Anda di halaman 1dari 3

Nama : Aziz Wibie Ade Satrio

NIM :

Kelas : TI 16 A

Tugas Membuat Contoh Persoalan Penalaran Deduktif dan Induktif Serta Proposisi Untuk
Memenuhi Tugas Take Home Mata Kuliah Representasi dan Penalaran.

A. Penalaran Deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip
atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum.
Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara
deduksi. Yakni dimulai dari hal-hal umum, menuju kepada hal-hal yang khusus atau
hal-hal yang lebih rendah
Contoh :
1. Kesimpulan : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum)
Premis 1 : Dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan ( khusus )
Premis 2 : dan kegiatan imitasi ( khusus )
Premis 3 : dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif
sebagai prestasi sosial dan penanda status social ( Khusus ).
2. Kesimpulan : Obat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan
manusia masa kini (Umum).
Premis 1 : Bahkan, karena begitu akrabnya orang justru semakin tergantung
pada obat, semakin terbiasa menggunakan obat ( Khusus ).
Premis 2 : Penggunaan obat-obatan kini justru terlihat sebagai gaya hidup
modern ( Khusus) .
Premis 3 : Faktanya zat-zat yang terkandung dalam obat dan efeknya bagi tubuh
kita sering tidak kita perhatikan karena menganggap obat itu menyembuhkan
tanpa memerhatikan apa yang sebenarnya terkandug dalam obat tersebut (
Khusus ).
Premis 4 : Dalam pemilihan obat harus diperhatikan adanyna kandungan bahan-
bahan kimia yang justru menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh kita (
Khusus ).
B. Pengertian Penalaran Induktif
Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan menjelaskan permasalahan-
permasalahan khusus (mengandung pembuktian dan contoh-contoh fakta) yang diakhiri
dengan kesimpulan yang berupa pernyataan umum.
Contoh :
1. Premis 1 : Pada saat ini remaja lebih menukai tari-tarian dari barat seperti
breakdance, Shuffle, salsa (dan Kripton), modern dance dan lain sebagainya (
Khusus ).
Premis 2 : Begitu pula dengan jenis musik umumnya mereka menyukai rock,
blues, jazz, maupun reff tarian dan kesenian tradisional mulai ditinggalkan dan
beralih mengikuti tren barat ( Khusus ).
Premis 3 : Penerimaan terhadap bahaya luar yang masuk tidak disertai dengan
pelestarian budaya sendiri ( Khusus ).
Kesimpulan : Kesenian dan budaya luar perlahan-lahan menggeser kesenian
dan budaya tradisional ( Umum ).
2. Premis 1 : Pemakaian bahasa Indonesia diseluruh daerah di Indonesia dewasa
ini belum dapat dikata seragam ( Khusus ).
Premis 2 : Perbedaan dalam struktur kalimat, lagu kalimat, ucapan terlihan
dengan mudah ( Khusus ).
Premis 3 : Pemakaian bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sering
dikalahkan oleh bahasa daerah ( Khusus ).
Premis 4 : Diungkapkan persurat kabaran, radio, dan TV pemakaian bahasa
indonesia belum lagi dapat dikatakan sudah terjaga baik ( Khusus ).
Premis 5 : Para pemuka kita pun pada umumnya juga belum memperlihatkan
penggunaan bahasa Indonesia yang terjaga baik ( Khusus ).
Kesimpulan : Fakta – fakta diatas menunjukan bahwa pengajaran bahasa
Indonesia perlu ditingkatkan ( Umum ).
C. Penalaran Proposisi Cnf
Contoh apabila diterapkan dalam kalimat:
P : Andi anak yang cerdas.
Q : Andi rajin belajar.
R : Andi akan menjadi juara kelas.
S : Andi makannya banyak.
T : Andi istirahatnya cukup.
Kalimat yang terbentuk (basis pengetahuan) menjadi :
1) P : Andi anak yang cerdas.
2) (P ∧ Q) → R : Jika Andi anak yang cerdas dan Andi rajin belajar, maka Andi
akan menjadi juara kelas.
3) (S ∨ T) → Q : Jika Andi makannya banyak atau Andi istirahatnya cukup, maka
Andi rajin belajar.
4) T : Andi istirahatnya cukup.
Setelah dilakukan konversi ke bentuk CNF, didapat:
1) P : Andi anak yang cerdas.
2) ¬P ∨ ¬Q ∨ R : Andi tidak cerdas atau Andi tidak rajin belajar atau Andi akan
menjadi juara kelas.
3) ¬S ∨ Q : Andi tidak makan banyak atau Andi rajin belajar.
4) ¬T ∨ Q : Andi tidak cukup istirahat atau Andi rajin belajar.
5) T : Andi istirahatnya cukup.
6) ¬R : Andi tidak akan menjadi juara kelas.