Anda di halaman 1dari 42

MAKALAH ANATOMI DAN FISIOLOGI PADA MANUSIA

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Anfisman

Dosen Pembimbing:

dr. Sadeli Suganda, M. Kes

Nurlaili Dwi Hidayati, M. Si

Disusun Oleh:

Hanuf Hais Nurhasanah (31116169)

Kelas : 1D-Farmasi

PROGRAM STUDI S1-FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAKTI TUNAS HUSADA


TASIKMALAYA

2016

1
DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sampaikan ke hadirat Allah SWT , karena berkat kemurahan-Nya makalah
ini dapat saya selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini kami membahas sistem-
sistem yang ada dalam tubuh manusia diantaranya yaitu Sistem Kerangka, Sistem
Perkemihan, Sistem Pencernaan dan Sistem Reproduksi Wanita. Makalah ini dibuat
bertujuan sebagai pembelajaran tentang sistem-sitem yang ada dalam tubuh manusia mulai
dari struktur organ, fungsi sampai mekanisme kerjanya.

Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat.

Tasikmalaya, 27 desember 2016

Penyusun

3
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Anatomi adalah ilmu yang memperilajari susunan / struktur dari tubuh manusia &
hubungan bagian-bagian yang satu dengan bagian yang lain. Sedangkan Fisiologi adalah
ilmu yang memperilajari fungsi / faal dari tubuh manusia dalam keadaan normal.
Anatomi dan fisiologi tidak dapat dipisahkan, artinya kalau terjadi kerusakan struktur
maka akan ada gangguan fungsi.

mempunyai fungsi untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah,

tempat melekatnya otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh.

Terdiri dari tengkorak, tulang rusuk, tulang belakang, rangka penopang tulang bahu,

rangka penopang tulang pinggul, tulang angota badan atas dan bawah. Kemudian pada

Sistem Perkemihan, sistem perkemihan memiliki fungsi untuk suatu sistem tempat

terjadinya proses penyaringan darah sehingga dara bebas dari zat-zat yang tidak

dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh.

Zat-zat yang dipergunakan oleh tubuh larutan dalam air dan dikeluarkan berupa urine (air

kemih). Lalu pada Sistem Pencernaan Anatomi tubuh manusia adalah serangkaian

pengetahuan tentang susunan dari bagian-bagian tubuh beserta perlengkapan tubuh yang

membentuk suatu sistem fungsional dalam keadaan normal. Pengetahuan setiap hal yang

normal merupakan prasarat penting untuk mempelajari hal yang abnormal (patologis)

dalam membahas setiap perubahan struktur tubuh. Tubuh manusia memiliki banyak

organ-organ yang sangat penting dalam kelangsungan hidup khusunya manusia. Organ

adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melakukan fungsi tertentu di dalam tubuh

sedangkan sistem tubuh adalah gabungan dari organ-organ tubuh yang menjalankan

fungsi tertentu. Dalam tubuh manusia terdapat berbagai sistem untuk menunjang

kelangsungan kerja organ tubuh agar bekerja sesuai fungsinya misalnya seperti pada

Sistem Kerangka, sistem kerangka merupakan salah satu unsur sistem penegak dan

4
penggerak tulang-tulang manusia yang dihubungkan satu dengan yang lainnya melalui

persendian sehinggan terbentuk sistem lokomotif pasif. Sistem kerangka. Fisiologi

sistem pencernaan manusia terdiri dari beberapa organ diantaranya adalah Rongga mulut,

esofagus, lambung, usus kecil, usus besar, rectum dan anus. Semua sistem pencernaan itu

akan bekerja sesuai dengan tugasnya, namun tetap saling berkaitan untuk mencerna

semua makanan yang masuk ke dalam tubuh. Kemudian sistem yang berfungsi untuk

berkembang biak adalah Sistem Reproduksi Wanita. Reproduksi juga merupakan bagian

dari proses tubuh yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan suatu generasi. Dan

masih banyak sistem-sistem yang ada dalam tubuh manusia yang harus dipelajari.

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana mengetahui sistem-sistem organ yang ada dalam tubuh manusia serta

fungsinya?

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat memahami sistem-sistem

organ yang ada dalam tubuh manusia serta fungsinya yaitu pada Sistem Kerangka,

Sistem Pencernaan, Sistem Perkemihan dan Sistem Reproduksi Wanita.

5
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Anataomi tubuh manusia adalah serangkaian pengetahuan tentang bagian-bagian

beserta perengkapan tubuh untuk membentuk suatu sistem fungsional dalam keadaan normal.

(Syaifuddin, 2013)

Kata anatomi berasal dari bahasa yunani (greek) yang secara litelatur diartikan sebagai

“membuka suatu potongan”. Anatomi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana suatu

organisme melakukan fungsi utamanya. Contohnya seseorang yang ingin mempelajari

fisiologi tentang bagaimana organ reproduksi bila menghasilkan janin. Anatomi fisiologi

adalah dua hal yang berkaitan erat satu sama lain baik secara teoritis maupun secara

praktikal, sehingga muncul suatu konsep: “semua fungsi yang spesifik dibentuk dari struktur

yang spesifik”. (Martini, 2001).

6
BAB III

PEMBAHASAN

SISTEM KERANGKA PADA MANUSIA

2.1 Pengertian Sitem Kerangka

Sistem kerangka merupakan salah satu unsur sistem penegak dan penggerak tulang-

tulang manusia yang dihubungkan satu dengan yang lainnya melalui persendian

sehinggan terbentuk sistem lokomotif pasif. Sistem kerangka mempunyai fungsi

untuk menyimpan bahan mineral, tempat pembentukan sel darah, tempat melekatnya

otot rangka, melindungi tubuh yang lunak dan menunjang tubuh. rangka(skeleton)

manusia dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial dan rangka apendikuler.

a.Rangka Aksial

Terdiri dari tulang belakang, tulang tengkorak dan tulang rusuk. Lebih mendalam

mengenai tulang-tulang dalam sistem rangka.

Gambar 1.1 Gambar 1.2

7
Gambar 1.3

b. Rangka Apendikuler

Rangka Apendikuler terdiri atas pinggul, bahu, telapak tangan, tulang-tulang

lengan, tungkai, dan telapak kaki. Secara umum, rangka Apendikuler menyusuun alat

gerak, yaitu tangan dan kaki yang dibedakan atas rangka bagian atas dan rangka

bagian bawah.

