Anda di halaman 1dari 11

KATA PENGANTAR

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji dan syukur bagi
Allah swt yang dengan ridho-Nya kita dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan
lancar. Sholawat dan salam tetap kami haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad
saw dan untuk para keluarga, sahabat dan pengikut-pengikutnya yang setia mendampingi
beliau. Terima kasih kepada keluarga, ibu guru, dan teman-teman yang terlibat dalam
pembuatan makalah ini yang dengan do'a dan bimbingannya makalah ini dapat terselesaikan
dengan baik dan lancar.
Dalam makalah ini, kami membahas tentang ”DENGKI DAN HASAD” yang kami buat
berdasarkan refrensi yang kami ambil dari berbagai sumber, diantaranya buku dan internet.
Makalah ini diharapkan bisa menambah wawasan dan pengetahuan yang selama ini kita cari.
Kami berharap bisa dimafaatkan semaksimal dan sebaik mugkin.
Tidak gading yang tak retak, demikian pula makalah ini, oleh karena itu saran dan kritik yang
membangun tetap kami nantikan dan kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
penyusun

Daftar isi

JUDUL
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... i
DAFTAR ISI .............................................................................................................................
ii

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG ................................................................................................... 1
B. TUJUAN ........................................................................................................................2
C. RUMUSAN MASALAH ............................................................................................... 2
D. MANFAAT PENULISAN ............................................................................................ 2
E. METODE PENULISAN ……………………………………………………………....2

BAB II ISI/PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN HASAD DAN
DENGKI......................................................................... 3
B. MACAM-MACAM (JENIS) DENGKI DAN HASAD
…………………………………6
C.DALIL TENTANG DENGKI DAN HASAD….……………………
..............................8
D.AKIBAT DENGKI DAN HASAD………………
………….......................................... 22
E.CARA MENGHINDARI HASAD DAN DENGKI ……………………………………..24

BAB III PENUTUP


A.
KESIMPULAN............................................................................................................................
25
B.
SARAN........................................................................................................................................
.25
DAFTAR
PUSTAKA....................................................................................................................
BAB 1I
PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN HASAD DENGKI

Kata hasud berasal dari berasal dari bahasa arab ‘’hasadun’’,yang berarti dengki,benci.dengki
adalah suatu sikap atau perbuatan yang mencerminkan rasa marah,tidak suka karena iri.dalam
kamus bahasa Indonesia hasud diartikan ‘’membangkitkan hati seseorang supaya bagai
asmarah,memberontak dan sebagainya,dengan demikian yang dimaksud dengan hasud sama
halnya dengan hasad yakni suatu perbuatan tercela sebagai akibat rasanya rasa iri hati dalam
hati seseorang
Hasad atau dengki.yang selalu juga di sebut kedua-duanya sekali "HASAD DENGKI" adalah
bencana daripada penyakit hati,yang di akibatkan oleh perasaan DENDAM.Dendam pula
ditimbulkan oleh sifat marah.Oleh sebab itu hasad dengki boleh lah kita katakan anak daripada
sifat t.Atau pun cucu daripada sifat MARAH.

Menurut para ulama:


Ø Aljurjani al-hanafi’I hasad ialah: Menginginkan atau mengharapkan hilangya nikmat dari
orang yang didengki(Maksud) supaya berpindah kepadanya orang yang mengdengki.jadi hasad
menurut istilah adalah membenci nikmat Allah SWT yang dianugrahkan kepada
oranglain,dengan keinginan agar nikmat yang didapat orang tersebut segera hilang atau
terhapus.
Ø Menurut imam Al-ghazali,dalam kitabnya ‘’ihya ulumuddin’’,Hasad ialah membenci
nikmat Allah SWT,yang ada pada diri oranglain,serta menyukai hilangya nikmat tersebut.
Ø Menurut Sayyid Qutub dalam Tafsir”’Al-mannar’’,Hasad ialah kerja emosional yang
berhubungan dengan keinginan agar nikmat yang diberikan Allah SWT kepada seseorang dari
Hambanya hilang daripadanya.baik cara yang dipergunkan oleh orang yang dengki itu dengan
tindakan supaya nikmat itu lenyap daripadanya atas dasar irihati,atau cukup dengan keinginan
saja.yang jelas motif dari tindakan itu adalah kejahatan.
Ø Jadi hasad menurut istilah adalah membenci nikmat Allah yang dianugerahkan kepada orang
lain,dengan keinginan agar nikmat yang didapatorang tersebut segera hilanatau terhapus.
2. Hasad dengki ini mempunyai unsur-unsur yang tercela dan terlalu luas
bidangnya,sehingga mustahil dapat kita kira,ianya segera sahaja bertentangan dengan konsep
dan ajaran islam,bahkan boleh merosak dan membahayakan angota masyarakat islam itu
sendiri.Siapa jua yang telah di hinggapi oleh perasaan atau penyakit ini, sanggup melakukan
apa sahaja,termasuk membunuh orang asalkan hajatnaya tercapai
3 Oleh kerana terlalu banyaknya hasad dengki dilakukan oleh manusia semenjak zaman
NABI ADAM a.s. hingga lah saat ini,maka setiap orang islam hendak lah mempelajari dan
mengamalkan ajaran islam secara total bagi mengelakan kita dari sifatsifat yang membinasakn
umat islam.
4. Pada zaman Rasullullah S.W.T. dahulu pun sudah banyak berlakunya hasad dengki di
kalangan umat manusia,sehingga terdapat banyak hadis baginda mengenainya,KESIMPULAN
TENTANG BAHAYA HASAD DENGKI ITU sebagaimana sabdanya, : "HASAD DENGKI
ITU MEMAKAN (membinasakan) KEBAJIKAN,SEBAGAIMANA API MEMAKAN
(membakar) KAYU YANG KERING." (hadis riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah).
5.Dari hadis Rasulullah S.A.W. ini dapat di fahamkan bahawa perbuatan hasad dengki itu
bolehmenghapuskan amal kebaikan dengan sekelip mata sahaja,seperti apai membakar kayu
yang kering
Hasad dengki muncul akibat bisikan syaitan yang menghembus ke benak hati untuk melakukan
sesuatu kezaliman orang lain, menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan orang dan berasa
puas dengan taktik tersebut. Inilah yang minta dilindungi kepada Allah dari perasaan manusia
yang hatinya busuk dan sentiasa memikirkan cara untuk naik ke atas dan memijak orang lain
dengan bangganya.
Yakinlah Dengan Keadilan Allah.
Allah menciptakan kita dengan pelbagai kelebihan. Masing-masing punya kelebihan yang
tidak dimiliki oleh sebahagian yang lain. Tidak lain dan tidak bukan adalah untuk
melengkapkan sesama manusia. Kerana kita semuanya memerlukan antara satu sama lain.
Jika kawan kita pemarah, ada yang boleh sabarkannnya, jika kita pemboros, ada yang boleh
mengawalnya, jika kita pemalas, ada yang akan menegur supaya jadi rajin. Jika kita tidak tahu,
ada yang akan beritahu. Jika kita tahu, kitalah yang kena beritahu yang tak tahu.
Inilah bukti adilnya Allah menciptakan makhluknya yang sentiasa memerlukan dan tidak boleh
hidup sendiri. Maka kita semua perlu saling menghormati kerana tidak satu pun di kalangan
kita boleh hidup sendiri. Kita saling memerlukan. Aku memerlukan kamu. Dan kamu
memerlukan aku.

Iri Hati Itu Boleh.


