Anda di halaman 1dari 2

Karateristik biologi dan fisiologi

1. Metabolisme : suatu bentuk usaha dalam memenuhi kebutuhan hidupnya


2. Fotosistesis : Asimulasi zat karbon adalah zat fisologi tumbuhan megandung zat karbon.
3. Respirasi : suatu proses katabolisme ( perombakan )
4. Fermentasi : suatu reaksi oksidasi dan reduksi dimana zat yang direduksi maupun
dioksidasi merupakan zat organik.

Proses pertumbuhan hasil pertanian


1. Pembelahan sel
2. Pembesarans el
3. Pendewasan sel
4. Pemotongan
5. Kelayuan
6. pembususkan
Klimatorik adalah suatu priode mendadak yang khas pada buah-buahan tertentu, dimana
selama proses tsb terjadi serangkaian perubahan biologis dan diawali dengan perubahan etilen dan
ditandai dengan proses pemotongan.
Karakteristik hidratasi
Karaterikstik air dalam bahan pangan

 Tipe I : Yaitu molekul air terikat secara kimia dengan molekul molekul lain melalui suatu
ikatan hidrogen. Molekul air membentuk hidrogen yang berenergi besar. Molekul
air membentuk hidrat dengan molekul molekul lain yang mengandung atom atom
oksigen dan nitrogen seperti karbohidrat, protein dll.
 Tipe II : yaitu molekul air terikat secara kimia dengan molekul-molekul lain dan membentuk
ikatan hidrogen.
 Tipe III : Yaitu molekul air terikat secara fisika dengan jaringan-jaringan matrik bahyan
seperti membran, kapiler, serat dll.
 Tipe IV : Yaitu air bebas

Holtikultura merupakan kegiatan membudidayakan tanamana yang ekonomi tinggi


secara intensif, yang dapat menjamin input tinggi dari modal, tenaga kerja dan teknologi
setiap tahun satuan luasan, yang meliputi tanaman bahan pangahn, bahan pelindung serta
penyamanan lingkungan ( tanaman hias ).
Holtikultura bersifat mudah rusak ( perishable) yang erat hubungannya dengan
karateristik kimia, karateristik fisika dan karateristik biologi. Produk holtikultura merupakan
sumber vitamin, mineral dan serat kasar. Daya tahan dari buah-buahan dan sayuran sangat
ditentukan oleh intrensitas atau tingkat kecepatran reespirasinya.

Laju respirasi merupakan proses metabolisme yang perlu diperhatikan khusus.


Kecepatan rspirasi ini menyangkut jumlah oksigen yang dibutuhkan persatuan waktu yang
sama, dengan demikian kecepatan respirasi dapat dijadikan sebagai indikator yang baik untuk
perubahan proses reaksi lainnya, seperti perubahan gula menjadi pati, misalkan pada jagung
mansi, prose4s kehilangan vitamin khususnya vitamin C bahkan indikator perubahan
fisiologis lainnya.
Tingkat kecepatan respirasi:
1. Kecepatan tinggi, berlangsung pada produk jaringan muda misalnya asparagus, kubis,
kecamba, dan buah mentah seperti jagung.
2. Kecepatan rendah, mempunyai laju respirasi rendah pada komoditi yanbg berfungsi
sebagai cadangan makanan bagi tanaman, misalnya ubi jalar, kentang, bawang, bakung
dan labu.
3. Kecepatan sedang, mempunyai laju respirasi sedang diantaranya adalah mentimun dan
bayam.

Respirasi adalah suatu proses katabolisme ( perombakan ) senyawa komplek yang


terdapat pada sel seperti pati, gula dan asam organik menjadi senyawa yang lebih
sederhana.
Fermentasi adalah suatu reaksi oksidasi dan reduksi dimana zat yang direduksi
maupun dioksidasi merupakan zat organik.

Perbedaan respirasi dan fermentasi


Respirasi dan fermentasi keduanya adalah proses memperoleh energi. Perbedaan
uatama antara fermentasi dengan respirasi adalah dimana respirasi menggunakan oksigen
untuk mendapatkan energi makanan sedangkan fermentasi tidak membutuhkan oksigen.
Fermentasi pada dasarnya menghilangkan glukosa dari zat sementara meninggalkan
alkohol. Fermentasi adalah proses anaerob sehingga mengapa tidak memerlukan oksigen
seperti respirasi.
Perbedaan :
 Fermentasi terjadi dalam anaerob sedangkan respirasi terjadi lebih dalam kondisi
aerobik
 Hasil respirasi dalam pembentukan energi yang berasal darin glukosa atau kimia
organik lainnya
 Respirasi menggunakan dan menghasilkan 38 ATP sedangakan fermentasi
menghasilkan 2 ATP
 Respirasi lebih efisien dari pada fermentasi dalam pembentukan ATP
 Produksi ATP lebih cepat dalam fermentasi dari pada dalam respirasi