Gambar 1.4 Gambar 1.5

8
Gambar 1.6

Tulang rangka Apendikuler bagian atas dan bawah terdiri atas beberapa jumlah

tulang.

Rangka manusia tersusun dari 206 tulang yang dipersambungkan oleh persendian

yang terdiri dari :

1. Tengkorak otak (neurokranial) 8 buah

2. Tengkorak wajah (splanknokranial) 14 buah

3. Tulang telinga 6 buah

4. Tulang lidah 1 buah

5. Tulang kerangka dada 25 buah

6. Tulang belakang dan gelang panggul 26 buah

7. Tulang anggota gerak atas 64 buah

8. Tulang anggota gerak bawah 62 buah

Tulang terdiri dari matriks (bahan dasar) protein kolagen yang mengandung

garam-garam mineral terutama fosfat dan kalium. Sejumlah protein dan mineral

termasuk mineral tulang antara lain kalsium,fosfat dan peroksida. Dalam tulang

9
terdapat sel-sel osteoblas pembentuk kolagen yang berfungsi untuk menghancurkan

dan menyerap sel-sel tulang.

2.2 Susunan Tulang

Susuan tulang secara garis besar meliputi :

1. Tulang panjang. Ditengahnya terdapat diafase dan kedua ujungnya disebut

epifise. Ujung tulang dilapisi oleh tulang rawan yang memudahkan gerakan.

Sendi rawan ini disenut kartilago artikulasio(rawan sendi). Permukaan luar tulang

dibungkus oleh selaput tuang yang disebut periosteum yang sifatnya menyerupai

jaringan ikat. Jika tulang dibelah secara memanjang, pada bagian diafaise

terdapat lubang yang menyerupai pipa. Pada bagian epifise tulang ini terdapat

banyak lubang kecil yang menyerupai bunga karang yang disebut spongeosa.

2. Tulang atas kepala. Terdiri dari dua lapisan yaitu substansi kompakta tubula

eksterna (lapisan luar) dan substansi kompakta tubula interna (lapisan dalam).

Diantara kedua lapisan ini terdapat substansi spongeosa. Substansi kompakta dan

spongeosa termasuk jaringan penunjang. Dalam jaringan penunjang, jaringan

antar sel banyak mengandung kalsium,fosfat,kalsium bikarbonat dan rangkaian

organisasi sehingga sifatnya sangat keras.

2.3 Pembentukan tulang

Dalam proses pembentukan dan pertmbuhan tulang ada dua macam proses :

1. Osifikasi endokondral. Setelah terbentuknya epifise yang masih dalam keadaan

tulang rawan, pertumbuhan tulang ini ditandai dengan pertumbuhan tulang rawan

dan degenerasi dalam epifise.

2. Osifikasi membran. Proses integrasi seluler pembentukan tulang baru di atas

permukaan korteks yang telah dibentuk terlebih dahulu pada saat terjadinya

proses rasorpsi tulang.

10
2.4 Fungsi Tulang

Tulang-tulang pada manusia selain menyusun rangka, juga mempunyai fungsi lain,

yaitu ;

1. Memberi bentuk tubuh

2. Melindungi alat tubuh yang vital

3. Menahan dan menegakkan tubuh

4. Tempat perlekatan otot

5. Tempat menyimpan mineral

6. Tempat pembenukan sel darah

7. Tempat menyimpan energi, yaitu simpana lemak yang ada disumsum kuning.

Didalam system rangka manusia terdapat tiga jenis hubungan antar tulang,

yaitu :

a. Sinartrosis

Sinartrosis adalah hubungan antartulang yang tidak memilki celah sendi yang

dihubungan dengan erat oleh jaringan serabut sehingga sama sekali tidak bisa

digerakkan. Ada dua tipe utama sinatrosis, yaitu suture dan sinkandrosis. Suture

adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut

padat. Contohnya pada tengkorak. Sinkondrosis adalah hubungan antartulang yang

dihubungkan oleh kartilago hialin. Contohnya hubungan antara apifise dan diafise

pada tulang dewasa.

b. Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga

memungkinkan untuk sedikit gerakan. Amfiartrosis dibagi menjadi dua, yaitu

simfisis dan sindesmosis. Pada simfisis, sendi dihubungkan oleh kartilago serabut

yang pipih, contohnya pada sendi intervertebral dan simfisis pubik. Pada

11
sindesmosis, sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligamen. Contohnya

sendi antartulang betis dan tulang kering.

c. Diartrosis

Diartrosis adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungkan

oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakkan. Diartrosis memiliki permukaan

sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous. Bagian dalam kapsul

dibatasi oleh membran jaringan ikat yang disebut membran sinovial yang

menghasilkan cairan pelumas untuk mengurangi gesekan. Kapsul fibrous ada yang

diperkuat oleh ligamen dan ada yang tidak. Didalam kapsul biasa terdapat bantalan

kartilago serabut.

2.5 Rangka Tulang kepala

Gambar 1.7

Kranium (tulang tengkorak) dibentuk oleh potongan tulang yang saling bertautan

membentuk kerangka kepala. Tulang-tulang yang membentuk kranium meliputi :

1. Neorokranium (kerangka otak) yang terdiri dari :

a. Kubah tengkorak (klavilaria)

 Os frontalis 1 buah

 Os parietalis 2 buah

 Os oksipitalis 1 buah

12
 Os temporalis 2 buah

b. Dasar tengkorak(basis kranii) yang terdiri :

 Os sfenoidalis 1 buah

 Os etmoidalis 1 buah

2. Tengkorak wajah (spankknokranium) yang terdiri :

a. Bagian hidung

 Os lakrimalis 2 buah

 Os nasalis 2 buah

 Os konka nasalis 2 buah

 Os septum nasalis 2 buah

b. Bagian rahang

 Os maksilaris 2 buah

 Os zigomaktikum 2 buah

 Os palatum 2 buah

 Os mandibularis 1 buah

 Os hioid 1 buah

13
2.6 Rangka Ekstemitas Superior

Gambar 1.8

 Os Skapula (tulang belikat)

 Os klavikula (tulang selangka)

 Os humerus (tulang lengan atas)

 Os ulna (tulang hasta)

 Os radius (tulang pengumpil)

 Os karpalia (tulang pergelangan tangan)

