Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Persistensi

2.1.1 Definisi

Persistensi gigi susu adalah suatu keadaan gigi susu masih berada di mulut /
belum lepas, tetapi gigi tetap yang akan menggantikannya sudah tumbuh. Pada keadaan
persistensi, terkadang gigi susu juga tidak goyang. Hal ini bisa kita temukan pada gigi
mana saja, (Christina,2011).

2.1.2 Faktor penyebab

Secara normal, akar gigi susu akan disesorpsi sempurna oleh sel-sel osteoklas sehingga
gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal beberapa saat sebelum gigi permanen
penggantinya erupsi. Akan tetapi, sering dijumpai adanya kasus gigi yang persistensi
disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Beberapa faktor penyebab tersebut adalah:
1. Resorpsi akar gigi susu yang lambat
Hal ini bisa dikarekanakan gangguan nutrisi, hormonal atau gigi
berlubang besar dengan indikasi perawatan saraf yang tidak dirawat.
2. Posisi abnormal benih gigi tetap / arah tumbuh gigi tetap tidak searah dengan
arah tumbuh gigi susu yang akan digantikannya
3. Ketidakcukupan tempat bagi gigi tetap yang akan tumbuh menggantikan gigi
susu. Dengan demikian gigi tetap mengarah kepada tempat yang kosong, bisa
di depan atau belakang gigi susunya

Ankilosis adalah suatu keadaan dimana sebagian atau seluruh sementum


akar gigi menyatu dengan tulang alveolar pendukungnya. Melalui foto
rontgen terlihat ligamentum periodontal hilang dengan gambaran radiopaque.
Ankilosis dapat terjadi karena adanya infeksi atau injuri pada membran
periodontal misalnya akibat kecelakaan sehingga terjadi nekrosis lokal dari
membrana tersebut. Nekrosis lokal membrane didikuti dengan pembentukan
tulang baru yang akhirnya menyatuka sementum dan tulang alveolar
pendukungnya, bisa sebagian maupun seluruhnya. Penyakit kongenital seperti
kleidokranial disostosis dapat jug menyebabkan penderita memiliki predisposisi
terjadinya ankilosis. Gigi yang paling sering mengalami ankilosis adalah molar
pertama dan kedua susu rahang bawah. Gigi susu yang ankilosis akan
tetap bertahan pada tempatnya dan menghalangi erupsi gigi permanen
pengganti, (Rostina,2003).

2.1.3 Upaya Pencegahan Persistensi

Peran orangtua sangat penting untuk mengawasi dan memeriksa apakah gigi
susu anak sudah mulai tanggal. Biasanya gigi susu anak sudah mulai lepas mulai
pada usia lima sampai dengan tujuh.

Faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini adalah gigi susu tumbuh dengan kuat
karena bawaan genetik. Kemudian pola makan anak, khususnya pada masa
pergantian gigi. Anak harus lebih sering mengunyah makanan. Hindari makanan
yang lembut, karena anak akan jarang mengunyah sehingga gigi susu dapat tetap
kuat.

Kondisi gigi ini dapat dicegah jika, orangtua aktif memahami pertumbuhan gigi
anak. Namun jika sudah dalam tahap kondisi ini, orangtua perlu segera ke dokter
gigi agar anak mendapat penanganan yang tepat. Upaya yang biasanya dilakukan
oleh dokter gigi adalah perawatan ortodontik termasuk seperti pemakaian
kawat gigi, (Susanti,2007)

DAFTAR PUSTAKA
rtodonti
Tjut ,Rostina. Oklusi, Maloklusi, Etiologi Maloklusi.Bagian Ortodonti. Fakultas
Kedokteran Gigi USU: 2003: 75-2.

7. Salzmann JA. Orthodontics: Practice and Technics. PhiladelpSaunders Co; 2000:


30-3