Anda di halaman 1dari 5

Cinta Dan Benci Karena Allah Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain, Rasulullah Shalallaahu alaihi

wasalam bersabda:
Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz
ُ ُ‫للاُِ َوا ْلب ْغضُُفِي‬
.)‫ُ(رواهُالترمذي‬.ِ‫للا‬ ُِ ‫أ َ ْوثَقُُع َرىُاْ ِإل ْي َم‬
ُ ُ‫انُا ْلحبُُفِي‬
َّ،‫ت َّأ َ ْع َما ِلنَا‬
َِّ ‫س ِيئ َا‬ َّْ ‫ش ُر ْو َِّر َّأ َ ْنفُ ِسنَا َّ َو ِم‬
َ َّ ‫ن‬ ُ َّ ‫ن‬ َّْ ‫للِ َّ ِم‬ َّ ِ ََّ‫ِإنَّ َّ ْال َح ْم َّد‬
َّ ‫لِلِ َّنَحْ َمدَُّهَُّ َونَ ْست َ ِع ْينُ َّهَُّ َونَ ْست َ ْغ ِف ُرَّْه َّ َونَعُو َّذَُّ ِبا‬
َُّ‫ْكَّلَ َّه‬
ََّ ‫لََّش َِري‬ َّ ََّّ‫لََّإِلَ َّهََّإِل‬
َّ َُّ‫للاَُّ َوحْ دََّه‬ َّ َّ‫ن‬َّْ َ ‫َّ َوأ َ ْش َه َّدَُّأ‬.ُ‫ِيَّلَ َّه‬ََّ ‫لََّهَاد‬َّ َ‫لَّف‬ َّْ ‫ض ِل‬
ْ ُ‫نَّي‬ َّْ ‫ضلََّّلَ َّهَُّ َو َم‬ ِ ‫لََّ ُم‬
َّ َ‫للاَُّف‬
َّ َّ‫نَّيَ ْه َِّد‬ َّْ ‫َم‬ “Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci
.ُ‫س ْولُ َّه‬ُ ‫ع ْبدَُّهَُّ َو َر‬َ َّ‫َوأ َ ْش َه َّدَُّأَنََّّ ُم َحمدًا‬ karena Allah.” (HR.At Tirmidzi)

Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda:


َُّ ‫َّيَاَّأَيُّ َهاَّالن‬.‫ن‬
َّ‫اسَّاتقُ ْواَّ َرب ُك َُّم‬ ََّ ‫لََّت َ ُم ْوتُنََّّإِلََّّ َوأَنت ُ َّْمَّ ُّم ْس ِل ُم ْو‬ َّ ‫للاََّ َحقََّّتُقَاتِ َِّهَّ َو‬ َّ َّ‫ْنَّ َءا َمنُواَّاتقُوا‬ ََّ ‫يَاَّأَيُّهَّا ََّال ِذي‬
َّ َّ ‫سآ ًَّء َّ َواتقُوا‬
ََّ‫للا‬ َ ِ‫لً َّ َكثِي ًْرا َّ َون‬ َّ ‫ق َّ ِم ْن َها َّزَ ْو َج َها َّ َوبَثَّ َّ ِم ْن ُه َما َّ ِر َجا‬ ََّ َ‫احدَةَّ َّ َو َخل‬ ِ ‫ن َّنَ ْفسَّ َّ َو‬ َّْ ‫ِي َّ َخلَقَ ُك َّْم َّ ِم‬
َّْ ‫الذ‬ ْ ‫لِلُِفَقَ ُِدُا‬
ُ‫ُ(رواهُأبوُداودُوالترمذي‬.َُ‫ست َ ْك َم َُلُاْ ِإل ْي َمان‬ ُ ِ ُ‫لِلُِ َوأَ ْع َطى‬
ُ ِ ُ‫لِلُِ َو َمنَ َُع‬ َُ َ‫لِلُ َوأ َ ْبغ‬
ُ ِ ُ‫ض‬ َُ َ ‫نُأ‬
ُِ ِ ُُ‫حب‬ ُْ ‫َم‬
َّ ‫للاََّ َوقُ ْولُ ْواَّقَ ْو‬
ًَّ‫ل‬ َّ َّ‫ْنَّ َءا َمنُواَّاتقُوا‬ ََّ ‫َّ َياَّأَيُّ َهاَّال ِذي‬.‫علَ ْي ُك َّْمَّ َر ِق ْيبًا‬ ََّ ‫للاََّ َك‬
َ َّ‫ان‬ َّ ََّّ‫امَّ ِإن‬ ََّ ‫نَّ ِب َِّهَّ َواْأل َ ْر َح‬ ََّ ‫سآ َءلُ ْو‬ َ َ ‫ِيَّت‬
َّْ ‫الذ‬ .)‫وقالُحديثُحسن‬
َّ .‫ع ِظ ْي ًما‬ َ َّ ‫از َّ َف ْو ًزا‬ ََّ َ‫س ْولَ َّهُ َّفَقَ َّْد َّف‬ ُ ‫للاَ َّ َو َر‬