 Os metakarpal (tulang telapak tangan)

 Os falangus (tulang jari tangan)

2.7 Rangka Ekstremitas Inferior

14
Gambar 1.9

 Os koksa (tulang panggul)

 Os pubis (tulang kemaluan)

 Os femur (tulang paha)

 Os patela (tulang tempurung lutut)

 Os tibia (tulang kering)

 Os fibula (tulang betis)

 Os tarsalia (tulang pangkal kaki)

 Os metatarsalia

 Os falang pedis

15
2.8 Tulang Kerangka Dada

Gambar 1.10

 Vertebrae servikalis (tulang leher) 7 ruas

 Vertebrae torakalis (tulang punggung) 12 ruas

 Vertebrae lumbalis (tulang pinggang) 5 ruas

 Vertebrae sakralis (tulang kelangkang) 5 ruas

 Vertebrae koksigialis (tulang ekor)

16
SISTEM PERKEMIHAN PADA MANUSIA

3.1 Struktur Organ Perkemihan

Ginjal merupakan organ terpenting dalam mempertahankan

homeostatis cairan tubuh secara baik. Berbagai fungsi ginjal untuk

mempertahankan homeostatik dengan mengatur volume cairan, keseimbangan

osmotik, asam basa, ekskresi sisa metabolisme, sistem pengaturan hormonal

dan metabolisme. Ginjal terletak dalam rongga abdomen, retroperitonial

primer kiri dan kanan kolumna vertebralis, dikelilingi oleh lemak dan jaringan

ikat di belakang peritonium.

Batas atas ginjal kiri setinggi iga ke-11, ginjal kanan setinggi iga ke-12. Ginjal

kiri lebih panjang dari ginjal kanan, berat ginjal pada laki-laki dewasa 150-170

gram sedangkan berat ginjal pada wanita dewasa 115-155 gram. Bentuk ginjal

seperti kacang, sisi dalam menghadap ke vertebrae torakalis, sisi luarnya

cembung dan di atas setiap ginjal terdapat sebuah kelenjar suprarenalis.

Ginjal ditutupi oleh kapsul tunika fibrosa yang kuat. Apabila kapsul dibuka

terlihat permukaan dari ginjal licin dengan warna merah tua. Dengan membuat

potongan vertikal dari ginjal melalui margo lateralis ke margo medialis akan

terlihat hilus yang meluas ke ruangan sentral yang disebut sinus renalis bagian

atas dari pelvis renalis.

Ginjal terdiri dari :

1. Bagian dalam (internal) medula. Substansi medularis terdiri dari piramida

renalis jumlahnya antara 8-16 buah yang mempunyai basis sepanjang

ginjal, sedangkan aspeknya menghadap ke sinus renalis.

17
2. Bagian luar (eksternal) korteks. Substansi kortekalis berwarna cokelat

merah, konsistensi lunak dan bergranula.

Pembungkus ginjal disebut kapsula adiposa. Ginjal dan kapsula adiposa

tertutup oleh suatu lamina khusus dari fasia subserosa yang disebut fasia

renalis yang terdapat diantara lapisan dalam dari fasia profunda dan

stratum fasia subserosa internus.

Gambar 2.1

3.2 Struktur Mikroskopis Ginjal

Satuan fungsional ginjal di sebut nefron yang berfungsi untuk menyaring darah,

mengontrol komposisi darah. Setiap nefron berawal dari berkas kapiler yang

terdiri dari :

18
Gambar 2.2

1. Glomerulus. Merupakan gulungan atau anyaman kapiler yan terletak di

dalam kapsula bowman. Glomerulus menerima darah dari arteriola aferen

dan meneruskan darah ke sistem vena melalui arteriola eferen.

2. Tubulus proksimalis konvulta. Tubulus ginjal yang langsung

berhubungan dengan kapsula bowman. Bentuknya berkelok-kelok

menjalar dari korteks ke bagian medula dan kembali ke korteks.

3. Ansa henle. Bentuknya lurus dan tebal diteruskan ke segmen tipis

selanjutnya ke segmen tebal.

4. Tubulus distal konvulta. Bagian tubulus ginjal yang berkelok-kelok dan

jauh letaknya dari kapsula bowman.

5. Duktus koligen medula, bukan merupakan saluran metabolik tidak aktif

tetapi pengaturan secara halus ekskresi natrium urine terjadi disini dengan

aldosteron yang paling berperan terhadap reabsorpsi natrium

19
3.3 Fungsi Ginjal

1. Mengatur volume air (cairan) dalam tubuh

2. Mengatur keseimbangan osmotik dan mempertahankan keseimbangan ion

yang optimal dalam plasma.

3. Mengatur keseimbangan asam basa cairan tubuh, bergantung pada apa

yang di makan.

4. Ekskresi sisa-sisa hasil metabolisme (ureum,asam urat,kreatinin) zat-zat

toksik, obat-obatan, hasil metabolisme hemoglobin dan bahan kimia asing

(pestisida)

5. Fungsi hormonal dan metabolisme.

3.4 Struktur Ureter

Ureter terdiri dari dua buah saluran, masing-masing bersambung dari ginjal

ke kandung kemih (vesika urinaria) panjangnya 25-30 cm. Fungsi ureter

adalah membawa urine menuju vesika urinaria.

Lapisan ureter terdiri dari :

1. Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)

2. Lapisan tengah (otot polos)

3. Lapisan sebelah dalam (mukosa)

Ureter pada pria terdapat di dalam visura seminalis bagian atas dan di

silang oleh duktus deferens dan di kelilingi oleh pleksus vesikalis. Akhirnya

ureter berjalan obliq sepanjang 2 cm di dalam dinding vesika urinaria pada

sudut lateral dari trigonum vesika. Sewaktu menembus vesika urinaria,

dinding atas dan dinding bawah akan tertutup pada waktu vesika urinaria

penuh, membentuk katup (valvula) dan mencegah pengembalian urine dari

vesika urinaria.

20
Ureter pada wanita terdapat di belakang fossa ovarika, berjalan ke bagian

medial dan kedepan bagian lateralis serviks uteri bagian atas vagina untuk

mencapai fundus vesika urinaria.

