i Shohihah
Yaitu akad jual beli yang telah memenuhi syarat dan rukunya
b) Ba’i Fasidah
Yaitu akad jual beli yang tidak memenuhi salah satu syarat dan rukunya
1) jual beli sistem ijon adalah jual beli hasil tanaman yang masih belum nyata buahnya,
belum ada isinya, belum ada buahnya, seperti jual beli padi masih muda, jual beli mangga
masih berwujud bunga. Semua itu kemungkinan bisa rusak masih besar, yang akan dapat
merugikan kedua belah pihak. Rasulullah saw. bersabda:

َ ‫ار َحتَّى يَ ْبد ُْو‬


)‫صالَ ُح َها (متفق عليه‬ ِ ِ‫ع ْن َبيْع‬
ِ ‫الث َم‬ َّ ‫ع َم َر نَ َهى النَّ ِب‬
َ .‫م‬.‫ي ص‬ ُ ‫ع ِن اب ِْن‬
َ
Artinya : “Dari Ibnu Umar Nabi saw. telah melarang jual beli buah-buahan
sehingga nyata baiknya buah itu (pantas untuk diambil dan dipetik buahnya)”,
(HR.Mutafq ‘alaih)
2) Jual beli barang yang diharamkan hukumnya tidak sah dan dilarang serta karena haram
hukumnya. Seperti jual beli minuman keras (khamar), bangkai, darah, daging babi,
patung berhala dan sebagainya.
3) Jual beli sperma hewan tidak sah, karena sperma tidak dapat diketahui kadarnya dan
tidak dapat diterima wujudnya.
4) Jual beli anak binantang yang masih dalam kandungan induknya. Hal ini dilarang karena
belum jelas kemungkinannya ketika lahir hidup atau mati.
5) Jual beli barang yang belum dimilikinya. Maksudnya adalah jual beli yang barangnya
belum diterima dan masih berada di tangan penjual pertama.
6) Jual beli yang belum jelas. menjual buah-buahan yang belum nyata buahnya.
6. Jual beli yang Sah Hukumnya, tetapi Dilarang Agama
a) Jual beli pada saat Khutbah dan shalat jum’at
Larangan melakukan kegiatan jual beli pada saat khutbah dan shalat jum’at ini
tentu bagi laki-laki muslim, karena pada waktu itu setiap muslim laki-laki wajib
melaksanakan shalat jum’at. Allah swt berfirman:

ۡ َ‫صلَ ٰو ِة ِمن يَ ۡو ِم ۡٱل ُج ُم َع ِة ف‬


َّ ‫ٱس َع ۡواْ ِإلَ ٰى ذ ِۡك ِر‬ ٓ
ْ‫ٱَّللِ َوذَ ُروا‬ َ ‫ٰ َيأَيُّ َها ٱلَّذِينَ َءا َمنُ ٓواْ ِإذَا نُود‬
َّ ‫ِي ِلل‬
٩ َ‫ر لَّ ُك ۡم ِإن ُكنت ُ ۡم ت َعۡ لَ ُمون‬ٞ ‫ۡٱل َب ۡي ِّۚ َع ٰذَ ِل ُك ۡم خ َۡي‬
Artinya: Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat
Jum´at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.
Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
b) Jual beli dengan cara menghadang di jalan sebelum sampai pasar
Jual beli seperti ini, penjual tidak mengetahui harga pasar yang sebenarnya,
dengan tujuan barang akan dibeli dengan harga yang serendah-rendahnya, selanjutnya
akan dijual di pasar dengan harga setinggi-tingginya. Rasulullah saw. bersabda:

