Anda di halaman 1dari 63

Materi SMPKelas VII

SMPN 216 Jakarta


Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu :
a. Menjelaskan pengertian suhu
b. Menjelaskan jenis-jenis termometer
c. Pengkonversian suhu
d. Perubahan akibat suhu
e. Pemuaian zat padat, cair dan gas
f. Memberikan contoh pemuaian dalam kehidupan
sehari-hari
g. Mengetahui manfaat dan kerugian pemuaian zat
Badan ku panas,
sepertinya aku
demam

Es dikatakan
bersuhu rendah
Suhu
menyatakan
derajat panas
suatu benda

Api dikatakan
bersuhu tinggi
SUHU
• Suhu adalah besaran fisika yang menyatakan derajat panas atau
dingin suatu zat.
• Secara mikroskopik suhu menunjukkan pergerakan atau
kandungan energi kinetik dari partikel-partikel benda tersebut.
• Semakin tinggi suhu suatu benda makin cepat partikel penyusun
benda bergerak atau bergetar, semakin rendah suhu suatu benda
semakin lambat partikel penyusun benda bergerak atau bergetar.
Alat pengukur alami

Dapatkah Indera peraba digunakan untuk menentukan seberapa panas atau


dinginnya sebuah benda?,
untuk mengetahuinya mari kita lakukan percobaan berikut.
Tujuan : Menyelidiki kemampuan indra peraba (sentuhan kulit sebagai alat
pengukur suhu
Alat dan Bahan :
1. Gelas beaker (3 buah)
A B C
2. Air dingin (campuan air dengan es batu) (A)
3. Air kran (B)
4. Air hangat(C)
Langkah Kerja
1. Menyiapkan tiga gelas beaker dan mengisi ketiganya dengan ketentuan seperi
pada alat dan bahan
2. Masukkan tangan kananmu ke dalam gelas A yang berisi air dingin dan tangan
kirimu ke dalam gelas C yang berisi air hangat, lalu diamkan beberapa saat
(30 sekon)
3. Secara bersamaan angkat dan masukkan tanganmu ke dalam gelas B yang
berisi air kran.
Setelah melakukan kegiatan tadi, jawablah pertanyaan berikut berdasarkan apa
yang kamu alami dalam percobaan.

1. Dapatkah kamu tentukan seberapa panas air dalam gelas C


2. Dapatkah kamu tentukan seberapa dingin air dalam gelas A?
3. Pada langkah ke-3 ketika tangan kananmu diangkat dari gelas A dan
dimasukkan ke dalam gelas B. Apakah tanganmu terasa panas atau dingin?
4. Pada langkah ke-3 ketika tangan kirimu diangkat dari gelas C dan
dimasukkan ke dalam gelas B. Apakah tanganmu terasa panas atau dingin?
5. Apakah air di dalam gelas B terasa panas atau dingin?
6. Dapatkah kamu tentukan perbedaaan suhu yang kamu rasakan di antara
tangan kiri dan tangan kanan?
7. Apa yang dapat kamu simpulkan berdasarkan percobaan tadi?
Kesimpulan :
Dari percobaan tadi dapat kita simpulkan bahwa indra peraba (perasaan) tidak
dapat menentukan ukuran panas dinginnya suatu benda dengan tepat. Indra
perasa hanya dapat merasakan panas dingin suatu benda.
Pengukuran dengan indra peraba hanya menghasilkan pengukuran secara
kualitatif dan tidak bisa secara kuantitatif.

A B C
Konsep : Suhu ≠ Panas

• Panas : salah satu


bentuk energi yang mengalir.

• Suhu : derajat/tingkat
energi panas suatu benda.
Pernahkah kamu mendengar
Suhu manusia normal 37 celsius
Air mendidih pada suhu 100 celsius
Air membeku pada suhu 0 celsius

Angka-angka tersebut menunjukkan derajat suhu suatu benda.

Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah Termometer.


Semua termometer dilengkapi dengan ukuran derajat suhu
dalam suatu skala standar.

Satuan suhu dalam Sistem Internasional (SI) adalah Kelvin (K),


tetapi secara umum kamu menggunakan satuan Celcius (oC)
dalam pengukuran suhu sehari-hari.
TERMOMETER

• Pengertian • Prinsip Kerja


• Thermos (Yunani) artinya • Sifat termometrik zat : volume zat
panas, sedangkan meter akan berubah apabila dipanaskan
artinya mengukur. atau didinginkan,
• Termometer = alat ukur suhu • energi panas menyebabkan →

molekul zat cair bergerak

menjauh→ jarak molekul

renggang→ volume bertambah,

massa zat tetap.