3.5 Struktur Vesika Urinaria

Vesika urinaria terletak tepat dibelakang os pubis. Bagian ini tempat

menyimpan urine, berdinding otot kuat bentuknya bervariasi sesuai dengan

jumlah urine yang di kandung. Bagian atas permukaan vesika urinaria ditutup

oleh peritonium yang membentuk dinding anterior. Bagian bawah permukaan

posterior di pisahkan dari rektum oleh duktus deferens, vesika seminalis dan

vesika retrovesikalis.

Dinding ureter mengandung otot polos yang tersusun dalam berkas spiral

longitudinal dan sirkuler. Kontraksi peristaltik teratur 1-5 kali/menit

menggerakan urine dari pelvis renalis ke vesika urinaria.

3.6 Struktur Uretra

Uretra merupakan alur sempit yang berpangkal pada kandung kemih dan

fungsinya menyalurkan urine keluar.

Uretra pria mulai dari orifisium uretra interna di dalam vesika urinaria sampai

orifisium uretra eksterna pada penis. Panjangnya 17,5-20 cm yang terdiri dari :

1. Uretra prostatika, merupakan saluran terlebar dari uretra.

2. Uretra pars membranasea, merupakan saluran yang paling pendek dan

paling dangkal.

3. Uretra pars kavernosus, merupakan saluran terpanjang dari uretra.

4. Orifisium uretra eksterna, merupakan bagian erektor yang paling

berkontraksi berupa sebuah celah vertikal.

21
Uretra wanita terletak di belakang simfisis berjalan sedikit miring ke arah

atas. Lapisan uretra wanita terdiri :

1. Tunika muskularis

2. Lapisan spongeosa

3. Lapisan mukosa sebelah dalam

3.7 Proses Pembentukan Urine

Glomerulus berfungsi sebagai ultrafiltrasi pada simpai bowman, untuk

menampung hasil filtrasi dari glomerulus. Pada tubulus ginjal akan terjadi

penyerapan kembali zat-zat yang sudah disaring pada glomerulus dan sisa cairan

akan diteruskan ke piala ginjal. Urine yang berasal dari darah di bwa oleh arteri

renalis masuk ke dalam ginjal. Langkah pertama proses pembentukan urine

ultrafiltrasi darah dalam kapiler glomerulus berupa air dan kristaloid. Selanjutnya

di dalam tubuli ginjal disempurnakan dengan proses reabsorpsi zat-zat yang

esensial dari cairan filtrasi untuk dikembalikan ke dalam darah. Selanjutnya di

proses sekresi dikeluarkan ke dalam urine.

3.8 Tahap Pembentukan Urine

1. Proses filtrasi

Pembentukan urine diawali dengan filtrasi sejumlah besar cairan yang bebas

protein dari kapiler glomerulus ke kapsula bowman. Kebanyakan zat dalam

plasma difiltrasi secara bebas kecuali protein. Proses filtrasi terjadi di

glomerulus dikarenakan permukaan aferen lebih besar dari permukaan eferen

sehinggan terjadi penyerapan darah.

2. Proses absorpsi

Penyerapan kembali sebagian besar terhadap glukosa,natrium,klorida,fosfat

dan ion bikarbonat. Proses ini terjadi secara pasif yang dikenal dengan

22
obligator reabsorpsi dan terjadi pada tubulus atas. Dalam tubulus ginjal

cairan filtrasi di pekatkan dan zat yabg penting bagi tubuh direabsorpsi. Air

diserap dalam jumlah yang banyak. Jumlah total air yang diabsorpsi lebih

kurang 120 ml/menit, 70-80% diabsorpsi oleh tubulus proksimal disebut juga

reabsorpsi air obligator, sisanya 20-30% diabsorpsi secara fakultatif dengan

bantuan hormon ADH di tubulus distal, sebagian kecil sisanya diabsorpsi

pada duktus koligen yaitu saluran tempat bermuaranya tubulu distal.

3. Proses sekresi

Tubulus ginjal dapat mensekresi atau menambah zat-zat ke dalam cairan

filtrasi selama metabolisme sel-sel membentuk asam dalam jumlah besar.

Namun Ph darah dan cairan tubuh dapat dipertahankan sekitar 7,4 (alkalis).

Sel tubuh membentuk amoniak yang bersenyawa dengan asam kemudian

disekresi sebagai ammonium supaya ph darah dan cairan tubuh tetap alkalis.

23
SISTEM PENCERNAAN

4.1 Pengertian Sistem Organ Pencernaan

Sistem organ pencernaan adalah sistem organ yang menerima makanan,

mencerna untuk dijadikan energi dan nutrien, serta mengeluarkan sisa proses

tersebut. Pada dasarnya sistem pencernaan makanan yang terbentang dari mulut

atau oris sampai ke anus dalam manusia di bagi menjadi tiga bagian :

1. Proses penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut sampai ke lambung

2. Proses penyerapan sari makanan yang terjadi di dalam usus.

3. Proses pengeluaran sisa-sisa makanan melalui anus.

Agar makanan dapat di cerna secara optimal dalam saluran pencernaan,

saluran pencernaan harus memiliki persediaan air,elektrolit dan makanan yang

terus menerus, untuk ini dibutuhkan :

1. Pergerakan makanan melalui saluran pencernaan

2. Sekresi getah pencernaan

3. Absorpsi hasil pencernaan air dan elektrolit

4. Sirkulasi darah melalui organ-organ gastrointestinal yang membawa zat yang

akan diabsorpsi

5. Pengaturan semua fungsi oleh sistem saraf dan hormon

24
Susunan saluran pencernaan terdiri dari :

Gmabar 3.1

1. oris atau mulut

2. faring atau tekak

3. esofagus atau kerongkongan

4. ventrikulus atau lambung

5. intestinum minor atau usus halus yang terbagi menjadi duodenum atau usus 12

jari,ileum atau usus penyerapan,jejenum

6. intestinum mayor atau usus besar yang terbagi menjadi kolon asendens atau

usus besar yang naik,kolom transversum atau usus besar mendatar,kolon

desendens atau usus besar turun,kolon sigmoid

7. rektum

8. anus (dubur)

fungsi utama sistem pencernaan adalah menyediakan zat nutrien yang sudah

di cerna secara berkesinambungan, untuk didistribusikan ke dalam sel melalui

sirkulasi dengan unsur-unsur (air,elektrolit,dan zat gizi).

