Anda di halaman 1dari 10

CRITICAL JOURNAL REVIEW

Oleh

ERSANDI LAZUARDI (4183311027)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

17 September 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunia-
Nya saya dapat menyelesaikan tugas dalam pembuatan Critical Book Report : HIMPUNAN
DAN LOGIKA :Suatu Pengantar Oleh penulis D. Suryadi H. S sebagai pemenuhan tugas dalam
mengikuti perkuliahan,pada mata kuliah “HIMPUNAN DAN LOGIKA”.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan tugas ini masih jauh dalam
kesempurnaan dan tentunya masih banyak kekurangan, untuk itu saya sangat
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sempurnanya tugas-tugas
selanjutnya. Saya berharap semoga Critical Book Jurnal ) ini bisa bermanfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………………………………….i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………….……………….ii

BAB II PENDAHULUAN …………………..……………………………………….………………….………………...1

A. Latar Belakang……………………….………………………………….…….……………………….…………….1
B. Tujuan …………..………......................................................................................................................................1
C. Informasi Buku………......................................................................................................................................1
BAB II RINGKASAN ARTIKEL/ HASIL PENELITIAN………………………………………………………2
BAB III KEUNGGULAN ARTIKEL/ HASIL PENELITIAN…….……………………………………...….....4
BAB IV KELEMAHAN ARTIKEL/ HASIL PENELITIAN……………….…………….…………………......5
BAB V PENUTUP………………………………………………………………………………….………………………6

4.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………..……………………………...6

4.2 Saran……………………………………………………………………………………….…………………………….6

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………….………………………………7

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Hingga saat ini kebanyakan siswa masih menganggap matematika itu sulit dipahami,
sehingga menjadi momok yang selalu menghantui pikirannya sebelum belajar. Siswa malas
mempelajari matematika dan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang matematika. Dalam
mempelajari matematika dilakukan secara bertahap dan berurutan serta berdasarkan pengalaman
belajar yang lalu. Beberapa hal yang sering terjadi di lapangan selama ini adalah pembelajaran
masih berpusat pada guru. Guru menyampaikan pelajaran menggunakan metode ceramah atau
ekspositori. Sementara siswa mencatatnya di buku sehingga siswa hanya bekerja secara
procedural dan siswa cenderung menggunakan rumus yang ada tanpa memperhatikan konteks
masalahnya.Pembelajaran matematika biasanya mengutamakan pada latihan mengerjakan soal-
soalsaja, sehingga jika siswa menghadapi soal yang berbeda dari soal latihan mereka tidak dapat
menyelesaikannya.

B. Tujuan

1. Mengetahui pengembangan bahan ajar materi himpunan konteks lascar pelangi dengan
pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Kelas VII Sekolah Menengah
Pertama
2. Mengetahui bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran fungsi komposisi dan fungsi
invers dengan menggunakan pendekatan matematika realistik.

C. Informasi Jurnal

Judul :Pengemban ganbahan ajar materi himpunan konteks lascar pelangi dengan
pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Kelas VII
Sekolah Menengah Pertama
Jurnal : Pendidikan Matematika
Volume : Volume 7 No.2 Juli 2013
Tahun : 2013
Penulis : Jonny Manullang
Reviewer : Ersandi Lazuardi
Tanggl : 25 September 2018

1
BAB II
RINGKASAN ARTIKEL/ HASIL PENELITIAN

Proses pengembangan yang sudah dilalui terdiri dari tiga tahap, yaitu self evaluation,
prototyping (expert reviews, one-to-one dansmall group) dan field test serta revisi pada masing-
masing tahap maka diperoleh bahan ajar yang dikategorikan valid dan praktis. Valid tergambar
dari hasil penilaian validator, dimana hamper semua validator menyatakan baik berdasarkan
konten, konstruks, dan bahasa. Setelah soal dinyatakan valid secara kualitatif berdasarkan, soal
diujicobakan terhadap siswa kelas VII.B SMP 4 Pangkal Pinang sebanyak 35 siswa untuk
menganalisis butir soal dan realibilitas soal.