ُّ ‫َلَ تَتَلَقُّ ْوا‬


)‫الر ْك َبانَ (رواه البخاري ومسلم‬
Artinya : “janganlah kamu menghambat orang-orang yang akan ke pasar” (HR.
Bukhari dan Muslim)
c) Jual beli dengan niat menimbun barang
Contoh jual beli mengurangi ukuran dan timbangan adalah apabila ia bermaksud
menipu, ia menjual minyak tanah dengan mengatakan satu liter ternyata tidak ada satu
liter, menjual beras 1 kg, ternyata setelah ditimbang hanya 8 ons dan sebagainya.
d) Jual beli dengan cara mengecoh
Jual beli ini termasuk menipu sehingga dilarang, misalnya penjual mangga
meletakkan mangga yang bagus-bagus di atas onggokan, sedangkan yang jelek-jelek
ditempatkan di bawah onggokan.
e) Jual beli barang yang masih dalam tawaran orang lain
Apabila masih terjadi tawar menawar antara penjual dan pembeli hendaknya
penjual tidak menjual kepada orang lain, sebaliknya apabila seseorang akan membeli
sesuatu barang maka hendaknya tidak ikut membeli sesuatu barang yang sedang ditawar
oleh orang lain, kecuali sudah tidak ada kepastian dari orang tersebut atau sudah
membatalkan jual belinya.
F. Metode pembelajaran
1. Pendekatan
Scientific: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan
mengkomunikasikan.
2. Model
Direct intruction (pembelajaran langsung)
3. Metode
Ceramah, tanya jawab
G. Sumber Belajar
 Buku pedoman guru FIQIH kelas IX MTs.
 Buku pegangan siswa FIQIH kelas IX MTs paket siswa
 Buku rujukan yang sesuai dengan materi ajar
 Alat peraga, bahan, alat yang relevan untuk memperjelas penyampaian materi ajar
H. Langkah-langkah pembelajaran
a. Kegiatan pendahuluan
a. Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama
b. Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk di sesuaikan
dengan kegiatan pembelajaran
c. Guru memotivasi peserta didik untuk bersyukur karena bisa bersekolah, apalagi
posisinya belajar di tingkat madrasah yang berarti harus bisa mandiri dan disiplin di
banding sewaktu belajar di madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar
d. Guru memberikan informasi, tentang tujuan dan manfaat mempelajari seputar jual beli.
e. Guru dapat memakai beberapa alternatif media/ alat peraga/ alat bantu, dapat berupa
tulisan manual di papan tulis.
f. Guru menggunakan metode contextual teaching and learning (CTL) antara lain tanya
jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling) artinya
menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan
materi yang di pelajari dan menghubungkannya sehingga mendorong siswa untuk dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
b. Kegiatan inti
a. Guru meminta peserta didik untuk mengamati materi (kegiatan mengamati)
b. Guru memberi stimulus kepada peserta agar penasaran terhadap apa yang di amatinya,
dan merangsang peserta didik untuk membuat pertanyaan dari hasil pengamatan
c. Guru meminta peserta didik mengangkat tangan sebelum mengeluarkan pendapatnya.