Termometer
JENIS-JENIS TERMOMETER -10 sampai
laboratorium 110 celsius

A. Termometer zat cair

Umumnya Zat cair yang


digunakan adalah raksa Termometer
dan alkohol suhu badan

• warna mengkilat, bereaksi cepat


terhadap perubahan suhu
Raksa • titik didih (>350 celsius), beku (-
40 celsius)
35 sampai 42
selsius
• tidak berwarna, biasanya

Alkohol diberi warna merah atau biru


• titik didih (78 celsius), beku (-
130 celsius)
B. Termometer Bimetel

Memanfaatkan logam
untuk menunjukkan adanya
perubahan suhu dengan
prinsip logam

C. Termometer Kristal Cair

Warna berubah sesuai suhu


SKALA SUHU

Termometer Termometer
Celcius Fahreinheit

Termometer

Termometer Termometer
Reamur Kelvin
Penggunaan Matematika
Perbandingan skala suhu:
skala C:skala R: skala F: skala K = 100:80:180:100
skala C:skala R: skala F: skala K = 5 : 4 : 9 : 5

Dengan memperhatikan titik tetap bawah


(dibandingkan mulai dari nol semua).
Perbandingan angka suhunya:
𝑡𝑐 : 𝑡𝑅 ∶ (𝑡𝐹 -32) : (𝑡𝐾 – 32) = 5 : 4 : 9 : 5
Perbandingan tersebut dapat digunakan untuk
menentukan konversi skala suhu. Sebagai
contoh, konversi skala suhu dari Celcius ke
Fahrenheit:
𝒕𝑪 𝟓
=
(𝒕𝑭 − 𝟑𝟐) 𝟗

maka,

𝟗
𝒕𝑭 = 𝒕𝑪 + 32
𝟓
Perubahan
Akibat Suhu
• Salah satu perubahan yang terjadi pada benda
adalah ukuran benda itu berubah. Jika suhu
benda naik, secara umum ukuran benda
bertambah. Peristiwa ini disebut pemuaian.
PEMUAIAN
Pemuaian adalah perubahan suatu benda
yang bisa menjadi bertambah panjang, lebar,
luas, atau berubah volumenya karena terkena
panas atau dingin yang menyebabkan
perubahan.
• Pemuaian zat adalah
bertambahnya ukuran suatu
zat karena pengaruh
perubahan suhu

• Pemuaian dipengaruhi oleh 3


faktor, yaitu:
a. Ukuran awal
b. Kenaikan suhu
c. Jenis zat
Pemuaian
Menguntungkan Merugikan
• Rel kereta api melengkung • Pemuaian pada bimetal
yang banyak digunakan di
alat-alat listrik seperti
setrika dan sekring yang
prinsipnya sebagai safety
tool dari kebakaran maupun
korsleting
Pemuaian

Zat
Padat Zat
Gas
Cair
1. Pemuaian Zat Padat
Pemuaian zat padat merupakan peristiwa
bertambah panjang, lebar, atau volume suatu
benda padat karena pengaruh panas (kalor).

Contoh: Pemuaian zat padat seperti pemuaian


rel kereta
• Zat padat akan memuai atau mengembang
jika dipanaskan dan menyusut jika didinginkan
• Pemuaian dan penyusutan itu terjadi pada
semua bagian benda yaitu panjang, lebar dan
tebal benda tersebut
2. Muai Luas

1. Muai 3. Muai
Panjang Volume

Pemuaian
Zat Padat
a. Pemuaian Panjang

• Pemuaian panjang adalah pertambahan panjang


benda akibat pengaruh suhu (1 dimensi).
• Besarnya pemuaian zat tergantung pada
konstanta muai panjang zat dan nilai konstanta
tersebut akan berbeda-beda untuk tiap zatnya.
• Alat yang digunakan untuk menyelidiki
pemuaian panjang berbagai jenis zat padat
adalah musschenbroek.
• Pemuaian panjang suatu benda dipengaruhi
oleh panjang mula-mula benda, besar
kenaikan suhu, dan tergantung dari jenis
benda
• Contoh: Coba kalian amati kabel listrik yang
terlihat lebih kendor di siang hari jika
dibanding pada pagi hari
Koefisien Muai Panjang berdasarkan
Jenis Benda
Contoh soal!