Irihati tu boleh, jika kita iri hati melihat orang lain lebih banyak ibadahnya dari kita. Jika kita
lihat orang lain lebih baik amalannya dari kita. Jika kita lihat orang lain lebih rajin dari kita.
Seterusnya menaikkan semangat kita untuk melakukan seperti mereka.
Berazam untuk beribadah, beramal dan bekerja dengan lebih. Melebihi orang lain, ini iri hati
yang baik. Iri hatilah kepada para ilmuan Islam yang telah banyak
menyumbangkanbuahfikiradan gerak kerja Dakwah yang belum mampu kita laksanakan
Hasad
ada hasad yang timbul maka paksa jiwa anda untuk melawannya. Sembunyikan hasad tersebut,
jangan melakukan suatu perbuatan yang menyelisihi syariat. Jangan anda sakiti orang yang
anda hasadi, baik dengan ucapan ataupun perbuatan. Mohonlah kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala, agar menghilangkan perasaan itu dari hati anda niscaya hal itu tidaklah memudaratkan
anda. Karena jika (dalam hati) seseorang tumbuh hasad namun ia tidak melakukan apapun
sebagai pelampiasan hasadnya itu maka hasad itu tidaklah memudaratkannya. Selama ia tidak
melakukan tindakan, tidak menyakiti orang yang didengkinya, tidak berupaya menghilangkan
nikmat dari orang yang didengkinya, dan tidak mengucapkan kata-kata yang menjatuhkan
kehormatannya. Hasad/rasa dengki itu hanya disimpan dalam dadanya. Namun tentu saja orang
seperti ini harus berhati-hati, jangan sampai ia mengucapkan kata-kata atau melakukan
perbuatan/tindakan yang memudaratkan orang yang didengkinya.
Berkaitan dengan hasad ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
Sifat hasad itu adalah sifat yang jelek dan sebenarnya menyakiti dan menyiksa pemiliknya
sebelum ia menyakiti orang lain. Maka sepantasnya seorang mukmin dan mukminah berhati-
hati dari hasad, dengan memohon pertolongan dan pemaafan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Seorang mukmin harus tunduk berserah diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala -demikian
pula seorang mukminah- dengan memohon dan berharap kepada-Nya agar menghilangkan
hasad tersebut dari dalam hatinya, sehingga tidak tersisa dan tidak tertinggal sedikitpun. Karena
itu, kapanpun anda merasa ada hasad menjalar di hati anda, hendaklah anda paksa jiwa anda
untuk menyembunyikannya dalam hati tanpa menyakiti orang yang didengki, baik dengan
ucapan ataupun perbuatan. Wallahul musta’an.”

B.MACAM-MACAM (JENIS) DAN HASAD


Pertama, ada pendengki yang berusaha menghilangkan nikmat yang diperoleh orang yang
didengkinya, dengan ucapan seperti fitnah dan perbuatan, meskipun dia tidak mengharapkan
nikmat tersebut pindah kepada dirinya.
Kedua, ada pendengki yang selain berusaha menghilangkan nikmat dari orang yang
didengkinya, ia juga berusaha memindahkan nikmat tersebut kepada dirinya. Kedua macam
dengki tersebut adalah dengki yang sangat tercela. Dan dosa dengki itulah yang merupakan
dosa iblis. Iblis dengki kepada Adam karena Allah memberi keutamaan kepada Adam atas
segenap malaikat dengan menyuruh para malaikat sujud (sebagai penghormatan) kepada
Adam, mengajarkannya nama segala sesuatu dan menempatkannya di Surga. Demikianlah lalu
iblis dengan kedengkiannya berusaha mengeluarkan Adam dari Surga.
Ketiga, ada orang yang bila mendengki orang lain, ia tidak melanjutkan dengki itu dalam
bentuk ucapan maupun perbuatan. Dan demikian itulah tabiat yang sekaligus kelemahan
manusia; hampir selalu menginginkan memiliki apa yang dimiliki orang lain. Menurut riwayat
dari Al-Hasan, selama tidak dibuktikan dengan ucapan dan perbuatan, iri hati jenis ini tidak
berdosa. Namun tentu, sebaiknya ia hilangkan perasaan dengki dan iri tersebut dari dalam
hatinya, hingga tidak menjadi penyakit.
Dalam beberapa riwayat yang dha’if disebutkan, dengki jenis ketiga ini ada dua macam:
1. Ia tidak sanggup menghilangkan perasaan dengki dan iri itu dari dalam dirinya. Ia kalah
dengan dirinya sendiri. Ia berusaha menepis, tapi perasaan dengki dan iri itu masih timbul
tenggelam dalam hatinya. Namun ia tidak melanjutkannya dalam bentuk ucapan maupun
perbuatan. Iri jenis ini tidak membuatnya berdosa.
2. Ia sengaja membisikkan perasaan iri dan dengki itu ke dalam hatinya. Ia mengulang-ulang
bisikan itu, dan hatinya menikmati bisikan tersebut, sehingga mengangankan agar nikmat itu
hilang dari saudaranya. Tetapi dia tetap tidak melanjutkan dengkinya itu, baik dalam bentuk
ucapan maupun perbuatan. Keadaan seperti ini adalah sama dengan orang yang berkeinginan
kuat melakukan maksiat. Tentang dosa dengki jenis ini, para ulama berbeda pendapat. Tetapi
yang jelas, secara realitas, orang yang mendengki pada tahap ini, sangat sulit bisa selamat dari
ucapan-ucapan yang menunjukkan dia memendam kedengkian. Karena itu, ia bisa terjerumus
kepada dosa.
Keempat, ada lagi iri hati yang tidak menginginkan nikmat itu hilang dari kawannya, tetapi ia
berusaha keras bagaimana mendapatkan nikmat semacam itu. Jika nikmat tersebut bersifat
duniawi, maka tidak ada kebaikannya sama sekali. Iri hati seperti inilah yang juga ditunjukkan
oleh orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia, seperti yang dilakukan orang-orang
kepada Qarun. Allah berfirman:“(Mereka berkata), ‘Duhai seandainya kami memiliki
sebagaimana yang diberikan kepada Qarun.” (Al-Qashash: 79).
Jika nikmat itu bersifat ukhrawi, maka ia adalah kebaikan. Sebagaimana disebutkan oleh Nabi
SAW: “Tidak boleh dengki dan iri hati kecuali dalam dua hal; yaitu iri hati terhadap orang
yang dikaruniai harta dan dia selalu menginfakkannya pada malam dan siang hari. (juga iri)
kepada orang yang diberi kepandaian membaca Al-Qur’an, dan dia membacanya setiap malam
dan siang.”(HR. Bukhari dan Muslim). Dan inilah yang dinamakan ghibthah (keinginan).
Disebut dengan hasad/iri (tetapi yang baik) sebagai bentuk peminjaman istilah belaka (isti’arah