25
4.2 Peristiwa yang terjadi dalam sistem pencernaan

1. Pergerakan makanan: gerakan mencampur,mengaduk dan mendorong isi

lumen akibat kontraksi otot polos dinding saluran pencernaan. Gerakan

mendorong isi lumen ke depan dengan kecepatan yang tidak sama

mencampur makanan dengan liur dan membantu absorpsi dengan cara

mendekatkan seluruh isi lumen ke permukaan saluran pencernaan.

2. Sekresi (getah cerna) : mulai dari mulut sampai ke ileum dilakukan

oleh kelenjar-kelenjar yang menyekresi air,elektrolit dan bahan-bahan tertentu

seperti enzim atau liur empedu (mukus)

3. Pencernaan : proses pemecahan secara mekanik dan kimia, molekul-

molekul besar yang masuk saluran pencernaan menjadi molekul yang lebih

kecil sehingga dapat diserap oleh dinding saluran pencernaan

4. Absorpsi : makanan yang telah mengalami perubahan dalam proses

penyerapan hasil pencernaan dari lumen menembus lapisan epitel masuk

kedalam darah atau cairan limfe.

 MULUT

Mulut atau oris merupakan organ yang pertama dari saluran pencernaan yang

meluas dari bibir sampai ke istmus fausium yaitu perbatasan antara mulut

dengan faring.

 GIGI

Gigi dan geraham terletak dalam alveolus dentalis dari tulang maksila dan

mandibula. Fungsi gigi adalah mengunyah makanan, pemecahan partikel besar

menjadi partikel kecil yang dapat ditelan tanpa menimbulkan tersedak. Proses

ini dinamakan proses mekanik.

26
 LIDAH

Lidah terdapat dalam kavum oris, merupakan susunan otot serat lintang yang

kasar dilengkapi dengan mukosa. Lidah berperan dalam proses mekanisme

pencernaan di mulut dengan menggerakkan makanan ke segala arah.

Bagian-bagian lidah adalah :

 Pangkal lidah (radik lingua)

 Panggal lidah (dorsun lingua)

 Ujung lidah (apeks lingua)

 KELENJAR LUDAH

Kelenjar ludah (saliva) merupakan kelenjar yangmenyekresi larutan mukus ke

dalam mulut, membasahi dan melumas partikel makan sebelum di telan.

Kelenjar ini mengandung 2 enzim pencernaan yaitu lipase lingua untuk

mencerna lemak dan enzim ptialin/amilase untuk mencerna tepung.

Kelenjar ludah terdiri dari :

 Kelenjar ludah bawah rahang (kelenjar submaksilaris)

 Kelenjar ludah bawah lidah (kelenjar sublingual)

 Kelenjar parotis: terletak di bawah bagian depan telinga di anatara

prosesus mastoid kiri dan kanan dekat os mandibula.

Fungsi saliva :

1. Fungsi mekanis: mencampur saliva dengan makanan agar menjadi lunak

atau setengah cair yang disebut bolus agar mudah ditelan dan

mendinginkan makanan.

2. Fungsi kemik: melarutkan makanan yang kering untuk dapat dirasakan.

 FARING

27
Faring (tekak) merupakan organ yang menghubungkan rongga mulut dengan

kerongkongan panjangnya kira-kira 12 cm,terbentang tegak lurus antara basis

kranii setinggi vertebrae servikalis 4, kebawah setinggi tulang rawan krikoide.

Faring terdiri atas tiga bagian :

1. Nasofaring : bagian superior yang menghubungkan hidung dengan faring

2. Orofaring : bagian media yang menghubungkan rongga mulut dengan

faring

3. Laringofaring : bagian inferior yang menghubungkan laring dengan faring

 ESOFAGUS

Esofagus (kerongkongan) merupakan saluran pencernaan setelah mulut dan

faring. Sekresi esofagus bersifat mukoid yang berfungsi memberikan pelumas

untuk pergerakan makanan melalui esofagus.

Lapisan dinding esofagus dari dalam ke luar :

1. Lapisan selaput lendir (mukosa)

2. Lapisan submukosa

3. Lapisan otot melingkar (M. Sirkuler)

4. Lapisan otot memanjang (M. Longitudinal)

 LAMBUNG

Lambung (ventrikulus) merupakan sebuah kantung muskuler yang letaknya

antara esofagus dan usus halus.

Bagian-bagian dari lambung :

1. Fundus ventrikuli

2. Korpus ventrikuli

3. Antrum pilorus

4. Kurvatur minor

28
5. Kurvatur mayor

6. Ostium kardia

Fungsi lambung :

1. Menampung makanan yang masuk melalui esofagus, menghancurkan

makanan dan menghaluskan makanan dengan gerakan peristaltik lambung

dan getah lambung.

 Mekanis : menyimpan, mencampur dengan sekret lambung dan

mengeluarkan kimus ke dalam usus.

 Kimiawi : bolus dalam lambung akan di campur dengan asam

lambung dan enzim-enzim bergantung jenis makanan enzim yang

dihasilkan antara lain :

a) Pepsin : memecah putih telur menjadi asam amino

b) Asam garam (HCL) : Mengasamkan makanan sebagai

antiseptik dan desinfektan yang masuk ke dalam makanan.

c) Renin : sebagai ragi yang membekukan susu, membentuk

kasein dan kasinogen dan protein.

d) Lapisan lambung : memecah lemak menjadi asam lemak untuk

merangsang sekresi getah lambung.

2. Fungsi bakterisid : oleh asam lambung

3. Membantu proses pembentukkan eritrosit : lambung menghasilkan zat

faktor intrinsik bersama dengan faktor ekstrinsik dari makanan,

membentuk zat yang disebut anti-anemik yang berguna untuk pertukaran

eritrosit yang disimpan di hati.

29
 USUS HALUS

Usus halus (intestinum minor) merupakan bagian dari sistem pencernaan

makanan yang berpangkal pada pilorus dan berakhir pada sekum. Bentuk dan

susuannya berupa lipatan-lipatan melingkar.

Bagian-bagian dari usus halus :

1. Duodenum : bentuknya melengkung seperti kuku kuda, pada lengkungan

ini terdapat pankreas. Bagian kanan dari duodenum terdapat bagian tempat

bermuaranya saluran empedu (duktus kholedukus) dan saluran pankreas

(duktus pankreatikus) yang dinamakan papila vateri.

2. Jejenum : panjangnya 2-3 meter berkelok-kelok terdapat sebelah kiri atas

dari intestinum minor dengan perantaraan lipatan peritonium berbentuk

kipas (mesenterium).

