Anda di halaman 1dari 1

SEJARAH SENDANG NGETO / TO SUMBER SARI

Sendang ngeto di bangun pada tahun 1920an oleh belanda, pada mulanya sebelum
sendang ngeto dibangun masih berupa tambak, tambak air tersebut di buat menjadi
sendang oleh menir belanda yang tinggal di daerah tugu kerajan, di karenakan di daerah
tugu kerajaan dekat dengan laut membuat daerah ini kesulitan mendapatkan air tawar,
oleh karena itu menir belanda tersebut mencari informasi tentang sumber mata air,
hingga dia mendapat informasi bahwa di daerah tugu lapangan terdapat tambak air
yang melimpah. Mendengar informasi tersebut menir belanda kemudian mendatangi
daerah tugu lapangan dan menemukan tambak yang kemudian menir tersebut
mengubah tambak tersebut menjadi sebuah sendang yang di berikan nama sendang
ngeto.

Sendang ngeto artinya yaitu sumber mata air yang melimpah, sendang ngeto ini menjadi
sumber air untuk 3 wilayah yaitu wilayah tugu lapangan (sekarang di kenal tambakaji),
tugu kerajan (sekarang di kenal tugu rejo) dan pelem kerep. Sendang ngeto ini berfungsi
sebagai sumber mata air sekaligus sumber pengairan sawah-sawah di tiga wilayah
tersebut.

Pada tahun 1980-1990an terjadi proses penyebaran penduduk, menyebabkan daerah


tugu lapangan atau yang sekarang lebih di kenal tambakaji yang dulunya kebanyakan
daerahnya berupa sawah-sawah dan hutan mulai berkurang, akibat pembukaan lahan
untuk membuat daerah pemukiman menyebabkan debit air sendang ngeto berkurang
sehingga sekarang sendang ini hanya di jadikan sumber air untuk dua RT saja yang
awalnya mampu untuk mengaliri 3 wilayah. Akibat proses penyebaran penduduk
membuat daerah tambak aji ini sekarang banyak di huni oleh orang-orang pendatang
dari luar, dan hal tersebut membuat nama sendang ngeto beruba menjadi sendang to
sari akibat pelafalan yang berbeda.