َّ َّ ِ‫ن َّي ُِط َّع‬ َّْ ‫ح َّلَ ُك َّْم َّأ َ ْع َمالَ ُك َّْم َّ َويَ ْغ ِف َّْر َّلَ ُك َّْم َّذُنُ ْوبَ ُك َّْم َّ َو َم‬ َّْ ‫ص ِل‬ْ ُ‫َّي‬.‫س ِد ْيدًا‬ َ
َّ‫سل ََّمَّ َوش ََّر‬َ ‫علَ ْي َِّهَّ َو‬َ َّ‫صلىَّللا‬ َ ََّّ‫يَّ ُم َحمد‬ َُّ ‫ي َِّ َه ْد‬ ْ
َّ ‫ْرَّال َه ْد‬ ََّ ‫َّ َو َخي‬،َ‫َابَّللا‬ َُّ ‫ثَّ ِكت‬ َِّ ‫قَّال َحدِي‬ ْ ََّ َ‫صد‬ ْ ‫أَماَّبَ ْعدُ؛َّفَإِنََّّأ‬
َ “Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah,
َّ .‫ار‬ َِّ ‫ضلَلَةَّ َّفِي َّالن‬ َ َّ َّ‫ضلَلَةَّ َّ َو ُكل‬ َ َّ َّ‫عة‬ َ ‫عةَّ َّ َو ُكلَّ َّ ِب ْد‬ َ ‫ور َّ ُمحْ دَثَات ُ َها َّ َو ُكلَّ َّ ُمحْ دَثَةَّ َّ ِب ْد‬ َِّ ‫األ ُ ُم‬ memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka
ِ َّ‫سانََّّإِلَىَّيَ ْو َِّم‬ sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-
.‫ْن‬
َِّ ‫الدي‬ َ ْ‫نَّتَبِعَ ُه َّْمَّبِإِح‬ َّْ ‫صحْ بِ َِّهَّ َو َم‬ َ ‫ع َلىَّآ ِل َِّهَّ َو‬ َ ‫علَىَّ ُم َحمدََّّ َو‬ َ َّ‫ل‬ َ ََّّ‫اَلل ُهم‬
َِّ ‫ص‬
Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)
Jamaah Jum’ah rahimakumullah
Jamaah Jum’ah yang berbahagia.
Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wajalla,
yang telah menganugerakan rasa cinta dan benci dihati para Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus
makhlukNya. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah
siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa pula kita membenci. semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah,
membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang
Jama’ah sidang Jum’ah rahimakumullah diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah,
memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah
Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling segala yang dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai
bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta’ala semata, diiringi untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah
terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta’ala saja. tidak suka jika ia diberi.
Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia
condong kepadanya dengan penuh rasa cinta dengan meng- Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah.
agungkan dan membesarkannya, tunduk dan pasrah secara total
serta menghamba kepadaNya. Allah Ta’ala wajib dicintai karena Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah
DzatNya sendiri,sedangkan yang selain Allah Ta’ala dicintai hanya (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan
sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta’ala. kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah
ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.
Jamah Jum’ah yang berbahagia. Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena
Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun
orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang selalu memberi dan berbuat baik kepadamu.”
yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah
melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah ...
kebencian Allah, meskipun mereka itu adalah orang-orang yang
dekat hubungan dengan kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala: Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam Ibnu
“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Taimiyah, marilah kita berlindung kepada Dzat yang membolak-
Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang balikkan hati, supaya hati kita dipatri dengan kecintaan dan
menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak- kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Karena
bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik
mereka.” (Al-Mujadalah: 22) sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada
Allah, sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafir dari
Jamaah Jum’ah yang berbahagia…… pada orang-orang yang beriman. Naudzubilla min dzalik.

Jadi, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di Jama’ah Jum’ah yang berbahagia ...
seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk
kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan
mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti kebencian yang harus dicurahkan terbagi menjadi tiga kelompok:
tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita sendiri, saudara-
saudara kita, ataupun saudara kita yang lain, apabila mereka itu 1. Orang-orang yang dicurahkan kepadanya kasih sayang dan
membenci, memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak kecintaan secara utuh. Mereka adalah orang-orang yang
melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak beriman kepada Allah dan RasulNya, melaksanakan ajaran
berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan keyakinan
al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya. yang teguh . Mereka adalah orang-orang yang mengikhlaskan
Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan segala perbuatan dan ucapannya untuk Allah semata. Mereka
adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah adalah orang-orang yang tunduk lagi patuh terhadap perintah-
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Dan hal ini bermacam- perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala
macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang yng dilarang oleh Allah dan Rasulnya. Mereka adalah orang-
dimotifasi oleh harta kekayaan, derajat dan kedudukan, suku orang yang mencurahkan kecintaan, kewala’an, kebencian
bangsa, ketampanan, kefakiran, kekeluargaan dan lain-lain, tanpa dan permusuhan karena Allah ta’ala serta mendahulukan
memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas yang
Allah Ta’ala lainnya siapapun orangnya.
2. Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi
Jamaah Jum’ah yang berbahagia ... lainnya.
Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Bahwasannya seorang yang baik dengan amalan yang buruk, maka mereka dicintai
mukmin wajib dicurahkan kepadanya kecintaan dan kasih sayang dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri
meskipun mendhalimi dan menganggu kamu, dan seorang kafir mereka sendiri, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan
kadar kejelekan yang ada pada diri mereka. Dalam hal ini kita bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam
harus dapat memilah-milah, seperti muamalah Rasulullah bersabda:
Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang
bernama Abdullah bin Himar. Saat itu Abdulllah bin Himar ُ ُ‫يُ َم ْن ِز ِل ُِهُفَ ْلي ْخبِ ْرهُُأَنهُُي ِحبهُُفِي‬
ُ‫ُ(رواهُابنُالمبارك‬.‫للاُِت َ َعالَى‬ ُِ ْ ‫احبَهُُ َف ْليَأ‬
ُْ ِ‫تُف‬ ِ ‫ص‬َ ُ‫إِذَاُأ َ َحبُُأ َ َحدك ُْم‬
dalam keadaan minum khamr maka dibawalah dia kehadapan .)712ُ،‫فيُالزهد‬
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, tiba-tiba sorang laki-
laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia “Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia
didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya
dalam keadaan mabuk.” Rasulullah bersabda: “janganlah (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.” (HR.Ibnul Mubarok dalam
engkau melaknatnya. Sesungguhnya dia adalah orang yang kitab Az-Zuhdu, hal 712 dengan sanad shohih)
cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih Al-Bukhari kitab Al-
Hudud). Pada hal jama’ah yang berbahagia, dalam riwayat 2. Saling memberi hadiah
Abu Dawud dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan
oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:
4967 Rasulullah n melaknat khamr, orang yang meminumnya,
orang yang menjualnya, orang yang memerasnya dan orang .)‫ُوسندهُحسن‬،169/6ُ،‫ُوالبيهقي‬120ُ‫ُ(رواهُالبخاريُفيُاألدبُالمفرد‬.‫ت َ َهاد َْواُتَ َحاب ْوا‬
yang minta diperaskan, orang yang membawanya dan orang
yang dibawakan khamr kepadanya. “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah ... adapun yang ketiga mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan
3. Orang–orang yang dicurahkan kebencian dan permusuhan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)
kepadanya secara utuh.
Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman 3. Saling mengunjungi
dan orang yang mengingkari rukun Islam baik sebagian atau
keseluruhan dengan rasa mantap, orang yang mengingkari Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah .
asma’ wa sifat Allah ta’ala, atau orang yang meleburkan diri
dengan ahlu bida’ yang sesat dan menyesatkan, atau orang .)‫ُسندهُصحيح‬،‫ُ(رواهُالطبرانيُوالبيهقي‬.‫يَاُأَبَاُه َر ْي َر ُةَ!ُز ُْرُ ِغبًّاُت َ ْز َد ُْدُحبًّا‬
yang melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya.
Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara “Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak
utuh, karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah sesuatu
Shalallaahu alaihi wasalam. dengan kecintaan.” (HR.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang
shahih)
Sidang Jumah yang dimuliakan Allah
Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan 4. Saling menyebarkan salam.
Allah, antara lain:
َ ُ ‫ُأ َ َولَُ ُأَدلك ُْم‬،‫ُلَُتَدْخل ْونَُُا ْل َجن َُة ُ َحتى ُت ْؤ ِمن ُْوا ُ َولَُُت ْؤ ِمن ْوا ُ َحتى ُتَ َحاب ْوا‬
ُُ‫علَىُش َْيءُ ُإِذَاُفَعَ ْلتم ْوه‬
1. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai
karena Allah ta’ala. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu, .)35/2ُ،‫ُ(رواهُمسلم‬.‫ُأ َ ْفشواُالسالَ َُمُ َب ْي َنك ُْم‬،‫ت َ َحا َب ْبت ْم‬
“Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah ُ،‫تُأ َ ْع َما ِلنَا‬
ُِ ‫س ِيئ َا‬ ُْ ‫سنَاُ َو ِم‬
َ ُ‫ن‬ ِ ‫نُشر ْو ُِرُأ َ ْنف‬ ُ ‫ست َ ْغ ِفر ُْهُ َونَعوذُُ ِبا‬
ُْ ‫للُِ ِم‬ ْ َ‫ست َ ِع ْينهُُ َون‬ ُ ِ ُ‫إِنُُا ْل َح ْم َُد‬
ْ َ‫لِلُِنَحْ َمدهُُ َون‬
kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, Maukah kamu aku َُُ‫نُ ُلَُ ِإلَهَُُ ِإلُُللاُُ َوحْ دَهُُ ُلَُش َِر ْيك‬ ُْ َ ‫ش َهدُُأ‬ ْ َ ‫ُ َوأ‬.ُ‫ِيُلَه‬ ُ َ‫ض ِل ُْلُف‬
َُ ‫الَُ َهاد‬ ْ ‫نُي‬ ُْ ‫الَُم ِضلُُلَهُُ َو َم‬ ُ َ‫نُ َي ْه ِد ُِهُللاُُف‬ ُْ ‫َم‬
tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan
saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim
.‫س ِل ْي ًماُ َكثِ ْي ًرا‬ َ ‫علَ ْي ُِهُ َو‬
ْ َ ‫سل َُمُت‬ َ ُُ‫صلىُللا‬ َ ُ.ُ‫ع ْبدهُُ َو َرس ْوله‬ َ ُ‫ش َهدُُأَنُُم َحمدًا‬ ْ َ ‫لَهُُ َوأ‬
2/35).
