Anda di halaman 1dari 4

Motivasi Usaha :

Penetapan Jangka Pendek, Jangka Menengah, dan Jangka


Panjang dalam Usaha

Nama : Evalin Ndoen


NIM : 20171101060
Jurusan : PGSD

Setiap orang tentunya ingin mempunyai karir yang sukses. Untuk mencapainya,
ada beberapa cara yang perlu diperhatikan. Salah satunya menetapkan tujuan dalam
perencanaan karir, karena tujuan karir itu sendiri adalah sesuatu yang ingin dicapai
seseorang di masa depan sebagai tolok ukur keberhasilan karirnya. Setiap orang memiliki
tujuan hidup yang berbeda sesuai impian dan keinginan yang ingin dicapainya. Sangatlah
penting untuk menentukan tujuan hidup mulai dari sekarang, walau pun tidak ada kata
terlambat untuk menentukan tujuan hidup. Tetapi akan jauh lebih mudah jika kita
memilki cukup waktu untuk menentukan dan membuat perencanaan agar tujuan hidup
bisa tercapai.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melihat potensi diri seperti apa dan
belajar mengoreksi kelemahan dalam segala bidang sehingga mampu menentukan tujuan
yang tepat untuk diri sendiri tanpa terpengaruh oleh tujuan hidup orang lain, yang belum
tentu cocok dan baik untuk kita jalankan. Langkah awal yang harus direncanakan adalah
menentukan tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Dari sini kita
dapat melakukan penelitian terhadap potensi diri sendiri yang secara bertahap akan
dicapai sesuai rencana hidup. Berhasilnya setiap tahapan akan menciptakan rasa percaya
diri bahwa kita mampu mencapai tujuan hidup di masa mendatang.

1
Dalam penetapan tujuan jangka pendek, tujuan yang harus dapat dicapai dalam
kurun waktu satu hingga tiga tahun kedepan. Tujuan jangka pendek merupakan dasar-
dasar contoh tujuan karir yang kita ikuti untuk membantu kitada lam cara yang kecil.
Sebuah mimpi besar dapat dicapai melalui banyak tujuan-tujuan kecil. Tujuan kecil ini
adalah tujuan jangka pendek kita. Kadang-kadang kita gagal bukan karena tujuannya
terlalu keras, tetapi kita tidak memecahnya menjadi beberapa tujuan kecil. Jadi kita
merasa sukses ini terlalu jauh kita raih.

Jangka panjang merupakan hasil yang diharapkan dari pelaksanaan strategis


tertentu, Strategi merupakan serangkaian tindakan yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan-tujuan jangka panjang. Kerangka waktu untuk tujuan dan strategis harus konsisten,
biasanya dua sampai lima tahun. Strategi utama (grand strategies), sering kali juga
disebut sebagai strategi induk atau strategi bisnis, menyediakan arahan dasar bagi
tindakan-tindakan strategis. Strategi ini menjadi landasan untuk usaha yang terkoordinasi
dan berkelanjutan yang diarahkan pada pencapaian tujuan jangka panjang perusahaan.

Strategi utama mengindikasikan periode waktu dalam mana tujuan jangka


panjang akan dicapai. Dengan demikian, stratategi utama dapat didefinisikan sebagai
pendekatan umum yang komprehensif yang menjadi pedoman bagi tindakan-tindakan
utama suatu perusahaan.Strategi utama yang penting adalah pertumbuhan terkonsentrasi,
pengembangan pasar, pengembangan produk, inovasi, integrasi horizontal, integrasi
vartikal, diversifikasi konsentris, diversifikasi konglomerasi, perubahan haluan, divestasi,
likuidasi, kepailitan, usaha patungan, aliansi strategis, dan konsersium.Salah satu dari
strateg-strategi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mencapai tujuan jangka panjang
utama dari suatu perusahaan.

Banyak organisasi menjalankan dua atau lebih secara bersamaan, namun strategi
kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh. Tidak ada satu
organisasipun yang dapat menjalankan semua strategi yang dapat menguntungkan
perusahaan. Baik anggota atau organisasi harus memilih diantara sekian banyak strategi
utama ini. Hakikat Tujuan Jangka Panjang haruslah bersifat kuantitatif, terukur, realistis,
dapat dipahami, menantang, bertahap, dapat diperoleh, dan sejalan dengan unit-unit

2
organisasi. Setiap tujuan harus dikaitkan dengan kerangka waktu. Tujuan jangka panjang
diperlukan pada tingkat korporat, devisi, dan fungsional dalam sebuah organisasi. Tujuan
tetsebut penting sebagai alat ukur kinerja kinerja manajerial. Untuk mencapai
kemakmuran jangka panjang, para perencana strategis umumnya menetapkan perencana
jangka panjang dalam tujuh bidang, yaitu:
1. Profitabilitas, yaotu kemampuan perusahaan untuk beroperasi dalam jangka
panjang bergantung pada tingkat laba yang memadai.
2. Produktivitas, menyangkut jumlah barang atau jasa yang diproduksi.
3. Posisi Kompetitif, yaitu dominasi relative pasar menggunakan penjualan total.
4. Pengembangan karyawan, dimana menghargai pendidikan dan pelatihan, sebagian
karena hal tersebut mengarah pada kompensasi dan jaminan kerja yang lebih
tinggi. Menyajikan peluang semacam itu sering kali meningkatkan produktivitas
dan mengurangi perputaran karyawan. Oleh karena itu para pembuat keputusan
strategis sering kali memasukan tujuan pengembangan karyawan kedalam rencana
jangka panjang.
5. Hubungan dengan Karyawan, apakah terikat dengan kontrak serikat pekerja atau
tidak perusahaan-perusahaan secara aktif mencoba untuk menggembangkan
hubungan baik dengan karyawan.
6. Kepemimpinan teknologi, Perusahan harus memutuskan apakah akan menjadi
pemimpin atau hanya jadi pengikut di pasar. Setiap pendekatan dapat berhasil,
tetapi masing-masing membutuhkan postur strategi yang berbeda.
7. Tanggung Jawab kepada Masyarakat, Para manajer memahami tanggung jawab
mereka terhadap pelanggan dan masyarakat secara umum. Bahkan banyak
perusahaan mencoba untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya melampaui
persyaratan pemerintah. Perusahaan-perusahaan tersebut bukan hanya bekerja
untuk mengembangkan reputasi sebagai produsen dari produk dan jasa dengan
harga yang layak, melainkan menjadi warganegara yang bertanggung jawab.

3
4