Anda di halaman 1dari 10

Sumber dan Referensi

https://www.google.co.id/amp/s/amp.dw.com/id/kebun-vertikal-solusi-jitu-
perbaiki-kualitas-udara-perkotaan/a-42464743
https://www.iai-jakarta.org/artikel/lihat/peran-arsitek-dalam-mengembangkan-
wajah-kota
https://www.google.co.id/amp/s/malangtoday.net/malang-raya/malang-miliki-
kampung-tematik-ini-tanggapan-pakar-arsitektur-itb/amp/
http://arsitekturdanlingkungan.blogspot.com/2012/10/pengertian-arsitektur-dan-
lingkungan.html?m=1

https://www.google.co.id/amp/s/ariefrahmanhakim.wordpress.com/2009/09/09/pe
ran-arsitek/amp/
https://www.google.co.id/amp/s/architecturesworldea77.wordpress.com/2014/11/
18/arsitektur-hemat-energi/amp/
http://dwirahmadiyahfitriyani.blogspot.com/2017/01/peran-arsitektur-dalam-
penataan.html?m=1

http://dianachristin.blogspot.com/2012/08/lingkungan-binaan-1.html?m=1
https://www.google.co.id/amp/www.mongabay.co.id/2016/12/28/10-green-
building-terbaik-2016-yang-begitu-menginspirasi/amp/

https://phinemo.com/asal-muasal-mengapa-kampung-warna-warni-bisa-hits-di-
indonesia/

https://economy.okezone.com/read/2017/04/18/470/1670574/konsep-pabrik-
ramah-lingkungan-ini-patut-ditiru-indonesia

https://www.google.co.id/amp/s/economy.okezone.com/amp/2012/12/22/479/735
927/inspiratif-gedung-sekolah-ramah-lingkungan
Peran Arsitek dalam Peningkatan Kualitas Lingkungan Binaan

Membahas tentang profesi arsitek, yang pertama terlintas dalam pikiran


awam tentu saja tentang perancangan bangunan. Istilah arsitek seringkali diartikan
sesempit itu. Secara luas, arsitek adalah orang yang terlibat dalam perencanaan,
merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu
keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika,
budaya, atau masalah sosial. Lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai
dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan,
sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan
arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau
lingkungan binaan. Banyak yang masih belum memahami bahwa peran
sesungguhnya dari seorang arsitek adalah membentuk lingkungan binaan yang
mapan dan berkelanjutan. Merujuk pada mukadimah yang disusun oleh Ikatan
Arsitek Indonesia (IAI) dalam buku Kode Etik Arsitek dan Kaidah Tata Laku
Profesi Arsitek, disebutkan bahwa seorang arsitek sejatinya “menyadari
profesinya yang luhur, membaktikan diri kepada bidang perencanaan,
perancangan, dan pengelolaan lingkungan binaan dengan segenap wawasan,
kepakarannya, dan kecakapannya.”

Lingkungan binaan adalah suatu lingkungan yang didominasi oleh struktur


buatan manusia. Sistem lingkungan binaan bergantung pada asupan energi,
sumber daya, dan rekayasa manusia untuk dapat bertahan. Ini berarti dalam
lingkungan binaan terdapat hubungan antara bangunan, manusia, dan
lingkungannya yang tidak terpisahkan. Dan oleh karenanya, sebagian besar
lingkungan yang dipakai manusia adalah lingkungan buatan, dan lingkungan
buatan ini harus diatur agar dapat mempertahankan hidup manusia dengan baik.
Contoh lingkungan binaan diantaranya, perkotaan, perkampungan, jalan, sekolah,
taman, kawasan industry, dan sebagainya.

Beberapa peranan seorang arsitek dalam meningkatkan kualitas lingkungan


binaan diantaranya sebagai berikut.

1. Memperhatikan hubungan antara ekologi dan arsitektur, yaitu hubungan


antara massa bangunan dengan makhluk hidup yang ada disekitar
lingkungannya, tak hanya manusia tetapi juga flora dan faunanya. Arsitektur
sebagai sebuah benda yang dibuat oleh manusia harus mampu menunjang
kehidupan dalam lingkugannya sehingga memberikan timbal balik yang
menguntungkan untuk kedua pihak. Pendekatan ekologis dilakukan untuk
menghemat dan mengurangi dampak – dampak negatif yang ditimbulkan
dari terciptanya sebuah massa bangunan, akan tetapi dengan memanfaatkan
lingkungan sekitar. Contoh terapannya yaitu, munculnya trend green
architecture (arsitektur hijau). Di mana seorang arsitek dituntut untuk
mampu menerapkan prinsip-prinsip green architecture tersebut. Berikut
prinsip-prinsip green architecture.
 Hemat energi : meminimalkan bahan bakar serta energi listrik dan
memaksimalkan energi alam sekitar yang ada (matahari sebagai
cahaya diwaktu pagi hingga sore hari)
 Memperhatikan kondisi iklim : bangunan yang di desain haruslah
memperhatikan kondisi iklim di sekitar site (site tersebut
mempunyai curah hujan tinggi atau tidak)
 Minimizing resources : penggunaan material bangunan dengan
mempertimbangkan aspek perlindungan ekosistem dan sumber
daya alam
 Respect for site / tidak berimplikasi negatif terhadap kesehatan dan
kenyamanan pengguna bangunan
 Respect for user/ merespon keadaan tapak dari bangunan
 Menerapkan/menggunakan prinsip-prinsip yang ada secara
keseluruhan
2. Memberikan dampak pada estetika bangunan
3. Dapat memberikan pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota.
4. Memperhatikan kondisi lahan yang akan dibangun. Sebagai contoh bila
bangunan akan didirikan pada lahan yang memiliki kemiringam, maka
dengan pendekatan ekologis bisa dicarikan solusinya seperti memperkuat
pondasi, atau menggabungkan unsur alam pada lingkungan dengan
bangunan yang ada sehingga semakin estetis bangunan yang tercipta.

