Anda di halaman 1dari 3

Lactobacillus bulgaricus

Lactobacillus bulgaricus adalah sejenis bakteri yang berperan dalam pembentukan yogurt.
Bakteri ini pertama kali diidentifikasikan oleh seorang dokter asal Bulgaria bernama Stamen
Grigorov, pada tahun 1905. Oleh karena itu dinamakan menurut Bulgaria
Bakteri ini hidup dari "memakan" laktosa (gula susu) dan mengeluarkan asam laktat. Asam ini
sekaligus mengawetkan susu dan mendegradasi laktosa (gula susu) sehingga orang yang tidak
toleran terhadap susu murni dapat mengonsumsi yogurt tanpa mendapat masalah kesehatan.

Bentuk dari bakteri Lactobacillus bulgaricus:


 Bintik-bintik (punctiform, pinpoint)
 Bundar (circular)
 Seperti benang (aborestoent)
 Bentuk pohon (aboresteent)
Koloni dari bakteri Lactobacillus bulgaricus:
 Halus, rata, kasar
 Cembung (convex), cekung (convac)
 Keriput, unbilicated
Lactobacillus bulgaricus berperan untuk pembuatan yogurt. Yoghurt merupakan salah satu hasil
olahan susu yang mengalami fermentasi akibat dari aktivitas enzim yang dihasilkan oleh
bakteri Streptococcus thermopilus dan Lactobacillus bulgaricus. Yoghurt biasanya digunakan
sebagai sajian bagi orang-orang yang ingin melangsingkan tubuh. Sajian yang dihasilkan dari
susu fermentasi ini diduga ditemukan semenjak dihasilkannya susu domba di Mesopotamia
sekitar 5000 tahun SM yang disimpan dalam suatu ruangan yang hangat dan kemudian terbentuk
gumpalan susu.
Proses pembuatan sajian yang memiliki rasa yang asam ini biasanya menggunakan kultur
campuran antara bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopilus sebagai starter.

Adapun tahap – tahap pembuatan yogurt adalah seperti berikut ini (Septia, 2010):
1. Susu segar dipanaskan sampai suhu 90 °C dan selalu diaduk supaya proteinnya tidak
mengalami koagulasi. Pada suhu tersebut dipertahankan selama 1 jam. Apabila dilakukan
pasteurisasi maka suhu pemanasannya adalah 70 – 75 °C . Jika hal ini yang dilakukan, maka
pemanasan dilakukan sebanyak dua kali.

2. Setelah dipanaskan, selanjutnya dilakukan pendinginan sampai suhunya 37- 45 °C.


Pendinginan tersebut dilakukan dalam wadah tertutup.
3. Setelah suhu mencapai 37-45 °C maka dilakukan inokulasi / penambahan bakteri ke dalam
susu tersebut sejumlah 50 – 60 ml/liter susu. Penambahan bakteri dilakukan dengan teknik
aseptic (di dekat api).

4. Setelah ditambah bakteri, selanjutnya diperam pada ruangan hangat (30-40 °C), dalam
keadaan tertutup rapat selama 3 hari.

5. Tahap selanjutnya adalah filtrasi. Hal ini dilakukan untuk memisahkan bagian yang padat / gel
dengan bagian yang cair. Pada waktu pemisahan ini diusahakan dilakukan di dekat api sehingga
bagian yang cair (sebagai stater berikutnya) terhindar dari kontaminasi. Bagian yang padat inilah
yang siap dikonsumsi (yoghurt). Bagian yang cair berisi bakteri Lactobacillus sp yang dapat
digunakan untuk menginokulasi susu yang segar.

6. Supaya yogurt lebih lezat rasanya dapat ditambah dengan potongan buah – buahan yang segar,
cocktail, nata de coco atau dibekukan menjadi es, dapat pula dicampur dengan berbagai buah-
buahan untuk dibuat juice (minuman segar).

Beberapa keuntungan atau manfaat yang bisa kita dapatkan dari mengonsumsi yogurt:
1. Menjaga tulang tetap sehat
Semangkuk yoghurt dapat memberi Anda banyak kalsium dan vitamin D. Kedua komponen ini
sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang. Kalsium yang ada di dalam yoghurt juga
membantu menjaga kepadatan dan memperkuat tulang sepanjang hidup Anda. Dengan demikian,
konsumsi yoghurt membantu untuk mencegah penyakit tulang seperti osteoporosis.

2. Mudah dicerna
Orang yang mengalami intoleransi laktosa karena beberapa alergi, dapat dengan aman menikmati
dan mendapatkan manfaat dari yoghurt. Sebab, yoghurt lebih mudah dicerna dibandingkan susu.
Kultur aktif yang hidup di dalam yoghurt menciptakan laktase, yang akan membantu
meningkatkan penyerapan laktosa pada orang yang intoleran.

3. Mengandung bakteri baik


Yoghurt memiliki kultur aktif dan hidup. Ini berarti ia memiliki probiotik, yang hidup di saluran
pencernaan Anda. Probiotik ini menghilangkan semua mikroorganisme berbahaya yang dapat
menyebabkan kerusakan pada usus atau organ sistem pencernaan lain. Probiotik juga membantu
fungsi kerja sistem pencernaan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

4. Membantu menurunkan tekanan darah tinggi


Tak hanya kalsium, yoghurt juga mengandung banyak kalium. Kandungan kalium dalam yoghurt
membantu menurunkan tekanan darah.

5. Baik untuk kesehatan kulit


Yoghurt membantu Anda untuk memiliki kulit bersih dan mulus. Asam laktat dalam yoghurt
bertindak sebagai exfoliator, yang membantu menyingkirkan sel-sel mati. Selain dikonsumsi,
Anda juga dapat menggunakan yoghurt sebagai masker agar kulit wajah lebih sehat.
Nama : Angelica Ireina
Kelas : X-IPS 1 / 02