Dari hasil revisi berdasarkan komentar/saran dan lembar jawaban siswa pada One-to-one
dan small group menunjukkan soal yang dikembangkan praktis. Soal tersebut dikategorikan
praktis tergambar dari hasil pengamatan pada uji coba small group, dimana hamper semua siswa
dapat menggunakan bahan ajar dengan baik. Soal yang dikembangkan juga sesuai dengan alur
pikiran siswa, konteks yang diberikan diketahui oleh siswa, mudah dibaca dan tidak
menimbulkan penafsiran yang beragam.

Pada uji field test siswa dikelompokkan dengan jumlah setiap kelompok 7-8 orang. Dari
36 siswa terdapat 5 kelompok, masing-masing 7 siswa dan hanya satu kelompok 8 siswa. Pada
materi himpunan ini peneliti menggunakan konteks Laskar Pelangi. Laskar Pelangi bagi anak-
anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan konteks nyata yang bias mereka temui.
Penggunaan konteks ini bertujuan untuk memotivasi siswa dan membantu siswa memahami
konsep himpunan. Pembelajaran mengenai konsep himpunan dimulai dengan masalah realistic
dan selanjutnya melalui aktivitas siswa menjawab beberapa pertanyaan. Hal ini sesuai dengan
prinsip PMRI yang pertama yaitu guided reinvention (penemuan kembali secara seimbang)
melalui progressive mathematizing (matematisasi progresif).

Berdasarkan tes hasil belajar menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah mencapai
hasil dengan kategori yang baik hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Laskar Pelangi dapat
menambah motivasi siswa untuk belajar dengan lebihbaik. Dengan Laskar Pelangi ini sebagai
starter untuk pembelajaran pokok bahasan Himpunan membuat siswa lebih semangat dan lebih
cepat dalam memahami konsep-konsep Himpunan. Hal ini dimungkinkan bahwa cerita Laskar
Pelangi sudah mereka pahami sebelumnya, sehingga waktu belajar himpunan dengan konteks
Laskar Pelangi, para siswa lebih cepat untuk memahami

Satusiswa yang masih kurang dalam memahami konsep himpunan yaitu siswa PAR.
Hasil kerja siswa PAR kebanyak salah dalam pemahaman konsep himpunan, hal ini disebabkan
siswa ini termasuk berkemampuan lemah.

2
Pada aktivitas dua siswa diberikan konteks karnaval. Hari yang sangat mendebarkan,
Mahar merancang pakaian untuk Cheetah dengan bahan semacam terval yang dicat kuning-
kuning bertutul-tutul sehingga mirip macan tutul. Pembelajaran diawali dengan pemberian
gambar penampil ananak-anak SD Muhammadiyah ketika tampil dalam karnaval 17 Agustus,
siswa menentukan masing-masing siswa yang tututan di dalam karnaval tersebut. Pemberian
konteks ini diberikan sebagai jembatan siswa untuk memahami himpunan bagian dari suatu
himpunan, kemudian siswa menentukan himpunan bagian yang memiliki satu anggota, dua
anggota, tiga anggota dan seterusnya. Pada tahap ini siswa sudah terbiasa dan tampak antusias.
Siswa juga menentukan banyaknya anggota himpunan yang didapat.Di akhir pertemuan
dilakukan diskusi kelas untuk membuat kesimpulan.

Pada aktivitas tiga siswa diberikan konteks Mahar dan Ikal yang sedang berpelukan
berjalan di sebuah jembatan desa Gantong. Siswa tampak senang belajar dengan gambar-gambar
ini, dalam hal ini Mahar dan Ikal adalah tokoh sentral dari Laskar Pelangi dan ada juga yang
mengidolakan kedua tokoh ini. Mereka mengamati huruf-huruf yang sama yang sama yang
terdapat pada nama kedua anak tersebut, lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada pada
lembar kerja.