Jama’ah Jum’at yang berbahagia ...
5. Meninggalkan dosa-dosa.
Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah
Dalam hal ini Rasulullah bersabda:
yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan
sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah dan hasil dari
ُ‫ُ(رواه‬.‫سالَ ُِمُفَيَ ْفرقُُ َب ْينَه َماُإِلُُبِذَ ْنبُُيحْ دِثهُُأَ َحده َما‬
ْ ‫للاُِعَزُُ َو َجلُُأَ ُْوُفِيُاْ ِإل‬ ُِ َ‫َماُت َ َوادُُاثْن‬
ُ ُ‫انُفِي‬ saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah:
.)‫ُوهوُحديثُحسن‬84ُ‫البخاريُفيُاألدبُالمفردُص‬
1. Mendapatkan kecintaan Allah.
“Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena 2. Mendapatkan Kemuliaan dari Allah.
Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah 3. Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat, pada saat
melakukan dosa.” (HR. Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Adab AlMufrad tidak ada naungan kecuali naungan Allah.
hal.84) 4. Merasakan manisnya iman.
5. Meraih kesempurnaan iman.
6. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang 6. Masuk Surga
saudaranya di saat tidak ada, dan jika saudaranya tersebut
mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allah berfirman: Jama’ah Jum’ah yang berbahagia
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari
prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk
janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang patuh hanya kepada Allah. Semoga kecintaan dan kebencian kita
lain,sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan
saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik RasulNya n. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan
kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah kecintaan dari Allah, mendapatkan kemuliaan dari Allah,
Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat:12) mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan
kecuali naunganNya, meraih manisnya Iman, mendapatkan
ُ.‫الذك ُِْر ُا ْل َح ِك ْي ُِم‬ ُِ ‫ي ُ َوإِياك ُْم ُبِ َما ُفِ ْي ُِه ُ ِمنَُ ُاْآليَا‬
ِ ‫ت ُ َو‬ ُْ ِ‫ ُ َونَفَعَن‬،‫آن ُا ْلعَ ِظ ْي ُِم‬ُِ ‫ي ُ َولَك ُْم ُفِي ُا ْلق ْر‬
ُْ ‫اركَُ ُللاُ ُ ِل‬
َ َ‫ب‬ kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi.
ُ،‫ست َ ْغ ِفر ْوه‬ َ َ
ْ ‫ُفا‬.ُ‫نُك ُِلُذ ْنب‬ ُْ ‫س ِل ِم ْينَُُ ِم‬ْ ‫سا ِئ ُِرُا ْلم‬َ ‫يُ َولَك ُْمُ َو ِل‬ُْ ‫للاَُا ْل َع ِظ ْي َُمُ ِل‬
ُ ُُ‫ست َ ْغ ِفر‬ َ َ
ْ ‫يُ َهذاُ َوأ‬ ُْ ‫أَق ْولُُق ْو ِل‬
َ Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kita. Amiin.