Sebuah logam pada mulanya


memiliki panjang 20 cm.
Kemudian menerima kalor dan
suhunya naik sebesar 40
derajat. Jika koefisien muai
panjang logam tersebut adalah
0,001/oC Maka berapa panjang
logam tersebut setelah
suhunya naik?
Pembahasan
L = Lo (1 + α.ΔT)
L = 0,2. (1+0,001.40)
L = 0,2. (1+0,04)
L = 0,2.1,04 = 0,208 m
b. Pemuaian Luas
Contoh pemuaian luas yang bisa sobat amati
adalah pada pemanasan lempeng tipis logam.
Lempeng tipis logam akan mengalami
penambahan luas setelah dipanaskan.
Kemampuan suatu benda untuk mengalami
pemuaian luas sangat ditentukan oleh koefisien
muai luas dilambangkan dengan β, Dengan nilai
β = 2α.
Rumus pemuaian luas Keterangan:
• Ao = Luas Sebelum
ΔA = Ao.β.ΔT dipanaskan
A = Ao + ΔA • A = luas setelah
A = A0 (1+β.ΔT) pemanasan
• ΔA = penambahan luas
• β = koefisien muai luas
• ΔT = selisih suhu
(kenaikan suhu)
Contoh soal pemuaian luas
• Sebuah lempeng logam mula-mula
mempunyai luas 100 cm2 lalu menerima kalor
sehingga suhunya naik 50oC, jika koefisien
muai panjang lempeng logam tersebut adalah
0,001/oC maka berapa pertambahan luas
lempeng logam tersebut?
Pembahasan
• ΔA = Ao.β.ΔT
ΔA = Ao.2α.ΔT
ΔA = 1.2.0,001.50 = 0,1 m2
• c. Pemuaian Volume
Pemuaian volume sama juga dengan
pertambahan atau pemuaian panjang secara 3
dimensi. Karena itu muai volume sama juga
dengan tiga kali muai panjang. Pemuaian
volume suatu zat tergantung pada koefisien
muai volumenya γ (gamma) dimana γ = 3α
Rumus pemuaian volume Keterangan:
• ΔV = Vo.γ.ΔT • ΔV = penambahan volume
V= Vo + ΔV • Vo = volume awal
V= Vo(1+γ.ΔT) • ΔT = kenaikan suhu
• γ = koefisien muai volume
Contoh Soal Pemuaian Volume
• Sebuah kubus dengan rusuk 10 cm
dan koefisien muai panjang 0,001/oC. Kubus
tersebut diberi kaalor sehingga suhu awalnya
yang 30oC mejadi 80oC, berapakah
pertambahan volume dan volume akhir kubus
tersebut?
Pembahasan
• ΔV = Vo.γ.ΔT
ΔV = 1000.3.o,oo1.(80-50)
ΔV = 150 cm2
V= Vo + ΔV
V= 1000 + 50 = 1050 cm2
Contoh Pemuaian Zat Padat
• Pemasangan rel kereta api
Sambungan dua batang rel kereta selalu diberi celah. Hal ini
karena jika rel kereta memuai, akibatnya rel tidak menjadi
bengkok atau melengkung pada saat terjadi pemuaian.

• Pemasangan kaca jendela


Kaca jendela dipasang tidak rapat. Hal ini dikarenakan jika kaca
memuai kaca tersebut tidak akan pecah.

• Kendornya kabel listrik pada siang hari dan kawat telepon


Hal ini dilakukan untuk menghindari putusnya kabel listrik dan
kabel telepon pada saat terjadi penyusutan suhu dingin
• Celah pada konstruksi jembatan
Hal ini dilakukan untuk memberikan ruang muai
pada besi. Maka ujung jembatan logam yang
dibiarkan memuai ditopang dengan roda agar bisa
bergerak bebas.

• Celah pada sambungan jalan beton


Dijalan biasanya diantara 1 beton dengan beton
lainnya diberi sedikit celah agar beton tidak
melengkung jika mengalami pemuaian.
2. Pemuaian Zat Cair
• Pada zat cair pemuaian yang terjadi hanya
pemuaian volume, tidak ada pemuaian panjang
dan luas.
• Ini terkait dengan sifat dar zat cair sendiri yang
bentuknya berubah-ubah sesuai dengan bentuk
wadah yang ditempatinya.
• Coba sobat isi penuh sebuah panci dengan air
kemudia panaskan, beberapa saat kemudian akan
ada air yang tumpah dari panci tersebut, itulah
salah satu contoh pemuaian zat cair.
• Besarnya pemuaian zat cair ditentukan dari
koefisien muai volume nya b .

