Anda di halaman 1dari 2

Abstark

Nata de coco adalah makanan yang banyak mengandung serat selulosa kadar tinggi yang
bermanfaat bagi kelancaran pencernaan kita. Makanan ini berbentuk padat, kokoh, kuat,
putih, transparan, dan kenyal dengan rasa mirip kolang-kaling. Nata de coco merupakan jenis
makanan hasil fermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum. Acetobacter xylinum dalam
pertumbuhan dan aktivitasnya membentuk nata memerlukan suatu media yang tepat memiliki
kandungan komponen-komponen yang dibutuhkan sehingga produksi nata yang dihasilkan
dapat secara optimal. Komponen media nata yang dibutuhkan sebagai syarat media nata
antara lain memiliki sumber karbon dapat berupa gula, sumber nitrogen dapat berupa
penambahan urea atau ZA. Biosintesa nata berawal dari proses hidrolisis karbohidrat yang
berasal dari media, dimana sel- sel bakteri tersebut akan mengambil glukosa dari larutan gula,
kemudian glukosa tersebut digabungkan dengan asam lemak membentuk prekursor atau
penciri nata pada membran sel. Prekursor selanjurnya dikeluarkan dalam bnetuk ekskresi dan
bersa,a enzim mempolarisasi menjadi selulosa luar sel.
Alat dan bahan
Metode penelitian ini digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Pada
praktikum ini menyiapakn alat dan bahan alatnynya berupa Keler-keler atau waskom, ember
plastik, rak kayu, pengaduk, kertas koran kertas saring, beaker glass, neraca, corong, dan bahan
yang kami gunakan diantaranya yaitu air kelapa, gula pasir, rak kayu, asam cuka/asam glasial,
cairan bibir asetobacter xylinum), urea.
Langkah kerja
• didihkan air kelapa dalam beker glass. kemudian tambahkan gula pasir 75 gr per liter
air kelapa. kemudian saringlah dengan menggunakan kertas
• ukur pH dari air kelapa, tambah asam cuka atau asam asetat glasial sampai menjadi pH
4 - 4,5
• masukan cairan bibit sebanyak 165 ml/liter air kelapa atau bakteri dari kultur murni ke
dalam air kelapa yang telah diukur pH nya kemudian aduk rata
• masukan air kelapa yang telah mengandung bibit tersebut kedalam keler atau waskom,
kemudian tutup dengan kertas bersih beri keterangan dan dan simpan di tempat aman
selama 15 hari
• setelah 15 hari akan terbentuk lapisan putih pada permukaan air kelapa, angkatlah
lapisan tersebut dengan menggunakan garpu bersih, jagan sampai bagian bawahnya
terkontaminasi
• buanglah lapisan/selaput tipis yang melekat pada bagian bawah, kemudian potong-
potong lapisan putih yang diperoleh sesuai dengan keinginan
• rendam lapisan tadi selama 2-3 hari
1

•ukur pH dari air kelapa, tambah asam cuka atau asam asetat glasial sampai menjadi pH 4 - 4,5
2

•masukan cairan bibit sebanyak 165 ml/liter air kelapa atau bakteri dari kultur murni ke dalam air kelapa
3 yang telah diukur pH nya kemudian aduk rata

•masukan air kelapa yang telah mengandung bibit tersebut kedalam keler atau waskom, kemudian tutup
4 dengan kertas bersih beri keterangan dan dan simpan di tempat aman selama 15 hari

•setelah 15 hari akan terbentuk lapisan putih pada permukaan air kelapa, angkatlah lapisan tersebut
5 dengan menggunakan garpu bersih, jagan sampai bagian bawahnya terkontaminasi

•buanglah lapisan/selaput tipis yang melekat pada bagian bawah, kemudian potong-potong lapisan putih
6 yang diperoleh sesuai dengan keinginan

•rendam lapisan tadi selama 2-3 hari


7