d. Peserta didik mengemukakan hasil pengamatannya, dan peserta lain mendengarkan.
e. Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang berbicara
f. Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang di kemukakan peserta didik
dari hasil pengamatannya.
g. Lalu guru memotivasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan setelah mendengarkan
pendapat temannya dan penguatan dari guru serta menghubungkannya dengan
pemahaman jual beli. Peserta didik bisa bertanya dengan menggunakan kata tanya: apa,
mengapa, bagaimana jika dan sebagainya (kegiatan menanya)
h. Usahakan guru tidak menjawab langsung pertanyaan-pertanyaan siswa, melainkan
melempar pertanyaan tersebut kepada peserta didik yang lain
i. Lalu guru menguatkan dengan menjelaskan beberapa point yang di ramu dari beberapa
point pertanyaan atau tanggapan siswa sebelumnya (kegiatan membaca)
j. Guru memberi tugas siswa untuk membaca dan memahami materi, setelah selesai guru
meminta peserta didik dibagi menjadi dua kelompok
k. Guru menyuruh tiap-tiap kelompok untuk mengirimkan satu perwakilan untuk
menjawab soal yang telah dibacakan
l. Guru memberikan beberapa batang korek api kepeda setiap kelompok
m. Guru menunjuk siswa untuk membacakan soal yang akan diperebutkan dua kelompok
n. Setelah soal dibacakan kemudian siswa lari menuju tempat yang akan dijadikan menara
korek, siswa yang cepat meletakkan korek tersebut ia berhak menjawab soal
o. Apabila perwakilan kelompok satu tidak bisa menjawab, maka soal akan dilempar ke
kelompok yang lain
p. Guru memberikan reward atau penghargaan kepada kelompok yang bisa memenangkan
kuis tersebut
q. Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang di kemukakan siswa tentang
pertanyaan
r. Guru membimbing peserta didik untuk melakukan jual beli dengan syariat islam dan
menjauhi riba
s. Untuk memperkuat pemahaman tentang perintah jual beli dan larangan riba, guru
meminta peserta didik untuk melakukan simulasi kegiatan jual beli (kegiatan
mempraktikkan)
t. Guru bersama-sama dengan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut
sesuai dengan buku teks siswa
c. Kegiatan penutup
a. Bersama-sama melakuakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah di laksanakan
b. Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja siswa
c. Guru menjelaskan materi yang akan di pelajarai pada pertemuan berikutnya dan
menyampaikan tugas tidak terstruktur
d. Sebelum berdoa, guru mengingatkan peserta didik untuk benar-benar melakukan
muamalah dalam kehidupan sehari-hari
e. Bersama-sama menutup dengan doa
I. Penilaian
Guru melakukan penilaian terhadap peserta didik dalam kegiatan sebagai berikut:
Pengamatan Efektif
1. Penilaian pada kegiatan mengamati dan bertanya
No Nama siswa Aspek penilaian Nilai
A B C
1. Musthofa
2. Agustina
3. Wahab
Dst