ΔV = Vo.b.ΔT

• Dengan b adalah koefisien muai volume zat


cair. Nilai b ini berbeda dengan γ atau
koefisien muai volume zat padat. ΔV
penambahan volume yang terjadi. ΔT selisih
suhu.
Contoh soal pemuaian zat cair
• Sebuah panci berisi air penuh dengan volume
4 liter. Air dalam panci tersebut kemudian di
panaskan sehingga mengalami kenaikan suhu
sebanyak 80 oC. Berapakah volume air yang
akan tumpah dari panci tersebut? (koefisien
muai air = 0,004/oC
Pembahasan
• Volume air yang tumpah sama dengan
penambahan volume air akibat pemanasan,
jadi
• ΔV = Vo.b.ΔT
• ΔV = 4 liter.0,004.80
• ΔV = 1,28 liter
Contoh Pemuaian Zat Cair
• Pada air yang dipanaskan (air mendidih
menjadi uap air)
• Botol parfum yang meledak karena tidak ada
ruang muai
• Alkohol
• Air raksa pada termometer yang naik
• Air laut menguap saat musim kemarau
Koefisien Muai Volume
berdasarkan Jenis Zat
3. Pemuaian Gas
• Gas juga megalami pemuaian layaknya pada
pemuaian zat cair dan zat padat.
• Khusus untuk pemuaian zat ini agak berbeda
dengan pemuaian zat padat dan pemuaian zat
cair.
• Ada satu variabel yang sangat menentukan
pemuaia zat gas yaitu tekanan.
Hukum yang menjelaskan Keterangan:
tentang pemuaian zat gas • P = tekanan (atm)
a. Hukum Gay Lussac • V = volume (L)
• n = mol zat
• R = 0,0082
T = suhu (0K), x0C = (x +
273)0K
PV = nRT
Hukum Gay Lussac
menyatakan bahwa pada
tekanan tetap volume gas
sebanding dengan suhu gas
mutlak tersebut sehingga
Hukum Gay Lussac
menyatakan bahwa pada
tekanan tetap volume gas
• karena perbandingan
sebanding dengan suhu
volume dan suhu tetap,
gas mutlak tersebut
maka perbandingan
sehingga:
volume dan susu
sebelum dan sesudah
V/T = nR/T = tetap pemuaian juga akan
tetap. Sehingga
persamaannya menjadi
• Hukum boyle
menyatakan bahwa b. Hukum Boyle
pada batas-batas
tertentu suhu rendah • PV = nRT = tetap
yang berlaku bahwa • karena perkalian
hasil perkalian antara tekanan dan volume
tekanan dan volume selalu tetap, maka
selalu tetap. perkalian volume dan
volume sebelum dan
sesudah pemuaian juga
tetap. jadi persamaan
rumusnya
• Sesuai namanya hukum ini merupakan perpaduan
antara hukum boyle dengan hukum lussac.
• Hukum ini menyatakan bahwa dalam pemuaian zat gas
perkalian volume dengan tekanan dibagi suhu selalu
tetap.
• Persamaan gas ideal dinyatakan dengan persamaan :

𝑃1 𝑉1 𝑃2 𝑉2
=
𝑇1 𝑇2 Hukum Boyle-
𝑃𝑉
= 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 Gay Lussac
𝑇
Pemuaian Gas Isotermik
Isobarik
Isokorik
Isotermik Isobarik Isokorik
(Suhu Tetap) (Tekanan (Volume
Tetap) Tetap)

𝑇1 = 𝑇2 𝑃1 = 𝑃2 𝑉1 = 𝑉2

𝑃1 𝑉1 𝑉1 𝑉2 𝑃1 𝑃2
= =
= 𝑃2 𝑉2 𝑇1 𝑇2 𝑇1 𝑇2
𝑃𝑉 𝑉 𝑃
= 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 = 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛 = 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛
𝑇 𝑇
Contoh Pemuaian Zat Gas
• Ban kendaraan saat mengisi ban mobil
/motor/sepeda
Saat melakukan hal ini tidak boleh terlalu penuh
karena udara akan memuai saat panas maka ban
kendaraan akan meledak.

• Pengisi balon
Jangan mengisi balon dengan volume yang sangat
penuh karena baln tersebut akan meledak jika
terkena panas yang lama.
Contoh Soal Pemuaian Gas
• Pada tekanan tetap, sebuah gas memiliki
volume 200 cm3 pada suhu 27, pada sushu
127 berapakah volume gas tersebut.
• Pembahasan
Kita bisa menggunakan rumus hukum boyle
Vo V1
—- = —-
T1 T2
• 200/(27+273) = V1/(127+273)
200/300 = V1/400
V1 = 2/3 x 400 = 266, 67 cm3
Manfaat dan Kerugian Pemuaian Zat
• Beberapa pemuaian zat yang • Selain merugikan masih
tidak terkendali bisa menjadi banyak juga manfaat dari
sesuatu yang merugikan pemuaian zat sepeti
seperti rel kereta yang pemuaian bimetal yang
bengkok atau ban digunakan untuk
kendaraan yang pecah tiba- pengamanan alat-alat listrik
tiba karena terlalu panas. dari kebakaran atau
• Ini bisa menyebabkan korsletting dan juga
kecelakann yang fatal. Yang pemakaian listrik berlebih.
paling penting adalah kita
mengatisipasinya sebaik
mungkin seperti membuat
jarak antar rel atau
membuat ban dari bahan
yang tidak mudah memuai.