.ُ‫ِإنهُُه َُوُا ْلغَف ْورُُالر ِح ْيم‬
ُ.‫س ِل ْي ًما‬ َ ‫علَ ْي ُِهُ َو‬
ْ َ‫س ِلم ْواُت‬ َ ُ‫صل ْوا‬ َ ُ‫ُ َياُأَيهُا َُال ِذ ْينَُُ َءا َمن ْوا‬،ِ‫علَىُالنُِبي‬ َ َُُ‫صل ْون‬ َ ‫للاَُ َو َمالَئِ َكتَهُُي‬ ُ ُُ‫ِإن‬
Khutbah kedua ُ‫ت‬ُِ ‫ُاَللهمُُا ْغ ِف ُْرُ ِل ْلم ْؤ ِمنِ ْينَُُ َوا ْلم ْؤ ِمنَا‬.َُ‫ع َلىُآ ِل ُِهُ َوصَحْ بِ ُِهُأَجْ َم ِع ْين‬ َ ‫ع َلىُم َحمدُُ َو‬ َ ُُ‫اَللهم‬
َ ُ‫ص ُِل‬
ُ‫ُ َربنَاُا ْغ ِف ُْرُلَنَا‬.ُ‫علَىُك ُِلُش َْيءُُقَ ِد ْير‬ َ َُُ‫ُإِنك‬،ِ‫اءُ ِم ْنه ُْمُ َواْأل َ ْم َوات‬ ُِ َ‫تُاْألَحْ ي‬ ُِ ‫س ِل َما‬ْ ‫س ِل ِم ْينَُُ َوا ْلم‬
ْ ‫َوا ْلم‬
ُُ‫الًُّ ِلل ِذ ْينَُُ َءا َمن ْواُ َربنَاُ ِإنكَُُ َرء ْوف‬ ُ ‫يُقل ْو ِبنَاُ ِغ‬ ُِ ‫سبَق ْونَاُ ِبا ْ ِإل ْي َم‬
ُْ ‫انُ َو ُلَُتَجْ عَ ُْلُ ِف‬ َ َُُ‫َو ِإل ْخ َوانِنَاُال ِذ ْين‬
ًُ‫سنَ ُة‬َ ‫ُ َربنَاُآ ِتنَاُ ِفيُالد ْن َياُ َح‬.‫ارا‬ ً َ‫ار َح ْمه َماُ َك َماُ َرب َيانَاُ ِصغ‬ ْ ‫ُ َربنَاُا ْغ ِف ُْرُلَنَاُ َو ِل َوا ِل َد ْينَاُ َو‬.ُ‫ر ِح ْيم‬
‫علَىُ‬ ‫سالَمُُ َ‬‫بُا ْل ِعز ُِةُعَماُيَ ِصف ْونَ ‪َ ُ،‬و َ‬ ‫ار‪ُ.‬س ْب َحانَُُ َر ِبكَُُ َر ُِ‬‫ابُالن ُِ‬ ‫عذَ َُ‬ ‫سنَ ُةًُ َوقِنَاُ َ‬ ‫اآلخ َر ُِةُ َح َ‬
‫َوفِيُ ِ‬
‫بُا ْل َعالَ ِم ْينَُ‪ُ .‬‬ ‫س ِلُْينَُُ َوا ْل َح ْمدُُ ِ ُ‬
‫لِلُِ َر ُِ‬ ‫ا ْلم ْر َ‬
‫َنُا ْلفَحْ ش ُِ‬
‫َآءُ‬ ‫آئُذِيُا ْلق ْربَىُ َويَ ْن َهىُع ُِ‬ ‫انُ َوإِيت َ ُِ‬
‫س ُِ‬ ‫للاَُيَأْمرك ُْمُبِا ْلعَ ْد ُِلُ َواْ ِإلحْ َ‬ ‫ِعبَا َُدُللاِ‪ُ،‬إِنُُ ُ‬
‫َ‬
‫نُف ْ‬
‫ض ِل ُِهُ‬ ‫َ‬
‫سأل ْوهُُ ِم ُْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬
‫ي ُِيَ ِعظك ُْمُلَ َعلك ُْمُتَذكر ْونَُ‪ُ.‬فاذكرواُللاَُُالعَ ِظ ْي َُمُيَذك ْرك ُْمُ َوا ْ‬ ‫َوا ْلمنك َُِرُ َوا ْلبَ ْغ ُ‬
‫للاُِأ َ ْك َبرُ‪.‬‬
‫ي ْع ِطك ُْمُ َولَ ِذكْرُُ ُ‬