3. Ileum : ujung batas antara jejenum dan ileum tidak jelas, panjangnya kira-

kira 4-5 meter. Ileum merupakan usus halus yang terletak sebelah kanan

bawah berhubungan dengan sekum..

Absorpsi makanan yang sudah dicerna berlangsung dalam usus halus

melalui dua saluran pembuluh kapiler darah dan saluran limfe sebelah

dalam permukaan viil. Oleh karena itu viil keluar dari dinding usus maka

bersentuhan dengan makanan yang sudah cair dan lemak yang sudah

diabsorpsi ke dalam lakteal.

Fungsi usus halus :

1. Menyekresi cairan usus

2. Menerima cairan empedu dan pankreas melalui duktus kholedukus dan

duktus pankreatikus

3. Mencerna makanan

30
4. Mengabsorpsi air garam dan vitamin,protein dalam bentuk asam

amino, karbohidrat dalam bentuk monoksida

 USUS BESAR

Usus besar (intestinum mayor) merupakan saluran pencernaan berupa usus

berpenampang luas atau berdiameter besar dengan panjang kira-kira 1,5-1,7

meter dan penampang 5-5 cm.

Bagian-bagian usus besar :

1. Sekum : kantung lebar terletak pada fosa iliak dektra. Ilium memasuki

fossa iliaka sisi kiri ostium iliosekalis. Pada bagian bawah sekum terdapat

apendiks vermiformis. Bentuknya seperti cacing yang disebut umbai

cacing.

2. Kolon asendens : memanjang dari sekum ke fosa iliaka kanan sampai ke

sebelah kanan abdomen , panjangnya 13 cm terletak di bawah abdomen

sebelah kanan di bawah hati, membelok ke kiri.

3. Kolon transversum : berada di bawah abdomen sebelah kanan tempat

belokan yang disebut fleksura lienalis.

4. Kolon desendens : panjangnya kurang lebih 25 cm terletak di bawah

abdomen bagian kiri dari atas ke bawah, dari depan fleksura lienalis

sampai di depan ilium kiri, bersambung dengan sigmoid dan di belakang

peritonium

5. Kolon sigmoid : lanjutan dari kolon desendens.

Fungsi usus besar :

1. Menyerap air dan elektrolit untuk kemudian sisa massa membentuk

massa yang lembek yang disebut feses

2. Menyimpan bahan feses

31
3. Tempat tinggal bakteri koli

 REKTUM DAN ANUS

Rektum merupakan lanjutan dari kolon sigmoid yang menghubungkan

intestinum mayor dengan anus sepanjang 12 cm, dimulai dari pertengahan

sakrum dan berakhir pada kanalis anus. Rektum terletak dalam rongga pelvis

di depan os sakrum dan os koksigis. Rektum terdiri dari dua bagian :

1. Rektum propia : bagian yang melebar disebut ampula rekti. Jika ampula

rekti terisi makanan akan timbul hasrat defekasi

2. Pars analis rekti : sebelah bawah ditutupi oleh serat-serat otot polos dan

serabut otot lurik. Kedua otot ini berperan pada waktu defekasi tunika

mukosa rektum yang banyak mengandung pembuluh darah.

Defekasi adalah hasil refleks apabila bahan feses masuk kedalam rektum.

Dinding rektum akan meregang menimbulkan impuls aferens yang disalurkan

melalui pleksus mesenterikus dan menimbulkan gelombang peristaltik pada

kolon desendens. Kolon sigmoid mendorong feses ke arah anus. Apabila

gelombang peristaltik sampai di anus, sfingter ani internus dihambat dan

sfingter ani eksternus melemas sehingga terjadi defekasi.

32
SISTEM REPRODUKSI WANITA

Alat reproduksi wanita terdiri dari traktus genitaslis yang terletak dalma rongga

panggul kecil. Alat kelamin luar dari mons pubis, labia mayora (bibir besar), labia

minora (bibir kecil), klitoris, vestibulum vagina, himen (selaput dara), orifisium

vagina, bulbovestibularis (bulbus vaginalis) dan glandula vestibularis (bartolini). Alat

kelamin interna terdiri dari vagina, uterus, tuba falopii (uterin) dan ovarium.

5.1 Struktur Genitalia Interna

Gambar 4.1

1. Vagina

Vagina merupakan penghubung antara genitalia eksterna dengan genitalia

interna. Vagina berukuran di depan 6,5 cm dan di belakang 9,5 cm. Sumbunya

berjalan kira-kira sejajar dengan arah tepi bawah simfisis ke promontorium.

Pada puncak vagina terdapat bagian yang menonjol dari leher rahim yang

disebut porsio. Epitel vagina merupakan epitel skuamosa dalam beberapa

lapisan, lapisannya tidak mengandung kelenjar akan tetapi mengadakan

transudasi. Mukosa vagina berlipat-lipat secara horizontal, lipatan ini

33
dinamakan rugae. Dibawah epitel vagina terdapat jaringan ikat dan otot yang

susunannya seperti usus.

2. Uterus

Uterus pada orang dewasa merupakan organ tebal seperti buah alpukat atau

buah pir yang sedikit gepeng, terletak dalam rongga pelvis di antara rektum dan

kandung kemih. Uterus pada wanita dewasa umumnya terletak di sumbu tulang

panggul dalam posisi anterversiofleksi, membentuk sudut dengan vagina.

Uterus terdiri dari :

a. Fundus uteri (dasar rahim), ditutupi oleh peritonium, berhubungan dengan

fascies vesikalis dan permukaan internalis. Pada bagian atas bermuara tuba

uterina yang menembus dinding uterus. Di bawah dan di depan titik

pertemuan ini terdapat ligamentum dan di belakang ligamentum terdapat

ovarium.

b. Korpus uteri, didalamnya terdapat rongga yang membuka keluar saluran

kanalis servikalis yang terletak pada serviks, bagian ini merupakan tempat

berkembangnya janin.

c. Serviks uteri, merupakan bagian uterus yang menyempit, berbentuk kerucut

dengan apeks yang menjurus ke bawah dan ke belakang dan sedikit lebar di

pertengahan.

Uteri interna terdiri dari :

1) Endometrium. Terdiri dari jaringan epitel dan kelenjar yang banyak

mengandung pembuluh darah yang berlekuk-lekuk.