3
BAB III

KEUNGGULAN ARTIKEL/ HASIL PENELITIAN


Kelebihan dalam setiap karya tulis pastinya tersebar di berbagai tulisannya, namun
pastilah ada beberapa kelebihan yang menonjol pada setiap karya ilmiah/tulis. Kelebihan dalam
jurnal ini yang berjudul Pengembangan bahan ajar materi himpunan konteks lascar pelangi
dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Kelas VII Sekolah
Menengah Pertama adalah terletak pada meteri yang cukup lengkap terlihat pada sub-sub judul
dalam jurnal tersebut yang lengkap dan mendetail, kemudian kelebihan dari jurnal tersebut
adalah penulis dapat mengembangkan beberapa poin-point kecil namun cukup penting untuk di
kaji, dan penulis melakukannya dengan cukup baik. Kemudian jurnal ini sangat terpercaya
karena penulis mencantumkan banyak referensi / daftarpustaka sehingga jurnal tersebut sangat
memikat.

4
BAB IV
KELEMAHAN ARTIKEL/ HASIL PENELITIAN

Tidak terdapat gambar- gambar dalam melakukan penelitian di dalam jurnal ini dan tidak
ada table yang menjunjukkan adanya perbedaan yang dapat diambil dalam membaca jurnal ini.
Bahasa yang digunakan sulit untuk dipahami oleh sesorang ketika membaca jurnal ini.

5
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan

Berdasarkan tes hasil belajar menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sudah
mencapai hasil dengan kategori yang baik hal ini menunjukkan bahwa penggunaan
Laskar Pelangi dapat menambah motivasi siswa untuk belajar dengan lebih baik. Dengan
Laskar Pelangi ini sebagai starter untuk pembelajaran pokok bahasan Himpunan
membuat siswa lebih semangat dan lebih cepat dalam memahami konsep-konsep
Himpunan. Hal ini dimungkinkan bahwa cerita Laskar Pelangi sudah mereka pahami
sebelumnya, sehingga waktu belajar himpunan dengan konteks Laskar Pelangi, para
siswa lebih cepat untuk memahami. Satusiswa yang masih kurang dalam memahami
konsep himpunan yaitu siswa PAR. Hasil kerja siswa PAR kebanyak salah dalam
pemahaman konsep himpunan, hal ini disebabkan siswa ini termasuk berkemampuan
lemah. Pada aktivitas dua siswa diberikan konteks karnaval. Pada tahap ini siswa sudah
terbiasa dan tampak antusias. Siswa juga menentukan banyaknya anggota himpunan yang
didapat.Di akhir pertemuan dilakukan diskusi kelas untuk membuat kesimpulan. Pada
aktivitas tiga siswa diberikan konteks Mahar dan Ikal yang sedang berpelukan berjalan di
sebuah jembatan desa Gantong. Siswa tampak senang belajar dengan gambar-gambar ini,
dalam hal ini Mahar dan Ikal adalah tokoh sentral dari Laskar Pelangi dan ada juga yang
mengidolakan kedua tokoh ini. Mereka mengamati huruf-huruf yang sama yang sama
yang terdapat pada nama kedua anak tersebut, lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang ada pada lembar kerja.

B. Saran
Penulis jurnal ini seharusnya membuat atau menulis jurnal ini dengan kata atau bahasa
yang mudah dipahami oleh pembaca jurnal karena sangatlah penting ketika sesorang
memahami juranl ini mampu memahami konsep atau hal yang penting di dalam jurnal ini
dan juga seharusnya penulis jurnal ini membuat perbedaan nilai dalam menggunakan
metode metode dalam pengajaran dalam jurnal ini agar terlihat jelas mana metode yang
mampu meningkatkan motivasi belajar dari suatu anak itu.

6
DAFTAR PUSTAKA