Salah satu aspek fisik yang dapat memberikan identitas atau ‘wajah’ dari
sebuah lingkungan binaan terletak pada bangunan. Disinilah peranan seorang
arsitek dalam menggunakan keahlian merancang bangunan dalam meningkatkan
kualitas lingkungan binaan. Adapun dalam perancangan kota ada beberapa
pendekatan yang dapat membantu mengembalikan dan meningkatkan identitas
dan kualitas hidup perkotaan:

1. Arsitek harus meningkatkan kepekaan terhadap kondisi dan permasalahan


urban. Dengan memahami permasalahan tata kota, arsitek dapat memberikan
solusi rancangan yang tepat pada suatu lingkungan, apakah dengan
memberikan kontras atau selaras.
2. Merancang untuk manusia. Permasalahan yang dihadapi kota-kota besar
adalah meningkatnya kendaraan bermotor, sehingga seakan-akan kota hanya
mengakomodasi kebutuhan kendaraan. Dengan mengutamakan rancangan
arsitektur untuk manusia, maka akan menghasilkan rancangan arsitektur
yang lebih ‘akrab’ dengan penggunanya.
3. Memberikan ide dan solusi permasalahan sosiologis dan ekologis. Terkait
dengan poin sebelumnya, arsitek diharapkan mampu menjembatani
hubungan masyarakat dan lingkungan, seperti menciptakan kawasan wisata
baru dan menciptakan ruang hijau publik sebagai ruang interaksi sosial.
4. Memiliki visi yang jelas akan dampak rancangan dengan kawasan
sekitarnya. Setidaknya, arsitek harus mampu membayangkan nilai-nilai yang
muncul dari hasil rancangannya pada kawasan sekitar, sehingga seorang
arsitek tidak lagi merancang demi menunjukkan ego masing-masing dengan
sekadar membuat bangunan ‘cantik’ yang tidak sesuai konteks kota dan
kawasan, namun yang lebih penting, menciptakan bangunan yang mampu
memberi nilai tambah pada kawasan tersebut.

Contoh-Contoh Karya Arsitek

yang Meningkatkan Kualitas Lingkungan Binaan

1. Kebun Vertikal Solusi Jitu Perbaiki Kualitas Udara Perkotaan

Kehijauan mengganti warna kelabu gedung bertingkat. Ibarat hutan vertikal,


yang tumbuh di fasad bangunan. Tumbuhan hijau di gedung bertingkat
menjadikan kota besar lebih atraktif. Arsitek dan penata kota di seluruh dunia
sudah lama menyadari efek ini. Terutama di kota-kota besar, tanaman amat
penting. Pasalnya di musim panas, suhu di kota lebih panas ketimbang desa.
Tembok telanjang menyimpan panas. Sementara fasad hijau justru menyejukan.

2. Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat


Sebagai taman hijau kota dengan Banyaknya lingkungan hijau di site bangunan
tersebut dan pembuatan taman pada atap sehingga membuat dampak positif untuk
mengurangi dampak global warming. Pembuatan the "Artificial Sungai" dibuat
sepanjang sisi barat laut situs untuk membantu mengumpulkan air hujan untuk
didaur ulang dan
mengganti pagar sebagai
batas ramah antara taman
dan sekitarnya.

3. New Media Tower

Bangunan ini merupakan gedung terbaru Universitas Multimedia Nusantara,


dirancang sebagai gedung hemat energi dengan menerapkan berbagai teknologi
yang memungkinkan untuk melakukan penghematan energi dengan
memanfaatkan udara alami semaksimal mungkin tanpa mengurangi kenyamanan.