2) Miometrium. Lapisan otot yang tersusun sedemikian rupa hingga

dapat mendorong isinya pada waktu persalinan dan dapat mengecil

kembali setelah plasenta keluar.

34
3) perimetrium (lapisan luar).

Posisi uterus :

a. pada masa pubertas : uterus membesar, lebih banyak vaskularis dan

permukaan membulat, labia membengkak, endometrium menebal dan

lebih lunak.

b. Selama kehamilan : uterus membesar, pada bulan ke-8 mencapai

regio epigastrika. Pertambahan ukuran disebabkan pertumbuhan otot yang

telah ada dan sebagian terjadi pertumbuhan otot baru.

c. Sesudah melahirkan : uterus hampir kembali pada ukuran semula.

3. Tuba Falopii

Tuba falopii adalah saluran telur yang mengangkut ovum dari ovarium ke

kavum uteri.

Tuba faloppi terdiri dari :

 Pars interstisial : bagian tuba yang terdapat di dalam uterus.

 Pars ismika : bagian yang sempit pada sudut antara uterus dan tuba.

 Pars ampularis : bagian yang membentuk saluran yang lebar meliputi

ovarium.

 Infundibulum : bagian ujung yang terbuka mempunyai umbul yang disebut

fimbrie, melekat pada ovarium untuk menangkap telur yang dilepas oleh

ovarium menuju tuba.

Bagian luar tuba falopii diliputi oleh peritonium viserale, merupakan bagian

ligamentum latum.

4. Ovarium (indung telur) : Sel telur pada wanita (manusia) berada bagian

dalam di kiri dan kanan pinggul. Sel telur yang di produksi jika tidak di buahi

lama kelamaan akan mengering, dan menempel pada dinding rahim. Lama

35
kelamaan sel telur tersebut akan rontok, dan keluar melalui vagina. Ovarium

berfungsi mengeluarkan hormon steroid dan peptida seperti estrogen dan

progesteron. Kedua hormon ini penting dalam proses pubertas wanita dan ciri-

ciri seks sekunder.

( https://id.wikipedia.org/wiki/Ovarium)

5.2 Stuktur Genitalia Eksterna

Gambar 4.2

Genitalia eksterna merupakan organ atau alat kelamin yang tampak dari luar,
dapat dilihat bila wanita dalam posisi litotomi. Fungsi genetalia eksterna
adalah untuk kopulasi.
Bagian genetalia eksterna antara lain:

1. Vulva
2. Mons veneris
3. Labia mayora
4. Labia minora
5. Klitoris (kelentit)
6. Vestibulum
7. Hymen (selaput dara)
8. Perineum

36
1. Vulva

Vulva adalah organ yang tampak dari luar dan berbentuk lonjong dengan
ukuran panjang dari muka ke belakang. Vulva terdiri atas mons pubis, labia
mayora, labia minora, klitoris, vestibulum, dan hymen.

2. Mons Veneris

Mons veneris adalah bagian yang menonjol di bagian simpisis pubis dan terdiri
dari jaringan lemak. Mons veneris akan ditumbuhi rambut pubis pada masa
pubertas. Hal ini, merupakan tanda pubertas sekunder. Fungsi dari rambut
pubis selain sebagai estetika juga dapat mencegah terjadinya infeksi.

3. Labia Mayora

Labia mayora terdiri dari bagian kanan dan kiri. Lapisan lemak lanjutan mons
pubis ke arah bawah dan belakang dan banyak mengandung pleksus vena.
Pertemuan kedua labia mayora membentuk komisura posterior. Labia mayora
homolog embriologik dengan skrotum pada pria.

4. Labia Minora

Labia minora merupakan suatu lipatan tipis dari kulit sebelah dalam labia
mayora. Kedua lipatan kiri dan kanan bertemu di atas preputium klitoridis dan
di bawah klitoris. Bagian belakang kedua lipatan setelah mengelilingi
orificium vagina bersatu disebut fouchet. Labia minora banyak terdapat
pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.

5. Klitoris (kelentit)

Klitoris adalah organ kecil yang terletak di atas labia minora. Klitoris identik
dengan penis pada pria. Klitoris banyak dialiri pembuluh darah dan urat syaraf,
sehingga klitoris merupakan daerah yang sangat sensitif terhadap rangsangan
seksual.

6. Vestibulum

Vestibulum merupakan rongga sebelah lateral yang dibatasi oleh kedua labia
minora, anterior oleh klitoris dan dorsal oleh fouchet. Pada vestibulum
terdapat dua buah kelenjar skene dan dua buah kelenjar bartolini, yang
mengeluarkan sekret pada waktu koitus. Introitus vagina juga terletak di
vestibulum.

7. Hymen (selaput dara)

Hymen merupakan batas/sekat antara genetalia eksterna dan interna. Hymen


merupakan selaput yang menutupi introitus vagina. Hymen normal terdapat
lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat,
oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen
dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan

37
(misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk hymen postpartum disebut parous.
Corrunculae myrtiformis adalah sisa-sisa selaput dara yang robek yang tampak
pada wanita pernah melahirkan.

Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata)


menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul
di rongga genitalia interna.

9. Perineum

Perineum terletak di antara vulva dan anus. Panjang perineum sekitar 4 cm.
Perineum mempunyai susunan otot-otot dan saraf serta pembuluh darah yang
kompleks. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) serta
diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor
urethra).

5.3 Fisiologi Reproduksi Wanita

Masa pubertas wanita adalah masa mulainya produktivitas artinya mulai dapat

melanjutkan keturunan. Masa produktif ini berlangsung kira-kira 30 tahun.

Setelah itu wanita memasuka masa klimakterium artinya masa peralihan antara

masa reproduksi dan masa kemunduran. Pada masa ini menstruasi berlangsung

selama 1-2 bulan dan kemudian berhenti sama sekali yang disebut menopause.

5.4 Menstruasi

Wanita yang sehat dan tidak hamil setiap bulan secara teratut mengeluarkan

darah dari alat kenadungnya yang disebut menstruasi. Siklus menstruasi

terdiri karena selaput lendir rahim dari hari ke hari mengalami perubahan yang

berulang-ulang.

