Anda di halaman 1dari 2

KASUS E

DENTAL
DUE TO AS EVIDENCE CLIENT GOAL
HYGIENE
RELATED TO (SIGNS AND (EXPECTED
DIAGNOSIS
(CAUSES) SYMPTOMS) OUTCOME)
(UNMEET NEEDS)
Conceptualization Persepsi klien yang Jarang menyikat gigi Klien mulai untuk
and Problem Solving salah mengenai karena kepercayaan membiasakan
kebiasaan menyirih bahwa menyirih menyikat gigi
dapat menguatkan
yang dapat
gigi
menguatkan gigi
Skin and Mucous Kebiasaan menyirih Tampak area putih Klien bebas dari area
Membran Integrity of dan kasar di bawah putih dan kasar
Head and Neck lidah yang tidak
dapat hilang dengan
pengusapan
Responsibility for Oral higiene yang Gigi geligi tampak Klien mampu
Oral Health buruk (Inadequate kemerahan dan meningkatkan OH
Oral Self Care) terdapat area putih
dan kasar di bawah
lidah

INTERVENSI:
1. Memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan
rongga mulut (Darby dan Walsh,2015).
2. Memberikan edukasi mengenai efek dari menyirih terhadap gigi dan rongga mulut
sehingga dapat mengurangi frekuensi menyirih (Wowor et al, 2013).
3. Memberikan rujukan kepada dokter gigi terkait temuan klinis berupa area putih dan kasar
di bawah lidah yang tidak dapat hilang dengan pengusapan, karena kebiasaan menyirih
ada keterkaitannya dengan fibrosis submukosa mulut yang dapat mengarah ke kanker
mulut (Karthik dan Mohan,2017).

Wowor,V.N.S.,Supit,A dan Marbun,D.R., 2013.,Gambaran Kebiasaan Menyirih dan Lesi


Mukosa Mulut pada MahasiswaPapua Di Manado., Jurnal e-Gigi : Vol 1(2)
Darby,M.L dan Walsh,M.M., 2015., Dental Hygiene : Theory and Practice., Elsevier., United
States of America
Karthik,R dan Mohan,N.,2017.,Prevalence of Oral Mucosal Lesions among Dental Patients
with Mixed Habits in Salem District - A Study.,J Pharm Bioallied Sci : vol 9(1)
KASUS B

DENTAL
DUE TO AS EVIDENCE CLIENT GOAL
HYGIENE
RELATED TO (SIGNS AND (EXPECTED
DIAGNOSIS
(CAUSES) SYMPTOMS) OUTCOME)
(UNMEET NEEDS)
Wholesome Facial Adanya makula Klien merasa tidak Klien merasa lebih
Image kecoklatan pada percaya diri pada percaya diri dengan
gingiva cekat rahang penampilan penampilan
atas dan rahang gingivanya gingivanya
bawah
Conceptualization Kurangnya Menggunakan obat Klien paham akan
and Problem Solving pengetahuan klien kumur pasaran untuk penyebab obat kumur
tentang bau mulut menghilangkan obat dan cara
dan cara kumur menanganinya
mengatasinya dengan tepat

INTERVENSI:
1. Mendiskusikan kepada klien tentang penyebab bau mulut dan cara mengatasinya.
Pengobatan halitosis dapat ditentukan dengan mengetahui etiologi dan melihat sumbernya
dengan pemeriksaan klinis (Aylıkcı dan Çolak,2013).
2. Memberikan edukasi kepada klien untuk meningkatkan oral hygiene, karena oral hygiene
dapat berpengaruh terhadap bau mulut. Beberapa cara dalam meningatkan oral hygiene
yaitu dengan menyikat gigi, flossing, dan menggunakan sikat gigi interdental serta
membersihkan lidah menggunakan tongue cleaner (Aylıkcı dan Çolak,2013).
3. Merujuk ke dokter gigi untuk mengatasi adanya warna kecoklatan pada gingiva (Moneim
et al,2017)

Aylıkcı,B.U dan Çolak,H.,2013.,Halitosis: From diagnosis to management.,J Nat Sci Biol


Med : vol 4(1) hal 14–23
Moneim,R.A.A.,El Deeb,M dan Rabea,A.A.,2017., Gingival pigmentation (cause, treatment
and histological preview)., Future Dental Journal 3 hal 1-17