C.DALIL TENTANG DENGKI DAN HASAD


Ø DALIL ALQUR’AN
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikurniakan Allah kepada sebahagian kamu
lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Kerana) bagi orang lelaki ada bahagian dari pada apa
yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka
usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari kurnia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu" (An-Nisa' : 32)
· An-nisa:54
‘’ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) Lantaran karunia yang telah Allah
berikan kepadanya.
· Anni-sa 32
‘’Dan janganlah kamu irihati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu
lebih banyak dari sebahagian yang lain.(karena)bagi orang laki-laki ada bahagian dari apa yang
mereka usahakan,dan para wanita (pun).Ada bahagian dari apa yang mereka usahakan,dan
mohonlah kepada Allah sebagian dari karunianya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui
segala sesuatu.’’
Ø Hadist
Ø Rasulullah bersabda
‘’Bukanlah golonganku orang yang memiliki kedengkian (Hr.Thabrani)
Ø Hadis rasulullah :
‘’Ada enam kelompok orang yang akan masuk neraka sebelum dihisab,Amalnya disebabkan
oleh enam perkara:
1.penguasa karena kezalimannya
2.orang arab (atau ras lainnya ) yang fanatik dengan kesukuaannya
3.para tokoh ,karena kesombongannya
4.Para pedagang,karena kecurangannya.
5.orang Awam karena kebodohannya
6.Para Ulama karena hasudnya. (HR.Dailami)
Ø Hadis
‘’Telah menimpa keatas kamu penyakit umat t terdahulu yaitu,hasad dan benci yaitu perasaan
benci yang menyebabkan seseorang meninggalkan agama(Hr,Tirmizi)

Ø Hadis rasulullah

‫سدَ إِيَّا ُكم‬ َ ‫ت يَأ ُك ُل ال َح‬


َ ‫سدَ فَإ ِ َّن‬
َ ‫وال َح‬، َ ‫ار ت َأ ُك ُل َك َما ال َح‬
ِ ‫سنَا‬ ُ َّ‫ب الن‬ َ ‫ال َح‬
َ ‫ط‬

“Hati-hati kalian dari sifat hasad, karena hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api melalap
kayu bakar.”2

Ø Hadis rasulullah

‘’Telah masuk kedalam tubuhmu penyakit-penya kit umat terdahulu,yaitu

Benci dan dengki itulah yang membinasakan agama,bukan benci mencukur


rambut
Ø Hadis rasulullah
‘’Hasud itu dapat merusak iman sebagaimana jadam merusak Madu(hr.dailami)

