Anda di halaman 1dari 4

SUKLUS HIDUP PLASMODIUM MALARIAE PADA

MANUSIA

Dosen Pembimbing :

Retno Sasongkowati, SPd, S.Si, M.Kes

Disusun Oleh :

Icha Anggi Saputri

P27820117063

2 Reguler B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN SURABAYA

PRODI D3 KEPERAWATAN KAMPUS SOETOMO

Tahun Ajaran 2018/2019


Siklus Hidup Plasmodium Malariae Pada Manusia

Siklus Daur Hidup Plasmodium Memiliki 2 Fase, yaitu :

1. Fase dalam tubuh manusia (fase aseksual/skizogoni)


Apabila seekor nyamuk Anopheles betina menghisap darah secara
otomatis juga mengeluarkan kelenjar saliva (liur) yang mengandung zat
antikoagulan untuk mencegah pembekuan darah. Bersama zat
antikoagulan tersebut, keluarlah sporozoit dan masuk ke dalam tubuh
manusia. Kemudian bersama aliran darah sampailah sporozoid-sporozoid
tersebut pada hati. Tahapan atau fase di dalam hati manusia ini disebut
dengan tahap eksoeritrositer.

Ketika sporozoid berada di dalam hati, dimulailah reproduksi aseksual


(pembelahan eksoeritrositik) selama 7 sampai 14 hari yang menghasilkan
10.000 sampai 30.00 sel anak yang disebut merozoit yang menyerang sel
darah merah. Fase yang terjadi di dalam sel darah merah manusia ini
disebut dengan tahap eritrositer. Merozoit yang berada di dalam sel darah
merah disebut tropozoit. Kemudian lambat laun tropozoit akan berubah
menjadi skizon dewasa.

Di dalam sel darah merah, skizon yang sudah dewasa (matang)


membelah lagi secara aseksual (pembelahan eritrositik) yang
menghasilkan antara 8 sampai 16 merozoit setiap 48 atau 72 jam
bergantung dari jenis Plasmodium. Merosoit dilepaskan bersamaan
pecahnya sel darah merah (sporulasi) yang siap untuk menginfeksi sel
darah merah yang baru. Kejadian ini berlangsung secara berulang-ulang
sehingga dalam waktu singkat dalam tubuh terdapat banyak sekali
merozoit.

Bersamaan dengan pecahnya sel darah merah, dikeluarkan senyawa


racun yang dihasilkan merozoit sehingga penderita akan timbul rasa
menggigil kedinginan yang diikuti perasaan demam panas. Setelah
beberapa waktu, merozoit-merozoit tersebut akan berubah menjadi
gametosit (calon sel gamet jantan dan betina). Dengan demikian, secara
garis besar, tahapan atau fase daur hidup plasmodium di dalam tubuh
manusia adalah sebagai berikut.

Sporozoit → merozoit → tropozoit → skizon → merozoit → gametosit

2. Fase Dalam Tubuh Nyamuk (Fase Seksual/Sporogoni)


Jika darah manusia dihisap oleh nyamuk Anopheles betina, maka di
dalam tubuh nyamuk gametosit akan berubah menjadi mikrogamet (gamet
jantan) dan makrogamet (gamet betina). Jika makrogamet dan mikrogamet
melebur, maka terbentuklah zigot. Kemudian zigot akan berubah menjadi
ookinet yang bentuknya seperti cacing.

Setelah itu, ookinet akan bergerak menerobos dinding usus/perut


nyamuk dan kemudian membulat, yang disebut ookista. Dari ookista ini
akan dihasilkan beribu-ribu sporozoit. Sporozoit akan sampai pada
kelenjar air liur nyamuk dan apabila nyamuk menggit manusia, maka
siklus hidup Plasmodium akan terulang kembali. Dengan demikian, secara
garis besar tahapan atau fase siklus hidup Plasmodium di dalam tubuh
nyamuk adalah sebagai berikut.

Makrogamet + mikrogamet → zigot → ookinet → ookista → sporozoit

DAFTAR PUSTAKA

Biologijk.2017.Siklus Hidup Plasmodium. Diakses pada tanggal 5 Oktober

2018. Pada pukul 18.00 WIB. Tersedia di https://www.biologijk


.com/2017/10/siklus-hidup-plasmodium.html