Aspek rubrik penilaian:


a. Frekwensi dalam bertanya
1) Jika peserta didik bertanya 3 kali atau lebih, skor 4.
2) Jika peserta didik bertanya 2 kali, skor 3.
3) Jika peserta didik bertanya 1 kali, skor 2.
b. Keterkaitan pertanyaan dengan materi.
1) Jika pertanyaan sesuai dengan materi, skor 4.
2) Jika pertanyaan kurang sesuai dengan materi, skor 3
3) Jika pertanyaan tidak sesuai dengan materi, skor 2
c. Kejelasan/ bahasa yang di gunakan saat bertanya
1) Jika bahasa jelas, lugas dan mudah di pahami, skor 3.
2) Jika bahasa kurang lugas, dan kurang mudah di pahami, skor 3.
3) Jika bahasa tidak jelas, tidak lugas dan sulit di pahami, skor 2.
Pedoman penskoran
Nilai = Jumlah Nilai Skor yang di peroleh X 100
Jumlah Skor Maksimal
2. Penilaian kognitif
a. Pilihan ganda
Pilihlah jawaban dengan benar!
1. Tukar menukar barang dengan uang atau barang dengan barang lain disertai ijab, qabul
dengan syarat dan rukun tertentu adalah pengertian dari . . .
a. Qiradh
b. Ba’i
c. Riba
d. Gadai
2. Dalil yang menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba terdapat dalam surat ……
a. Q.S Al-baqarah: 275
b. Q.S Al-baqarah: 257
c. Q.S Al-baqarah: 276
d. Q.S Al-baqarah: 278
3. Diantara rukun-rukun jual beli adalah, kecuali . . .
a. Penjual
b. Pembeli
c. Aqad
d. Baligh
4. Syarat-syarat sah penjual dan pembeli diantaranya adalah ………….
a. Ada barang yang dijual belikan
b. Aqad
c. Tidak pemboros
d. Alat ukur untuk menukar
5. akad jual beli yang telah memenuhi syarat dan rukunya . . .
a. Jual beli fasidah
b. Jual beli maslahah
c. Jual beli shohihah
d. Jual beli ahsan
6. akad jual beli yang tidak memenuhi salah satu syarat dan rukunya . . .
a. Jual beli ahsan
b. Jual beli shohihah
c. Jual beli fasidah
d. Jual beli maslahah
7. Salah satu bentuk jual beli dengan sistem ijon adalah …………
a. Jual beli mangga masih berwujud bunga
b. Jual beli barang yang belum ditangan
c. Jual beli yang dilakukan pada waktu sholat Juma’at
d. Jual beli dengan cara menghadang dipinggir jalan
8. Dalam pandangn hukum islam, Jual beli Shohihah hukumnya....
a. Dilarang
b. Makruh
c. Haram
d. Mubah
9. Jual beli yang sah hukumnya, tetapi dilarang agama adalah. . .
a. Jual beli pada saat Khutbah dan shalat jum’at
b. Jual beli barang haram
c. Jual beli barang yang belum dimiliki
d. Jual beli buah yang belum berbuah
10. Jual beli barang yang masih dalam tawaran orang lain, hukumnya . . .
a. Boleh
b. Mubah
c. Wajib
d. Haram atau tidak boleh
Kunci jawaban pilihan ganda
1. B
2. A
3. D
4. C
5. C
6. C
7. A
8. D
9. A
10. D
b. Soal uraian
Jawablah pertanyaan di bawah ini!
1. Jelaskan pengertian al-Ba’i!
2. Jelaskan dalil yang membolehkan jual beli!
3. Jelaskan bentuk-bentuk jual-beli!
4. Jelaskan syarat dan rukun jual beli!
5. Sebutkan jual beli fasidah!
Kunci jawaban uraian
1. Jual beli ( ُ‫ ) ا ْلبَيْع‬menurut bahasa artinya memberikan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu
atau tukar menukar sesuatu. Sedangkan menurut istilah berarti tukar menukar barang
dengan uang atau barang dengan barang lain disertai ijab, qabul dengan syarat dan rukun
tertentu.
2. Hukum jual beli pada dasarnya adalah halal atau boleh, artinya setiap orang Islam dalam
mencari nafkah atau rezeki boleh dengan cara jual beli, berdagang atau boleh dengan cara
yang lain yang penting dengan cara yang halal dan baik. Adapun dasar disyariatkannya
jual beli sebagai berikut :