Penggunaan teknologi double skin, yang terbuat dari plat aluminium


berlubang, memungkinkan untuk mengontrol intensitas cahaya dan panas
matahari yang masuk kedalam ruangan sehingga ruangan cukup dingin dan
terang. Alhasil, penggunaan pendingin udara bisa dikurangi sehingga bisa
menghemat energi listrik. Seperti diketahui bahwa pendingin udara
mengkonsumsi energi listrik terbesar pada setiap gedung. Lubang-lubang tersebut
juga berfungsi untuk sirkulasi udara sehingga koridor gedung tidak perlu
menggunakan pendingin tetapi masih cukup nyaman. Di lantai bawah yang
digunakan sebagai kantin dan area pertemuan mahasiswa dibuat dengan konsep
terbuka menggunakan udara alami. Selain itu, gedung ini juga memaksimalkan
konservasi air dengan mendaur ulang air limbah untuk digunakan kembali dan
menangkap air hujan sehingga tidak terbuang. Memang, dengan gedung yang
menggunakan lapis luar berupa aluminium yang diberi lubang-lubang, sudah pasti
air hujan akan masuk sehingga membuat sisi pinggir koridor menjadi basah.
Tetapi, ini adalah suatu hal yang normal, bahkan sudah dibuatkan saluran air
untuk pembuangannya secara cermat.

4. Perpustakaan Universitas Indonesia

Bangunan perpustakaan yang akan menjadi iconic atau landmark ini,


mempunyai konsep sustanablebuilding yang ramah lingkungan (eco friendly),
bahwa kebutuhan energi menggunakan sumber energi terbarukan, yakni energi
matahari (solar energy), maka nantinya di dalam gedung tidak diperbolehkan
menggunakan plastik dalam bentuk apa pun. Nanti semua kebutuhan plastik akan
diganti dengan kertas atau bahan lain. Bangunan ini juga didesain bebas asap
rokok, hemat listrik, air dan kertas.

5. Bullitt Center, Seattle


Gedung ini adalah model sejati keberlanjutan, yang dinobatkan sebagai
salah satu gedung perkantoran paling ramah lingkungan di dunia. Semua feature
dan fasilitas yang ada seolah merupakan organisme hidup. Gedung ini memiliki
575 panel surya di atapnya, yang tak hanya mampu menyuplai listrik untuk
gedung tersebut, tetapi juga untuk penduduk sekitar terutama di musim panas.
Gedung ini didesain menggunakan zero energi, air, maupun limbah. Arsiteknya
juga menambahkan tangga unik, untuk melihat Kota Seattle dari atas kawasan
Puget Sound. Sehingga, siapapun akan lebih memilih menaiki tangga ini
dibandingkan naik lift. Nuansa hemat energi dan hidup sehat terpancar jelas di
sini.

6. Kampung Code, Jogja

Pada tahun 1980-an, Kampung Code tersebut merupakan rumah-rumah


bambu yang kumuh dan tidak tertata. Saat itu seorang arsitek bernama Romo
Mangunwijaya bersama para mahasiswa dan relawan berinisiatif menata kawasan
pemukiman, mengikuti kontur alam di tempat itu. Tak sekadar diperbaiki dan
ditata, mereka membuatnya lebih cantik dengan mengecatnya dengan aneka
warna. Mereka juga membuat fasilitas umum seperti tempat MCK, sumur dan
tempat pertemuan warga. Tempat pertemuan warga di tengah-tengah pemukiman
itu sampai sekarang masih tetap seperti aslinya. Konstruksi rumah tidak
mengalami perubahan namun hanya dicat ulang pada tiang dan dindingnya.
7. Pabrik Ramah Lingkungan

Kompleks multi-layer pada desain pabrik tersebut akan aktif berkontribusi


pada lingkungan di kota-kota besar, di mana pabrik tersebut berdiri. Pasalnya,
pabrik tersebut dirancang tanpa menghasilkan emisi CO2 saat beroperasi. Selain
itu, konsep pabrik itu juga mengedepankan pemanfaatan teknologi seefisien
mungkin. Sehingga akan lebih sedikit energi yang digunakan untuk
mengoperasikan pabrik tersebut. Konsep pabrik vertikal itu pun diyakini mampu
menjamin keramahan lingkungan yang lebih baik dengan kemampuan mengubah
sampah organik menjadi air, pupuk energi panas dan penghasil listrik.

8. Bobigny School, Prancis


Bobigny School adalah sekolah dasar yang terletak di daerah perkotaan
padat. Hal ini kemudian menginspirasi arsiteknya, yakni Mikou Design Studio
untuk merancang sebuah sekolah dengan desain yang mementingkan kenyamanan
anak-anak.

Bangunan ini memiliki serangkaian atap hijau berbentuk tiga spiral yang
seolah menurun dari sisi utara. Bentuk atap ini berguna untuk memaksimalkan
pencahayaan dan menciptakan perlindungan untuk pejalan kaki.

Dengan menerapkan bentuk desain arsitektur yang baik, sehingga setiap


lantai mendapatkan pencahayaan alami yang maksimal. Teras yang dirancang
menawarkan kesejukan yang berasal dari tanaman di sekitarnya.

Fasad bangunan yang menghadap ke jalan sengaja didesain seperti


"terbungkus" dalam balok panel kayu solid berbagai warna. Bukaan pada
bangunan sengaja dibuat lebar sehingga memaksimalkan cahaya alami dapat
masuk ke dalam interior di dalamnya.