Anda di halaman 1dari 7

TUGAS I STRUKTUR JEMBATAN

MITSALIAH GUFRONI (15/385339/TK/44001)

Pertanyaan:
1. Apa saja yang termasuk bagan bawah jembatan?
2. Fungsi masing-masing dan gambar?
3. Perkembangan jembatan-jembatan di Indonesia?
4. Macam bangunan bawah, khususnya abutment dan pilar?
Jawab:
*Jawaban pertanyaan nomor 1, 2, dan 4 akan dijawab pada poin A dan pertanyaan 3
dijabarkan dalam poin B
A. Struktur Bawah Jembatan (Substructure)
Tertulis pada buku Bridge Components and Elements (BIRM) karya Mark Rossow,
PhD, PE, substructure meliputi seluruh komponen jembatan yang mendukung struktur
atasnya atau superstructure/upperstructure. Tujuan substructure adalah untuk mentransfer
beban dari struktur atas ke fondasi di tanah atau batuan. Biasanya elemen substructure adalah
semua yang berada dibawah bearing.
Secara sederhana substructure terdiri dari
1. Fondasi
2. Abutments
3. Piers dan Bents
4. Oprit

Gambar 1. Pembagian Struktur Bawah Jembatan


(Sumber : ASCE Library, Journal of Infrastructure Systems, 2013)
A. 1. Fondasi
Fondasi pada jembatan memiliki fungsi yang sama dengan fondasi pada struktur
bangunan lainnya yaitu sebagai penyalur terakhir beban dari atas hingga ke tanah. Jenis
fondasi yang digunakan tergantung pada jenis tanah di bawahnya, rencana pembebanan
jembatannya, dan sebagainya. Jembatan untuk kebutuhan lalu lintas biasanya menggunakan
fondasi tiang pancang. Fondasi tiang pancang sendiri terdiri dari tiang pancang / bore pile /
sumuran dan pile cap.
Gambar 2. Tiang pancang dan pile cap
(sumber : planetsipildankontruksinya.blogspot.com,2014)

A. 2. Abutments
Abutments memberikan dukungan untuk ujung superstructure dan menahan tanah di
belakangnya.
Jenis-jenis abutment berdasarkan sifatnya;
- Kantilever / Full Height Abutments

Gambar 3. Abutment jenis kantilever


(Sumber : Bridge Component and Elements)
- Stub/Semi stub/shelf abutment

Gambar 4. Abutment jenis shelf abutment


(Sumber : Bridge Component and Elements)
- Spill-through/Open Abutment

Gambar 5. Abutment jenis open abutment


(Sumber : Bridge Component and Elements)

Jenis-jenis abutment berdasarkan bentuknya;


- Abutment tipe Gravitasi
Biasanya digunakan untuk struktur yang tidak terlalu tinggi dan tanah
fondasinya baik serta bentang jembatan yang tidak terlalu panjang. Umumnya dibuat
dari pasangan batu kali atau beton tumbuk.

Gambar 6. Abutment tipe Gravitasi


(Sumber : Ilmutekniksipilindonesia.com)
- Abutment tipe T Terbalik
Merupakan tembok penahan dengan balok kantilever tersusun dari suatu
tembok memanjang dan sebagai suatu pelat kekuatan dari tembok. Pada umumnya
abutment jnis ini digunakan pada konstruksi yang lebih tinggi dan dibuat dari beton
bertulang.

Gambar 7. Abutment T terbalik


(Sumber : Ilmutekniksipilindonesia.com)
- Abutment tipe dengan Penopang
Tipe ini adalah abutment tipe T terbalik dengan tambahan penopang di
belakangnya (Counterfort). Umumnya tipe ini digunakan pada keadaan struktur yang
tinggi dan memakai material beton bertulang.

Gambar 8. Abutment T terbalik


(Sumber : Ilmutekniksipilindonesia.com)

Jenis-jenis abutment berdasarkan sambungannya;


- Monolit
- Dudukan

A. 3. Piers dan Bents


Piers dan bents memberikan dukungan pada superstructure pada titik intermediate dari
span jembatan dengan halangan minimum dari arus lalu lintas ataupun air. Pier hanya
memiliki satu struktur fondasi. Bent memiliki beberapa fondasi atau tanpa fondasi bila
menggunakan pile bent.
Jenis-jenis pier;
- Solid Shaft Pier

Gambar 8. Solid Shaft Pier


(Sumber : Bridge Component and Elements)
- Kolom Pier

Gambar 9. Kolom Pier


(Sumber : Bridge Component and Elements)
- Kolom Pier dengan Dinding Sayap

Gambar 10. Kolom Pier dengan Dinding Sayap


(Sumber : Bridge Component and Elements)
- Kantilever atau Hammerhead Pear

Gambar 11. Hammerhead pear


(Sumber : Bridge Component and Elements)
Jenis-jenis Bent;
- Kolom Bent

Gambar 12. Kolom bent


(Sumber : Bridge Component and Elements)

- Pile Bent

Gambar 13. Pile bent


(Sumber : Bridge Component and Elements)
A. 4. Oprit
Oprit adalah akses penghubung antara jembatan dengan jalan yang ada. Bisa
dikatakan juga bahwa oprit adalah timbunan tanah atau urugan di belakang abutment
yang dibuat sepadat mungkin untuk menghindari penurunan.

Gambar 14. Oprit


(Sumber : ilmutekniksipil.com)

B. Sejarah Perkembangan Jembatan di Indonesia


Bila mencari sejarah perkembangan jembatan di Indonesia, kita tidak bisa mengetahui
secara pasti. Hal ini disebabkan tidak adanya suatu dokumentasi yang berisi keterangan
kapan dan jembatan mana yang paling pertama ada di Indonesia. Jembatan dengan gelagar
baja sudah ada di Indonesia sebelum negara ini merdeka. Pada zaman colonial Belanda,
jembatan-jembatan mulai dibangun untuk melancarkan pekerjaan mereka. Oleh sebab itu,
bisa dikatakan bahwa jembatan di Indonesia mulai dibangun pada zaman colonial Belanda.
Jembatan-jembatan yang dibangun sejak era ini masih ada yang digunakan hingga saat ini.
Namun adapula yang sudah tidak digunakan lagi dan tetap dipertahankan keberadaannya.
Dari bulletin "De lngenieur" terbitan 1917/No.4. dapat kita ketahui mengenai
beberapa jembatan rangka baja yang pernah dibangun di Indonesia diantaranya jembatan K.A
melintas kali Serayu di bangun pada tahun 1915. Juga jembatan rangka baja lainnya, Ci
Sondari, Way Komrnering,Ciwedej dan lain-lain yang dibangun oleh Prof. Dr. lr. J.H.A
Haarman dan Prof. lr. P.P. Bijlaard. Jembatan dari beton bertulang juga sudah kita kenai
sejak zaman pemerintah kolonial Belanda.
Jembatan-jembatan besar dari Beton Pratekan baru kita kenai sejak dibangun pada
tahun 1960 yaitu jembatan Semanggi, jembatan Cawang di jakarta, jembatan Musi di
Palembang, dll. Pada tahun 1974 di Indonesia, diresmikan jembatan rantau Berangin 80 Km
dari Pakanbaru, dengan bentang 40-120-40 meter. Jembatan beton pratekan yang dibangun
dengan mengunakan sistim Freivorbau merupakan jembatan yang bersejarah karena untuk
pertama kali dibangun di negara kita, bahkan yang pertama kali di Asia Tenggara. Jembatan
kedua dengan sistim Freivorbau adalah Jembatan Citarum di Raja Mandala (Jawa Barat)
dengan bentang 132 m.