ِ ‫ٱَّللُ ۡٱلبَ ۡي َع َو َح َّر َم‬


ْ‫ٱلربَ ٰوا‬ َّ ‫َوأ َ َح َّل‬

3. - Ba’i Shohihah
Yaitu akad jual beli yang telah memenuhi syarat dan rukunya
- Ba’i Fasidah
Yaitu akad jual beli yang tidak memenuhi salah satu syarat dan rukunya
4. - Syarat penjual dan pembeli
Jual beli dianggap sah apabila penjual dan pembeli memenuhi syarat sebagai berikut:
 Kedua belah pihak harus sedah baligh
 Keduany berakal sehat
 Bukan pemboros, maksudnya orang tersebut tidak suka memubadzirkan barang.
 Suka sama suka, yakni atas kehendak sendiri, atas kemauannya sendiri tanpa ada
paksaan dari orang lain:
- Syarat barang yang diperjual belikan
 Suci yaitu barang yang tidak suci atau barang najis seperti khomer, babi, bangkai
kotoran, dan sejenisnya tidak sah untuk diperjualbelikan dan hukumnya haram.
 Bermanfaat yaitu semua barang yang tidak ada manfaatnya bagi kehidupan manusia
tidak sah untuk diperjualbelikan, seperti jual beli nyamuk, lalat, kecoa dan sebagainya.
 Milik sendiri, yaitu barang-barang yang bukan milik sendiri seperti barang pinjaman,
barang sewaan, barang titipan tidak sah untuk diperjualbelikan.
 Barang yang dijual dapat dikuasai oleh pembeli. Oleh karena itu tidak sah jual beli ayam
yang belum ditangkap atau jual beli barang merpati yang masih keliaran, dan jual beli
ikan yang masih dalam kolam dan sebagainya.
 Jelas dan dapat dilihat atau diketahui oleh kedua belah pihak. Penjual harus
memperlihatkan barang yang akan dijual kepada pembeli secara jelas, baik ukuran dan
timbangannya, jenis, sifat maupun harganya.
- Ijab dan qabul
Ijab dilakukan oleh pihak penjual barang dan qabul dilakukan oleh pembeli barang. Ijab
qabul dapat dilakukan dengan kata-kata penyerahan dan penerimaan atau dapat juga
berbentuk tulisan seperti faktur, kuitansi atau nota dan lain sebagainya.
- Alat untuk tukar menukar barang
Alat tukar menukar haruslah alat yang bernilai dan diakui secara umum penggunannya.
5. Jual beli fasidah :
a. jual beli sistem ijon
b. Jual beli barang yang diharamkan hukumnya tidak sah dan dilarang serta karena haram
hukumnya.
c. Jual beli sperma hewan
Rubrik penilaian:
No. Rubrik penilaian Skor
soal
1. a. Jika peserta didik dapat menuliskan pengertian jual beli 4
secara sempurna, skor 4
b. Jika peserta didik dapat menuliskan pengertian jual beli
kurang lengkap, skor 3
c. Jika peserta didik salah menuliskan pengertian jual beli
dengan lengkap, skor 2
d. Jika peserta didik tidak dapat menuliskan pengertian jual
beli, skor 0
2. a. Jika peserta didik dapat menuliskan dalil yang 4
membolehkan jual beli dengan sempurna, skor 4
b. Jika peserta didik dapat menuliskan dalil yang
membolehkan jual beli kurang sempurna, skor 3
c. Jika peserta didik salah menuliskan dalil yang
membolehkan jual beli dengan lengkap, skor 2
d. Jika peserta didik tidak dapat menuliskan dalil yang
membolehkan jual beli, skor 0
3. a. Jika peserta didik dapat menuliskan bentuk-bentuk jual 4
beli secara sempurna, skor 4
b. Jika peserta didik dapat menuliskan bentuk-bentuk jual
beli kurang lengkap, skor 3
c. Jika peserta didik salah menuliskan bentuk-bentuk jual beli
dengan lengkap, skor 2
d. Jika peserta didik tidak dapat menuliskan bentuk-bentuk
jual beli, skor 0
4. a. Jika peserta didik dapat menuliskan Syarat dan rukun jual 4
beli secara sempurna, skor 4
b. Jika peserta didik dapat menuliskan Syarat dan rukun jual
beli kurang lengkap, skor 3
c. Jika peserta didik salah menuliskan Syarat dan rukun jual
beli dengan lengkap, skor 2
d. Jika peserta didik tidak dapat menuliskan Syarat dan rukun
jual beli skor 0
5. a. Jika peserta didik dapat menuliskan jual beli yang 4
termasuk fasidah secara sempurna, skor 4
b. Jika peserta didik dapat menuliskan jual beli yang
termasuk fasidah kurang lengkap, skor 3
c. Jika peserta didik salah menuliskan jual beli yang
termasuk fasidah dengan lengkap, skor 2
d. Jika peserta didik tidak dapat menuliskan jual beli yang
termasuk fasidah skor 0
Jumlah skor 20

Nilai = Jumlah nilai skor yang di peroleh X 100


Jumlah skor maksimal
Kudus, 19 April 2017
Mengetahui

Kepala Sekolah Guru Fiqih

( ) ( Abdul Munif )

NIP. NIM 1410110416

Beri Nilai