D.AKIBAT DARI DENGKI DAN HASAD


Dunia Islam
Dengki Itu Berbahaya
Dengki itu sangat berbahaya, bukan hanya bagi diri pemiliknya tetapi juga bagi masyarakat
luas. Dengki itu kata hadis nabi ibarat setitik api yang dapat membakar kayu bakar seberapapun
banyaknya. Ia juga bagaikan pisau cukur yang bisa mencukur bersih amal seseorang. Dengki
adalah penyakit kejiwaan yang merusak kesehatan tubuh sekaligus merusak tatanan sosial
ditengah masyarakat, dalam bahasa Arab disebut hasad. Dengki adalah perasaan tidak senang
atas keberuntungan orang lain disertai usaha menghilangkan dan memindahkan keberuntungan
itu kepada diri sendiri (an tatamanna zawala ni`mat al mahsud ilaika). Adapun menginginkan
hal yang serupa dengan yang diperoleh orang lain tidak termasuk dengki, karena al Quran
bahkan menyuruh kita berlomba meraih kebajikan (fastabiq al khoirat).
Mengapa orang mendengki berbahaya ? Dasar dari sifat dengki adalah adanya keinginan orang
untuk menjadi orang nomor satu, menjadi orang yang terhebat, terkaya, terhormat dan ter-ter
yang lain, yang berkonotasi rendah. Dalam bahasa agama, dunia dengan segala urusannya
adalah sesuatu yang rendah. Dalam bahasa Arab, dun ya artinya dekat atau rendah atau hina.
Jadi orang hanya mendengki manakala yang diperebutkan itu sesuatu yang rendah, hina dan
berdimensi jangka pendek, ibarat orang yang memasuki lorong sempit yang hanya muat satu
orang. Ruang sempit itulah yang menyebabkan para peminat harus berdesakan dan saling
menyikut. Selanjutnya jika ada satu orang yang telah berhasil memasuki lorong dan berhasil
menduduki kursi duniawi yang diperebutkan, kursi jabatan misalnya, maka orang yang belum
berhasil memandang orang yang telah berhasil sebagai hambatan yang harus disingkirkan,
sementara orang yang telah berhasil menduduki kursi itu memandang orang lain yang berminat
sebagai ancaman yang juga harus dihambat. Bila orang sudah dirasuki kedengkian maka
apapun bisa dilakukan sekalipun itu perbuatan yang tercela.
Adapun jika memperebutkan sesuatu yang besar, mulia dan berdimensi panjang hingga akhirat,
maka diantara para peminat justeru terdapat hubungan. Orang yang merindukan derajat takwa
misalnya, ia akan senang jika ada orang lain yang melakukan hal yang sama. Demikian juga
orang yang ikhlas bershodaqoh, maka ia sangat senang jika ada orang lain yang juga gemar
bershodaqoh. Jika diantara orang yang ingin menjadi orang dekat pada pimpinan terdapat
saling iri, saling menjegal, hal itu adalah karena sempitnya ruang untuk menjadi orang dekat
pimpinan, Tetapi jika ingin menjadi orang yang dekat dengan Allah, maka seberapapun
banyaknya orang yang menginginkan, disana tersedia ruangannya karena Allah Maha Luas
Rahmat Nya.
Dengki itu sangat berbahaya, bukan hanya bagi diri pemiliknya tetapi juga bagi masyarakat
luas. Dengki itu kata hadis nabi ibarat setitik api yang dapat membakar kayu bakar seberapapun
banyaknya. Ia juga bagaikan pisau cukur yang bisa mencukur bersih amal seseorang. Dengki
adalah penyakit kejiwaan yang merusak kesehatan tubuh sekaligus merusak tatanan sosial
ditengah masyarakat. Nabi menyebutkan, hanya dua hal orang boleh iri, yakni jika ada orang
yang dikaruniai ilmu banyak, ia dapat mengajarkan kepada orang lain dan juga yang
bersangkutan mengamalkannya. Kedua, jika ada orang yang dianugerahi banyak harta, tetapi
ia membelanjakannya di jalan yang benar hingga habis untuk kepentingan menolong sesam

Ø Akibat dari dengki:

ü Kita sering berbuat maksiat


ü Mencelakakan orang lain
ü Merugikan diri sendiri
ü Kebutaan hati dalam menerima kebenaran
ü Tidak akan diakui sebagai umat Rasulullah dan tidak akan mendapat syafaatnya pada hari
kiamat nanti.
ü Masuk neraka tanpa dihisab terlebih dahulu.