5.5 Ovulasi

Ovulasi merupakan proses yang terjadi di dalam siklus menstruasi wanita. Pada

proses ini folikel yang matang akan pecah dan mengeluarkan sel telur ke tuba

falopi untuk dibuahi. Pada tahapan ini lapisan rahim telah menebal untuk

mempersiapkan sel telur yang telah dibuahi. Jika pembuahan tidak terjadi,

lapisan rahim serta darah akan diruntuhkan. Ovulasi dimulai pada masa

38
pubertas dan terus berlangsung secara bulanan pada tahun-tahun usia subur.

Ovulasi terhenti pada waktu kehamilan.

Siklus ovulasi :

1. Fase Folikel

Proses pematangan folikel pada ovarium, terjadi pada awal siklus menstruasi.
Jika ovulasi berhasil, ovum di pandu oleh sel corona radiata dan sel cumulus
oohorous granulosa.

2. Fase Ovulasi

Pada fase ini kurva dari konsentrasi estrogen akan menyebabkan naiknya
ekspresi dari hormon luteinizing (LH) dan hormon penstimulasi folikel (FSH).
Fase ini terjadi selama 24 hingga 36 jam. Oosit pada fase ini akan di lepaskan
dari ovarium melalui oviduk.

Melalui sinyal transduksi kaskade yang diprakarsai oleh hormon LH membuat


enzim proteolitik yang dikeluarkan oleh folikel akan menurunkan jaringan
follicular di situs blister yang akan membentuk lubang yang disebut stigma.
Yang kompleks cumulus-oocyte (coc) meninggalkan pecah folikel dan
bergerak ke dalam rongga peritoneum melalui stigma, di mana ia tertangkap
oleh fimbriae pada akhir tuba fallopii (juga disebut oviduk). Setelah memasuki
oviduk, yang kompleks ovum-cumulus didorong bersama oleh silia, awal
perjalanannya ke arah rahim.

Setelah oosit menyelesaikan fase meiosis, sel tersebut akan menghasilkan dua
sel, yaitu yang lebih besar oosit sekunder yang berisi semua bahan sitoplasma,
dan yang lebih kecil tidak aktif pertama tubuh kutub. Pada tahapan meiosis II
akan mengikuti secara bersamaan namun akan ditahan pada fase metaphase
dan akan jadi masih tinggal sampai fertilisasi Gelendong aparatus kedua divisi
meiosis muncul pada saat ovulasi. Jika tidak ada pembuahan terjadi, oosit
akan merosot antara 12 hingga 24 jam setelah ovulasi.

3. Fase Luteal

Folikel pada fase ini merupakan fase akhir dari hidupnya. Tanpa oosit, lipatan
folikel masuk ke dalam dirinya sendiri kemudian bertransformasi menjadi
korpus luteum yang merupakan sebuah cluster steroidogenic sel-sel yang
memproduksi estrogen dan progesteron. Hormon ini menyebabkan kelenjar
endometrium memulai produksi endometrium proliferatif dan kemudian
melakukan sekresi endometrium, situs pertumbuhan embrio jika implantasi
terjadi.

39
5.6 Proses Pembuahan

Pembuahan adalah penyatuan antara sperma dn sel telur yang telah matang
sehingga terbentuk zigot. Dengan menyatunya sperma ke dalam ovum, terjadi
pembuahan yaitu terjadinya individu baru. Peristiwa ini menjadikan pasangan
kedua kromosom gamet, pihak jantan dan pihak betina yang semula haplon,
sehingga zigot terjadi dalam susunan diplon. Setelah pembuahan zigot berubah
menjadi embrio.

Perjalanan sperma terjadi dari infundibulum sampai ke tempat pembuahan


memakan waktu beberapa menit. Gerakan sperma ini oleh kegiatan mengayun
flagelumnya. Ketahanan sperma dalam tubuh wanita dalam saluran kelamin
selama 1-3 hari. Hal ini memegang peranan yang menentukan dalam
perhitungan masa kesuburan atau masa pantang.

5.7 Proses Kehamilan

Setelah zigot terbentuk, zigot membelah diri menjadi 2,4,8,16 dan seterusnya.
Ketika itu dinding rahim menebal dengan pembuluh darah yang siap menerima
zigot, zigot menempel pada dinding rahim untuk berkembang lalu zigot
berubah menjadi embrio. Setelah menjadi embrio, terbentuk plasenta dan tali
pusat sebagai penghubung antara embrio dengan ibunya, embrio dikeliling
cairan amnion untuk menghindari benturan. Pada usia 4 minggu, embrio
membentuk mata, tangan dan kaki. Pada usia 6 minggu, terbentuk otak, mata
dan jantung sudah berkembang, tangan dan jari mulai terbentuk. Pada usia 8
minggu, embrio sudah memiliki organ lengkap. Embrio berubah menjadi janin
dan setelah 9 bulan bayi siap dilahirkan.

40
BAB IV

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Setiap organ tubuh manusia dapat kita teliti dan dapat kita pelajari bagian-
bagian tubuhnya satu persatu. Dengan adanya ilmu anatomi, kita dapat
mengetahui struktur, fungsi masing-masing organ serta sistem-sistem yang ada
dalam tubuh.

Pada penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa masih banyak


kekurangan dan kelemahan yang harus diperbaiki, mengingat keterbatasan
pemahaman dan litelatur yang kami punya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.

6.2 Saran

Dalam penulisan makalah tentang Anatomi dan Fisiolagi Manusia memang harus
mempunyai beberapa litelatur yang mendukung dalam penulisan makalah ini dan
buku panduan praktikum guna agar lebih memahami tentang bagian-bagian yang
ada dalam tubuh serta sistem-sistemnya secara mendetail.

41
DAFTAR PUSTAKA

1. Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga.
Cetakan Ke III. Jakarta.
2. Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Fitramaya. Yogyakarta.
3. Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta. Dian Rakyat.
4. Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. EGC. Jakarta.
5. https://id.wikipedia.org/wiki/Ovarium Online 26 Desember 2016
6. E. Y. Adashi. 2000. Ovulation: evolving scientific and clinical concepts. New York
(US) : Springer.
7. John Billings. 2000. The Ovulation Method: Natural Family Planning. Los Angeles
(US): WOOMB International.
8. Irianto, K. 2004 Struktur dan Fngsi Tubuh Manusia. Jakarta. Yrama Widya
9. Pratiwi. D. A. 2006 Biologi SMA XI. Jakarta. Erlangga
10. Syaifuddin. 2013. Anatomi Fisiologi Edisi:IV. Jakarta:EGC

42