Anda di halaman 1dari 5

SGD 06 LBM 3 – Dadaku terasa berat

STEP 1

1. Return of spontaneous of circulation (ROSC)


= kembalinya sirkulasi secara spontan pada orang2 dengan henti jantung setelah dilakukan RJP
2. Resusitasi jantung paru
= merupakan tindakan pertolongan pada orang2 yang mengalami henti jantung maupun gg
pernapasan yang bertujuan untuk menjaga sirkulasi dan oksigen tetap beredar dalam tubuh.

STEP 2

1. Mengapa pasien mengeluhkan nyeri dada dan dijalarkan sampai ke epigastrium ?


2. Mengapa pasien mengeluhkan keluhan sesak napas ?
3. Bagaimana patofisiologi dan patogenesis dari kasus di scenario ?
4. Bagaimana interpretasi dari PF dan EKG pada kasus di scenario ?
5. Bagaimana cara melakukan resusitasi jantung paru menurut AHA 2015 ?
6. Bagaimana alogaritma yang harus dilakukan pada kasus di scenario ?
7. Apa saja pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada kasus di scenario ?
8. Apa Dx dan DD dari kasus di scenario ?
9. Apa saja tanda-tanda ROSC ?
10. Mengapa dokter memberikan O2 dan aspirin sublingual pada pasien ?
11. Apa saja faktor resiko dari kasus di scenario ?

STEP 3

1. Mengapa pasien mengeluhkan nyeri dada dan dijalarkan sampai ke epigastrium ?

- Nyeri akibat iskemik  kurangnya pasokan oksigen  menstimulasi ujung saraf sensoris
miokardium  serabut saraf afferent ascending ke SSP melalui truncus simpaticus yang cardiac
branch  masuk ke spinal cord melalui radix posterior di ke4 saraf torakal ke atas (T7, T8, T9 
bisa menyebabkan nyeri di daerah epigastrium)  sehingga nyerinya dialihkan ke area yang
mendapat supply dari saraf spinal tersebut (dermatomnya = T7-T9)
- Infark miokard melibatkan dinding inferior dan permukaan diafragma jantung
- Nyeri dada  pain disalurkan ke medulla spinnalis ke C4-T5
o persaafan epigastrium T3-T5  nyeri dada juga disalurkan ke epigastrium karena
persarafannya sama = merupakan angina ekuivalen / atipikal (bukan gejala yang khas)
o persarafan lengan kanan C4-C6  dermatom juga sama , sehingga nyeri dada bisa
dijalarkan ke lengan
o nyeri dada  nyeri jantung : penyebab =
 iskemik = karena aterosklerosis, thrombus, peningkatan kebutuhan O2 jantung
(atrial fibrilasi, sinus aritmia kontraksi meningkat  kebutuhan O2meningkat
 pasokan tetap  iskemik)
 kompresi
- Iskemik
o orang yang memiliki FR = hipertensi, DM, hiperkolestrolemis , perokok  merusak
endotel  disfungsi endotel  merangsang monosit untuk ke endotel 
berdiferensiasi menjadi makrofag
 mencerna LDL teroksidasi  menjadi cell foam  fatty streak .
 Menghasilkan berbagai zat (kemotraktin, sitokin)  rangsang sel otot polos
untuk migrasi dr tuntika media ke tunika intima  rangsang sintesis kolagen 
membentuk kapsul fibrosis  membungkus fatty streak  menjadi plak
o LDL mengalami modifikasi  rangsang makrofag  menghasilkan MMP 
mendegenerasi kolagen  menyebabkan kapsul fibrosis menipis  fatty streak tidak
terbungkus lagi  menjadi rupture plak  menuju ke aliran darah  aliran darah
terpapar zat trombogenik  merangsang terbentuknya thrombus  thrombus hambat
aliran darah ke jantung  supply O2 menurun  iskemik jantung (miokardium) 
perubahan metabolism miokardium dari aerob menjadi anaerob  terbentuk asam
laktat  keluarnya mediator inflamasi  rangsang ujung saraf nyeri (diatas)

2. Mengapa pasien mengeluhkan keluhan sesak napas ?

- Jantung iskemik  pompa ke paru menjadi terhambat


3. Bagaimana interpretasi dari PF dan EKG pada kasus di scenario ?

- PF
i. TD = 110/50
ii. RR = 28x/menit
iii. Nadi = 115x/menit
- EKG
i. Irama = sinus
ii. Frekuensi
1. Regular = 300/5 = 60x/menit
iii. Regularitas = regular
iv. Gelombang p = normal
1. Normal : t <2 kotak kecil, L <3 kotak kecil
2. Tidak ada p mitral dan p pulmonal
v. Interval PR = memanjang di lead II
1. Normal = 3-5 kotak kecil (dari awal p sampai Q)
vi. Komplek QRS
1. Q = normal
a. N = lebar <1, tinggi <2
b. Tidak ada Q patologis (Q inverted)
2. R = normal
a. Normal = tinggi <27
3. S =
a. Normal = dalam <7 kotak besar
vii. Axis = lihat di LI dan AVF = (+) dan (+)  NAD
viii. Segmen ST = ST elevasi di LII, LIII, V1 – V6
ix. Gelombang T = tidak ada T tall, T flat, T inverted