Ø Penyebab dengki dan hasad:


ü Adanya sifat kikir yang berlebihan
ü Cinta dunia dan sejenisnya
ü Merasa sakit jika orang lain memiliki kelebihan
ü Tidak mempercayai Qadha dan Qadar
ü Kalah bersaing dalam berebut Simpati

E.CARA MENGHINDARI DENGKI HASAD


Adapun Cara menghindari dengki dan hasad:
v Menjauhi semua penyebabnya.
v Membiasakan diri untuk memberikan dukungan positif terhadap apa yang dialami saudara
kita.
v Memperat tali persaudaraan sehingga terjalin keruknan dan persaudaraan.
v Selalu Berzikir , sehinnga hati merasa dekat dengan allah SWT
v Dengan memperbanyak Ilmu dan amal
Cara mengatasi
v Merendahkan diri kepada Allah SWT dan Perbanyak Berdoa:

‘’AllAHUMMAHDI QALBI WASLUL SAKHIIMAT SODRI

Artinya :’’ Yaallah Tunjukanlah hatiku ke jalan yang benar dan keluarkanlah segala penyakit
hati dari diriku.
v Kajilah Alqur’an dan perbanyak membaca ayat-ayat tentang Hasad.
v Banyak Membaca sejarah Rasulullah kehidupan nabi Saw,Tentang cara baginda menjauhi
sifat itu.seperti Kitab Nurul yakin fiisirah sayyid al-mursain.
v Membaca kisah para sahabat mengenai aadab dab akhlak,Kitab suwar min hayat al-
sahabah,karya Abdul Rahman ra’fat Al-basha.
v Apabila syaitan coba menimbulkan perasaan itu,dalam diri kamu,segeralah membaca
isti’azah.
v Jangan Risau kejahatan yang dimainkan oleh hati karena ia,tidak dihisab.
v Banyak member hadiah dan salam kepada orang yang dihasad untuk menimbulkan perasaan
saying.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan mengkaji Materi tentang Hasad dan Dengki maka kami dapat menyimpulkan bahwa:
Ø Dengki (hasad) adalah:Merasa tidak senang jika orang lain mendapatkan kenikmatan dan
berusaha agar kenikmatan tersebut cepat berakhir dan berpindah kepada dirinya serta merasa
senang jika orang lain mendapat musibah.
Ø Hasad atau dengki.yang selalu juga di sebut kedua-duanya sekali "HASAD DENGKI"
adalah bencana daripada penyakit hati,yang di akibatkan oleh perasaan DENDAM.Dendam
pula ditimbulkan oleh sifat marah.Oleh sebab itu hasad dengki boleh lah kita katakan anak
daripada sifat t.Atau pun cucu daripada sifat MARAH.
Ø Akibat dari dengki:
ü Kita sering berbuat maksiat
ü Mencelakakan orang lain
ü Merugikan diri sendiri
ü Kebutaan hati dalam menerima kebenaran
ü Tidak akan diakui sebagai umat Rasulullah dan tidak akan mendapat syafaatnya pada hari
kiamat nanti.
ü Masuk neraka tanpa dihisab terlebih dahulu.
Ø Adapun Cara menghindari dengki dan hasad:
v Menjauhi semua penyebabnya.
v Membiasakan diri untuk memberikan dukungan positif terhadap apa yang dialami saudara
kita.
v Memperat tali persaudaraan sehingga terjalin keruknan dan persaudaraan.
v Selalu Berzikir , sehinnga hati merasa dekat dengan allah SWT
v Dengan memperbanyak Ilmu dan amal
B.KRITIK DAN SARAN
1. Apabila dalam makalah ini ada penulisan kata yang tidak sesuai ,mohon di maafkan.
2. Jika materi yang kami paparkan kurang lengkap kami mohon kritik dan sarannya
3. Apabila dalam pembuatan makalah ini masih ada kekurangan kami mohon kritik dan
sarannya.

DAFTAR PUSTAKA

.
Sumber : www.asysyariah.com

Sumber : www.dareliman.or.id

Sumber : www.snba1992.wordpress.com