4. Mengapa dokter memberikan O2 dan aspirin sublingual pada pasien ?

- Keluhan sesak napas  diberikan terapi O2, tapi karena SpO2 = 97%
i. 95-100% =normal, dapat diberi terapi O2 melalui nasal kanul = 3-4L , FiO2 = 29-
36%
- Pemberian aspirin (curiga sumbatan)
i. Fx aspirin = blockade tromboxan A2  untuk penurunan agregasi platelet dan
viskositas darah
ii. Sublingual = mukosa lebih tipis  sehingga penyerapan zat aktif pada
vaskularisasi di mulut lebih mudah dan cepat.

5. Bagaimana patofisiologi dan patogenesis dari kasus di scenario ?

- orang yang memiliki FR = hipertensi, DM, hiperkolestrolemis , perokok  merusak


endotel  disfungsi endotel  merangsang monosit untuk ke endotel 
berdiferensiasi menjadi makrofag
i. mencerna LDL teroksidasi  menjadi cell foam  fatty streak .
ii. Menghasilkan berbagai zat (kemotraktin, sitokin)  rangsang sel otot polos
untuk migrasi dr tuntika media ke tunika intima  rangsang sintesis kolagen 
membentuk kapsul fibrosis  membungkus fatty streak  menjadi plak
- LDL mengalami modifikasi  rangsang makrofag  menghasilkan MMP 
mendegenerasi kolagen  menyebabkan kapsul fibrosis menipis  fatty streak tidak
terbungkus lagi  menjadi rupture plak  menuju ke aliran darah  aliran darah
terpapar zat trombogenik  merangsang terbentuknya thrombus  thrombus hambat
aliran darah ke jantung  supply O2 menurun  iskemik jantung (miokardium) 
perubahan metabolism miokardium dari aerob menjadi anaerob  terbentuk asam
laktat  keluarnya mediator inflamasi  rangsang ujung saraf nyeri (diatas)
- Nyeri akibat iskemik  kurangnya pasokan oksigen  menstimulasi ujung saraf sensoris
miokardium  serabut saraf afferent ascending ke SSP melalui truncus simpaticus yang
cardiac branch  masuk ke spinal cord melalui radix posterior di ke4 saraf torakal ke
atas (T7, T8, T9  bisa menyebabkan nyeri di daerah epigastrium)  sehingga nyerinya
dialihkan ke area yang mendapat supply dari saraf spinal tersebut (dermatomnya = T7-
T9)
- Infark miokard melibatkan dinding inferior dan permukaan diafragma jantung
- Nyeri dada  pain disalurkan ke medulla spinnalis ke C4-T5
i. persaafan epigastrium T3-T5  nyeri dada juga disalurkan ke epigastrium
karena persarafannya sama = merupakan angina ekuivalen / atipikal (bukan
gejala yang khas)
ii. persarafan lengan kanan C4-C6  dermatom juga sama , sehingga nyeri dada
bisa dijalarkan ke lengan
iii. nyeri dada  nyeri jantung : penyebab =
1. iskemik = karena aterosklerosis, thrombus, peningkatan kebutuhan O2
jantung (atrial fibrilasi, sinus aritmia kontraksi meningkat 
kebutuhan O2meningkat  pasokan tetap  iskemik)
2. kompresi

6. Bagaimana cara melakukan resusitasi jantung paru menurut AHA 2015 ?

- Bila tidak ada alat bantuan


i. Untuk dewasa
1. Meletakkan tangan : menggunakan 2 tangan yang saling menggenggam
, letakkan 2-3 jari dibawah sternum.
2. Perbandingan kompresi dan ventilasi = tiap 30 kompresi diberi 2
bantuan nafas (tidak boleh >5detik). Kedalaman kompresi 1-1,4inch
(5cm)
ii. Untuk anak – pubertas (1-12 tahun)
1. Sama dengan dewasa
2. Sama dengan dewasa
iii. Untuk <1 tahun / infant
1. Meletakkan atngan = dengan 2 jari dibawah garis antara 2 puting susu
2. Kedalaman kompresi ~4cm , perbandingan kompresi dan pemberian
nafas sama dengan dewasa (30:2)  jika 1 penolong ; jika 2 penolong
15:2
- Tahap sebelum RJP
i. Periksa kesadaran penderita dan nadi carotis
ii. Mengaktifkan system tanggap darurat melalui ponsel  telpon RS terdekat
iii. Memulai

7. Apa saja tanda-tanda ROSC ?


8. Apa saja pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada kasus di scenario ?
9. Apa Dx dan DD dari kasus di scenario ?
10. Apa saja faktor resiko dari kasus di scenario ?
11. Bagaimana alogaritma yang harus dilakukan pada kasus di scenario ? Aplikasikan penanganan
ketika pertama kali di UGD
12. Jelaskan mengenai defibrilasi !

STEP 4